Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bab 47 : Cedera yang menakutkan


__ADS_3

Para penonton mulai berbisik apa yang terjadi dengan Miki, apa dia kelelahan atau cedera. Okumura yang melihat memberantakkan rambutnya dan meminta teman setimnya untuk memapah Miki.


“ Jadi benar, kamu cedera? “ sindir Akemi di hadapan Miki yang terjatuh dibawahnya.


Tangan Miki terkepal, bagaimana pun ia harus berdiri dan memulai kembali pertandingan. Tinggal satu quarter lagi, Miki tidak boleh menyerah. Ia harus berjuang hingga titik darah penghabisan.


Dengan kesulitan berdiri. “ Hahaha. “ tawa Miki di depan Akemi, pandangannya tertunduk. “ Maaf, maaf. Aku hanya merasa lucu saja. “


Perkataan yang membuat seluruh penonton terdiam dan memperhatikan Miki, ia berjalan dengan mendorong kaki kanannya untuk kembali ke bench dan duduk dengan menutup kedua matanya dengan handuk.


Betapa bodohnya Miki memperhatikan ke seluruh orang kalau dia cedera.


Tim Seido mulai bertanya satu-satu kepada Miki.


“ Miki kenapa? “


“ Kamu lelah? “


“ Istirahat. “


Tapi matanya tertuju kearah Lim dengan wajah khawatir, ia tertawa kepada dirinya sendiri. Perkataan orang tua selalu benar, dan biarpun begitu Miki tidak pernah menyesal.


Miki mengambil air dan meminumnya, setelah itu ia berbisik kepada Okumura. “ Paman, kalau Paman ganti aku seumur hidup aku ngga bakal maafin Paman. “


Ancaman dari Miki membuat Okumura menoleh kearah Lim yang tatapannya mengatakan tidak dan menggeleng-gelengkan kepala tidak ingin melihat anaknya terluka.


Okumura tahu perasaan orang tua, tapi ia tidak bisa menolak permintaan Miki yang begitu lembut dan penuh harapan walaupiun isinya ancaman.


“ Jangan paksakan diri kamu! “ seru Okumura, dan menundukkan kepala kepada Lim meminta maaf.


Mata Lim terpejam, ia menundukan pandangannya berharap bahwa anaknya akan baik-baik saja.


Peluit berbunyi, quarter terakhir dan penentuan pemenang.


Kedua tim kembali menuju lapangan, diikuti Miki yang kesulitan berjalan. Tapi bagaimana pun ia harus berdiri di lapangan dan memenangkan pertandingan.


Ambisi yang kuat dan tidak terelakan.


“ Maafkan aku Ayah. “ gumam Miki dengan senyum kecil.


Tim Seido mengambil bola, Rei mengatur alur permainan menjadi tidak cepat melihat kondisi tubuh Miki yang tidak memungkinkan.


Dan Tim Inuyashi memanfaatkan hal tersebut, Akemi mensteal bola dan berhadapan dengan Miki. Ia melewati Miki yang tidak bisa Miki hentikan, karena saat ia mencoba menahan lututnya kembali berbunyi seakan-akan memintanya untuk berhenti.


Akemi menyeringai. “ Kemenangan sudah di depan mata. “


Permainan terus berjalan selama 5 menit, saat Miki mencoba menshoot kakinya tidak bisa melompat baik sehingga ia terus membaginya kepada orang lain.


“ Dia kenapa? “


“ Padahal tadi permainanya bagus. “ bisik penonton membuat Kenzi gelisah sebenarnya apa yang terjadi dengan Miki, apakah dia cedera atau kelelahan?


Waktu tersisa 1 menit lagi, dan skor 99-100, dimenangkan oleh Tim Inuyashi yang berbeda 1 point saja. Dengan susah payah, Tim Seido terus bertahan dan ingin membalikkan keadaan lagi.

__ADS_1


30 detik tersisa, Miki berlari kearah ring lawan dan Rei melakukan long pass.


