Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Hati yang masih bersarang.


__ADS_3

Sebuah perkataan yang seharusnya dikatakan empat mata saja bukan enam mata, apalagi ada perkataan tentang Miki menyukai Hiro.


Itu akan tampak sangat memalukan bagi Miki saat ini.


" Bodoh! " batin Miki yang tidak bisa bersuara sedikitpun, sedangkan Kitaro hanya menjulurkan lidahnya merasa menang.


Setidaknya jika ia tidak bisa mendapatkan hati Miki, Miki harus memberitahu tentang hatinya kepada orang yang memang ia sukai sejak lama.


Bukan hanya disimpan dan akan menjadi sarang.


Tring-tring-tring


Telepon Kitaro berbunyi, ia segera mengangkat telepon yang berasal dari tempat kerjanya.


" Maaf, aku harus pulang ada yang harus aku kerjakan sebelum ke Italia. " katanya dengan terburu-buru berlari keluar dari kedai makan itu dan yang tersisa dalam kedai makan itu hanyalah Miki dengan Hiro.


Situasi macam apa ini? Apa Kitaro sengaja? Tidak, Tidak mungkin.


Pikiran Miki kacau, ia harus berbicara apa di hadapan Hiro.


" Aku ingin minum. " Perkataan asal yang dilontarkan oleh Miki, ia memejamkan matanya dengan beribu penyesalan.


" Tidak boleh. " protes Hiro yang tidak menginginkan Miki nantinya mabuk.

__ADS_1


" Hah? tidak boleh? " kesal Miki yang langsung memesan kepada pegawai kedai makanan untuk memberikannya 3 gelas sake.


" Hei Miki! " seru Hiro yang tidak bisa menghentikan Miki untuk minum.


Beberapa menit kemudian.


3 botol sake sudah kosong, Miki juga sudah dalam keadaan mabuk. Wajahnya memerah dengan kepala yang sangat berat.


" Ah Kitaro sialan! Bisa-bisanya dia berkata seperti itu." kesal Miki.


" Miki, ayo kita pulang. " Hiro beranjak dari kursi dan tidak ingin melihat Miki dalam keadaan mabuk.


" Tidak, tidak aku tidak ingin pulang. Aku masih mau minum "


" Miki, ayo pulang! " paksa Hiro dengan membopong Miki untuk keluar dari kedai dan pulang.


" Miki. " Mohon Hiro agar Miki tidak lagi mabuk dan beristirahat.


" Aku ingin bersama kamu Hiro. " ucap Miki dengan berjongkok di tengah jalan dengan pandangan tertunduk. " Aku masih ingin bersama kamu, menghabiskan seluruh waktu aku dengan kamu. "


" Selama 7 tahun kamu pergi dari hidup aku, aku ingin melupakan seluruh perasaan rindu yang sesak ini! " lanjut Miki dengan mata berkaca-kaca.


Hiro menelan ludah, ia tahu bahwa 7 tahun adalah waktu yang sangat lama dan Miki selalu menahannya.

__ADS_1


Tanpa basa-basi lagi, Hiro memeluk tubuh Miki dan mengelus kepalanya sambil berbisik " Aku juga merindukan kamu. "


...


Setelah pertengkaran yang tak terduga di tengah jalan karena Miki mengira kalau orang yang memeluknya bukanlah Hiro melainkan orang lain, ia membuat heboh jalanan dan berteriak-teriak ketakutan.


Tetapi akhirnya keadaan itu reda dan Hiro menggendongnya di punggung dengan wajah yang sedikit memerah.


" Miki, aku itu Hiro, Hiro! " tegas Hiro, sedangkan Miki hanya tertidur di punggung Hiro dengan lelap.


" Lain kali jangan minum banyak lagi, jangan mabuk di depan pria lain juga, itu terlalu bahaya. " Hiro memasuki apartemennya dan menaruh Miki di atas ranjangnya sambil mencium dahi Miki.



Keesokan harinya..


Sinar matahari yang masuk melalui tirai tipis kamar membuat perlahan Miki membuka mata dan melihat sebuah ruangan yang sepertinya pernah ia lihat.


Kepalanya sangat berat, tubuhnya juga bau alkohol. Ia memegang kepalanya " Kemarin apa yang terjadi? "


Dan memori kemarin malam mulai memasuki kepala Miki, keadaan yang sangat memalukan lagi.


" Sial! " umpat Miki yang langsung mengambil tas miliknya dan berjalan keluar dari apartemen milik Hiro.

__ADS_1


Tetapi langkahnya terhenti saat seorang wanita yang usianya sepertinya sama dengan Miki berada di depannya dengan tatapan tajam.


" Kau siapa? "


__ADS_2