
3 hari kemudian.
Selama 3 hari itu, Miki dan Hiro tidak berbincang kembali terkecuali saat kerja kelompok. Hubungan antara Miki dan Kenzi juga merenggang akibat kejadian itu, Kenzi bukan tidak ingin meminta maaf lebih dahulu.
Hanya saja pikiran tentang perkataan Rei masih menghantui otak Kenzi sehingga ia tidak bisa terlebih dahulu berada di dekat Miki, Kenzi ingin memastikan sendiri perasaan yang apa ia miliki kepada Miki.
Hari ini juga adalah hari terakhir latihan bersama dan tim terakhir yang akan dilawan oleh Miki adalah SMA Inuyashi.
Mereka datang ke sekolah SMA Seido, tahun kemarin SMA Seido yang datang ke sekolah mereka. Maka dari itu kali ini SMA Inuyashi yang mendatangi SMA Seido.
Sparing sudah dimulai sejak pukul 5:00 sore, seluruh siswa-siswi SMA Seido juga sudah banyak memperhatikan pertandingan antar teman tersebut.
Namun, pertandingan kali ini kedua tim tidak memasukan tim inti. Mereka hanya memasang tim cadangan mereka agar taktik tidak ketahuan oleh tim lawan.
Mata Akemi tidak bisa berhenti memperhatikan Miki yang berada di sebrang, ia terus menatap Miki dengan sinis.
Padahal saat ini, jam ini adalah waktu yang pas untuk melawan Miki. Tapi Coach dari SMA Inuyashi menolak untuk memasukan Akemi, bagaimana pun juga Akemi merupakan Ace mereka.
SMA Inuyashi tidak bisa sembarangan memasukan Ace, saat tim lawan juga tidak memasukkan Ace mereka.
Meskipun pertandingan ini hanya tim cadangan, tetapi keduanya bermain dengan sangat sengit. Skor bahkan tidak beda jauh, SMA Inuyashi 32 dan SMA Seido 30.
Setelah 45 menit, akhirnya pertandingan selesai dengan skor yang seri.
Kedua tim saling bersalaman untuk meninggalkan lapangan.
“ Miki. “ panggil Akemi yang membuat langkah kaki Miki terhenti saat berada di depan lapangan. “ Kamu tidak ingin one on one denganku?
“ Tidak lihat kalau sparing sudah selesai? “ Miki membalikkan tubuhnya menghadap kearah Akemi.
“ Ayo, ini membosankan.” ajak Akemi menarik lengan Miki untuk masuk kembali.
Tapi sekali lagi Miki tidak ingin, ia takut kalau Akemi mengetahui tentang cedera kakinya. Itu akan mempersulit pertandingan Inter-high nanti.
“ Ayoo. “ paksa Akemi terus.
“ Tidak, lepaskan! “ tolak Miki melepaskan tangan Akemi.
Namun, saat Miki ingin membalikkan tubuhnya lagi di belakang Akemi terdapat seorang lelaki yang ingin sekali Miki ajak bicara lagi.
Iya, dia Hiro.
__ADS_1
Hiro berdiri tepat di hadapannya dengan jarak tidak lumayan jauh, mereka saling menatap satu sama lain dengan tatapan sayu.
“ Hei, Miki. “ Akemi melambaikan tangannya di depan wajah Miki.
Mata Miki tidak bisa berhenti memperhatikan Hiro yang berada di belakang Akemi, Akemi membalikkan tubuhnya dan melihat tatapan Hiro yang berbeda saat menatap Miki.
“ Hiro? Kamu sudah pulang? “ sapa Akemi yang membuat lamunan Hiro buyar.
“ Sudah. “ jawab simpel Hiro sambil kembali berjalan melewati Akemi dan Miki.
“ Hiro, bukankah kamu harus memberitahu Miki tentang batas? “ ujar Akemi membuat langkah kaki Hiro terhenti tepat di samping Miki.
“ Batas? “ gumam Miki.
“ Kamu pernah bilang kepadaku, kalau diri kamu punya batas kepada orang lain. Maka dari itu, kamu tidak akan pernah menyukai orang lain. Dan batas yang kamu berikan kepadaku adalah bahwa kamu tidak akan balik menyukaiku serta tidak akan pernah bersamaku. Jadi, bagaimana dengan Miki? Batasan apa antara kamu dan dia? “ tanya Akemi.
Mendengar ucapan Akemi, Miki menolehkan kepalanya melihat kearah Hiro yang menundukkan pandangannya.
