Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Kepercayaan


__ADS_3

Seluruh kelas 2-1 terdiam, mereka mulai berbisik membicarakan Miki. Seorang Miki mencuri adalah situasi yang tidak terduga, Akira mengepalkan tangan menahan kesal. “ Diam!! “ teriaknya membuat orang-orang terdiam. Ia mendekati Kariu dan berbisik tepat ditelinga nya, “ lihat saja nanti. “


Peringatan Akira kepada Kariu sambil berjalan keluar bersama Mai dan Nikki.


Dilain sisi, Hiro terus menarik lengan Miki sampai keluar gedung sekolah entah membawanya sampai kemana.


“ Lepas, lepaskan aku! “ seru Miki melepaskan tangan Hiro dari lengannya dengan keras. “ Aku perlu tahu apa yang terjadi. “


“ Dan kalau tahu? “ Hiro menatap lekat Miki.


“ Aku harus meluruskan semua masalah ini. “ jawab Miki dengan pandangan tertunduk.


“ Bagaimana? Kalung apa itu? Itu milik Akira bukan? Kamu mencurinya atau mengambilnya? “


“ Apa kamu percaya? “ mata Miki berkaca-kaca dengan tangan bergetar, mulutnya tertutup rapat menahan tangis.


Apa ini dilakukan oleh Akira? Tapi tidak mungkin.


“ Aku percaya denganmu! “ Hiro menatap serius Miki, ia percaya bahwa Miki tidak melakukan tindakan bodoh seperti ini. Hiro tahu Miki bagaimana, dan ini adalah tindakan yang tidak akan dilakukan Miki.


“ Jadi aku ingin kembali, aku tidak ingin menghindari masalah. “ ucap Miki.


“ Apa aku memintamu menghindar? “


“ Lalu ini apa? “


“ Aku hanya kesal. “ kesal Hiro memberantakkan


rambutnya, ia tidak ingin orang-orang disana menyalahkan Miki dengan tindakan seperti itu. “ Kamu sudah ketakutan sebelum memastikan apa yang terjadi! “


Pandangan orang-orang di kelas juga membuat darah Hiro mendidih, rasanya ia ingin meninju wajah seluruh orang disana. Terutama Kenzi, orang yang seharusnya mempercayai Miki.


“ Terus aku harus apa? “ Miki berbicara dengan nada mengeluh.


Tangan Hiro terkepal. “ Ada banyak suara nanti di sekitarmu, jadi kamu bisa melihat siapa orang yang benar percaya denganmu atau tidak. “


“ Dengar aku. “ Hiro menaruh tangannya di pundak Miki. “ Aku percaya kamu, jika seluruh dunia tidak percaya kamu. Aku tetap percaya denganmu, dan aku bisa menjadi tempatmu untuk bersandar. Mengerti? “


Pelupuk mata Miki basah, ia mengusap air matanya dan berjalan kembali untuk memasuki gedung sekolah bersama dengan Hiro.


Perasaan tenang, itulah yang dimiliki Miki saat berada di samping Hiro.


Menyebalkan.


Ketika Miki kembali ke kelas, seluruh orang mulai membicarakannya dengan perkataan-perkataan yang sangat kejam.


“ Pencuri. “


“ Dia ternyata hanya bepura-pura baik. “

__ADS_1


Mendengar perkataan tersebut, Hiro menepak


tangannya di atas meja dan mendorong kursi orang yang berbicara tidak baik kepada Miki hingga terjatuh.


“ Kenapa sih? “ emosi Akashi yang berdiri kembali berhadapan dengan Hiro.


Tanpa berlama-lama, Hiro meninju wajah Akashi dengan sangat kencang. “ Diam atau kurobek mulutmu! “


Miki ingin membantu tapi lengannya tertahan oleh Rei, Rei tahu apa yang terjadi dan ia segera berlari kesini saat mendengar berita yang tidak masuk akal tersebut.


Gosip itu juga sudah menyebar luas dalam beberapa menit, dan pada hari itu seluruh orang tidak mempercayai Miki.


“ Kamu tidak apa-apa Miki? “ tanya Rei khawatir.


“ Hm. “ jawab Miki melirik kearah Kenzi yang tidak menanyakan apapun kepadanya. “ Ken.. “ belum saja ucapan Miki selesai, Kenzi sudah berjalan keluar dari kelas karena merasa muak.


Entah apa yang harus dilakukannya, Kenzi tidak percaya dengan Miki.


Melihat kelakuan Kenzi yang dingin kepada Miki, Rei langsung mengikuti Kenzi. “ Tunggu. “ tahan Rei menahan lengan Kenzi.


