
Terjadi keheningan antara Miki dan Hiro, situasi yang benar-benar canggung saat ini membuat Miki menutup kembali pintu dan melangkahkan kaki menjauh dari tempat tersebut.
Tapi Hiro tidak bisa apa-apa, ia hanya terdiam membeku tanpa melakukan apapun.
“ Dasar bodoh. “ gumam Hiro kepada kakinya karena tidak dapat berjalan.
Tanpa sadar pelepuk mata Miki sudah basah sepanjang perjalanan dan tidak sengaja Kenzi datang, ia melihat mata Miki yang berkaca-kaca.
“ Ada apa? “ Kenzi menahan lengan Miki. “ Tidak apa-apa. “ jawab Miki melepaskan tangan Kenzi perlahan.
Tidak ada satu orang pun yang dapat membuat Miki hampir menangis, selain orang yang benar-benar sudah dibenci oleh Kenzi yaitu Hiro.
Satu-satunya lelaki yang dapat membuat Miki menangis adalah Hiro, bahkan Kenzi sendiri tidak dapat membuat Miki menangis.
Bukan tidak bisa, hanya tidak ingin melihat Miki terluka karenya. Bagi Kenzi, itu akan menjadi luka yang tidak akan bisa dilupakan olehnya.
Dengan emosi yang menyulut, Kenzi membuka pintu ruang sastra dan langsung memukul wajah Hiro tanpa jeda sedikit pun.
Bam dan Khun yang terkejut langsung ingin memisahkan antara mereka berdua, tapi emosi Kenzi sudah tidak bisa dimatikan.
“ Aku bilang jangan sentuh dia lagi, kamu tidak mendengar?! “ Kenzi terus memukul Hiro.
“ Hei jangan bertengkar! “ Bam mencoba meleraikan sementara Khun memanggil guru.
“ Miki? “ suara Rei yang terdengar memasuki ruang sastra dan melihat Kenzi yang memukul Hiro membuatnya segera menahan tubuh Kenzi dengan memeluknya dari belakang.
“ Jangan memukul lagi, tolong berhenti. “ pinta Rei yang membuat Kenzi menahan pukulannya. “ Jangan seperti ini nanti Miki membencimu. “
“ Lepaskan. “ ucap Kenzi dengan nada rendah, ia membalikkan tubuhnya melihat kearah Rei. “ Kamu baik-baik saja? Tidak terluka kan? “
Sikap hangat pertama kali yang diberikan Kenzi kepada Rei, jantung Rei yang berdegup cepat langsung menarik lengan Kenzi untuk keluar dari ruangan tersebut.
__ADS_1
Bagaimana pun caranya, Kenzi harus menjernihkan pikirannya dengan Rei membawanya keluar sekolah sama seperti yang dilakukan oleh Hiro kepada Miki saat itu.
Rei mengajak Kenzi untuk bermain di sebuah taman yang menjadi tempat penjernihan pikirannya, sebuah taman kosong yang isinya hanya beberapa orang.
Dan ini adalah keberanian pertama Rei setelah sekian lama mencoba menjauh dari Kenzi.
“ Kenapa kamu bawa aku kesini? “ Kenzi kebinggungan.
“ Pikiran kamu sedang kacau, jadi aku bawa kamu kesini. “ kata Rei duduk di taman tersebut.
Sebuah taman di musim panas yang terasa hangat sama seperti kenangan saat ini yang mungkin tidak bisa dilupakan oleh Rei.
