Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bab 45 : Rival yang sulit.


__ADS_3

Pikiran Miki membayangkan gimana jadinya Hiro bertahan dengan pria ini, orang yang sangat menakutkan. Pantas saja waktu bertemu Hiro pertama kali, tubuhnya terdapat bekas-bekas luka dan mungkin itu adalah karena Nobu.


“ Dasar gila. “ ejek Miki menatap tajam Nobu, Nobu menyeringai dan melemparkan sebuah kartu namanya serta nomor teleponnya. “ Hubungi kalau kamu sudah tahu, atau Hiro mati! “


Nobu melangkahkan kaki menjauhi Miki, sedangkan Miki mengigit bawah bibirnya sambil menaruh kartu nama tersebut di dalam sakunya. Ia berjalan menuju lapangan kembali dengan pandangan tertunduk dan menatap punggung Hiro yang dipenuhi beban hidupnya.


Keluarga yang harusnya menjadi rumah, tapi Hiro tidak menemukan itu.


Perlahan-lahan, Miki mendekati Hiro dan mengejutkannya dari belakang.


“ Miki. “ Hiro sama sekali tidak terkejut. “ Membosankan. “ Miki duduk di samping Hiro dan menatapnya sambil tersenyum kecil.


“ Kenapa? Apa ada sesuatu di wajahku? “ Hiro memegang wajahnya takut ada sesuatu.


“ Kamu tampan. “ goda Miki membuat Hiro menggeleng-gelengkan kepala tidak percaya, di hadapan banyak orang ia berkata seperti itu.


Terlebih lagi di depan Ibunya yaitu, Anna.


Wajah Miki memerah seketika, ia tidak percaya apa yang diperbuatnya. Kenzi yang memperhatikan hanya mengepalkan tangan menahan emosinya saat ini, ia harus bertahan dan bertahan.


Itu lebih baik untuknya dan Miki.


“ Lebih baik kamu lihat kedepan. “ kata Rei menunjuk kearah skor di quarter terakhir yaitu 100-40, SMA Inuyashi menang ke babak selanjutnya dengan point yang sangat beda jauh.


Rival yang sangat menakutkan, pikir Miki.


Tangan Miki bergetar ketakutan, selama ia bekerja keras Akemi juga selalu bekerja keras. Tidak ada kehebatan tanpa adanya kerja keras, seseorang terus berusaha agar berada di atas.


Benar, lawan yang seimbang dengan Miki adalah Akemi. Lawan yang akan membuat Miki tidak merasa sombong dan akan melangkah lebih baik lagi.


“ Mari pergi. “ ajak Miki menarik lengan Hiro keluar dari gedung olahraga yang sangat suntuk dan membosankan. Hiro memperhatikan leher Miki yang sedikit memerah, ia mendorong tubuh Miki sampai dinding dan menatap leher Miki. “ Ini kenapa? “


Tubuh Hiro berada sangat dekat dengan Miki, wajah Miki memerah seketika dan menutup lehernya. “ Tidak apa-apa. “


Lengan Miki digenggam dengan erat oleh Hiro, agar ia tidak menutup lehernya yang memerah. “ Jawab! “


“ Apa yang kamu lakukan! “ seru Kenzi mendorong tubuh Hiro menjauhi Miki.


“ Aku tidak apa-apa. “ jawab Miki menenangkan Kenzi, jika Kenzi mengamuk itu tidak baik. “ Aku akan pulang, kamu masih bertanding lagi kan? “


Hiro melangkahkan kaki keluar dari gedung sekolah yang diikuti oleh Miki, Kenzi hanya berdiam diri seperti orang bodoh karena takut melewati batas lagi.


Garis yang terlihat oleh Kenzi saat ini, sebuah garis yang tidak bisa ia dekati.


Dengan berlari terburu-buru, Miki menarik lengan Hiro hingga menghadap kearahnya. “ Kamu marah? Dengarkan aku dulu! “


“ Miki aku tidak ingin kamu terluka sedikitpun, jadi katakan. “ khawatir Hiro.


“ Ini karena tadi saat bertanding tidak sengaja kuku orang mengenai leherku. “ bohong Miki, ia tidak mungkin berkata kalau Ayah Hiro yang melakukan ini.

__ADS_1


Luka dan kebencian Hiro akan semakin mendalam kepada Ayahnya.


“ Obati ya? “


“ Tidak, di rumah aku kasih salep juga menghilang. “ Miki menggeleng-gelengkan kepalanya, Hiro yang mengerti langsung menggengam jemari Miki dengan erat sambil berjalan berdampingan.


Hubungan yang tidak jelas, tapi Miki menyukainya.


Karena bagi Miki, ini sangat membahagiakan dari apapun.


Sekitar pukul 6 malam, Miki dan Hiro sudah selesai berjalan-jalan kota Tokyo. Hiro sudah mengantarnya pulang, Miki memasuki rumah yang di dapati Okumura dan Lim yang tengah berbincang bersama.


“ Besok dan tiga pertandingan lainnya, kamu tidak bermain. “ kata Lim seenaknya mengatur kemauan Miki. “ Ayah!! “ seru Miki tidak menyukainya.


“ Tenang saja, tim kamu akan menang. Segitukah kamu tidak percayanya dengan tim? “


“ Bukan begitu. “ tangan Miki terlipat menahan kekesalannya.


