Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
40. Perkataan yang tidak masuk akal.


__ADS_3

Setelah mendengar perkataan yang menurut Miki adalah hal gila, ia dan Kenzi tidak pernah saling bersapa sedikit pun. Berbicara saja tidak, keduanya selalu memalingkan kepala satu sama lain.


Inilah hal yang paling dibenci oleh Miki, pertemanan lawan jenis akan membuat kecanggungan satu sama lain apabila ternyata salah satunya memiliki perasaan lebih daripada seorang “ Teman. “


Walau begitu, Miki tidak bisa seperti ini.


Hari ujian telah berakhir, seluruh murid-murid mulai merayakan hari dimana akan liburan sangat panjang yaitu Liburan Musim Panas.


Beberapa siswa-siswa merayakannya dengan bermain sepak bola di lapangan yang siswi-siswi perhatikan dari tribun sekolah.


“ Miki. “ sapa Rei duduk di samping Miki yang tengah memperhatikan siswa-siswa bermain sepak bola di tribun. “ Miki! “ Rei melambaikan tangan di wajah Miki.


Lamunan Miki buyar. “ Ah, Rei. “


“ Kalau aku bilang, aku menyukaimu lebih dari pertemanan bagaimana? “


Ia teringat kembali perkataan dari Kenzi, Miki tidak punya wajah untuk menghadapi Rei.


“ Kamu sakit? Dari tadi melamun saja. “ kata Rei.


“ Tidak. “


Dari belakang lapangan, Kenzi dengan wajah pucat berjalan menuju lapangan yang diikuti oleh Makoto dan Takeshi. “ Kau bisa skait juga? Wah memalukan. “ ledek Makoto.


“ Diam! “ seru Kenzi memasukkan kedua tangannya di saku.


“ Jangan sakit bro. “ Takeshi memeluk dari samping dan segera Kenzi dorong karena menjijikan.


“ Kami bermain dulu. “ serentak Makoto dan Takeshi yang mulai berlari untuk bermain sepak bola.


Disana sudah terdapat banyak lelaki yang bermain bola, dan perempuan yang memperhatikan dari arah tribun.


Mata Kenzi terhenti saat melihat Miki yang sedang menonton Hiro yang bermain sepak bola. “ Tch. “ desis Kenzi membuka seragam menjadi kaos hitam dan berlari menuju lapangan meski tubuhnya sedang tidak baik.


“ Eh gantian buruan! “ seru Kenzi kepada salah satu pemain disana dan melihat Hiro yang tengah membawa bola langsung segera ia hampiri.


Tidak perduli dengan aturan bermain bola, ia menarik baju Hiro hingga terjatuh agar mendapatkan bola. Miki dan Rei yang melihat langsung berdiri sambil mendekati lapangan dengan wajah kebinggungan.


Wajah Kenzi sangat pucat, tidak baik untuk bermain bola.


Apa dia bodoh?


Permainan sepak bola terus berjalan, Kenzi terus mencoba merebut bola sampai ia terjatuh tapi tetap tidak bisa mendapatkan bola dari Hiro. Hiro yang sudah mencetak gol menghampiri Kenzi dan mengulurkan tangannya membantu Kenzi untuk berdiri.

__ADS_1


Tetapi Kenzi menangkisnya dan hanya berdiri tanpa bantuan dari Hiro.


Kenzi terus bermain tanpa aturan, dan berakhir dengan kekalahan. Makoto yang setim dengan Hiro hanya meledek Kenzi sambil menggoyang-goyangkan tubuhnya dan menjulurkan lidah.


“ Sial. “ Kenzi mencoba untuk menendang Makoto tapi Makoto sudah menghindar dan berlari menjauh. Miki yang khawatir terus memperhatikan tubuh Kenzi yang semakin lama tidak bertenaga.


Sebentar lagi Inter-high, jika ia tidak menjaga kondisi tubuhnya semua akan hancur.


Pandangan Kenzi semakin buyar, kepalanya terasa sangat berat dan perlahan ia tidak sadarkan diri.


Waktu sudah menunjukkan pukul 3, Kenzi sudah terbangun dari pingsannya dan melihat Miki yang berada di sampingnya.


“ Hei, aku tahu kamu sudah bangun! “ seru Miki yang melihat Kenzi berpura-pura tidur lagi, ia memukul dahi Kenzi sampai Kenzi terbangun lagi dengan memegang dahinya yang kesakitan. “ Kenapa kamu melakukannya? Apa kamu bodoh! “


“ Berisik. “ Kenzi memutar badannya agar tidak menatap Miki.


“ Kamu gila? Bodoh? Kamu tidak sadar kalau kondisimu itu serius? “ kesal Miki. “ Kamu seharusnya menjaga tubuhmu! “ Miki memukul punggung Kenzi dengan sangat kencang.


“ Aish, sakit! “ tegur Kenzi membangunkan tubuhnya menjadi duduk, ia menatap mata Miki yang membuat Miki mengerutkan alis. “ Apa? “


“ Kamu ingin tahu? Aku juga ingin tahu. “


“ Tidak, aku kebinggungan. “ lanjut Kenzi.


