Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
33. Akhirnya


__ADS_3

Sinar matahari yang mengenai wajah Miki dan senyum yang terpampang di mulutnya, ia bahagia melihat Hiro berada di depannya. Tapi bagaimana pun Miki harus mengatur ekspresinya agar tidak terlihat terlalu senang, itu akan sangat memalukan apalagi untuk seorang perempuan.


“ Kamu kok ada disini? “ tanya Miki yang tidak tahu bahwa Hiro berada di sekolah.


“ Ah, hari ini aku ingin latihan di Sekolah. Jadi, aku datang. “ jawab Hiro. “ Bagaimana dengan kamu? Kenapa kamu ada disini? “


“ Saat pelatihan musim panas, aku latihan sendirian dan menginap disini. “


“ Menginap? Sendirian? Kamu tidak takut? “


“ Tidak, tapi yang terpenting sekarang adalah. “ Miki mendekatkan tubuhnya kearah Hiro. “ Pinjam ponselmu. “


“ Untuk apa? “ Hiro mengeluarkan ponselnya dan Miki langsung dengan sigap mengambil ponsel Miki serta menaruh nomer teleponnya di kontak Hiro dengan tulisan “ Mikicantik. “


“ Ini nomerku, simpan. Mengerti?! “ seru Miki yang menelepon nomernya dari ponsel Hiro.


Dengan senyum yang tertahan, ia mengeluarkan ponsel dengan telepon yang berasal dari handphone Hiro. “ Dan ini nomermu, aku simpan. “


“ Tapi.. “ Hiro menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, selama ini dikontaknya tidak ada nomer selain dari Nobu, rumah sakit, dan perawat.


Dan kali ini, terdapat satu-satunya kontak Miki.


“ Aku kembalikan. “ Miki mengembalikan ponsel Hiro. “


Kamu ingin latihan kan? Aku temani ya. “ Miki mencari celah.


“ Iya. “ Hiro mengangguk-anggukan kepalanya.


Lebih dari 3 jam, Hiro terus berlatih dan tidak sengaja melihat Miki yang tertidur dengan kepala menyandar di sebuah dinding.


Tubuh Miki terlihat kurus dari sebelumnya, wajahnya juga terlihat pucat. Berbeda dari 1 Minggu sebelumnya, “ Sebenarnya latihan apa yang kamu jalani sampai kamu kurus? “ gumam Hiro memperhatikan tidur Miki.


Setelah berganti baju dan mandi, ia kembali menuju tempat Miki yang masih tertidur dengan lelap. Hiro mencoba membangunkan Miki tapi tetap tidak terbangun, ia tidak punya pilihan selain menggendong Miki di punggungnya dan mengantar pulang Miki.


Baru saja Hiro keluar dari gedung sekolah, ia melihat Kenzi yang berada di hadapannya dengan mata melotot karena melihat Miki berada di punggung Hiro.


“ Kenapa dia bersama kamu? “ sinis Kenzi.


“ Dia tertidur saat menemaniku berenang. “


“ Terus kenapa dia menemanimu berenang? “


“ Itu keinginan dia. “


“ Haha, kamu bisa juga berharap yang tidak mungkin terjadi. “


“ Lepaskan dia, biar aku yang membawanya. “ lanjut Kenzi mendekati Hiro.


“ Tidak, dia lelah. Biar aku bawa. “


“ Dia lelah atau tidak itu bukan urusanmu! Jadi, biar aku yang bawa. “


Hiro menatap mata Kenzi, sebuah keteguhan yang terlihat dari mata Kenzi. Ia tidak punya pilihan selain memberikan Miki kepada Kenzi.


“ Jangan menyentuh dia lagi! “ geram Kenzi membawa Miki di punggungnya dan melangkahkan kaki pulang.


Tatapan Kenzi yang tidak mungkin dimiliki Hiro, ia tidak bisa memiliki keteguhan seperti Kenzi. Selama Kenzi masih berada di dekat Miki, Hiro tidak akan pernah menang.


Itulah menurut pemikiran Hiro, karena seberapa Hiro menyukai Miki ia tidak akan memiliki keteguhan yang siap melakukan apa aja untuk Miki.


