Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bab 43 : Pertandingan Pertama


__ADS_3

Keadaan yang canggung membuat Anna, Lim dan Riyo terdiam sesaat melihat bahwa Miki sedang berpelukan dengan seorang pria yang tidak dikenali.


“ Kaka Hiro! “ sapa Riyo mendekati Hiro yang membuat Hiro langsung melepaskan pelukannya dengan cepat dan pandangan tertunduk.


Sedangkan Lim berjalan mendekati Hiro dengan sinis. “ Siapa kau? “


Hiro menatap seorang wanita, pria dan Riyo yang berada di depannya bisa diartikan kalau mereka adalah keluarga Miki.


“ Selamat siang. “ Hiro sopan menundukkan pandangannya.


“ Kok kalian kesini sih? “ kaget Miki karena bisa-bisanya keluarnya ada disini diwaktu yang sangat tidak tepat. Mata Anna masih menatap tajam kearah Hiro, ia melihat dari atas sampai bawah.


Pengalaman yang ia terima takut dialami oleh Miki lagi, begitu juga dengan Lim yang memperhatikan Hiro lekat-lakat dan tersenyum sambil berkata. “ Dia tampan. “


“ Seperti aku. “ Lim merangkul bahu Hiro yang terlihat malu.


“ Wah apa itu? “ tanya Riyo melihat sebuah medali emas yang berada di leher Hiro. “ Ini, aku menjuarai Inter-high. “ jawab Hiro.


“ Benarkah? “ serentak Lim, Riyo dan Anna. “ Hebat. “


Anna yang tadinya tidak suka mulai penasaran dengan Hiro, ia percaya bahwa pilihan anaknya baik dan benar.


“ Kalian ngapain kesini? “ keluh Miki menghentakkan


kakinya karena jika keluarganya datang, tribun akan risih karena teriakan dari keluarganya.


“ Miki! “ panggil Kenzi dari belakang menghampiri Miki dan melihat keluarga Miki yang ada disini, ia segera menundukkan kepala hormat. “ Paman, Bibi, Riyo. “


“ Oh, Kenzi. Paman datang! Bagaimana dengan pertandingan? “ Lim penasaran dengan club basket lamanya, Kenzi mengangkat jari jempolnya. “ Lancar. “


Keduanya sudah memasuki gymnasium yang diikuti oleh Anna, Riyo, Hiro dan Miki.


Di tribun SMA Seido, sudah banyak orang disana dimulai dari tim putra dan tim putri yang akan melakukan makan siang sebelum pertandingan mulai.


Di lain sisi, secara diam-diam Lim berkata kepada Okumura untuk tidak membiarkan Miki bermain lama. Lim tahu bahwa kondisi Miki sudah tidak memungkinkan untuk bermain basket, tetapi ia tidak punya pilihan karena ini kemampuan Miki sendiri.


Kalau Lim semakin melarang, nanti Miki akan membencinya. Miki itu mirip dengannya sewaktu SMA, selalu memaksakan diri.


“ Hei. “ bisik Anna kepada Hiro yang tengah menatap ponselnya.


“ Ah maaf. “ Hiro menaruh ponselnya kembali ke dalam saku.


“ Namamu siapa? “ Anna meminum segelas air putih.


“ Takahashi Hiro. “ perkenalan Hiro singkat.

__ADS_1


“ Kamu orang yang dingin ya? Cuek ya? “ duga Anna sudah mengetahui ciri-ciri Hiro yang sama dengan dirinya, tapi Hiro hanya memberikan senyum kecil. “ Yang terpenting kamu bisa hangat kalau dengan Miki. “


Perkataan yang tidak dimengerti Hiro, ia menolehkan kepalanya kearah Anna dan Anna tertawa kecil melihat wajah polos dari Hiro. “ Apa kamu menyukai Miki? “


“ Iya. “ jawabnya singkat. Tidak butuh waktu lama, Hiro sudah menjawabnya itulah yang diinginkan Anna tidak ada keraguan sedikitpun tentang perasaan. “ Berarti nanti kamu main ya dirumah. “ ajak Anna yang ditatap tajam Miki.


“ Miki itu mirip dengan Ayahnya, keras kepala, tidak ingin mendengarkan orang lain. Tapi orangnya selalu bekerja keras sesulit apapun, terlebih lagi ia itu orang yang bodoh selalu memaafkan orang lain dengan mudah. “ jelas Anna menatap Miki.


Senyum Hiro ringan. “ Karena itu saya suka dengan dia. “ Anna mengangguk-anggukan kepala mengerti, Ayah dan anak sama-sama menyukai orang yang cuek, dan dingin.


...


3:00 p.m


Pertandingan basket putri antara SMA Seido dan SMA Inajutsu dimulai, keduanya sudah selesai melakukan pemanasan dan memasuki lapangan yang diiringi dengan tepuk tangan meriah.


Banyak orang yang mendukung Miki karena mengidolakan Miki, ada juga yang mendukung seseorang dari SMA Inajutsu.


