
Sepanjang hari pikiran Miki kacau, ia berencana untuk pergi menuju rumah sakit Arlene dan menjelaskan seluruh rinci tentang keinginan Nobu.
Tapi semakin lama Miki menunggu waktu, waktu terasa sangat lama. Ia terus menghentakkan kakinya merasa gelisah, Kenzi yang berada di belakangnya juga merasa sangat aneh dengan perilaku Miki.
Terlebih Hiro yang membentak Miki adalah sesuatu yang sangat langka, Kenzi tidak pernah melihat Hiro yang semarah ini kepada Miki.
Air mata Miki juga tidak kunjung berhenti, sebenarnya apa yang mereka sembunyikan?
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel pulang sekolah berbunyi, Miki bergegas keluar dari gedung sekolah tapi lengannya ditahan oleh Kenzi. “ Apa yang terjadi? “
“ Maaf, bilang kepada Ibu dan Ayah aku telat. “ kata Miki melepaskan tangan Kenzi dari lengannya. “ Aku ikut! “ Kenzi harus ikut dan mengetahui apa yang terjadi.
“ Tidak, jangan ikut!! “ Tolak Miki melangkahkan kaki keluar dari gedung sekolah dan segera mencari taxi untuk mempercepat lajuan.
Tidak perduli mahalnya tarif yang terpenting saat ini menjelaskan segalanya kepada Hiro.
Dalam perjalanan, Miki tidak henti merasa gelisah ia selalu meminta kepada supir taxi untuk lebih cepat lagi agar Miki dapat menemui Hiro dengan sesegera mungkin.
Sesampainya disana, Miki segera berlari menuju Rumah sakit jiwa Eun. Terlihat disana Nobu yang terus mencoba untuk masuk ke dalam tapi terhalang oleh security yang tidak memperbolehkan masuk.
Bisa diartikan kalau Hiro meminta para security tersebut untuk menahan Nobu, di satu sisi juga terlihat Arlene yang berlari ingin menemui Nobu.
Sungguh kisah yang ironis, Arlene memiliki gangguan mental tapi satu-satunya orang yang diingatnya adalah Nobu bukan putranya.
Miki mengeluarkan ponsel dan memberi pesan kepada Hiro untuk menemuinya sebentar jika masalah sudah selesai.
Lebih dari 4 jam, Hiro tidak kunjung menemuinya padahal masalah sudah selesai. Arlene terlihat lebih tenang, Nobu juga berhenti masuk.
Langit yang gelap, udara yang sangat dingin membuat tubuh Miki kedinginan karena ia masih menggunakan seragam sekolah dan duduk di bangku dekat pohon.
Tak lama kemudian, Hiro datang dengan tatapan dinginnya.
“ Hiro! “ garis senyum Miki terbentuk.
“ Cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan. “ Hiro tidak ingin berlama-lama, Miki menundukkan pandangan dan menjelaskan tentang perkataan Nobu kepadanya. Ia mengatakan bahwa Nobu bertemu dengan Arlene bukan untuk niat buruk melainkan karena rasa rindu, dan ingin meminta maaf kepada Arlene.
“ Jadi maafkan aku karena tidak meminta izinmu terlebih dahulu. “ ucap Miki.
“ Tidak perlu meminta maaf, terlepas bagaimana kamu menjelaskan dan mengatakan bahwa Nobu memiliki niat baik. “ Hiro mengangkat salah satu alisnya. “ Tidak ada alasan lagi untukku menemuimu. “
Jleb!
Hati Miki seakan-akan tertusuk, perkataan yang sangat menusuk ke dalam hatinya. Hiro tidak akan bertemu lagi dengan Miki, ia sudah membuat Hiro membencinya.
Air mata menjatuhi pipi Miki, ia mengigit bawah bibir agar isakannya tidak terdengar oleh Hiro.
Walau perilakunya salah, apa Miki tidak pantas untuk dimaafkan?
__ADS_1
Bagaimana jika perkataan Nobu benar adanya dan yang salah selama ini adalah Hiro?
Dia sendiri yang menjauhkan Ibunya dari orang yang paling dicintai di hidupnya.
“ Pulang, sudah malam. “ Hiro membalikkan tubuhnya dan meninggalkan Miki.
Lagi-lagi Hiro meninggalkan Miki, tapi kali ini orang yang menyakiti Hiro adalah Miki. perilaku bodohnya membuat Hiro menjauhinya.
Sangat bodoh, batin Miki.
Dengan langkah berat, Hiro memasuki rumah sakit. Ia memegang dadanya yang terasa sangat sakit saat berbicara seperti itu kepada Miki. Meskipun Hiro berusaha untuk tampak tenang di hadapan Miki tetap saja hatinya tidak bisa bohong.
Ia juga terluka karena dirinya sendiri yang ingin meninggalkan Miki lagi.
“ Maaf Miki. “ ucap Hiro berjalan menuju ruangan Arlene, tapi langkah kakinya terhenti di depan pintu melihat Nobu yang menggenggam jemari tangan Arlene.
“ Nobu, maafkan aku ya sudah merepotkan kamu selama ini. Aku mabuk, menghabiskan uang dan selalu membuatmu marah. “ kata Arlene “ Bahkan aku membuat Hiro lelah karena selalu menjagaku. “
Mata Hiro melebar, Arlene mengenal Hiro?
Bagaimana bisa? Apa karena Nobu disisinya?