“ Bodoh, dasar Hiro bodoh. “ gumam Hiro

__ADS_1


....


Senin, 23 Juni


Seluruh pelatihan sudah selesai dan latihan kembali seperti awal lagi, begitu juga dengan Hiro yang sudah sekolah dan hari ini melakukan kerja kelompok setelah sekian lama.


Kelompok matematika itu berlatih lagi di tempat kerja Hiro, mereka diberikan penjelasan oleh Hiro dan diberikan soal lagi. Seperti biasa, siapapun yang selesai lebih awal ia dibolehkan untuk pulang.


Berbeda dengan Miki yang tidak ingin pulang dan hanya terus menatap wajah Hiro dari luar. Hampir seluruh kelompok sudah selesai, tapi Hiro meminta untuk rapat sebentar sehingga kelompok 5 tidak pulang terlebih dahulu.


“ Jadi aku ingin memberi peraturan baru, jika ada satu orang yang belum selesai mengerjakan soal satu kelompok tidak boleh pulang begitu juga dengan aku sendiri. “ jelas Hiro yang membuat mata Miki melebar.


“ Tapi tidak bisa seperti itu. “ tolak Makoto.


“ Iya itu akan memperlama pulang kami, lihat Miki saja belum mengerjakan satu soal pun. “ kata Akashi.


“ Iya, jangan seperti itu Hiro. “ Makuta ikut menolak dari ajakan Hiro.


“ Aku membuat ini agar kalian bisa membantu teman yang belum menyelesaikan juga, bukankah itu bagus dan membuat nilai kelompok kita juga meningkat? “ ajak Hiro.


“ Baik kalau begitu, tetapi peraturan itu dilaksanakan besok setelah ulangan matematika kita akan dimulai. Oke? “ Makoto menerima tawaran dari Hiro, Hiro mengangguk-anggukan kepalanya.


“ Kami pulang dulu, terimakasih Hiro. “ ucap bersamaan Makoto, Akashi dan Makuta.


Ketika seluruh anggota kelompok sudah pulang, Miki menepak meja dengan sangat kuat dan menatap tajam Hiro. “ Apa maksud kamu? “


“ Aku hanya memberi penawaran bagus. “ jawab Hiro tanpa menatap Miki.


“ Kamu tidak suka kalau aku berlama-lama disini dan berdua saja dengan kamu? “


“ Tidak, aku hanya tidak ingin orang tuamu khawatir karena pulang malam. “


“ Jadi sikap baik kamu yang lalu udah berubah lagi. “ emosi Miki mengambil tasnya dan mulai pergi dari mini market.


Sedangkan Hiro hanya menundukkan pandangan dan memberantakkan rambutnya.


Keesokan harinya.


Tes Matematika.


Kali ini adalah tes Matematika sejauh mana kerja kelompok para murid bekerja, dan Yoshioka membuat tes kembali untuk melihat kelompok manakah dengan kemampuan yang sudah berada di atas jauh dari sebelumnya.


“ Tes akan dimulai. “ ucap Yoshioka membagikan selembar kertas.


Para siswa-siswi sudah mulai mengerjakan soal tersebut, dan soal yang diberikan oleh Yoshioka sama dengan soal yang dikasih oleh Hiro kemarin sehingga kelompok 5 dengan mudah mengerjakan soal tersebut.


Tes matematika yang dilakukan selama 60 menit, dan akhirnya selesai.


Yoshioka sedang memberikan penilaian terhadap ke-5 kelompok, dan kelompok teratas yaitu kelompok Hiro.


Seluruh nilai berada di atas rata-rata, begitu juga dengan Miki yang mendapat nilai sama dengan Hiro.


Itu adalah sebuah keajaiban.


“ Wah, kamu hebat. Bagaimana? “ Akira tidak percaya melihat Miki yang bodoh matematika tiba-tiba unggul.


“ Selanjutnya, jika kelompok ini berada di atas lagi saat ujian semester kalian akan mendapatkan hadiah dari Sensei. Berlaku juga dengan para kelompok lainnya, jadi belajar dengan sungguh-sungguh! “ seru Yoshioka keluar dari kelas 2-1.