“ MIKI!! “ teriak tim Seido berharap dalam waktu 30 detik ini ia dapat mencetak gol.


Dalam quarter terakhir ini, Miki sama sekali belum mencetak angka sedikitpun. Ia hanya terus bertahan dan melihat orang terus melewati dirinya.


Tubuhnya sudah tidak kuat lagi, apalagi lututnya terasa ingin mati.


“ Masih belum. “ gumam Miki memantulkan bola di hadapan Akemi yang menjaganya dengan tatapan serius. “ Akan aku kerahkan seluruh kekuatanku sampai batas terakhir! “


“ Kamilah yang akan menang. “ kata Miki di hadapan Akemi tanpa gentar sedikitpun.” Tugas seorang ace adalah mencetak angka sambil menanggung harapan rekan tim. “ Miki teringat dengan sebuah teknik bintang jatuh dari Ayahnya di pertandingan saat umurnya 27 tahun.


“ Untuk itu, akan kulampaui batasku sebanyak yang dibutuhkan. “ lanjut Miki melompat setinggi-tingginya di garis three-point.


Seluruh pemain dan penonton terkejut melihat lompatan tinggi Miki, seorang perempuan bisa melompat sangat tinggi itu adalah hal yang sangat mengejutkan.


Tubuhnya tidak terlalu tinggi, tapi lompatannya sampai setinggi ring basket.


Shoot yang sekarang Miki lakukan adalah, teknik shoot yang penuh kekuatan dan tidak terhentikan.


Lim yang terkejut, ia berdiri melihat teknik yang dipakai Miki. Begitu juga dengan Kenzi, teknik itu adalah shoot yang sangat sulit untuk dilakukan.


Dunk bintang jatuh, meteor jam.


Peluit terakhir berbunyi, skor menjadi 101-100.


Penonton, tim Seido dan tim Inuyashi terkejut dengan teknik sulit tersebut. Mereka mengaga tidak percaya seorang perempuan bisa melakukan teknik meteor jam.


Bagi Lim, teknik itu perlu disempurnakan selama 5 tahun. Tapi anaknya sudah belajar hal tersebut dalam waktu 1 bulan, Lim tertegun melihat kemampuan Miki yang melebihi dirinya.


Terlebih lagi, kini Miki menjadi salah satunya atlet putri SMA yang dapat melakukan meteor jum selama Inter-high.


Dia menjadi sejarah tersendiri dari Inter-high tahun ini.


“ Sangat menakjubkan. “ seorang komentator yang terpana melihat Miki.


“ SELAMAT KEPADA TIM SEIDO, MEMENANGKAN INTER-HIGH PREFEKTUR TOKYO! “


Sorak penonton dan tim menghampiri Miki, tubuh Miki tidak bisa ia gerakkan lagi. Miki terjatuh, tapi dengan cepat Mayumi menahan pingganganya agar tida terjatuh.


Matanya berkaca-kaca, ia mengusap puncuk kepala Miki. “ Kamu hebat, sangat hebat. “


Rei yang tersentuh langsung memeluk Miki. “ Hebat sekali Miki!! “


Okumura menghela nafas, semua ketegangannya hilang walaupun nantinya Miki tidak bisa mengikuti kejuaraan nasional. “ Kerja bagus! “ Okumura mengusap lembut punggung Miki. Miki tersenyum dan merintikan air matanya, akhirnya semua kerja kerasnya terbayar.


Di lain sisi, Akemi duduk di bench dengan pandangan tertunduk dan air mata yang menjatuhi pipinya. Ternyata Miki sudah berada jauh dengannya, ia kagum dengan teknik Miki tadi.


Seharusnya ace nomer 1 di Tokyo bukanlah Akemi, melainkan Miki. Karena dia membuat sejarah tersendiri, seorang perempuan usia 17 tahun dapat melakukan meteor jam.


Teknik yang sulit dan tidak seorang pun gampang melakukannya.


Setelah beristirahat sebentar, tim mulai mengambil piala dan sebuah tiket menuju Kejuaraan Nasional.

