Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
6. Hiro


__ADS_3

Waktu kali ini terasa seperti terhenti tiba-tiba, Miki tidak bisa berhenti menatap Hiro yang juga tengah menatap kearahnya. Pertemuan keempat kali ini membuat bibir Miki melengkung senyuman, kejadian kali ini benar-benar tidak terduga.


“ Tunggu. “ Hiro mulai mengingat-ingat kembali wajah Miki. “ Kamu perempuan itu kan? “


“ Kamu, Takahashi Hiro? “


“ Iya, dan kamu... “ Hiro lupa dengan nama Miki. “ Edward Miki. “ jawab Miki.


“ Oh iya, Miki! “ ingat Hiro yang menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal. “ Baru kali ini loh ada yang mengingat namaku. “ ucap Hiro tiba-tiba.


“ Maksud kamu? “ tanya Miki tidak mengerti apa yang diucapkannya. “ Tidak, maaf “ tukas Lim.


“ Ngomong-ngomong, kamu sedang mencari apa? “ lanjut Hiro yang melihat arah tangan Miki, Miki segera membalikkan tangannya agar lukanya tidak terlihat oleh Hiro.


“ Kenapa setiap kita bertemu, kamu selalu terluka? “ Hiro tidak mengerti sambil mendekati Miki dan membaluri luka Miki dengan betadine.


“ Kamu ingat kalau waktu itu, kamu juga yang mengobati luka aku? “


“ Jelas ingat, kamu adalah perempuan kedua yang sudah saya obati. “


Perempuan kedua? Pikir Miki.


Kalau memang Miki perempuan kedua, lalu siapa perempuan pertamanya?


Perkatan Hiro membuat Miki terdiam sesaat, tidak lama kemudian suara bel berbunyi dan pengumuman kepala sekolah terdengar kembali dari speaker “ PENGUMUMAN, UNTUK SISWA-SISWI BERKUMPUL DIAULA. “


Pengumuman tersebut membuat Miki berdiri dan berlari keluar ruang kesehatan sambil berkata kepada Hiro “ Terimakasih. “ Miki berlari terburu-buru karena ia sama sekali tidak tahu kelasnya dan Miki kehilangan Kenzi yang merupakan satu-satunya orang yang membantunya ketika ia linglung.


“ MIKI!! “ teriak Kenzi menghampiri Miki dengan nafas terengah-engah. “ Kamu dari mana? Cepat ke aula! “


Ia menarik lengan Miki.


“ Tunggu, aku belum tahu kelas dan tempat dudukku. “ tahan Miki. “ Kelas 1-3 dan kita sekelas “ kata Kenzi memberitahu.


“ Kita sekelas lagi? “ bosan Miki karena dari kelas 1 SMP sampai sekarang selalu sekelas bahkan duduknya pun selalu bersebelahan.


“ Sudah cepat! “ seru Kenzi menarik lengan Miki membawa ke Aula.


10.00 a.m


Pengumuman dari Kepala yayasan, kepala sekolah, wakil kepala sekolah, perwakilan guru dan perwakilan siswa atau biasa disebut Ketua Osis. Di atas panggung kecil, terlihat wanita yang tadi berada di depan lapangan.


Wanita yang memberikan Miki sebuah lembaran kertas club, dia adalah Yui Yoshioka. Dan dugaan Miki benar, dia adalah guru di sekolah ini atau biasa dibilang mungkin saja dia adalah pembina dari club basket.


Berjam-jam pengumuman penerimaan siswa-siswi baru dan sebuah arahan yang mungkin bagi para murid sudah sangat bosan. Karena di SMP pun semua kepala sekolah berbicara yang sama yaitu, bagaimana sekolah ke depannya untuk lebih baik. Memberi motivasi para siswa-siswi agar giat belajar dan hal-hal lainnya.

__ADS_1


Tubuh Miki yang tidak terlalu tinggi, dan ia baris ketiga dari barisan depan. Miki melihat wajah yang membuatnya selalu ingin menatap kearahnya.


Iya, Hiro.


Hiro berdiri di sebelah pintu keluar dari aula, ia berdiri tegak dengan tatapan yang serius. Sepertinya Hiro telat sehingga ia harus berdiri di pintu keluar aula.


