
“ Sial. “ umpat Miki berlari keluar rumahnya, kantung matanya sangat besar karena ia harus menyelesaikan pakaian untuk teaternya. Miki melihat Kenzi yang sudah berdiri di depan pagar kedinginan.
“ Lama sekali, bentar lagi masuk! “ seru Kenzi yang sudah 30 menit menunggu Miki. “ Maaf, maaf. “ Miki tidak enak dan berlari menuju sekolah bersama Kenzi.
Bus datang, keduanya memasuki bus dengan nafas terengah-engah. Seharusnya Kenzi duluan saja, tapi karena keinginannya bersama dengan Miki membuatnya tidak punya pilihan lain.
Cuaca yang tidak terlalu cerah, tapi langit juga tidak tampak kelabu nan muram. Udara dingin karena musim sudah berganti menjadi musim gugur, daun-daun sudah berjatuhan.
1 menit sebelum Festival Budaya dimulai, keduanya sudah turun dari bus dan berlari memasuki gerbang sekolah.
Festival Budaya atau biasa disebut juga Bunkasai merupakan salah satu festival paling terkenal di Jepang baik dari sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Pengadaan Bunkasai ini ditunjukan sebagai sarana bagi siswa-siswi untuk menunjukkan kemampuan dan kreatifitas mereka.
Festival Budaya ini juga dimaksudkan untuk menjadi acara yang menyenangkan, tetapi juga merupakan satu-satunya kesempatan setiap tahun bagi siswa untuk melihat seperti apa kehidupan di sekolah lain.
Mereka juga dimaksudkan untuk memperkaya kehidupan masyarakat dengan meningkatkan interaksi sosial dan membina hubungan masyakarat.
Di acara ini, para siswa-siswi memang dibebaskan untuk menampilkan dan menjual apapun. Yang paling sering terdapat di bunkasai adalah rumah hantu, rumah peramal, dan cafe maid. Ada pula individu atau kelompok yang menampilkan tarian, konser dan drama dengan klub-klubnya. Mereka akan saling bersaing dan berlomba dengan kelas dan klub lain untuk memberikan yang terbaik.
Klub basket putri juga menampilkan drama yang tentang Miki, seorang sejarah basket siswi SMA. Tapi pemainnya bukanlah Miki, melainkan Mayumi karena Miki masih belum bisa untuk melompat atau hal lainnya.
Tim Seido Putri mengundang banyak sekolah lama yang dulunya menjadi lawan saat Inter-high, ada pula dari sekolah luar yaitu SMA Jeja. Mereka datang karena ingin bertemu dengan Miki secara langsung.
Terutama tim putranya yang terpesona dengan penampilan terakhir Miki.
Nama Miki sangat melambung dikalangan pemain basket, ada juga senior-senior dan tim nasional yang mendatangi Miki untuk bertanya.
Di Festival Budaya ini juga, para reporter mempunyai peluang untuk bertanya kepada Miki dan memasuki sekolah.
Oleh karena itu, belum saja Miki masuk kelas. Reporter, SMA Jeja, senior-senior, tim nasional sudah mendatangi Miki.
“ Ceritakan bagaimana kamu bisa menampilkan di detik terakhir dengan memukau. “
“ Miki, berikan nomermu. “
“ Masuk ke dalam timku. “
“ Berhenti! “ Kataoka bersama para satpam mendorong keluar orang-orang yang seharusnya belum diperbolehkan untuk masuk. Kenzi menarik lengan Miki dan membawanya ke dalam kelas.
Seluruh teman kelas 2-1 sudah mengomel Miki karena datang terlambat, ia segera mengganti pakaian dan mengubah wajahnya dengan make-up yang dipakaikan oleh Mai.
Teater akan dimulai pada pukul 11, Cafe kelas 2-1 sudah dibuka dan memperlihatkan pria-pria tampan dengan seragam pelayan yang memukau.
Tapi orang yang datang ke kelas 2-1 kebanyakan adalah pria karena mereka ingin bertemu dengan Miki, pria tersebut juga bukan dari sekolah Tokyo melainkan dari prefektur Kanagawa yaitu SMA Jeja.
“ Aku ingin bertemu Miki. “ serentak pria-pria bertubuh atletis dengan wajah tampan.
“ Hei, kenapa kamu selalu bisa mendapatkan pria tampan sih? Lagipula siapa mereka? “ Mira tidak tahu.