“ Tidak apa-apa, maafkan aku juga selalu memukulmu karena kekesalanku. Dan lihat? Kamu jadi seperti ini karenaku. “ balas Nobu mengusap wajah Arlene dengan mata berkaca-kaca. “ Aku sangat merindukanmu Arlene! “
“ Iya. “ jawab Nobu terpaksa. “ Maafkan aku kalau waktu itu memaksamu untuk menikah lagi. “ senyum kecil Arlene terlihat.
Kesadaran Arlene telah kembali, terlebih lagi semua perkataan Miki benar adanya bahwa Nobu bertemu dengan Arlene bukan untuk menyakitinya tapi karena kerinduan yang tidak bisa terbendung lagi.
Kreak-
Pintu kamar Arlene terbuka, terlihat Hiro dengan tatapan sendu memasuki kamar Arlene. “ Putraku! “ Arlene memeluknya dengan sangat erat. “ Kamu sudah besar ya? “
Seketika air mata menjatuhi pipi Hiro, ia sudah bertahan selama 7 tahun menjaga Arlene pindah kesana-kemari bekerja banting tulang dan berharap bahwa Arlene dapat disembuhkan.
Dan harapannya tercapai, tapi itu bukan karena dirinya itu karena ada sosok orang yang paling dicintai Arlene yaitu Nobu.
Seseorang yang mungkin sudah memenuhi ingatan Arlene.
“ Maafkan Ibu selalu merepotkanmu ya. “
Pelukan Hiro semakin erat, ia sangat merindukan Ibunya. “ Tidak apa-apa, asal Ibu sudah sembuh itu lebih dari cukup. “
“ Aku keluar ya. “ pamit Nobu melangkahkan kaki keluar dari ruang rawat. “ Terimakasih Nobu. “ Arlene sangat bahgia karena Nobu berada di sisinya.
Keduanya memang tidak bisa kembali, tapi cintanya akan selamanya terukir di dalam hati.
Setelah Nobu keluar, Hiro mengejarnya sambil berteriak “ Nobu! "
__ADS_1
Panggilan yang amat sangat tidak sopan.
“ Ada apa? “ Nobu memberhentikan langkahnya.
“ Terimakasih dan maaf. “ ucap Hiro, Nobu memutar balik badannya dan memberikan sebuah berkas tentang warisan dari keluarga Hara yang seharusnya berada ditangan Arlene bukan tangannya. “ Bilang kepada Ibumu untuk tanda tangani ini, seluruh warisan keluarga Hara akan dimasukkan kedalam rekening kamu. Uangnya sangat besar untuk dipakai berobat ibumu, kuliahmu. Jadi kamu tidak perlu bekerja susah lagi. “ Nobu menepuk pundak Hiro selama ini keduanya selalu berselisih dan berjauhan.
“ Jangan biarkan keluarga Mado tau, mengerti? Di New York terdapat rumah warisan dari keluarga Hara juga, jadi pergilah. Jangan sampai Ayah menemuimu lagi. Pergi, kamu membenci Ayah kan? “
Ayah, nama yang sudah asing ditelinga Hiro.
“ Benar. “ Nobu mengingat lagi tentang Miki. “ Jangan menyakiti dia. “
“ Siapa? “ Hiro tidak mengerti.
“ Wanitamu, Edward Miki. “ kata Nobu. “ Dia sangat menyukaimu, dia tidak ingin kehilangan kamu beberapa kali Ayah coba ancam dia tapi tetap saja dia tidak gentar.”
“ Dan saat Ayah dirumahmu, Ayah marah-marah kepadanya dengan memecahkan gelas dan piring bukannya dia menjaga diri sendiri tapi dia malah menjagamu yang tidak sadarkan diri. “
“ Bilang maaf kepadanya, jaga dia baik-baik. Ayah pergi. “ jelas Nobu berjalan keluar dari rumah sakit.
Tangan Hiro terkepal, selama ini Miki berusaha untuk melindunginya dan Hiro malah terus-menerus menyakitinya.
Matanya mulai berkaca-kaca lagi, kenapa hari ini terasa sangat sendu sekali?
“ Ibu.. “ Hiro membuka pintu dan melihat Arlene yang sedang menatap jendela. “ Ada apa? “ katanya.
Ini bukan mimpi kan? Hiro terus menepuk wajahnya dan bukan, ini bukan mimpi.
Ibunya sudah sadar setelah 7 tahun Hiro menunggu.
“ Ah iya, tadi Ibu melihat seorang perempuan yang duduk sendirian di bangku saat sore. Tapi dia sudah pergi, apa kamu mengenalnya? Seragamnya sama dengan kamu. “ Arlene penasaran, tidak ada jawaban dari Hiro.
“ Ngomong-ngomong, cinta pertamamu. Apa kamu sudah bertemu dengan dia lagi?” selama ini Arlene sudah tertidur cukup lama.
“ Iya, dia perempuan yang Ibu lihat. “ Hiro menundukkan pandangan.
“ Jadi dia perempuan seperti apa? “
“ Dia baik, sangat baik. Dia benar-benar.... “ Hiro tidak bisa berkata apa-apa lagi. “ Dia baik, tapi aku selalu menyakitinya. Menjadikan banyak alasan untuk menjauhkan dia dari aku, tapi dia selalu memaafkanku beberapa kali pun. “
“ Aku harus bagaimana Bu? “
“ Minta maaf setulus-tulusnya, itu yang terpenting. “
Saat ini, Hiro bercerita kembali dengan Ibunya. Selama 7 tahun, ia selalu bercerita sendiri tanpa ada jawaban dan kini Ibunya sudah menjawab.
Benar-benar sebuah keajaiban terbaik.
“ Berikan dia yang terbaik, yakin, percayalah pasti dia akan kembali dan memaafkanmu.”
__ADS_1