Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
16. Pendekatan


__ADS_3

Pelukan erat dengan suara yang parau terdengar jelas ditelinga Miki, untuk pertama kalinya ia melihat sisi lemah dari Hiro. Pelukan Hiro membuat Miki teringat dengan anak kecil yang dahulu pernah memeluknya saat Miki sedang ketakutan.


“ Maafkan aku. “ ucap Hiro dengan parau.


“ Itu... “ Miki mendorong tubuh Hiro menjauh darinya. “ Aku obati luka kamu dulu ya. “


Secara perlahan-lahan Miki mengobati wajah Hiro yang terluka dimulai dari bawah bibir, bawah mata, dahi dan hidung. Setelah selesai mengobati, Miki menutup luka Hiro dengan plaster.


Tapi melihat wajah Hiro yang hampir dipenuhi luka membuat Miki tertawa terbahak-bahak, ia merasa sangat lucu karena kini wajah tampannya tertutup oleh sebuah plaster.


“ Kenapa kamu tertawa seperti itu? “ Hiro aneh.


“ Tidak, hanya merasa lucu. “ Miki mencoba menahan tawanya.


Tok-tok-tok.


Suara ketukan pintu dari luar ruang kesehatan, dan ketukan pintu tersebut berhenti sesaat terdengar suara pintu terbuka.


“ Ibu, kamu mencari siapa? “ suara Akira yang terdengar di dalam ruang kesehatan.


“ Kenapa Akira ada disini? “ Miki kebinggungan dan melihat tangan Hiro yang terkepal begitu mendengar nama “ Akira. “


“ Kamu disini! “ kata seorang wanita seraya membuka tirai yang menutup kasur Hiro.


“ Maaf, Anda siapa? “ tanya Miki kepada seorang wanita yang mencoba mendekati Hiro.


“ Maaf, saya ingin berbicara empat mata dengan dia. Apa boleh? “


“ Silah... “ Hiro menggengam erat lengan Miki yang membuatnya menghentikan ucapannya.


“ Apa yang ingin Anda bicarakan? Bicarakan saja disini. “ tegas Hiro tanpa melepaskan tangannya dari lengan Miki.


Senyum miring tersungging dibibir wanita itu terbentuk. “ Kamu yakin, ingin membicarakan soal itu disini? “


“ Apa yang ingin Ibu bicarakan dengan dia sih? “ keluh Akira yang tidak mengerti.


Mendengar ucapaan dari wanita itu, Hiro segera melepaskan tangannya dari lengan Miki dengan kepala yang tertunduk dan pertama kalinya Hiro memperlihatkan ekspresinya kepada Miki.


Sebuah wajah dengan kesedihan yang mendalam, muka yang membutuhkan seseorang untuk menemaninya. Ada luka yang tidak bisa dijelaskan oleh Hiro, luka yang sangat mendalam dan tidak ada seseorang yang bisa mengertinya.


“ Akira, bawa perempuan itu keluar dan jangan biarkan dia masuk. “ perintah wanita itu yang segera dilaksanakan oleh Akira, Akira menarik lengan Miki untuk keluar dari ruang kesehatan dengan mata yang tidak bisa berpaling dari Hiro.


Sesaat itu juga, Hiro memberikan sebuah senyuman dengan mata sayu yang menandakan ia sedang terluka. Miki ingin mendekatinya, tapi tarikan Akira membuatnya tidak bisa apa-apa.


“ Akira minggir, aku ingin masuk! “ seru Miki yang ingin masuk ke dalam ruang kesehatan, tetapi Akira menahannya agar tidak masuk.


Baru kali ini, Miki mengerti semua ungkapan bahasa tubuh yang dikeluarkan Hiro tadi. Ketika wanita tersebut datang, tangan Hiro terkepal yang menandakan bahwa dia tidak ingin wanita itu berada disini.

__ADS_1


Tatapan Hiro yang mengartikan bahwa ia takut menghadapi wanita itu.


“ Akira, biarkan aku masuk. Aku mohon. “ harap Miki dengan mata penuh harapan.


