Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Aku tetap menyukaimu.


__ADS_3

Seperti di dalam drama atau novel, langit menemani tangisan Miki yang pecah. Rintik hujan mulai menuruni tanah, dan Miki masih menangis di tengah jalan ditemani dengan klakson, hujan dan protes orang-orang.


Selama ini perasaannya yang kian membesar mulai runtuh karena sinar mataharinya telah pergi menjauh darinya, bunga yang tadinya mekar dengan bahagia seketika layu.


Semua rasa cinta Miki kepada Hiro masih terasa dengan jelas, perasaannya ini sudah sedalam lautan, seluas lautan yang tidak bisa dihitung lagi.


Dengan berat, Miki berdiri dengan tubuh yang basah karena hujan yang tidak berhenti. Jika ini mau Hiro, berarti Miki harus melepaskan genggamannya selama ini.


Ia harus melupakan segalanya tentang Hiro, tapi apa Miki bisa?


Tidak mungkin, karena Hiro sudah terlalu membekas di dalam hatinya.


Kepergian Hiro mungkin akan menjadi takdir bahwa ia harus melepaskan Hiro karena selama ini Miki terus mengenggam dengan erat sampai tidak tahu bahwa ia sendiri yang terluka.


“ Baik kalau itu mau kamu... “ ucap Miki berjalan dengan pandangan tertunduk.


Sedangkan Kenzi berdiri di depan rumah Miki dengan payung dan perasaan khawatirnya, ia takut kalau Miki akan sangat terluka.


Dan seperti dugaannya, Miki sangat terluka.


Wajahnya berubah menjadi suram, auranya yang mulai terasa sangat sedih saat ia berjalan mendekati rumahnya.


“ Hei, kenapa hujan-hujanan! “ seru Kenzi memayungi Miki, langkah Miki terhenti ia tidak bisa menatap Kenzi.


Tapi Kenzi terus menatapnya tanpa goyah sedikitpun, ia merasakan perasaan duka yang dirasakan Miki.


Kesedihan yang amat sangat dalam.


Baru pertama kali ini Kenzi melihat Miki seperti ini, dulu ia tidak pernah sesedih sekarang ini. Walaupun sedih, Miki terus memberikan senyum kepada orang-orang disekitarnya.


Sebab itu, tidak ada yang tahu apakah dia terluka atau tidak.


Namun, akhir-akhir ini Miki selalu memberikan ekspresi yang diketahui banyak orang kalau dia sedih.

__ADS_1


Apalagi saat ini, wajah Miki seakan-akan meminta Kenzi untuk tetap di hadapannya dan menemani Miki.


Apa Miki sudah tidak bisa menyembunyikan perasaannya seperti dulu? Apa perasaannya sangat besar kepada Hiro sehingga ia tidak bisa menahan lagi?


Sebenarnya seberapa hebat Hiro sehingga ia bisa mendapatkan hati Miki? Dan Kenzi saja bahkan tidak bisa membuka hatinya walau sedikitpun, padahal selama hidup Miki ia yang terus bersama Miki.


Benar, bersama tidak berarti bisa saling memiliki.


Mengetahui segala tentang Miki, menjadi tempat bersandar Miki bukan berarti bisa mendapatkan hati Miki sepenuhnya.


Dan Hiro adalah pria yang hebat karena bisa mendapatkan hati Miki yang sekeras batu, seseorang seperti Miki pastinya hanya bisa mencintai satu orang.


“ Aku iri sekali. “ gumam Kenzi yang ingin berada di posisi Hiro.


“ Kenapa dia bisa mendapatkan hati kamu sedangkan aku tidak bisa? Apa hebatnya dari dia? Dia selalu melarikan diri dari kamu, meninggalkan kamu, menyakiti kamu. Dan dia masih menjadi orang yang disukai kamu? Aku kagum. “ ucap Kenzi yang membuat Miki mengangkat kepalanya menatap balik Kenzi.


Saat ini, ia sama sekali tidak ingin bertengkar sedikitpun.


“ Kenzi. “ kata Miki dengan nada parau. “ Kamu tahu... “ belum saja ucapan Miki selesai, Kenzi sudah memotongnya.


“ Tapi meski begitu... “ Kenzi melepaskan payungnya. “ Aku menyukaimu, sangat menyukaimu. “


Pandangan Miki kembali menurun, Kenzi berkata disituasi yang sangat tidak tepat.


“ Maafkan aku, Kenzi. “ ujar Miki karena ia tidak bisa membalas perasaan Kenzi sedikitpun.


Sebab hati Miki sudah ditetapkan untuk Hiro.


...


3 bulan kemudian.


Sudah 3 bulan kepergian Hiro yang tidak ada kejelasan

__ADS_1


sedikitpun. Ditanya oleh guru jawabannya hanya ingin pindah tidak tahu alasan pastinya, dan jejak Hiro masih terasa dengan jelas di hati Miki.


Salju yang mulai turun sama seperti pertemuannya dengan Hiro waktu itu, Miki menatap kalung, cell phone strap, dan medali yang diberikan Hiro.


Ini adalah satu-satunya yang tersisa, tidak ada lagi. Ia memaskan barang-barang pemberian Hiro ke dalam sebuah box, foto-foto antara keduanya juga Miki masukan ke dalam sebuah box sebagai tanda kenangan antara keduanya yang pernah terjalin.


Hari ini adalah hari sebelum natal, Miki seharusnya bermain dengan keluarganya tapi ia tidak ingin dan terus berdiam diri di dalam kamar menunggu telepon dari orang yang ditunggunya selama ini.


Dan doa Miki terjawab, sebuah telepon memasuki ponsel Miki.


Ia segera menjawab dengan cepat. “ Halo? “


Tapi tidak ada suara sedikitpun, Miki tahu kalau ini adalah Hiro.


“ Kamu Hiro, kan? Kenapa diam terus, jahat sekali membiarkan aku sendiri yang terluka dan merindu. “


“ Sebenarnya aku bagimu itu apa? Apa hanya sebagai tempat singgah saja? “


“ Keterlaluan. “


“ Aku... “ lagi-lagi rintik air mata menjatuhi pipi Miki. “ Aku merindukan kamu, Hiro.”


Dan seketika telepon mati, Miki memeluk lututnya dengan isak tangis yang terdengar sangat jelas.



Pria itu benar-benar sudah pergi meninggalkan wanita yang sangat mencintainya.


••••


*MAU NANYA.


KALIAN LEBIH SUKA KENZI-REI, MIKI-KENZI, ATAU MIKI-HIRO?

__ADS_1


*OKE INI WALLPAPER UNTUK HIRO YA



__ADS_2