“ Mereka fans Miki dari Kanagawa, biarkan saja. “ jawab Akira, Kariu yang sedang menghias wajahnya hanya mengepalkan tangan menahan kekesalan.
Kenapa selalu Miki yang menjadi pusat perhatian?
Setelah 30 menit bersiap-siap, Miki sudah didandani layaknya seorang pangeran. Walau terlihat seperti pangeran, tapi wajah Miki sangat cantik yang membuat teman kelas menganga tidak percaya.
“ Cepatlah ban. “ Kenzi terpukau dengan wajah Miki, pipinya memerah merasa malu.
__ADS_1
Kenapa Miki bisa secantik itu? Padahal dia adalah wanita berambut pendek, pikir Kenzi.
“ Apa sih? “ kesal Mai karena Kenzi tiba-tiba masuk ke ruang hias.
“ Ba...n..tuu..udaah..baa.nnyaa..kk...orra..aang. “ gugup Kenzi keluar lagi dengan wajah panas, pertama kalinya ia melihat Miki yang didandani.
Walau wajah Miki belum make-up full karena rambutnya masih belum ditata, dan belum menggunakan kumis buatan. Tapi ia terlihat sangat memukau lebih dari Kariu.
“ Benar. “ tahan Miki karena ia ingin buang air kecil, Miki beranjak dari kursi dan berlari keluar menuju toilet tetapi fansnya terus mengikutinya sampai di depan toilet.
Tatapan Miki berubah menjadi tajam. “ Berhenti! “
Fansnya berhenti di depan toilet dan menunggu Miki keluar, mereka terus berbisik betapa cantiknya Miki. Hiro yang melihatnya sesaat juga sudah terpesona dengan penampilan Miki, ia tampak sangat anggun biarpun pakaiannya pria.
Melihat kerumunan lelaki di depan toilet perempuan dan banyak orang yang menganggumi kecantikan Miki, Hiro yang darahnya sudah mendidih karena kesal memasuki toilet perempuan dan menguncinya dengan rapat-rapat.
Untung saja di dalam toilet sudah tidak ada siapa-siapa selain ia dan Miki.
Di luar fans Miki terus protes karena bisa-bisanya mereka berduaan di dalam kamar mandi, itu sangat tidak adil.
“ Akhirnya. “ Miki keluar dari kamar mandi dengan lega, ia terkejut karena di hadapannya sudah terdapat Hiro. “ Kenapa kamu disini gila ya? “
Tidak ada jawaban, Hiro masih menatap wajah Miki.
Hanya dirinya yang boleh melihat kecantikan dari Miki.
“ Kamu ini mesum ya?! “ seru Miki membuka pintu tetapi Hiro mendorong kembali pintu itu dengan keras.
“ Hiro!!! “
“ Hapus. “ kata Hiro dengan tatapan dingin.
Jantung Miki berdegup dengan cepat, apa maksudnya ini?
Warna jempol Hiro berubah menjadi warna pink muda, terdapat bekas lipgloss bibir Miki di jempolnya. Ia ingin mencuci tapi kembali mengurungkan niatnya lagi, “ hapus. “ ulang Hiro kepada Miki.
“ Hapus apa? “
“ Make-up mu. “ ucap Hiro.
Tapi Miki tidak ingin, ini untuk teater untuk apa menghapusnya. “ Tidak. “ lagipula Mai sudah bersusah payah untuk mendadaninya yang tidak bisa diam.
“ Cih. “ desis Hiro, ia mengambil tissu dari sakunya dan membasahi tissu itu dengan air. Dengan paksa, Hiro membasahi wajah Miki sampai make-up di wajahnya hilang.
“ Hiro, berhenti!! “ Miki terus memberontak, tapi tenaga Hiro lebih besar daripadanya.
Dan pada akhirnya, make up Miki berantakan.
“ Kamu kenapa sih?! “ jengkel Miki.
“ Jangan make-up lagi. “ Hiro membuang tissu ke dalam tong sampah.
“ Kenapa? Ini juga untuk teater. “ Hiro menatap Miki dan berbisik. “ Karena kamu cantik.”
Mendengar perkataan Hiro yang sangat langka, jantung Miki kembali berdetak. Lengan Miki ditarik oleh Hiro keluar dari toilet untuk kembali ke kelas.
__ADS_1
Saat sampai di depan kelas, Kenzi yang melihat pandangan Miki tertunduk menahan Hiro. “ Kenapa dia? “
“ Tidak apa-apa. “ Hiro mendorong bahu Kenzi dengan bahunya agar ia bisa lewat, Hiro membuka pintu ruang make-up dan menyuruh Miki untuk duduk dikursi.