Para siswa-siswi kelas 2-1 mulai berkumpul mengitari Hiro karena penasaran bagaimana caranya mengajar dan ingin sekelompok dengannya, Miki yang bodoh dalam matematika saja bisa langsung pintar jika diajarkan oleh Hiro.


Pemikiran itulah yang membuatnya berramai-ramai mendekati Hiro.

__ADS_1


“ Padahal kemarin masih belum bisa menjawab, dan sekarang mendapat nilai sama dengan Hiro? Kamu belajar keras ya? “ Makoto mendekati Miki.


“ Aku juga bekerja keras untuk orang yang sudah bersusah payah mengajar kita. “ Miki menaikkan nada suaranya dan beranjak dari kursi sambil melangkahkan kakinya keluar dari kelas.


Mendengar suara Miki yang meninggi, Kenzi hanya melirik kearah Hiro. Lalu mengikuti Miki kembali.


Selama 2 jam lebih, para guru masih belum masuk ke kelas karena sedang mengadakan rapat untuk ujian tengah semester nanti.


Para siswa-siswi merasa senang karena tidak ada guru, sehingga beberapa siswa-siswi ada yang bermain-main dan juga ada yang belajar.


Sedangkan Miki dan Rei hanya duduk di tribun lapangan sambil berbahas cerita-cerita yang menyenangkan dan Hiro hanya memperhatikan dari sebuah ruang sastra.


Wajah senyum Miki yang terus ingin dipandang membuat Hiro tidak henti menatap Miki dari jauh.


Tok-tok-tok.


Ketukan pintu terdengar memasuki ruang sastra, sebenarnya Hiro bukanlah anak club sastra hanya saja beberapa anggota meminta tolong kepada Hiro untuk membantu tes matematika.


“ Kamu sudah disini? “ Bam bahagia melihat Hiro sudah ada di dalam ruangan.


“ Iya. “


“ Maaf menunggu lama. “ Khun yang juga meminta bantuan dari Hiro.


“ Bagaimana kalau kita mulai? “ ajak Bam.


“ Tunggu. “ tahan Hiro. “ Syarat untuk belajar denganku, coba kalian meminta Miki untuk ikut belajar dengan kalian. Apakah dia mau atau tidak, kalau Miki ingin aku akan mengajarkan kalian. “


“ Si Miki? “ takut Khun karena sudah pernah berurusan dengan Miki sewaktu kelas 1.


“ Miki? “ Bam juga ragu sebab sewaktu Miki jatuh ke dalam lubang, Bam tidak membantu untuk turun kebawah.


“ Kalau kalian tidak bisa berarti kita tidak bisa belajar. “ Hiro berjalan keluar tapi Bam menahan pintu agar Hiro tidak keluar.


“ Oke, kita coba. “ Bam terpaksa, ia juga tidak punya pilihan lain karena Yoshioka sudah memarahinya terus-menerus.


Perlahan-lahan, Bam bersama Khun mendekati Miki yang sedang duduk di tribun lapangan outdoor.


“ Miki. “ sapa Bam yang tidak disahut oleh Miki.


“ Halo Miki. “ Khun ikut menyapa.


“ Ada tawon disini. “ sindir Miki.


“ Tawon? “ Bam menelan ludah. “ Dengar-dengar nilai matematikamu besar, bisakah kamu bantu kami belajar? “


“ Hah? Belajar?! “ tegas Miki yang tidak ingin mendengar kata “ Belajar “ karena semalaman ia terus begadang untuk mendapat nilai yang sama dengan Hiro.


“ Pergi kalian! “ Miki memukul kepala Bam dan Khun yang membuat keduanya berlari terbirit-birit menjauh dari Miki.


“ Ha.. Haa. Haa “ Nafas Khun terengah-engah memasuki ruang sastra.


“ Tidak kita tidak bisa. “ tolak Bam yang wajahnya sudah dipenuhi pukulan Miki.


“ Dia itu iblis. “ ledek Khun.



Kreak-


Suara pintu ruang sastra terbuka, dan keempat mata saling bertemu satu sama lain antara Miki dan Hiro

__ADS_1


__ADS_2