
Melihat seorang lelaki yang tidak ingin dilihat lagi oleh Kenzi dengan refleks menarik lengan Miki dan menutup tubuhnya agar mereka tidak saling bertatap satu sama lain. “ Kamu kenapa? “ bisik Miki kebinggungan.
“ Sedang apa kamu disini? “ sinis Kenzi kepada Hiro yang juga tengah berlari pagi. Hiro melepaskan headphone yang berada di telinganya, lalu berjalan mendekati Kenzi. Seketika itu juga Kenzi memundurkan langkah kakinya tidak ingin dekat dengan seorang lelaki yang sudah membuat Miki menangis.
“ Itu tidak ada urusannya denganmu kenapa aku berada disini. “ balas sinis Hiro.
Setelah berbicara seperti itu, Hiro berjalan melewati Kenzi. Namun,tiba-tiba saja ia mengambil lengan kanan Miki dari belakang tubuh Kenzi sehingga Hiro dan Kenzi saling memegang lengan Miki satu sama lain.
“ Lepaskan! “ tegas Kenzi.
“ Ada yang ingin aku bicarakan dengan dia. “ Hiro tidak ingin melepaskan tangan Miki sedikitpun. “ Bicarakan disini! “ seru Kenzi menatap tajam Hiro.
Melihat pertengkaran yang kekanakan ini membuat Miki langsung melepaskan tangan dari Hiro dan juga Kenzi. “ Aku lelah, aku ingin pulang saja. “ ucap Miki menghela nafas dan melangkahkan kakinya kembali meninggalkan Kenzi dan Hiro.
Ketika Hiro ingin mengikuti Miki, Kenzi mendorong tubuh Hiro sehingga Hiro tidak dapat mengejar Miki. “ Mi.. “ panggil Hiro yang tidak terdengar oleh Miki. Miki hanya terus berjalan tanpa memperdulikan Hiro yang memanggilnya.
Keesokan harinya.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel istirahat berbunyi, seperti biasa guru keluar kelas dan murid-murid mulai berlari-lari menuju Kantin.
Berbeda dengan Miki yang tidak punya nafsu untuk makan siang, ia hanya menaruh lengannya di atas meja dan menjadikan lengannya sebagai tumpuan kepala.
Pikirannya masih teringat dengan wajah Hiro yang sepertinya ingin berbicara sesuatu kepada Miki, bukan tidak ingin menanggapi ucapan Hiro hanya saja ia tidak ingin perasaannya kembali saat Hiro juga datang ke kehidupannya lagi.
Padahal, sebenarnya Miki ingin berbincang banyak dengan Hiro tentang sekolahnya dan kehidupannya sekarang. Tetapi, tampaknya semua sangat mustahil dengan perasaannya sekarang.
Sulit untuk Miki berbicara kepada Hiro, tidak hanya berbicara untuk menatapnya saja sangat sulit. Saat menatap mata Hiro, kesedihan itu mulai kembali lagi Miki rasakan.
Rasa sedih kepergian seseorang tanpa penjelasan yang jelas, itu bukanlah hal yang gampang untuk dilupakan.
__ADS_1
“ Ini makan. “ kata Kenzi memberi sebuah roti edisi terbatas di Kantin. “ Tidak, aku tidak lapar. “ tolak Miki.
“ Miki, jangan berdiam diri saja seperti orang bodoh! Cepat makan atau mau aku suapi? “ kesal Kenzi.
“ Jangan seperti anak kecil! “ Miki tidak suka.
“ Kalau begitu makan, nanti sore kamu akan berlatih bukan? Kalau perutmu tidak diisi nanti kamu tidak punya tenaga untuk latihan. “ gerutu Kenzi.
“ Hahaha. “ tawa Miki yang terdengar dalam kelas. “ Kamu sudah seperti Ayahku. “
“ Jangan meledek, sudah makan saja! “
“ Baik-baik. “ Miki segera makan roti yang diberikan kepada Kenzi. Tapi matanya terhenti melihat roti isi coklat yang dimakan Kenzi, sedangkan Miki makan roti isi keju.
Miki membasahi mulutnya karena ingin makan roti yang dimakan Kenzi, Kenzi yang mengetahui gerak-gerik Miki hanya memberikan rotinya kepada Miki dan ia memakan roti isi keju.
“ Terimakasih. “ ucap Miki bahagia.
“ OKE KALI INI, LATIHAN CUKUP SAMPAI DISINI! “ teriak Mayumi selaku kapten basket.
Mayumi masih menjabat sebagai kapten sampai kejuaraan Inter-High berakhir dan yang mengganti jabatan Mayumi adalah Rei. Ia sudah terpilih menjadi seorang kapten karena kemampuannya dalam bertanggung jawab, sebenarnya Miki sudah terpilih menjadi kapten tapi ia menolaknya karena menganggap bahwa dirinya tidak pantas menjadi seorang kapten.