“ Miki make-upmu kemana? “ Mai merasa sedih karena karya terbaiknya menghilang.
“ Jangan dandani Miki, seadanya saja! Dandani lagi, aku hapus lagi! “ Ancam Hiro keluar dari ruang make-up. Kariu yang melihat sifat posesif Hiro kepada Miki membuatnya langsung mendesah kesal.
Karena Miki tampak sangat cantik, ia tidak ingin orang lain menganggumi Miki.
11: 00 a.m
Teater kelas 2-1 dimulai, dengan wajah seadanya dan kumis buatan Miki tampil di atas panggung dengan perasaan campur aduk. Pikirannya kacau karena tidak mengerti dengsn sifat Hiro yang berubah-ubah.
Apalagi, tadi sifatnya menunjukan sisi posesif pertama kali dari Hiro kepada Miki.
Sebenarnya apa mau Hiro?
“ Aku tidak mengerti dirimu. “ ucap Miki yang tidak ada di dialog, seluruh penonton terdiam. Miki mengedipkan mata secara cepat, otaknya dipenuhi dengan Hiro dan ia bepura-pura dengan mengucapkan kata-kata lain yang membuat Rei yang menontonnya tertawa.
Penampilan kelas Rei akan dilaksanakan dua jam lagi, ia ingin menonton Miki terlebih dahulu.
Setelah 20 menit teater dari kelas 2-1 selesai dengan diiringi tepuk tangan meriah, Miki keluar dari gedung teater bersama dengan Rei.
“ Hiro menyebalkan!! “ keluh Miki membuang kumis buatan, tatapannya terlihat dipenuhi emosi yang tertahan. “ Penampilanmu bagus, selanjutnya aku. “ kata Rei kembali ke kelasnya untuk bersiap-siap.
Selang beberapa menit sebelum teater Rei dimulai, ia sudah keluar dari ruang hias. Rambut panjang yang terurai, mata coklat indah, wajahnya yang dipoles make-up membuatnya tampak bak seperti Putri.
Tapi pada nyatanya, dia adalah seorang Nenek Sihir yang memberikan buah kepada Putri.
Bukannya tampak seperti Nenek Sihir, ia malah terlihat sepert seorang Putri hanya rambutnya yang berubah menjadi putih dan kerutan buatan di dahi.
“ HAHAHAHA. “ tawa Miki yang nyaring di lobby sekolah, ia tidak bisa melihat temannya sendiri berubah. Sama halnya dengan Rei yang sebenarnya tertawa saat melihat Miki yang berlari menuju toilet dengan wajahnya yang dipakai make-up.
“ Diam! “ kesal Rei. Tawa Miki sampai mengeluarkan air mata, ia sangat lucu melihat Rei. “ Kamu...canntik. “ Miki berhenti tertawa.
“ Tch. “ desis Rei.
Lalu, tak lama kemudian Kenzi datang karena diperintahkan oleh Miki. “ Apa? “ Kenzi mendekati Miki dan menoleh sesaat kearah Rei yang wajahnya tampak sangat cantik.
Pipi Rei merah karena kedatangan Kenzi, ia malu dengan wajahnya sendiri.
Miki tertawa kecil. “ Antarkan dia menuju gedung, nanti banyak pria yang mendatanginya kasian.” Ucap Miki menepuk pundak Kenzi dan berjalan menuju kelasnya kembali.
Keduanya berjalan menuju gedung teater, terjadi keheningan antara mereka. Rei tidak tahu harus berbicara apa, begitu juga dengan Kenzi yang tampak canggung.
“ Kenzi. “ Rei menghentikkan langkah kaki yang diikuti Kenzi dari belakang.
“ Katakan saja kalau tidak ingin. “
“ Sikapmu juga jadi canggung, lebih baik kamu lupakan perkataanku dan anggap itu tidak pernah terjadi. “
“ Kamu harus kembali kepada dirimu sendiri, dengan sikap yang dingin tanpa memikirkan perasaan orang lain. “ lanjut Rei melangkahkan kakinya meninggalkan Kenzi.
••••
__ADS_1
MAAFNYA AUTHOR KEMARIN NGASIH JUDUL " SEKOLAH DASAR " SEHARUSNYA " SEKOLAH MENENGAH PERTAMA. "
Maafin kesalahan author ya, hehe