
Mendengar ucapan yang tanpa sadar keluar dari mulut Miki, ia mulai berdiri dan berjalan dengan menyeret kakinya memasuki kamarnya.
Jantungnya berdegup dengan cepat, pipinya memerah karena berkata dengan spontan dan itu sangat memalukan.
Sedangkan dilain sisi, Hiro terus memegang pipinya dengan senyuman yang tak bisa ia hilangkan sedikitpun.
Keesokan harinya.
Wangi masakan membuat Hiro membuka matanya perlahan, ia melihat sebuah ruangan yang tampak asing tidak seperti kamarnya.
Dan Hiro mulai teringat kalau ia menginap di rumah Miki.
" Kamu sudah bangun? Mari makan denganku! " ajak Miki yang tengah menyiapkan sebuah sarapan yang ia beli di toko dekat rumahnya.
Hiro yang berjalan mendekati Miki melihat kaki Miki yang terlihat semakin parah, ia menarik lengan Miki dan menjatuhkan Miki di sofa.
" Hiro, ada apa? " Miki binggung, Hiro kembali membawa kotak P3K dan es batu untuk mengobati luka Miki.
Perlahan ia kembali membuka perban yang kemarin dipakai dan membersihkan kembali lukanya.
Setelah itu, ia kembali menggunakan perban baru untuk menutupi lukanya. Miki hanya terdiam dengan bertopang dagu memperhatikan Hiro.
" Hiro, apa kamu mencintaiku? " pertanyaan yang kali ini dilontarkan dengan sengaja, Hiro mendongakkan kepalanya menatap mata Miki. " Iya, aku mencintaimu."
" Kalau begitu, bagaimana kalau akhir pekan ini kita berkencan? Bukankah kemarin kamu ingin mengajakku untuk berkencan? " Miki ingin kembali mengulang segalanya dan membuat kenangan bahagia.
" Itu bagus, tapi kenapa kamu tiba-tiba ingin? " Hiro penasaran.
" Sebagai permohonan minta maafku karena aku sudah menyakitimu. " jawab Miki, Hiro yang mendengar jawaban Miki langsung menutup kotak P3K dengan keras.
__ADS_1
" Kemarin Yoko memberitahu apa saja? " dingin Hiro.
Tidak bisa dijawab oleh Miki, ia hanya menutup mulutnya rapat-rapat.
" Dia berkata tentang penyakitku bukan? "
" Jadi kamu mengasihi diriku? Karena itu kamu ingin berkencan denganku, benar kan? "
" Ti.. " belum saja ucapan Miki selesai, Hiro sudah memotongnya " Jangan mengasihi diriku Miki, jangan meminta maaf karena aku juga menyakiti kamu. "
" Aku yang harusnya meminta maaf karena sudah menyakiti kamu. " Hiro berdiri seraya berjalan keluar dari kediaman Miki.
Sedangkan Miki hanya melipat bibirnya dengan pandangan tertunduk.
" Tidak aku tidak mengasihi kamu Hiro, aku hanya ingin mengulang semuanya dari awal, maaf. "
••
Tangan Miki terkepal, ia menahan semua perasaannya agar tidak menangis di hadapan Hiro ataupun yang lain.
Miki ingin berkata semuanya tentang hatinya kepada Hiro, tetapi yang terjadi malah sesuatu yang tidak diinginkan.
7:00 p.m
Dengan tubuh yang lelah dan memiliki banyak pikiran, Miki menuju sebuah tenda kecil untuk meminum sake sendirian agar melupakan semua hal sementara.
Setelah meminum 3 botol sake, Miki menjatuhkan kepalanya di atas meja dengan menggumamkan nama " Hiro, maafkan aku. "
Tring-tring-tring
Ponsel Miki berbunyi, ia segera mengangkat telepon tanpa melihat nama kontaknya terlebih dahulu.
__ADS_1
" Halo? Kamu Hiro ya? "
" Hiro, maafkan aku! "
" Aku tidak bermaksud seperti itu. "
" Tolong maafkan aku! "
" Ini aku Yoko! " ucap Yoko dari sebrang.
" Yoko? " binggung Miki dalam keadaan mabuk.
" Kau dimana? "
" Ah di tenda makan dekat SMA Seido! " jawab Miki.
" Baik, aku kesana. " tutup Yoko
Kemudian, Yoko datang dan membawa Miki untuk keluar dari tempat tersebut agar meredakan mabuk Miki.
Yoko membawa Miki ke sebuah pantai yang biru dan indah.
" Kenapa kau membawaku kesini? " kepala Miki yang terasa sangat berat karena mabuknya belum reda.
" Aku hanya ingin berkata, tolong jaga Hiro. "
" Dan kau ini adalah wanita yang dicintainya bersikap lebih sopan! "
" Terima kasih juga sudah menyembuhkan Hiro. " ucap Yoko beranjak dari pasir putih dan tersenyum kecil, Miki yang masih setengah mabuk melihat wajah Yoko dengan samar-samar.
" Iya terima kasih juga sudah memberitahu kalau kamu tidak memberitahu mungkin aku selamanya akan menjadi wanita paling egois. " kata Miki dengan kepala yang perlahan-lahan ingin terjatuh tetapi tertahan oleh tubuh seorang lelaki yang menahannya.
__ADS_1
" Tidak kamu tidak egois, maafkan aku Miki. " ucap Hiro memeluk tubuh Miki.