
Langit yang gelap, dan air mata yang tak kunjung berhenti. Sudah selama 3 hari, Miki terus menangis tanpa henti sendirian di belakang rumah. Tidak ada siapapun yang tahu, kecuali Kenzi yang bisa merasakannya.
Tuk.
Kepala Miki terkena lemparan botol minum dari jendela Kenzi, tangis Miki berhenti sejenak. “ Apa sih?! “
“ Berhenti, berisik!! “ seru Kenzi.
“ Sakit!! “ teriak Miki dengan mata yang sudah merah. “ Sakittt.. haa..haa. “ Miki kembali menangis yang membuat Kenzi mendesah kesal dan berlari keluar rumahnya untuk menemui Miki.
“ Berhenti! “ Kenzi menjitak kepala Miki, tapi Miki masih belum berhenti menangis.
“ Kubilang berhenti! “ ulangnya kesal, Miki menghela nafas panjang ia menatap sinis Kenzi dan berdiri untuk memasuki rumahnya sambil berkata. “ Mengangguku saja. “
“ Oi Miki!! Besok kita temani aku latihan, ingat!!! “ kata Kenzi yang ingin Miki untuk melupakan segala hal, memang Miki tidak menceritakan apa-apa kepada Kenzi tetapi ia tahu kenapa Miki bisa menangis seperti ini.
Ya, karena Hiro.
Tangan Kenzi terkepal, ia juga tidak berhak untuk marah kepada Hiro sebab dirinya juga pernah membuat Miki menangis. “ Sial “ umpatnya.
...
3:00 p.m
Dengan pakaian olahraga, Kenzi sudah bersiap-siap untuk bermain dengan Miki. Sedangkan Miki masih berada di dalam kamar tanpa keluar sedikitpun, Kenzi memasuki kamar Miki dan membuka selimut dari tubuhnya. “ Keluar! “
“ Tidak mau. “ Miki menarik kembali selimutnya. “ Keluar! “ sekali lagi Kenzi dengan nada masih bersabar.
“ Tidak mau! “ kekeh Miki, mulut Kenzi sudah berkomat-kamit ingin memarahi Miki. Hanya saja situasi sedang tidak memungkinkan Kenzi untuk berbicara kasar kepada Miki, “ cepat atau foto kita waktu kecil yang mandi bersama kusebar. “
Seketika, Miki langsung terbangun dan menatap tajam Kenzi. “ Gila. “ Miki menggeleng-gelengkan kepala dan memasuki kamar mandi untuk bermain bersama Kenzi.
Setelah menunggu 20 menit, akhirnya Miki keluar dengan topi putih, sweater putih dengan kaos hitam di dalamnya dan celana traning pendek se-atas lutut berwarna hitam putih.
Iya, bajunya tidak ada selain warna hitam, putih, atau warna netral lainnya.
__ADS_1
Lekuk tubuh Miki terlihat, kaki panjang putih bersih membuat Kenzi langsung mendorong Miki memasuki kamarnya lagi. “ Ganti pakaianmu, celananya terlalu pendek! “
“ Tidak, ini nyaman. “ Miki menepis tangan Kenzi dan keluar dari rumahnya bersama dengannya.
Sepanjang perjalanan, Kenzi selalu memperhatikan banyak pria yang melewati Miki ia takut kalau ada yang memfotonya sembarangan.
Langkah kaki Miki terhenti, ia memutar badannya menghadap kearah Kenzi. “ Berhenti seperti itu, aku ini seperti pria tidak akan ada yang memfotoku. “
“ Tapi tetap saja kamu itu wanita! “ seru Kenzi kembali melangkahkan kaki.
Sampainya ditempat tujuan yaitu Yokodai Park, sebuah lapangan kecil yang biasanya anak-anak selalu bermain basket disini.
Ini juga adalah tempat kecil latihan basket Miki dan Kenzi.
“ Cepat main sana sendirian. “ Miki melemparkan bola basket kepada Kenzi, dan ia segera memvideokannya dengan camera karena Kenzi selalu ingin mengetahui kurangnya dirinya.
Di lain sisi, Hiro bersama dengan Arlene sudah pindah ke kediamannya. Pikirannya kacau memikirkan tentang perkataan dari Nobu, selama ini Miki selalu melindunginya dan dia selalu menyakitinya.
Hiro memasuki kamar mandi untuk membilas wajahnya, ia menatap cermin kamar mandi sambil bergumam. “ Apa yang harus aku lakukan kepada kamu Miki? “
“ Maafkan aku, Miki. “
“ Itu yang hanya bisa aku katakan. “
Jam sudah menunjukkan pukul 6 malam, Kenzi telah selesai berlatih dan mengajak Miki untuk makan malam bersamanya sebentar.
Keduanya seperti biasa makan ramen ditempat biasa lagi, mood Miki kembali membaik setelah makan ia tampak terus-terus tersenyum saat melihat ramen di hadapannya.
“ Apa kamu yang kemari terus-meneru nangis? “ Kenzi heran melihat Miki yang makan dengan sangat lahap, Miki memberhentikan makannya dan menatap sinis Kenzi. “ Diam! “
Tidak ada lagi pembicaraan, mereka terus makan dengan lahap tanpa ada yang bisa menganggu apalagi Kenzi yang sudah sangat lapar karena sudah mengeluarkan banyak kalori.
“ Oi, gimana tadi permainanku? “ Kenzi telah selesai makan, ia membersihkan bibirnya dengan tissu. “ Kamu kurang tenang seperti biasa. “ jawab Miki.
__ADS_1
“ Benarkah? “
“ Ayo pulang. “ Miki beranjak dari kursi dan berjalan keluar dari tempat ramen.
Sampainya di depan rumah Miki. “ Masuklah. “ kata Kenzi, Miki membalikkan tubuhnya menghadap Kenzi.
“ Maaf, aku sudah buatmu khawatir. “
“ Miki. “ Kenzi menatap mata Miki. “ Haruskah aku memberitahumu bagaimana membuat waktu berlalu lebih cepat ketika kamu sendirian? “
“ Tch. “ desis Miki tidak percaya. “ Tidak ada hal seperti itu. “
Wajah Kenzi menjadi masam. “ Ada satu cara untuk
membuat waktu berlalu cepat bagiku. “
“ Apa itu? “
“ Bersamamu. “ ucap Kenzi membuat mata Miki melebar terkejut.
“ Ha-ha-ha. “ Miki terkekeh dengan memutar bola matanya, tapi Kenzi terus menatapnya dengan serius.
Sekali, Kenzi ingin keluar dari batas lagi.
Dan kali ini Kenzi ingin Miki membuka hatinya untuknya.
Perlahan Kenzi mendekati Miki, Miki mencengkram celannya dengan kuat. Kemudian, Kenzi mencium pipinya dengan lembut.
“ Maaf, masuk sana. “ perintah Kenzi melepaskan ciuman di pipi Miki.
Tubuh Miki membeku tidak bisa bergerak sedikitpun, otaknya jadi kacau.
Di samping itu, seorang pria dari balik pohon memperhatikan keduanya dengan kepalan tangan kuat. “ Sial “ umpat pria tersebut yang tidak lain adalah Hiro.
Karena perasaannya yang terombang-ambing, ia ingin menemui Miki dan meminta maaf, tetapi yang dia lihat malah sesuatu yang tidak ingin ia lihat sama sekali.
__ADS_1
Terlebih, Hiro tidak bisa sedikit berjalan menghampiri keduanya.