Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Ke-khawatiranku


__ADS_3

Kejadian kemarin membuat Miki dan Kenzi sedikit canggung, keduanya sama sekali tidak berbicara atau menyapa sedikitpun. Iya, Miki tahu kalau Kenzi menyukainya tapi kemarin itu berada di luar batas.


Berangkat ke sekolah pun tidak bersama, hanya saling berjauhan satu sama lain.


Namun, mata Miki melebar melihat Hiro masuk sekolah dan duduk di kursinya dengan headphone yang ada di telinganya.


“ Pagi Miki!! “ sapa Kariu dan Akira menghampiri Miki, tetapi Miki tidak menjawab ia hanya terus menatap Hiro yang sama sekali tidak menoleh kearahnya.


Melihat pandangan Miki menuju Hiro, Kariu dan Akira menepuk punggung Hiro dengan sangat keras sambil berkata bersamaan. “ Kau kemana saja, tidak masuk sekolah! “


Tidak ada jawaban sama sekali dari Hiro, Miki dengan pandangan tertunduk duduk di kursinya.


Sedangkan Kenzi hanya mengepalkan tangannya, dan duduk di kursinya.


Pelajaran dimulai-


Yoshioka sedang menjelaskan tentang soal-soal, Miki menuliskan sesuatu di kertas dan memberikannya kepada Hiro.


Hiro yang melihat langsung membaca tulisan Miki. “ Mari berbicara di atap. “


Dari belakang, Kenzi memainkan pulpennya memperhatikan keduanya dengan pandangan sinis.


“ Kenzi kerjakan soal ini. “ kata Yoshika, Kenzi tidak menjawab perkataannya sama sekali. Dengan kesal, ia memukul kepala Kenzi dengan buku. “ Dengar Ibu tidak?!! “


....


Di atas atap dengan angin yang berhembus kencang, dan langit yang tampak sejuk. Rambut Miki bertebrangan menunggu kedatangan Hiro ke atap, ia memandang langit yang terlihat sangat indah.


“ Apa yang ingin kamu bicarakan? “ suara familiar yang sontak membuat Miki langsung menoleh kearah suara itu, di belakangnya sudah terdapat Hiro yang berdiri di samping pintu masuk.


Senyum kecil Miki terlihat, ia lega bahwa Hiro tidak apa-apa dan sepertinya Arlene juga sudah baikkan karena Hiro sudah kembali ke sekolah.


“ Bagaimana dengan Ibumu? “ tanya Miki membalikkan tubuhnya lagi memperhatikan banyak siswa-siswi yang tengah bermain di lapangan.


“ Kenapa bertanya? “ Hiro menundukkan pandangan, rasanya bodoh sekali.


“ Hanya ingin bertanya saja. “ Miki mengigit bawah bibirnya, ia menahan diri untuk berkata kalau dirinya rindu dan sangat mengkhawatirkan Hiro.


“ Bukannya aku sudah bilang jangan menemuiku lagi? “ sinis Hiro, iya ini adalah cara yang pas untuk menjauhkan Miki darinya agar Miki tidak terus-menerus terluka karena sikap egoisnya.


Berapa kali Hiro menyakiti Miki? dan Miki selalu menerimanya kembali, kali ini ia tidak mungkin meminta permohonan maaf dari Miki.

__ADS_1


Perkataan Hiro yang membuat mata Miki berkaca-kaca seketika, sebegitu salahkah dia sampai Hiro benar-benar tidak ingin menemuinya lagi?


“ Hiro.. “ ucapan Miki terhenti sesaat, ia memutar tubuhnya menghadap Hiro dan menatap matanya lekat. “ Apa kamu masih menyukaiku? “


Mata Hiro melebar, jelas-jelas Miki masih berada di hatinya dan tidak akan terlupakan tapi bibirnya tidak bisa berkata sedikitpun. “ Sudah bicaranya? Aku pergi “ datar Hiro melangkahkan kaki keluar dari atap.


Sedangkan Miki masih berdiri dengan pandangan tertunduk dan pelupuk mata yang basah, hati Miki seperti terlupas sekali lagi.


Dan langit menjadi saksi dari sekian kalinya air mata Miki terjatuh.


8:00 p.m


Langit yang sudah gelap, dan udara yang semakin mendingin tapi Miki masih tetap duduk di atas atap dengan pandangan tertunduk dari bel pulang sekolah.


Seharian ini, Miki dan Hiro tidak saling bertatap sedikitpun. Hiro selalu memalingkan pandangannya dan menganggap bahwa Miki tidak ada.


Apakah semua berubah secepat ini? Ia memeluk lututnya dan merapatkan bibirnya, tidak boleh menangis lagi.


Teng-


Pesan masuk dari Rei dan Kenzi, tetapi Miki sama sekali tidak membacanya ia memejamkan mata, lalu tanpa sadar Miki kehilangan kesadaran.


Jam sudah menunjukan pukul 8 dan Miki sama sekali belum pulang, Kenzi terus berjalan kesana-kemari dengan perasaan khawatir sambil mengenggam ponsel miliknya berharap bahwa Miki membalas pesannnya.


Dengan perasaan cemas, Kenzi mengambil jaket dan berlari keluar dari rumahnya untuk mencari Miki.