“ Tidak bisa. “ tolak Akira.


“ Akira! “


Kreak-


Suara pintu terbuka lebar, Ibu Akira sudah keluar dari ruang kesehatan dengan wajah sumringah. “ Mari pergi. “ Ajaknya kepada Akira. “ Baik. “ balas Akira yang mengikuti Ibunya dari belakang.


Sesaat Ibu Akira keluar, Miki langsung berlari memasuki ruang kesehatan dan melihat Hiro. “ Hallo, Miki “ sapanya yang tiba-tiba dengan sebuah senyuman yang tidak dapat ditebak oleh Miki.


“ Kamu baik-baik saja? “ Miki khawatir. “ Tentu aku baik-baik saja. “ jawabnya.


“ Miki.. “ ucap Hiro dengan nada rendah.


“ Kenapa? “


“ Kalau aku minta kamu untuk bolos pelajaran sekarang, apa kamu ingin? “


Melihat tatapan Hiro sebelum ia berbicara dengan Ibu Akira sangat berbeda, seakan-akan kali ini ia ingin menghapuskan semua pikiran kacaunya. Dan tanpa berpikir panjang Miki menjawab “ Aku ingin. “


Senyuman terbentuk diwajah Hiro, ia mulai menarik lengan Miki dan berlari keluar gedung sekolah tanpa membawa tas yang berada di dalam kelas.


“ Tenang, aku yang mengajakmu untuk bolos jadi hari ini aku yang akan mentraktirmu. “ Hiro yang mulai berlari kembali menaiki bus.


Ini adalah bolos pertama kalinya antara Miki dan Hiro.


Ini juga adalah pendekatan anatara mereka berdua yang saling mencoba mendekatkan diri satu sama lain. Meskipun belum dekat, tapi Miki tidak bisa menolak tawaran orang yang ia sukai.


Di dalam bus, mereka duduk berdampingan. “ Miki, maafkan aku tadi kasar kepada kamu. “ kata Hiro.


“ Tidak apa-apa, mungkin suasana hati kamu sedang tidak baik. Kadang-kadang Kenzi juga seperti itu. “


“ Kamu sangat dekat dengan Kenzi ya? “


“ Iya, bukankah sudah aku ceritakan bahwa kami berteman sejak lahir? “


“ Iya, kamu sudah menceritakan waktu itu. Jadi, tidak perlu diperjelas lebih jauh lagi. “


Miki mengangguk-anggukan mengerti, ia memandangi pemandangan jalanan yang sepi. Bolos pertama kalinya sekolah dengan Hiro, itu merupakan hal paling membahagiakan baginya.


“ Kita mau kemana? “ tanya Miki. “ Jalan-jalan saja. “ Hiro dengan jawaban yang singkat.


Sekitar 20 menit berada di dalam bus, akhirnya Hiro menekan bel untuk turun di perhentian selanjutnya yaitu Shibuya, Tokyo. Bus berhenti, Hiro mulai menggengam lengan Miki kembali dan keluar dari bus untuk melihat-lihat pemandangan Shibuya yang sangat ramai.

__ADS_1


Banyaknya para pekerja, turis, pelajar dan lanjut usia yang berjalan di tengah penyerbangan Shibuya. Hiro mengajak Miki menuju Harajuku yang dimana tempat wisata tersebut terkenal dengan tempat anak-anak muda berkumpul bersama.


Tempat wisata ini menjadi pusat dalam budaya dan gaya fashion bagi para remaja. Akan tetapi, Harujuku juga menawarkan kegiatan belanja untuk orang dewasa.


Mereka berdua membeli sebuah eksrim kecil di cafe, setelah itu membeli makanan di sebuah restaurant sampai perut mereka benar-benar sudah penuh dan tidak bisa terisi kembali.


Sepanjang perjalanan Shibuya, Hiro dan Miki tertawa bersama, tersenyum dan bercanda untuk pertama kali, seperti seorang pasangan yang tengah berkencan.