“ SEMUANYA PENDINGINAN “ lanjut Mayumi yang memulai pendinginan.
Ketika seluruh anggota sudah mulai melakukan pendinginan, satu-satunya orang yang masih berlatih adalah Miki. Ia masih mencoba berlatih untuk melatih kecerdasannya dalam pertandingan, Miki masih lemah dalam membuat strategi meskipun itu tidak seharusnya ia pikirkan karena Miki bukanlah Point guard.
“ Aish! “ kesal Miki karena fokusnya menghilang sekejap dan ia hanya melemparkan bola dari zona luar atau biasa dibilang tembakan three-points. Bola tersebut masuk dengan sempurna, seluruh anggota yang melihat langsung terpukau karena Miki adalah penembak terbaik.
Resolusi tembakannya dalam pertandingan Inter-High kemarin adalah 90%, sedangkan Akemi seorang ace nomer 1 mendapatkan 80%.
“ Tembakannya masih bagus saja. “ gumam Mayumi yang memperhatikan posisi tubuh sempurna yang Miki lakukan saat melemparkan bola ke dalam ring.
__ADS_1
Tringg-Tringg-Tringg.
Telepon berbunyi dari handphone Miki, Rei yang melihatnya langsung mengambil handphone Miki dan memberikannya. Miki melihat telepon dari Ibunya dan segera mengangkatnya,“ Kenapa? “
“ Adikmu harus kamu jemput, cepat ini sudah malam! “ kata Anna dari sebrang.
“ Iya, baik. “ jawab Miki menutup panggilan. “ Maaf, aku pulang duluan. Adikku harus dijemput. “ Miki mengambil tasnya dan memakai jaket sambil berjalan keluar lapangan basket.
“ Kamu tidak pendinginan dulu? “ khawatir Mayumi. “ Tidak, aku akan pendinginan saat di bus. “ teriak Miki.
Perjalanan menuju tempat pelatihan Riyo tidak jauh, seperti bisa Miki hanya tinggal menaiki bus untuk menuju Gym renang Riyo. Dalam perjalanan, Miki yang membuka berita terkini dan berita tersebut masih menjadi nomer 1 yaitu “ Kemenangan Hiro dalam lomba renang 100 M. “
Hampir di seluruh media sosial, nama Hiro selalu disebut dan dibicarakan. Bahkan karena berita itu juga Miki melihat-lihat komentar dari beberapa orang, ada yang menyebutkan bahwa Hiro tampan.
Dan ada juga yang mengatakan bahwa Hiro lebih pantas menjadi seorang Idol daripada menjadi atlet renang. Komentar-komentar tersebut membuat Miki merasa sedikit cemburu, ia cemburu karena orang-orang dapat mengungkapkan pendapat dan kesukaannya kepada Hiro.
Sedangkan Miki, masih memendam semua perasaannya. Perasaan khayalan yang hanya dimilikinya seorang diri.
Miki mengambil sebuah foto masa kecil dari Hiro yang tertinggal di rumah lamanya, foto Hiro dengan keluarganya. Dan dalam foto tersebut adalah wajah seorang anak kecil yang dahulu pernah menolongnya.
“ Kenapa kamu berbohong? “ gumam Miki. Miki menolehkan kepalanya, perhentiannya sebentar lagi, dan Miki segera menekan bel untuk perhentian di depan gym renang.
Bus berhenti, Miki memasukan foto Hiro ke dalam sakunya dan berjalan keluar bus.
Penyerbangan jalan atau biasa disebut zebracross sudah diisi ramai orang-orang, lampu jalan masih menunjukkan warna dan tanda larangan untuk orang-orang berjalan. Miki berdiri di pinggir jalanan, memasukkan kedua tangannya dan matanya mengelilingi sekitar.
Namun, matanya terhenti di arah sebrang jalan. Seorang lelaki yang berdiri tinggi daripada orang-orang dan matanya menatap kearah Miki, lelaki yang merupakan cinta pertama dari Miki.
Dia Hiro.
Dan secara tiba-tiba, rintikan air menurni kepala, wajah dan seluruh tubuh. Orang-orang yang sudah mulai berlarian untuk mengungsi karena hujan datang tanpa ada kabar sedikitpun, padahal prediksi cuaca dari internet bahwa hari ini tidak akan hujan.
__ADS_1
Tetapi, hari ini rintikan air yang sangat deras menuruni tanah. Dan kedua orang itu masih berdiri di pinggir jalan sambil menatap mata satu sama lain tanpa memperdulikan hujan yang begitu deras, bagi keduanya yang menatap satu sama lain waktu seakan-akan berhenti.