“ Apa maksud kamu Akemi? “ Hiro pura-pura tidak mengerti, ia hanya tidak ingin menyakiti Miki lebih jauh lagi.
“ Jangan berpura-pura di hadapanku! “ seru Akemi. “ Katakan! Batasan apa? Atau kamu tidak memiliki batasan dengannya? Bukankah itu sedikit licik? “
“ Batas antara aku dengan dia.. “ Hiro menolehkan kepalanya menatap mata Miki. “ Aku tidak akan bersama dengan dia, itu batasan yang aku buat kepada dia. “
Tangan Miki terkepal, ia mengigit bawah bibirnya menahan tangis.
“ Sudah cukup kan? “ ucap Hiro yang mulai menundukkan pandangannya lagi
“ Tidak, kamu hanya katakan tidak akan, sedangkan kepadaku tidak pernah dan satu hal lagi. Dalam batasan kamu kali ini, kamu bisa balik menyukai Miki.
“ Akemi menyeringai. “ Beruntungnya kamu Miki. “
Semua perkataan antara Akemi dan Hiro sama sekali tidak dimengerti Miki, tetapi satu hal yang Miki tahu bahwa ia dan Hiro tidak akan bisa bersama karena sebuah “ Batasan “ yang dibuat oleh Hiro sendiri.
“ Pertandingan one on one kita lanjutkan nanti saja, aku tidak dalam kondisi bagus. “ kata Akemi dengan nada rendah dan melangkahkan kakinya meninggalkan Miki serta Hiro.
“ Ternyata ada batasan antara aku dan kamu juga ya. “
“ Tapi tidak apa-apa, sejak kecil kamu juga sudah berjanji akan mencintaiku saja tidak dengan bersamaku. “ lanjut Miki
“ Bukan..seperti.. “ elak Hiro.
__ADS_1
“ Aku pergi dulu. “ belum saja Hiro menyelesaikan ucapannya, Miki sudah memotong dan berjalan meninggalkan Hiro.
Dan lagi-lagi, Hiro menyakiti Miki.
....
“ Karena pada dasarnya kalian terhenti oleh sebuah persahabatan. “
Perkataan Rei yang terus terngiang-ngiang di kepala Kenzi, ia tidak bisa berhenti memikirkan ucapan Rei dan pada dasarnya lelaki adalah makhluk yang sulit mengerti sesuatu.
“ Ah, cewek itu! “ keluh Kenzi melemparkan sebuah bola basket ke dalam ring di lapangan outdoor sekolah.
“ Rei-senpai, dengarkan aku! “ Lauroe terus mengejar Rei yang baru saja pulang dari sparing.
Suara Lauroe terdengar membuat Kenzi menghentikan bola basket tepat di tangannya, ia memperhatikan keduanya yang saling bertolak belakang.
Lauroe ingin Rei mendengar perkataannya, sedangkan Rei sama sekali tidak.
“ Rei-senpai, aku menyukai kamu! “ teriak Lauroe di pinggir lapangan outdoor.
Untungnya, hampir seluruh siswa-siswi sudah pulang dan di lapangan tidak ada orang selain Kenzi.
“ Apa maksud kamu? “ Rei tidak mengerti karena selama ini ia selalu menganggap Lauroe sebagai adiknya sendiri.
“ Aku suka senpai. “ Lauroe memegang jemari tangan Rei, Rei terus ingin melepaskan tangan Lauroe tapi Lauroe menggengam jemari Rei dengan sangat kencang sehingga ia tidak bisa melepaskan jemarinya dari tangan Lauroe.
“ Lepaskan dulu. “ pinta Rei kesakitan.
“ Hei, lepaskan! “ tegas Kenzi kepada Lauroe.
“ Kenzi-senpai. “ kaget Lauroe yang langsung melepaskan tangannya dari jemari tangan Rei. “ Kamu lagi-lagi memaksa dia? “ kesal Kenzi yang membuat Lauroe menundukkan pandangannya.
“ Aku tidak menyukai kamu Lauroe, aku menganggap kamu sebagai teman dan yang terpenting aku sudah memiliki pacar. “ kata Rei dengan nada tinggi.
“ Bohong. “ Lauroe tidak percaya.
Tanpa berbasa-basi, Rei langsung menggandeng tangan Kenzi sambil berkata “ Kenzi pacarku! “
Sedangkan mata Kenzi melebar mendengar sesuatu yang tidak masuk akal.
“ Kalian pacaran? “ suara familiar yang membuat Rei dan Kenzi membalikkan tubuhnya.
__ADS_1
Dia adalah Miki.