Di dalam toko mainan, mereka juga membeli sebuah gantungan kecil yang sama untuk handphone mereka masing-masing. Senyuman lebar terlukis diwajah Miki, saat ini mereka sudah seperti seorang pasangan dan Miki benar-benar bahagia.


Selama lebih 4 jam mereka terus berjalan-jalan di jalanan Shibuya, Miki bahkan lupa bahwa hari ini ia seharusnya berlatih. Handphonenya juga terus berdering dari Kenzi, tapi Miki hanya mengacuhkan dan menutup teleponnya.


Setelah membawa berjalan-jalan Shibuya, Hiro mengajak Miki menuju Tokyo sky tree. Tempat yang menjadi keindahan kota Tokyo. Mereka menuju lantai paling atas yang dapat melihat seluruh kota Tokyo.


Pada hari kerja, Tokyo sky tree sangat sepi dan hanya menyisakan beberapa orang saja. Sebelum matahari terbenam, terlihat senja dari Tokyo sky tree yang begitu indah. Miki bahkan sudah tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata.


Warna yang terlihat begitu menyatu dan matahari yang perlahan terbenam. Keindahan Tuhan yang tidak dapat dibandingkan dengan apapun, tanpa sadar pelupuk mata Miki basah karena sangat kagum dengan keindahan yang ia lihat dari titik paling atas.


Tidak perlu berlama-lama, jam sudah menunjukkan pukul 8 malam. Miki harus segera pulang, jika tidak kedua orang tuanya akan memarahinya, tetapi sebelum itu semua Hiro mengajak Miki menuju Rainbow Bridge.


Jembatan gantung yang melintas teluk Tokyo utara antara utara Dermaga Shibaura dan tepi pantai Odaiba di Minato, Tokyo. Jembatan ini terletak tidak jauh dari rumah dan sekolah Miki apalagi perjalanan dari Tokyo sky tree.


Ketika malam hari, jembatan ini mempunyai warna lampu seperti pelangi. Pada malam hari lampu iluminasi dengan warna silver, putih, hijau, dan pink terlihat sangat indah. Miki dan Hiro berjalan melewati Rainbow Bridge.


Kebisingan suara mobil yang terdengar dan pemandangan gedung pencakar langit di kota Tokyo yang terlihat sepanjang perjalanan.


Hari ini, tidak ada hari ini dengan sebuah kesedihan. Kenangan pertama yang dibuat Hiro dengan Miki tidak akan pernah Miki lupakan sampai kapan pun.


Namun, tiba-tiba saja langkah kaki Hiro terhenti yang membuat Miki mengikutinya dengan wajah kebinggungan.


Wajah Hiro sudah terlihat berbeda dari sebelumnya, matanya terlihat sayu. “ Kita berpisah disini, tidak apa-apa? “ tanya Hiro


TIN-TIN


Suara klasok dari arah mobil yang berhenti di samping Hiro dan Miki, jendela kaca mobil terbuka perlahan. Terlihat Lim di dalam mobil dengan wajah khawatirnya,


“ MIKI! Kemana saja kamu? Di telepon tidak diangkat, sekolah katanya bolos dan Kenzi sudah mencarimu kesana-kemari. Cepat masuk!“


“ Ayah. “ kata Miki.


“ Kamu sudah dijemput Ayahmu, sebaiknya kamu pulang. Terimakasih untuk hari ini. “ ucap Hiro dengan senyum bahagianya.


Miki tidak punya pilihan selain mengikuti perintah Ayahnya, dan ia memasuki mobil. Lalu, sebelum Lim mengendarai mobilnya. Kepala Miki keluar dari jendela dan melambaikan tangan kepada Hiro.


Saat Miki pergi dan semakin menjauh dari Hiro, senyum Hiro memudar dan Hiro berkata dengan sebuah suara yang sama sekali tidak terdengar oleh Miki.


Tetapi, Miki masih mengetahui perkataannya dari pengucapan Hiro.

__ADS_1


Hiro berkata. “ Selamat tinggal. “


__ADS_2