Di lain sisi, Hiro yang telah selesai latihan renang mulai mengeringkan rambutnya dengan handuk di lehernya. Ia terus berlatih selama 4 jam dan tubuh Hiro sudah mulai lelah.


Pikirannya kacau memikirkan perasaan Miki yang terluka karena dirinya lagi.


Hiro memakai pakaian seragamnya lagi dan melangkahkan kaki keluar dari gedung kolam renang.


Sedangkan Miki yang kehilangan kesadarannya mulai terbangun saat mendengar suara pintu atap yang terbuka dan senter yang mengenai wajahnya.


Kepalanya terasa berat, ia membuka mata perlahan sambil melihat seseorang yang mendekatinya.


“ Miki, kenapa kamu ada disini? “ kaget Yoshioka karena Miki masih berada di sekolah dengan wajah yang pucat, ia memegang tubuh Miki yang dingin. “ Kamu sakit kenapa tidak pulang? “


“ Saya tidak apa-apa Sensei. “ jawab Miki seraya berdiri dengan memegang kepalanya yang terasa sangat berat, ia berjalan keluar dari gedung sekolah bersama dengan Yoshioka yang memegang lengannya.


Setelah keluar gedung sekolah, Miki tidak sengaja melihat Hiro yang juga baru keluar dari gedung sekolah.

__ADS_1


“ Oh Hiro! “ panggil Yoshioka membuat langkah kaki Hiro terhenti, Hiro menatap Miki yang terlihat sangat pucat. “ Kebetulan sekali, bisa kamu antar pulang Miki? “


“ Iya. “ sahut Hiro khawatir, sedangkan Miki hanya menundukkan kepala menahan kepalanya yang sangat berat. “ Kamu kenapa? “


“ Sepertinya Miki terlalu banyak pikiran, jadi tolong kamu antar Miki pulang ya. “ pinta Yoshioka memasuki gedung sekolah kembali.


“ Kamu bisa jalan? “ tanya Hiro.” Hm, aku tidak apa-apa. “ ucap Miki lemas.


Secara cepat Hiro mengambil tas Miki yang digendong di balik punggungnya dengan paksa sambil berkata. “ Kalau capek bilang ya. “


“ Hm. “ Hiro yang ingin merangkul bahu Miki terhenti sesaat, ia mengerutkan dahinya dan tidak perduli apa-apa lagi Hiro merangkul bahu Miki membantunya untuk berjalan.


Sementara itu, Kenzi sudah berlari menuju sekolah dan mencari-cari Miki tapi ia sama sekali tidak ada.


Ketika Kenzi kembali untuk pulang, ia melihat Miki yang jalan berdampingan dengan Hiro di depan rumah Miki.


“ Miki!! “ teriak Kenzi berlari ke depan Miki serta Hiro dengan nafas terengah-engah. “ Kenzi? “ Miki memberhentikan langkahnya yang diikuti oleh Hiro.


“ Kenapa ponselmu tidak aktif? “ protes Kenzi dengan nada tinggi.


“ Kenzi, pelankan suaramu! “ seru Hiro melepaskan rangkulan di bahu Miki, Kenzi menatap Miki yang menundukkan pandangannya. “ Kamu tidak apa-apa? “


“ Iya. “ jawab singkat Miki, Kenzi mendesah kesal dan menatap tajam Hiro. “ Kenapa dia begitu? Apa yang terjadi? Kau ngomong apa lagi ke dia? “


Keduanya saling menatap sinis satu sama lain, Miki


yang melihat situasi mulai kembali memanas menjawab ucapan Hiro. “ Bukan seperti itu. “


“ Kalau tidak penting, nanti saja bica.. “ ucapan Hiro terhenti saat Kenzi langsung berkata “ Sangat penting! “


“ Hei, kenapa kamu bersi- “ Kenzi memberhentikan perkataannya karena wajah Miki yang terlihat sangat pucat. “ Sudah masuk sana, wajahmu tuh kenapa lagi? “


Tidak ada jawaban, Kenzi menarik tas dari tangan Hiro dan memberikannya kepada Miki. Keadaan Miki yang tidak bisa berlama-lama di luar mulai melangkahkan kakinya memasuki rumah.


Ketika Miki sudah memasuki rumahnya, Hiro mulai membalikan tubuhnya untuk pulang juga karena Ibunya mungkin sudah menunggunya.


“ Oi Hiro! “ bentak Kenzi membuat langkah Hiro terhenti tanpa memutar tubuhnya.


“ Apa yang terjadi antara kau dan Miki? Kenapa lagi-lagi kau buat wajahnya kembali masam seperti itu? “ Kenzi tidak mengerti dengan pertengkaran antara Miki dan Hiro.


Apa yang keduanya sembunyikan dari Kenzi?

__ADS_1


“ Bukan urusanmu. “ cuek Hiro berjalan kembali.


“ Jangan menyakitinya lagi, aku tidak segan-segan mengambilnya darimu. Bukannya keadaan ini sangat menguntungkan bagiku? “ kata Kenzi membuat tangan Hiro terkepal tapi ia tetap berjalan tanpa menjawab perkataan Kenzi.


__ADS_2