Langkah kaki Kenzi terhenti, ia memutar balik badannya menatap Rei. “ Apa? “


“ Kamu tidak percaya dengan Miki? “ Rei tidak mengerti, orang yang menganggap bahwa Miki sangat berharga bagi dirinya sendiri malah tidak percaya kepada Miki. “ Wah kamu ini, bertingkah seolah-olah kamu tahu semua tentang Miki. “


“ Aku pergi. “ Kenzi tidak ingin mendengar lagi. “ Tetap disini! “ Rei menarik lengan Kenzi dengan kuat.


“ Jangan berasumsi sendiri, belum tentu pikiranmu itu benar. Katanya kamu sudah berteman dari lahir dengan Miki? Kalau begitu kamu seharusnya tahu dia seperti apa! “ seru Rei melepaskan tangannya dari lengan Kenzi dan berjalan kembali memasuki kelas.


Tidak lama kemudian, Miki keluar dari kelas dan menoleh sesaat kearah Kenzi yang sedang bersandar di dinding luar kelas. Ia berjalan kembali menuju ruang bimbingan konseling, untuk memperjelas semua masalah ini.


Di ruang bk.


Terdapat Akira, Kariu dan Miki yang sudah duduk berdampingan di hadapan Kataoka, ia memberi sebuah video cctv dimana waktu kejadian. Akira masuk terlebih dahulu, terus Kariu dan terakhir Miki yang masih disana tanpa keluar sedikitpun.


“ Akira apa yang kamu lakukan waktu itu? “ interograsi Kataoka.


“ Saya menaruh kalung, gelang dan uang saya Pak. “ jawab Akira menundukkan pandangan tidak punya wajah lagi untuk berhadapan di depan Miki.


“ Kamu tahu kalau sekolah tidak boleh membawa perhiasan, kenapa membawa? “


“ Maafkan saya Pak. “


Kataoka mengangguk-anggukan kepala mengerti. “ Bagaimana dengan kamu Kariu? “


“ Saya hanya menaruh baju saya. “ jawab simpel Kariu, dan seketika Kataoka mengerti.


“ Miki, apa kamu mencuri perhiasan Akira? “ Kataoka melipat kedua tangannya didada.


“ Tidak, saya kesana hanya untuk tidur. “

__ADS_1


“ Kenapa tidur? “


“ Karena saya tidak bisa olahraga. “


“ Tidak bisa? “ Kataoka semakin aneh padahal Miki adalah wanita yang menyukai olahraga. “ Kaki saja cedera, dan harus beristirahat selama 6 bulan. “ Miki mempertemukan kedua tangannya dengan pandangan tertunduk.


Kariu tersenyum atas kemenangannya, ia merasa sangat bahagia karena kalau dia yang terkena tidak tahu apa jadinya.


“ Bawa orang tuamu datang menemui bapak! “ perintah Kataoka kepada Miki, Kariu dan Miki keluar bersamaan dari ruang bk.


Sedangkan Akira masih duduk dikursinya dengan mengigit bawah bibirnya, Miki tidak boleh merasakan ke-tidakadilan lagi. “ Ada apa Akira? “


“ Tidak. “ Akira beranjak dari kursi, ia juga takut bahwa sebenarnya dirinya yang merencanakan ini semua untuk membuat Kariu tidak menganggu Miki lagi.


Langkah kaki Miki terasa sangat berat, banyak suara yang terus masuk ditelinganya. Rasa takut mulai dirasakan Miki, ia tidak salah kenapa seluruh orang malah menyalahkannya?


Hatinya seperti teriris sebuah pisau, Miki tidak bisa mendengar perkataan-perkataan kejam dari orang-orang.


“ Pencuri. “


“ Tidak tahu malu. “


“ Dasar pencuri. “


“ Apa dia juga pencuri uangku dulu? “


Tubuh Miki bergetar ketakutan, matanya berkaca-kaca. Ia berlari menuju atap melewati Kariu yang tersenyum bahagia, saat Kariu membalikkan tubuhnya ia melihat Akira yang melotot kearahnya.


Plak!


Satu tamparan keras mengenai pipi Kariu, “ hah “ Kariu mendesah kesal.


“ Gila. “ ejek Akira mendorong bahu Kariu dengan bahunya sambil berjalan kembali ke kelas.


Kariu masih terdiam tidak percaya, orang-orang terus memperhatikan karena penasaran dengan apa yang terjadi.


Lalu, Hiro berlari mendekati Kariu.


Wajah Kariu berseri kembali. “ Dimana Miki? “ pertanyaan Hiro yang membuat wajah Kariu menjadi datar seketika.


Tidak ada jawaban dari Kariu, Hiro langsung berlari dengan firasatnya sendiri yaitu atap.


Dan benar, Miki disana sendiri dengan memeluk lututnya.


Tidak ada tangisan, Hiro perlahan mendekati Miki dengan senyumnya. “ Aku bilang aku bisa menjadi tempatmu bersandar. “


Miki mendongak mendengar suara yang familiar di


telinganya, di depannya ada Hiro dengan senyum yang menenangkan.

__ADS_1



__ADS_2