“ Miki!! “ teriak Lim, Anna, dan Riyo.


Benar, sangat berisik menurut Miki. Penonton disana mulai memperhatikan kearah teriakan yang sangat kencang tersebut, dan mulai berbisik.


“ Itu pelatih NBA. “


“ Iya, dia Edward Lim. “


Berbeda dengan Kenzi yang ingin mengakrabkan diri dengan keluarga Miki, Hiro hanya terus memperhatikan Miki, matanya tidak bisa berpaling dari wajah cantik Miki.


Senyum Anna terlihat, ia sangat bangga kepada anaknya dapat menemui lelaki tampan dan hanya menyukai Miki.


Tangan Hiro melambai kearah Miki dengan senyum lebar dan berkata “ Semangat! “


“ Terimakasih. “ Miki melambai balik kearah Hiro, ia mulai melakukan pemanasan kembali untuk bersiap-siap.


Pertandingan akan segera dimulai 5 menit lagi, Miki mengecek kondisi kakinya yang memungkinkan akan sakit lagi tetapi ia sudah meminta kepada Dokter memberikan obat rasa sakit yang akan mengurangi sakit kakinya.


Tim SMA Seido yang akan bermain adalah : Mayumi, Ai, Gea, Rei dan Akira.


Tim SMA Inajutsu : Ari, Kiyo, Dema, Layla, dan Yui.


Di samping sisi juga terdapat keluarga Mado, atau keluarga Akira yang menyemangati Akira.


“ Akira!! “ teriakan mereka tidak ingin kalah dari keluarga Miki.


Mendengar suara dari Nobu yang terdengar di telinga Hiro membuat tangannya terkepal menahan emosi, ia disini untuk menyemangati Miki bukan untuk membawa masalah.

__ADS_1


Peluit berbunyi, pertandingan dimulai.


Kedua pemain sudah berdiri di lapangan dan bersiap-siap untuk melakukan jump ball. Miki hanya melipat kedua tangannya seperti sedang berdoa di bench ( bangku cadangan ), ia tahu pasti Ayahnya yang melakukan ini sehingga Miki tidak bisa bermain starter.


Jika, Ayahnya tidak datang mungkin saja Miki sudah bermain dengan bebas.


Point guard : Rei


Shooting guard : Mayumi menggantikan Miki.


Center : Gea


Power forwad : Ai


Small forward : Akira.


Posisi diganti demi keselarasa dalam permainan.


Peluit berbunyi, wasit melemparkan bola setinggi-tingginya dan Gea yang menangkis terlebih dahulu bola mengenai Rei.


“ Tenang, tenang. “ Rei memantulkan bola dan mengangkat salah satu tangannya agar tidak bermain dengan tempo cepat karena masih quarter awal.


Pemain SMA Seido sudah bersiap-siap dalam posisi masing-masing, dan Point guard dari SMA Inajutsu sudah menghalangi Rei.


Namun, dengan cepat Rei melakukan fake atau tipuan dengan berpura-pura membagi kearah Mayumi tetapi malah memasuki area lawan dan melompat kecil sambil melemparkan bola ke dalam ring.


Point pertama di dapatkan dari SMA Seido, seluruh orang di club mulai berteriak meriah karena point pertama adalah hal yang terpenting.


“ Semangat Rei-senpai! “ teriak Lauroe, mendengar ada orang yang menyemangati Rei.


Mendengar nama Rei disemangati oleh Lauroe, Kenzi hanya melirik sesaat dan mulai memperhatikan kembali pertandingan.


Setelah 30 menit berlalu, momentum yang di dapatkan adalah dari SMA Inajutsu karena selalu mencetak gol dengan hal yang berbeda daripada SMA Seido yang hanya mencetak gol dengan jarak jauh dan lay up.


Quarter terakhir dan point SMA Seido 55, SMA Inajutsu 49.


“ Masuk. “ kata Okumura membiarkan Miki masuk karena ia tidak ingin semakin lama momentum di ambil oleh SMA Inajutsu.


Tubuh Miki yang kaku segera ia regangkan kembali, akhirnya dimainkan dalam babak terakhir.


Masuknya Miki membuat seluruh penonton terdiam dan ragu, karena Miki dianggap sebagai monster dari SMA Seido.


“ Sial Okumura. “ umpat Lim mengepalkan tangan, Kenzi yang mendengar perkataan Lim hanya kebinggungan.


“ Semangat Miki-senpai! “ teriak Kitaro yang langsung ditatap sinis dari dua arah, kanan Hiro dan kiri Kenzi.

__ADS_1


Peluit berbunyi, quarter tearkhir dimulai.


Miki menghentak-hentakkan kakinya, dan menoleh kearah Akemi yang tengah memperhatikan dirinya dari jauh. Dengan tatapan intimidasi dan senyuman kecil membuat Akemi terkekeh. “ Akhirnya kau masuk monster. “


__ADS_2