Meski dari kejauhan, sepertinya Hiro dapat melihat kearah Miki. Miki memalingkan pandangannya dan untungnya dari belakang Rei menepuk pundaknya. “ Kita sekelas “


“ Iya. “ ujar Miki yang baru tahu bahwa Rei dengan dirinya sekelas.


Akhirnya pembukaan awal telah selesai, hari yang ditunggu-tunggu kini tiba yaitu awal masuk kelas. Kelas Miki berada di lantai 1, ia bersama Rei dan Kenzi mencari kelas mereka.


Tertulis 1-3 disebuah papan, dan mereka bertiga memasuki kelas bersamaan. Terlihat berbagai macam siswa-siswi yang sudah menempati duduk, permulaan awal masuk siapa pun boleh memasuki kelas.


Tetapi, saat wali kelas sudah datang mereka akan diberi sebuah undian tempat duduk mereka. Karena barisan depan sudah penuh, Miki tidak punya pilihan lain selain duduk di belakang, di kanannya ada Kenzi dan di kirinya ada Rei.


“ Hai, nama kamu siapa? “ goda siswa kelas 1-3 kepada Rei.


“ Iya, kamu cantik sekali. “


“ Boleh minta nomer telepon? “ para siswa yang terus berbicara membuat Rei sedikit tidak nyaman dengan keadaan itu. Miki menoleh kearah Kenzi untuk segera membantu Rei, tapi Kenzi menggeleng-gelengkan kepalanya tidak ingin.


“ Oh, jadi ini loh pemain ace nomer 2 waktu SMP “ teriak seorang perempuan yang bertulis di name tagnya Akira Mado salah satu kapten dari SMP Senjai.


Ketika Akira berkata dengan sangat keras, seluruh siswa-siswi yang berada di dalam kelas langsung memperhatikan kearah Miki dengan tatapan kagum.


Akira mendekati Miki dan berkata “ Tapi saat pertandingan musim dingin keduamu itu, tidak ada satu orang yang datang bukan hanya kamu doang? Dan selanjutnya kamu tidak bermain lagi dengan anggotamu, kenapa? “


Kenzi menepak meja dengan sangat kencang dan mendorong tubuh Akira untuk tidak mendekati Miki lebih jauh lagi. “ Karena waktu itu kamu kalah melawan SMP Kuzuryu dan dibantai habis, apa kamu sekarang sedang balas dendam? “


“ Kenzi. “ ucap Miki dengan nada rendah karena tidak ingin masalah lebih lanjut lagi, ini hanyalah masalah kecil yang seharusnya tidak diperdebatkan.


“ Selamat siang anak-anak! “ ucap Yoshioka yang memasuki kelas 1-3. Dia adalah wali kelas 1-3 sekaligus pembina basket dari SMA Seido.


“ Wah, wali kelas kita cantik. “


“ Iya, seksi. “


“ Jadi betah sekolah. “ bisik para siswa yang bangga karena mendapatkan wali kelas cantik.


Yoshioka memberitahu tentang peraturan kelas yang tidak membolehkan untuk membully, membawa make up dan hal-hal lainnya. Ia juga mencari ketua kelas, wakil ketua kelas, bendahara dan sekretaris.


Semua dipilih lewat rapot yang memiliki nilai terbesar dan tes akademik yang bagus. Ketua kelas telah dipilih seorang lelaki yang bernama Takeshi Sukimoto, wakil ketua kelas adalah Ryota Osaka, bendahara Keana Emina, dan sekretaris adalah Sana Mira.


Mereka dipilih melalui rapot terbesar, Takeshi berada diurutan pertama, Emina berada diurutan kedua dan tes akademik Sana berada diurutan pertama, sedangkan Ryota berada diurutan kedua.

__ADS_1


Setelah pemilihan pengurus kelas, selanjutnya adalah tempat duduk. Para siswa-siswi mengambil sebuah undian yang bertuliskan nomer duduk mereka, Miki mendapatkan tempat duduk kursi ketiga dari depan dan berada di barisan nomer 2, Kenzi berada dikursi terakhir barisan nomer 2 dan Rei duduk kursi terakhir barisan nomer 3 yang bersebelahan dengan Kenzi.