“ Apa yang membuatmu binggung? Katakan saja! “


Tubuh Miki masih membeku tidak bisa apa-apa, ia tidak mengerti kenapa semuanya menjadi seperti ini.


Di balik pintu, Rei yang menjatuhkan minuman hanya menatap Kenzi dan Miki. Matanya berkaca-kaca, dan berlari keluar menjauhi tempat tersebut.


“ Miki? “ panggil Hiro memasuki ruang kesehatan dan melihat ada sesuatu yang canggung diantara Miki dan Kenzi. Kenzi menatap sinis kearah Hiro dan berjalan keluar gedung sekolah dengan perasaan yang penuh kekesalan.


Tangan Miki terkepal, ia tidak tahu harus berbuat apa-apa. Perasaannya benar dalam keadaan campur aduk antara Rei dan Kenzi.


“ Hiro. “ ucap Miki dengan nada rendah.


Tatapan Miki tidak seperti biasanya, Hiro mendekati Miki dan bertanya. “ Kenapa? “


“ Mari pulang. “ ajak Miki mengambil tas dan berjalan keluar dari gedung yang diikuti oleh Hiro.


Sepanjang perjalanan, Miki terus menundukkan pandangannya. Hiro yang tidak tahu harus melakukan apa hanya mengenggam jemari tangan Miki dan memberikan senyum kecil. “ Aku lapar, makan dulu ya? “


“ Iya. “ jawab Miki dan memperhatikan tangannya yang digenggam oleh Hiro, seharusnya ia senang tapi karena perasaan campur aduknya ini membuatnya tidak bisa merasakan hal tersebut.

__ADS_1


Hiro memesan dua makanan siap saji, dan memberikannya kepada Miki. Wajah Miki masih terlihat murung dan muran, seperti ada sesuatu yang menjanggalnya.


“ Hiro. “ kata Miki lagi. “ Kalau ada orang yang menyukaimu tetapi kamunya sendiri tidak bisa memberikan perasaan yang sama bagaimana? “


Otak Hiro langsung bekerja, ia tahu bahwa Kenzi pasti mengatakan kalau dia menyukai Miki. “ Aku akan menjawab dengan perasaanku sendiri. “


“ Maksudmu? “ Miki menatap Hiro.


“ Jika aku suka aku akan katakan suka, dan kalau aku tidak aku akan katakan tidak. “


Senyum kecil terlihat dari wajah Miki, ia menopang dagunya dan berkata dengan nada ceria kembali. “ Jadi, apa kamu suka denganku? “


Mata Miki terlihat berbinar-binar membuat Hiro memalingkan pandangannya karena merasa malu.


“ Hahaha. “ tawa Miki memakan-makanan cepat saji tersebut.


Setelah makan bersama, Hiro kembali mengantarkan Miki pulang sampai depan rumah.


“ Dah. “ pamit Miki melambaikan tangan dan memasuki rumahnya.


“ Kalian berpacaran? “ suara berat dari arah kiri yang membuat Hiro menolehkan kepalanya, Kenzi sedang memperhatikan Hiro dengan tatapan sinis.


“ Tidak. “ jawab Hiro datar.


Dengan penuh kekesalan, Kenzi menarik kerah Hiro. “ Jangan mempermainkan dia! “


“ Aku tidak mempermainkan dia! “ Hiro mendorong tubuh Kenzi menjauh tidak ingin tubuhnya kotor lagi karena pukulan Kenzi. “ Justru aku ingin membuat dia bahagia. “


“ Tapi lihat, seseorang yang selalu memperingatiku malah membuat Miki sedih juga. “ sindir Hiro. “ Ah, kamu bilang kepada Miki kalau kamu menyukainya? “


“ Apa dia cerita kepada kamu? “


“ Tidak. “ Hiro mendekatkan tubuhnya dengan tatapan kejam yang baru Kenzi lihat. “ Kamu tidak tahu ya? Pertemanan lawan jenis itu bagaimana? “


“ Dengan kamu berkata kamu menyukainya, itu akan membuat pertemanan hancur! “


“ Itu mau kamu? Menjauh dari Miki? Tidak bukan? Apalagi kamu tahu, kalau Miki sudah sangat menyukaiku dan kamu tidak ada di hatinya sama sekali. “


“ Kamu tidak tahu garis ya? Garis pertemanan antara kamu dan Miki! “ bentak Hiro yang tidak ingin Miki direbut oleh siapapun, ia juga takut kalau perasaan Miki kepadanya akan berubah seketika. “ Jadi kembalilah seperti awal, berteman dengannya, lindungi dia! Perasaanmu harus kamu simpan baik-baik! “


Semua kekesalan Hiro sudah ia sampaikan kepada Kenzi, Hiro melangkahkan kaki menuju tempat kerjanya lagi.


Sedangkan Kenzi masih berdiri tertegum dengan ucapan Hiro, jadi apa ini yang diinginkan Kenzi? Menjauh dari Miki?

__ADS_1


Tidak, perasaannya tidak bisa terkontrol lagi sehingga ia melakukan tindakan bodoh.


“ Simpan baik-baik perasaanmu. “ gumam Kenzi mengepalkan tangan.


__ADS_2