Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Dia membutuhkanku


__ADS_3

Detik, menit dan jam ini adalah ketegangan bagi Miki. Bagaimana bisa ia bertemu dengan Hiro di tengah-tengah, apalagi Miki tidak bisa berkata kalau dia ingin bertemu dengan Yoko.


Terlebih Yoko memberitahu kalau Miki tidak boleh memberitahukan hal ini kepada Hiro.


Mungkin saja perbincangan antara Miki dan Yoko adalah rahasia Hiro yang tidak boleh diberitahukan kepada siapapun.


Sebuah rahasia yang hanya diketahui oleh dokter dan pasien.


Tapi bagaimana pun, Miki ingin mengetahuinya ia ingin tahu Hiro mempunyai penyakit apa.


" Ma..uu per..gii..kee..luu..ar " gugup Miki tidak bisa berbohong, Hiro mengerutkan alis tidak mengerti. " Kamu mau pergi keluar dengan siapa? "


" Dengan seseorang. " jawab Miki spontan membuat wajah Hiro menjadi datar.


Miki yang tidak pernah berhias atau menggunakan pakaian feminim kini menjadi sangat feminim, Hiro semakin penasaran dengan siapa Miki pergi.


" Kamu ingin berkencan? " tanya Hiro berjalan mendekati Miki.


" Ti.. " belum saja ucapan Miki selesai, Hiro sudah memotongnya dengan berkata " Baru saja aku ingin mengajakmu berkencan. "



Pipi Miki memerah mendengar perkataan bahwa Hiro ingin mengajaknya berkencan, tapi tidak bisa Miki tidak boleh menerimanya.


Ada hal yang lebih penting yaitu mengetahui keadaan Hiro yang tidak diketahui banyak orang.


" Maaf, aku tidak bisa. " tolak Miki melangkahkan kaki seraya menghentikan taxi dan memasuki taxi dengan perasaan bersalah.


" Maafkan aku Hiro. " batin Miki.


Tak lama kemudian, Miki sudah sampai disebuah Cafe yang menjadi pertemuannya dengan Yoko.


Seorang Dokter Psikolog yang menangani Hiro di New York.


Dengan perasaan gelisah, Miki mencari Yoko ke dalam cafe tersebut.

__ADS_1


" Disini. " Yoko melambaikan tangannya dan Miki segera duduk di hadapannya. " Akhirnya kau datang juga. "


" Mau makan? " lanjutnya tapi Miki tidak ingin basa-basi, ia ingin segera mengetahui segalanya.


" Katakan kepadaku! " tegas Miki dengan tatapan serius, Yoko yang tengah membaca buku mulai menutup bukunya dan tersenyum kecil. " Apa alasanmu ingin memberitahuku bukankah ini rahasia seorang dokter dan pasien? "


" Saya memberitahu karena kau adalah wanita yang dicintai oleh Hiro. "


Mata Miki melebar, bibirnya terkatup tak bisa menjawab.


" Aku tidak perlu menggunakan bahasa formal ya, jadi sepertinya kau sudah tahu kalau Hiro mencintaimu benar? "


" Lalu, apa kau mencintainya juga? " papar Yoko.


Miki mengigit bawah bibirnya tidak bisa menjawab, iya memang dia mencintai Hiro tapi Miki sama sekali tidak bisa berkata.


" Kau terluka juga karena Hiro sehingga tidak bisa berkata bahwa kau juga sangat mencintai Hiro? "


Kepala Miki yang sedari tadi tertunduk mulai terangkat dan menatap mata Yoko yang mengetahui apa yang tidak bisa diucapkan oleh Miki.


" Terlebih kau sangat mencintainya, dan dia pergi begitu saja jelas sebagai seorang wanita itu adalah luka yang tidak bisa disembuhkan. "


" Tapi apa kau juga tahu kalau Hiro sama-sama terluka? "


" Hiro terluka? " Miki dengan nada rendah.