Jarak antara Miki dengan Kenzi berbeda 1 kursi, dan itu adalah hal yang paling langka. Dari dulu, biasanya mereka selalu duduk berdampingan. Tapi kali ini mereka sama sekali tidak berdampingan, hanya depan belakang saja.


Selesai tempat duduk dan para siswa-siswi lainnya telah mengambil masing-masing kursi mereka, sekarang adalah pemberian jadwal pelajaran yang diberikan oleh ketua kelas di dalam jadwal pelajaran tersebut juga sudah tercantum nama-nama guru pelajaran.


TENG-TENG-TENG


Bel pulang sekolah berbunyi.


Untuk siswa-siswi baru mereka akan pulang lebih awal karena hari pertama mereka adalah pengenalan awal sekolah, kelas, guru, club dan pelajaran. Maka dari itu jam 2:00 p.m, mereka sudah dapat pulang sekolah.


Berbeda dengan kelas 2 dan 3, mereka harus belajar sampai pukul 4:00 p.m.


Miki keluar kelas bersamaan dengan Kenzi dan Rei, sebenarnya Kenzi sedikit merasa tidak nyaman bila Rei berada di dekatnya. Tapi karena Miki, ia tidak punya pilihan lain selain menerima Rei.


“ Miki, kamu ingin memberikan formulir club kapan? “ tanya Rei. Miki berpikir sejenak dan bertanya kepada Kenzi. “ Kamu juga masuk club basket kan? Kalau begitu, kamu ingin memberikan formulirnya kapan? “


“ Hmm. “ pikir Kenzi. “ Mungkin besok. “


“ Kalau begitu, aku juga besok. “ jawab Miki kepada Rei.


“ Tapi besok terakhir, apa tidak apa-apa? Dan apa kalian selalu bersamaan? “ pertanyaan Rei yang membuat Kenzi melotot kearahnya. “ Tidak, hanya saja jika aku lebih awal memberikan formulir kepada club dan aku sudah pulang malam. Ayah akan bertanya kepada Kenzi, dan mulai mengkhawatirkanku. “ Miki dengan pandangan tertunduk.


“ Kita pulang saja! “ Kenzi menarik tas gendong Miki keluar dari gedung sekolah, Miki melambaikan tangan kepada Rei sebagai ucapan perpisahan.


Di dalam perjalanan, wajah Kenzi terus murung tidak ada senyumnya sama sekali, sifatnya pun berbeda dari biasanya. “ Kamu baik-baik saja? “ tanya Miki khawatir memiringkan kepalanya agar melihat wajah Kenzi yang tertunduk.


“ Jauhkan mukamu itu “ Kenzi mendorong wajah Miki menjauh darinya.


“ Aish.. “ kesal Miki. “ Ngomong-ngomong, kenapa kamu tidak menyukai Rei? Dia cantik, kulit putih dan rambut panjangnya sangat cantik. “


“ Kenapa tiba-tiba berbicara hal yang menyebalkan? “


“ Aku hanya penasaran saja. “


“ Aku tidak suka dengannya, kalau memang dia cantik saat rambutnya panjang kenapa kamu tidak memanjangkan rambutmu seperti dia agar terlihat cantik? “


“ Kalau aku memanjangkan rambutku... “ Miki memberhentikan ucapannya serta langkah kakinya yang diikuti oleh Kenzi.


Miki mendekatkan wajahnya kearah wajah Kenzi sambil berbisik “ Kalau aku memanjangkan rambutku, apa kamu akan suka denganku? “


Tubuh Kenzi terdiam kaku tidak bisa bergerak, perkataan Miki membuatnya tidak bisa menjawab. Miki yang melihat wajah Kenzi yang sangat kaku langsung mendorong punggungnya sambil tertawa “ HAHAHA, aku bercanda. Jangan anggap serius. “


“ Tch. “ desis Kenzi kesal dan berjalan meninggalkan

__ADS_1


Miki. “ Kenzi, jangan marah dong! “ ucap Miki yang melangkahkan kakinya.


Tetapi, langkah kakinya terhenti saat melihat seorang lelaki yang berada di depannya. Matanya saling bertemu satu sama lain, “ Hiro? “


__ADS_2