Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
3 Hari


__ADS_3

Sebelum Nobu melepaskan cekikan di leher Miki, ia berbisik tepat di telinganya. “ Saya beri waktu 3 hari, jika kamu telat Hiro akan mati tepat di depanmu. “


Perkataan yang tidak main-main.


Tangan Miki bergetar tidak tahu harus apa, ia harus memilih antara Hiro membencinya atau Hiro mati.


Sudah pasti jawabannya, lebih baik Hiro membencinya. Tapi Miki tidak pernah berpikir kalau Hiro membencinya akan seperti apa? Mungkin luka Miki tidak akan pernah sembuh.


“ Apa sakit? “ tanya Hiro yang sedang mengoleskan betadine di wajah Miki, darahnya sudah berhenti hanya saja goresannya masih terasa sakit. “ Tidak. “ jawab Miki.


Bukan tidak merasa sakit, hanya saja pikirannya sudah dipenuhi berbagai macam masalah yang datang.


Belum juga Miki menyelesaikan masalah antara Kenzi dengan dirinya, sekarang Miki harus menghadapi masalah baru yaitu Ayah Hiro.


“ Lain kali kamu pulang harus denganku! “ seru Hiro menaruh kapas dan plaster yang menutupinya, Miki hanya tersenyum kecil karena tidak bisa menjawab lagi.


Kini keduanya berada di depan mini market tempat Hiro bekerja paruh waktu, ia juga membeli beberapa obat untuk penyembuhan Miki lebih cepat.


Nobu memberikannya waktu 3 hari, dan nanti kedepannya Hiro akan membencinya. Terlebih lagi, Hiro akan pergi lagi meninggalkan Miki. Ia tidak ingin, tapi kehilangan Hiro jauh lebih menyakitkan.


Mata Miki berkaca-kaca, ia memeluk Hiro tanpa berbasa-basi lagi. “ Hiro, jangan pergi ya? “ harap Miki, Hiro membalas pelukannya “ Iya, aku tidak pergi. “


Kebencian Hiro kepada Nobu semakin mendalam, ia tidak mengerti apa yang diinginkan Nobu sebenarnya. Bertemu dengan Arlene, jika sudah bertemu dia pasti akan menyakitinya lagi.


Tidak jauh dari hal tersebut, kedatangan Nobu memang membuat siapapun akan terluka.


Perempuan yang saat ini berharga untuk Hiro saja sudah dilukai oleh Nobu, ia ingin menghancurkan Nobu atau membunuhnya saja lebih mudah agar Nobu menghilang dari muka bumi.


Teng-


Pesan masuk dari ponsel Miki, pesan tersebut berasal dari Anna. “ Dimana? Cepat pulang. “


“ Maaf. “ kata Miki. “ Aku harus pulang, Ibuku sudah menyuruh. “


“ Iya, aku antar kamu. “ sahut Hiro yang mengantarkan Miki untuk pulang terlebih dahulu sebelum memulai kerja paruh waktunya lagi.


Sepanjang perjalanan, tubuh Miki hanya merasa ketakutan karena ancaman Nobu tadi. Bulunya merinding saat tiba-tiba angin yang berhembus kencang mengenai kulitnya, ia takut bertemu dengan Nobu lagi.


Sampainya di depan rumah Miki, Kenzi yang sedang membuang sampah langsung menjatuhkan kantung sampah tersebut saat melihat wajah Miki yang dipakaikan plaster. “ Kamu tidak apa-apa? “ khawatir Kenzi.


Terjadi keheningan sesaat. “ Ehem. “ Kenzi


berpura-pura batuk dan mengubah intonasi suaranya menjadi dingin. “ Lukamu kenapa? “


Miki tersenyum kecil “ Tidak apa-apa, aku masuk dulu. “ Ia memasuki rumahnya.

__ADS_1


Di depan rumahnya tinggal Kenzi dan Hiro, Kenzi meloto kearah Hiro. “ Dia kenapa? “ Hiro menghela nafas panjang dan menepuk pundah Kenzi meskipun sebenarnya berat untuk mengatakan ini. “ Sementara jaga dia dulu, oke? “


“ Memang ada apa? “ Kenzi semakin penasaran apa yang sebenarnya terjadi, tapi Hiro tidak menjawab apa-apa ia hanya melangkahkan kaki pergi. “ Oi!!! “ teriak Kenzi.


Keesokan harinya.


Seperti perkataan Hiro yang membuat Kenzi khawatir, ia menunggu di depan rumah Miki untuk berangkat sekolah bersama.


Biarpun tidak mengerti apa yang terjadi, Kenzi akan melindunginya.


Kreak-


Pintu rumah Miki terbuka, ia membuka pagar dan melihat Kenzi yang berdiri di depan rumahnya dengan mata berkeliling tidak ingin menatap Miki. “ Kamu diberitahu Hiro ya? Maaf merepotkanmu. “


“ Kalau terjadi apa-apa, telepon aku! “ datar Kenzi meski sebenarnya dalam hatinya merasa sangat gelisah.


Selama perjalanan menuju halte, pikiran Miki semakin kacau ia mengambil beberapa tangkai bunga yang berada di jalanan dengan tatapan kosong.



Saat ia melamun, tidak sengaja ada seorang pesepeda yang ingin menabrak Miki. Dengan cepat Kenzi menarik lengan Miki ke dalam pelukannya agar ia tidak terluka. “ Kamu bodoh? “ tegur Kenzi.


Bukan jantung Miki yang berdegup cepat, tapi jantung Kenzi.


“ Maaf. “ ujar Miki melepaskan pelukan Kenzi.