" Alasan dia harus ke New York adalah Ibunya, kau tahu kan kalau Ibunya adalah segalanya bagi dia tapi dia harus meninggalkan orang yang dicintainya. Itu juga menyakiti dia. "


" Dia datang berkonsultasi di universitas dengan wajah yang tampak murung dan tidak bersemangat, disana aku menjadi asisten profesor psikolog. Jelas sebagai asisten aku mengetahui masalahnya, Hiro berkata kalau dia sangat depresi dan merindukan seseorang yang sama sekali tidak bisa ia temui. "


" Ia sangat mencintai wanita itu dan bahkan setiap hari selalu memikirkan tanpa henti. "


" Sampai akhirnya ia berada dititik kelemahan dia yaitu sebuah kerinduan yang tak bisa tertahan. " jelas Yoko.


Mata Miki berkaca-kaca, selama ini bukan dia saja yang terluka karena merindukan seseorang yang tak bisa digapai, ternyata Hiro pun sama.

__ADS_1


" Profesorku memberikan sebuah amanah untuk mencoba melakukan kegiatan yang lain agar bisa melupakan wanita yang dicintainya. "


" Perlahan dia mulai bisa melupakan wanita itu dan memulai kehidupan yang baru, tapi aku tahu di dalam lubuk hatinya paling dalam dia masih sangat merindukan wanita itu. "


" Sampai akhirnya, Ibu Hiro meninggal. " lanjut Yoko membuat Miki beranjak dari kursi dengan terkejut mengetahui kalau Ibu Hiro meninggal.


" Apa itu benar? " kaget Miki dengan mata yang sudah mulai ingin mengeluarkan air mata.


" Karena kehilangan seseorang yang paling ia sayangi, Hiro kembali menjalankan terapi tapi kali ini ia mengidap sebuah sindrom Prolonged grief disorder. Gangguan itu adalah gangguan kesedihan yang berkepanjangan mengacu pada kematian orang yang dicintai. "


" Selama satu tahun Hiro terus mengurung dirinya dan selalu menyakiti dirinya sendiri, bahkan terapi yang dijalankan tidak bisa merubah Hiro kembali seperti awal lagi. "


" Dan pada akhirnya, aku bersama profesorku memutuskan untuk Hiro kembali ke Jepang. Karena mungkin ia bisa melupakan segala hal dan mengulang kembali kehidupan yang bahagia disana. "


" Benar dia memang berubah, sangat berbeda. Tapi Hiro kembali terluka 3 hari sebelumnya, ia berkata kepadaku tidak bisa tidur dan selalu merasa bersalah kepada wanita yang dicintainya. Karena itu aku ke Jepang untuk melihat keadaan Hiro, sebab aku takut dia akan kembali mengurung dan menyakiti dirinya sendiri lagi. "


" Menyakiti dirinya sendiri? " air mata menjatuhi pipi Miki, ia tidak mengetahui bahwa selama ini luka yang diderita Hiro sangat menyakitkan.


Miki bahkan tidak mengetahui kalau Ibu Hiro meninggal, sebodoh apa dirinya ini.


Kreak-


" Selamat datang. " ucap pegawai di dalam cafe, Miki menolehkan kepala melihat kerah pintu masuk.


Mata Miki dan Hiro bertemu, Hiro perlahan mendekati meja Miki dan Yoko.


" Kamu datang. " ucap Yoko " Aku disin... " belum saja ucapannya selesai Miki sudah berlari keluar dari cafe yang diikuti oleh Hiro.


" Miki! " teriak Hiro berlari mengikuti Miki, Yoko yang ingin menahan Hiro tidak bisa.



Hiro sudah berlari terlalu jauh mengejar Miki, punggungnya juga sama sekali tidak bisa digapai oleh Yoko.


" Aku sepertinya tidak akan bisa menang. "

__ADS_1


__ADS_2