__ADS_1


Penonton bertepuk tangan, club basket yang baru dibuat sudah membawa piala Inter-high yang sangat dipuja oleh orang-orang.


“ Makan dibayari coach Okumura! “ teriak Rei di ruang ganti.


Hari penuh kebahagiaan karena akhirnya menjadi juara prefektur Tokyo dan lolos mengikuti Kejuaraan Nasional.


“ Baiklah, mari pergi. “ ajak Okumura keluar dari ruang ganti yang diikuti oleh para tim lainnya.


“ Kamu tidak ikut? “ tanya Ai kepada Miki yang masih duduk.


“ Tidak, tubuhku masih lelah aku akan menyusul nanti. “ jawab Miki dengan pandangan tertunduk.


“ Baiklah. “ ucap Ai yang seluruh tim sudah keluar dari ruang ganti.


Seketika timnya keluar, Miki menangis sejadi-jadinya. Ia mengigit bawah bibirnya menahan sakit dari kakinya, Miki tidak mungkin berkata kepada timnya kalau dia cedera.


Itu akan menyakiti para tim, terlebih lagi demi membahagiakan tim Miki mengorbakan kakinya.


Air matanya terus keluar, ia menghentakkan kaki kanannya. “ Sial, sial! “


“ Haaa.. haa... “ isak tangis Miki.


Hiro yang tadinya ingin mendatangi Miki mulai mengurungkan niatnya dan berdiri di depan pintu menunggu tangisan Miki mereda.


Tidak lama kemudian, tangisan Miki berhenti.


Tok-tok-tok.


Ketukan pintu yang terdengar membuat Miki menghapus air matanya dan melihat seseorang yang memasuki ruang ganti. Hiro datang dengan senyuman kecil yang terpancar dari wajahnya, “ keluar? “


“ Tunggu sebentar ya. “ Miki mencoba menggerakan kakinya tapi tidak bisa, Hiro berjalan mendekati Miki dan berjongkok di hadapannya. “ Naik. “ Hiro menepuk punggungnya mengetahui kalau kaki Miki tidak bisa digerakkan.


“ Apa ini? “ kaget Miki.


“ Kakimu lelah bukan? “ Hiro berpura-pura tidak mengetahuinya. “ Cepat naik, aku ingin bermain denganmu. “


Garis senyum Miki terbentuk, ia melingkarkan tangannya di leher Hiro dan menaiki punggung Hiro yang terlihat begitu atletis.


“ Berat. “ Hiro menggendong Miki keluar dari ruang ganti. “ Aku ini sudah mengeluarkan banyak kalori, mana mungkin berat. “ tegur Miki memukul kepala Hiro.


Sepanjang perjalanan, Hiro sama sekali tidak terlihat lelah. Ia membawa Miki ke kesekolah dan menuruni Miki di tribun lapangan sekolah.


“ Kenapa kita kesini? “ tanya Miki tidak mengerti sambil duduk di tribun.


“ Tidak tahu, hanya ingin kesini saja. “ jawab Hiro duduk di samping Miki menatap mata Miki yang memerah. “ Kamu habis menangis ya? “


“ Tidak. “ Miki menutup wajahnya dengan rambut merasa malu.


“ Katakan padaku, kamu bisa cerita segalanya kepadaku. “ Hiro dengan mata yang begitu lembut membuat pelupuk mata Miki basah.


Melihat Miki kembali menangis, dengan cepat Hiro memeluk tubuhnya erat. Dan mengelus rambut Miki untuk menenangkan. “ Semua akan baik-baik saja. “


Tangisan Miki terus bertambah dipelukan Hiro, ia membalas pelukannya dan menangis di bahu Hiro dengan sangat nyaman.

__ADS_1


Di lain sisi, Kenzi yang berlari-lari mencari Miki dan melihat sesuatu yang tidak ingin ia lihat. Tangannya terkepal, Kenzi membalikkan tubuhnya


__ADS_2