Bagi Kenzi saat ini, yang terpenting adalah kebahagiaan Miki. Tidak perduli lagi dengan perasaannya, ia hanya ingin melihat Miki bahagia bersama orang yang dipilihnya.


Tidak apa-apa, perasaannya akan disimpan. Siapa tahu Miki akan membuka hatinya untuk Kenzi.


Untuk sementara, bersabarlah lagi. Pikir Kenzi.


Sesampainya di sekolah, teman kelas sudah banyak bertanya tentang wajah Miki. Apa yang terjadi dan kenapa bisa terjadi, tapi Miki tidak menjawab ia hanya memberikan senyuman kecil.


“ Tidak apa-apa? “ khawatir Akira, padahal ini adalah kelakuakan dari Ayah tirinya.


“ Tenang saja. “ tenang Miki.


“ Miki, wajahmu kenapa? Sebelum bermain belum terjadi ini. “ Kariu tidak mengerti, saat keduanya bermain Miki masih belum mempunyai luka. “ Tidak apa-apa kok. “


“ AKIRA, KARIU KERJA SOSIAL LAGI! “ Ketua kelas 2-1 memberitahu lagi, keduanya menghela nafas panjang merasa lelah karena kerja sosial membersihkan gedung sekolah masih belum berakhir.


Namun, karena kerja sosial ini juga keduanya menjadi dekat dan mengenal satu sama lain lebih jauh lagi.


“ Miki, kami pergi dulu. “ ucap Akira dan Kariu bersamaan sambil keluar dari kelas.

__ADS_1


“ Miki!! “ teriak Rei memasuki kelas 2-1 karena merasa khawatir dengan Miki, tapi matanya terhenti saat Kenzi berada di belakang Miki menatapnya. Mereka saling membuang muka. “ Kamu tidak apa-apa kan? Aku dengar wajahmu terluka. “ Rei berbicara tanpa menatap Miki.


Ia mengetahui ini pasti karena Kenzi, Miki melirik sesaat kearah Kenzi dan menjawab pertanyaan Rei. “ Tidak apa-apa, jangan terlalu berlebihan kamu kembali ke kelasmu bel sudah mau dimulai! “


Pasti ada yang terjadi antara Kenzi dan Rei, Miki yang mengetahui membiarkan Rei untuk keluar agar tidak berlama-lama di dalam kelas dan bertemu dengan Kenzi yang membuat Rei merasa terluka.


“ Kalau begitu aku pergi! “ Rei berlari keluar terbirit-birit, Miki menoleh kearah Hiro yang wajahnya memucat seketika saat melihat ponselnya.


“ Ada apa? “ khawatir Miki kepada Hiro, Hiro mengambil tasnya dan berkata. “ Izinkan aku ya, Ibuku terluka. “ ia berlari keluar dari gedung sekolah karena cemas dengan Arlene.


Miki mengigit bawah bibirnya, ia ingin mengikuti Hiro tapi takutnya disana Miki hanya menjadi penganggu saja dan membuat Hiro tidak menyukainya sama seperti Akemi waktu itu.


Terlebih jika Arlene terluka, mood Hiro benar-benar sangat buruk untuk diajak berbicara.


Nantinya, Miki yang akan terluka lagi.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel masuk sekolah berbunyi, Guru-guru sudah berdatangan dan Hiro sudah berlari sangat jauh keluar dari gedung sekolah. Kedua tangan Miki dipertemukan, ia berharap tidak terjadi apa-apa.


....


Namun, nyatanya keadaan Arlene sangat parah sehingga Hiro tidak bisa masuk ke dalam sekolah selama 5 hari.


Kedatangan Hiro ke sekolah juga dengan wajah lelahnya karena terus mengurus Arlene yang katanya kondisinya tidak stabil sehingga sulit untuk dikontrol.


“ Kamu sudah makan? “ tanya Miki kepada Hiro yang tubuhnya terlihat kurus, Hiro menggeleng-gelengkan kepalanya di atas meja. “ Ayo makan. “ Miki menarik kursinya mendekati Hiro dan membawa bekalnya untuk makan bersama dengan Hiro.


Ini sudah lebih dari 3 hari? Nobu juga belum mengancam Miki, mungkin itu hanya gertakan saja. Pikir Miki yang memang sudah tenang bahwa tidak akan terjadi apa-apa.


4:00 p.m


Seluruh siswa-siswi sudah berjalan untuk pulang sekolah, Hiro yang tampak sangat lelah juga masih harus mengantarkan Miki.


Teng-


Pesan masuk dari ponsel Hiro, entah dari siapa tapi tatapan Hiro berubah menjadi kekesalan, pembuluh darah tampak tegang di lehernya.


Hiro berlari tapi lengannya tertahan oleh Miki yang khawatir. “ Ada apa?! “


“ Kamu pulang ya? Oke. “ Hiro melepaskan tangan Miki dari lengannya dan berbisik kepada Kenzi. “ Tolong jaga dia. “


Tangan Miki terkepal, ia menahan rasa kekhawatirannya lagi. Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa tampang Hiro sangat emosi?


Saat Miki sudah pulang, ia terus membuka ponselnya tidak tenang. Sudah lebih dari 3 jam tapi Hiro tidak ada kabar sedikitpun, ditelepon saja tidak angkat tidak seperti Hiro biasanya.

__ADS_1


Lalu, ponsel Miki bergetar ia mendapat pesan dari Hiro.


Tapi yang terlihat adalah sebuah foto Hiro yang sedang tidak sadarkan diri dengan sebuah pisau di lehernya dalam pesan tersebut tertulis. “ Sudah kubilang 3 hari, apa tidak percaya? “


__ADS_2