“ Kamu akan bermain saat final! “ ucap Lim, tetap saja kalau Miki tidak bermain tim akan cemas karena berpikir mungkin Miki terluka.


Cedera ini bagaimana pun ingin ia sembunyikan.


“ Kalau cedera kenapa tidak bilang? “ tegur Okumura selaku Coach tim putri SMA Seido.


“ Maaf Paman. “ Miki tidak enak dan berlari memasuki kamar sambil menutup dengan sangat kencang.


Iya, Miki tahu pasti Lim akan ikut campur dengan urusanya. Ia tidak mungkin membiarkan Miki mengikuti Inter-high kalau tidak mengatur kehidupannya, sama halnya dengan Okumura yang menjadi pelatih dari SMA Seido kemungkinan besar bukan karena Kenzi saja tetapi Ayahnya juga ikut andil.


Tok, tok, tok


Suara dari jendela Miki, terlihat seseorang melemparkan sebuah biji ke jendelanya. Ia membuka jendela dan melihat Kenzi yang melemparkan biji tersebut.


“ Hai. “ sapanya.


“ Ada apa? “ sinis Miki sedang tidak ingin bertengkar atau bercanda.


“ Aku ingin curhat. “ Kenzi melemparkan biji buah tepat di wajah Miki, yang membuat Miki langsung meliriknya dengan kekesalan. “ Cepat curhat! “ Miki tidak ingin berlama-lama.


“ Rei memutuskan aku. “ ucap Kenzi yang membuat mata Miki melebar tidak percaya. “ Itu pasti karena kamu menyakitinya, benar bukan? “


“ Iya, aku menyakitinya lagi. “ Kenzi menundukkan pandangan, Miki melihat tatapan Kenzi yang berbeda tidak seperti sebelumnya mulai menghela nafas panjang. “ Jangan menyakiti dia lagi, dia sangat menyukaimu.” Miki menatap Kenzi.


“ Hehe. “ tawa kecil Kenzi. “ Dia menyukaiku? “


“ Iyalah, sudah berapa tahun dia menyukaimu! “


“ Tapi aku tidak bisa membalas perasaannya, bagaimana? “


Miki melipat kedua tangannya di dada. “ Biarkan dia melupakan kamu, jangan datang dan beri harapan kepada dia. “

__ADS_1


“ Sudahlah, aku ingin tidur. Bye. “ pamit Miki menutup jendela rapat-rapat dan kembali tiduran.


Sedangkan Kenzi hanya menatap jendela Miki dan mengingat kenangan saat kecil tentangnya dengan Miki.


“ Di New York, aku bertemu dengan cinta pertamaku. “


“ Kenzi, cepat bermain basket! “


“ Bangun-bangun!!! “


“ Kamu sudah menyelesaikan tugas sekolah? Aku lihat! “


Kenangan masa kecil yang mungkin akan tetap teringat di dalam lubuk hati Kenzi, seluruh hidupnya dipenuhi dengan Miki.


Bagaimana bisa ia melupakan Miki?


Saat dirinya sudah menempatkan Miki paling dalam di hatinya?


“ Sial. “ umpat Kenzi yang matanya berkaca-kaca.


...


Seperti perkataan dari Lim, selama tiga pertandingan Miki sama sekali tidak bertanding. Saat semi-final pun yang ditunggu-tunggu, ia tetap duduk di bangku bench. Berharap bahwa tim akan membawanya sampai final.


Dan harapan Miki terkabul, pertandingan semi-final melawan SMA Okawa dimenangkan SMA Seido walau skor beda tipis yaitu 88-86.


Final sudah di depan mata, dan nama Akemi semakin melambung karena kehebatannya dalam pertandingan Inter-high ini.


Berbeda dengan nama Miki yang berada di awal pertandingan saja, ia benar-benar sangat kesal dengan dirinya sendiri.


“ Selamat! “ ucap Miki di ruang ganti, kebosanannya terus menusuk tubuhnya.


Mayumi, Rei, Ai, Gea dan Akira sudah berkeringat karena terus berusaha keras. Dulu juga ia seperti itu, bekerja keras agar terus menang.


Tapi lihat sekarang? Ia hanya diperbolehkan bermain saat final.


“ Apa kamu baik-baik saja tidak bermain? “ tanya Mayumi khawatir.


“ Kamu cedera? “ Ai melihat tangan dan kaki Miki yang terlihat sehat.


“ Tidak,,tidaak.. “ gugup Miki, ia menoleh kearah Okumura dengan pandangan mati-jika-berbicara-kepada-mereka.


Pandangan yang sama dengan Lim membuat Okumura merinding melihat anak dan Ayah tidak beda jauh. Ia hanya mengangguk-angguk mengerti, mulutnya akan tertutup rapat-rapat.


Saat Miki dan Rei keluar dari ruang ganti, di hadapannya sudah ada rival Miki yang membuat bulu kuduk Miki terangkat.


Melihat permainan Akemi saat pertandingan saja sudah membuat keringat dingin Miki, ia akan membalas 10 kali lipat karena tidak bisa bermain selama Inter-high ini.


Tangan Akemi terlipat didada dan menatap sinis Miki. “ Mari bermain di Final. “

__ADS_1


Miki menjawab tatapan Akemi. “ Sampai bertemu di Final. “


Final Inter-high, SMA Seido melawan SMA Inuyashi.


__ADS_2