“ Kamu kenapa bertengkar terus dengan Hiro? “ tanya Rei yang tidak bisa dijawab oleh Kenzi. “ Aku tahu kamu menyayangi Miki lebih dari apapun, tapi jika kamu seperti ini terus Miki tidak akan menyukaimu karena sikap kasarmu. “
“ Aku tahu. “ Kenzi duduk di samping Rei. “ Aku tidak bisa menahan emosi saat melihat Miki menangis karena dia. “
“ Itu perasaan Miki sendiri, mungkin Miki juga sebenarnya tidak ingin menangis hanya saja air matanya tanpa sadar keluar. “ kata Rei menatap sebuah bunga yang mekar. “ Apa kamu tahu kalau Hiro adalah cinta pertama Miki? “
“ Iya, dia cinta pertama Miki yang sulit dilupakan oleh Miki. Miki selalu bercerita dan meminta saranku, bagaimana caranya melupakan cinta pertama. Tetapi aku sendiri tidak bisa melupakan cinta pertamaku, jadi aku tidak bisa memberikan jawaban kepada Miki. “
“ Kamu bisa bertahan dan tidak melihatnya, tapi kamu tidak bisa mengontrol hati dan berhenti menyukai seseorang, kan? Dan itu adalah cinta pertama. “
“ Sulit dikontrol dan susah untuk dilupakan. “ jelas Rei melemparkan sebuah batu ke sungai.
“ Apa kamu tahu, kalau Hiro juga merupakan cinta pertama Miki? Dia memang sulit untuk ditebak, tapi aku tahu dari tatapannya kepada Miki. “
“ Berbeda dengan tatapanmu kepada Miki, tatapan yang begitu lembut dan ingin melindungi. Sedangkan kamu, hanya tatapan yang memikirkan diri sendiri tentang perasaanmu kepada Miki. “ lanjut Rei yang membuat Kenzi berdiri.
“ Apa maksudmu berbicara seperti itu? “ Kenzi tidak mengerti.
“ Nanti akan terlihat siapa yang benar-benar menyukai Miki, jika kamu benar-benar menyukai Miki kamu harus menunjukkannya. Jangan hanya menunggu seperti orang bodoh. “ Rei berbisik tepat ditelinga Kenzi. “ Kamu mungkin adalah orang yang bisa memberikan segalanya kepada Miki dan akan melakukan apapun itu Miki, tapi kamu bukanlah orang yang akan memberikan seluruh hatimu kepada Miki. “
__ADS_1
“ Perbedaan kamu dengan Hiro sangat jauh, Hiro mungkin bisa memberikan seluruh hatinya meski tidak bisa mendapatkan Miki. Kalau kamu, hanya bisa memberikan segala upaya hanya untuk Miki tapi tidak dengan hati kamu. “
“ Karena pada dasarnya kalian terhenti oleh sebuah persahabatan. “ Rei mulai melangkahkan kakinya lagi meninggalkan Kenzi.
Perkataan Rei membuat Kenzi berpikir lagi, sebenarnya ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Rei, pikirannya menjadi kacau karena perkataan Rei.
Tok-tok-tok
Ketukan pintu memasuki ruang kesehatan, Miki memasuki ruangan tersebut dan melihat Hiro yang baru saja ingin keluar. Dahi serta bawah bibir Hiro sudah ditutup oleh sebuah plaster.
“ Kamu baik-baik saja? “ tanya Miki.
“ Aku baik. “ jawab Hiro cepat, ia masih canggung untuk berada di hadapan Miki saat ini.
“ Maaf perilaku Kenzi yang kasar. “
“ Tidak apa-apa, aku juga akan melakukan hal seperti itu kalau melihat orang yang aku sukai terluka. “
“ Coba aku jadi orang itu. “ gumam Miki tanpa sadar. “ Apa? “ Hiro tidak mendengar perkataan Miki.
“ Tidak, kalau begitu aku pergi dulu ya melihat kamu baik-baik saja sudah cukup. “ Miki melangkahkan kakinya keluar.
Namun, lengannya terhenti oleh Hiro yang menggengam. “ Miki, maafkan aku. “
3 kata dan Hiro melepaskan tangannya dari lengan Miki, sebenarnya Miki masih ingin berlama-lama dengan Hiro.
Ia masih ingin melihat Hiro lebih lama lagi.
Ia masih ingin terus berbicara dengan Hiro.
Tapi itu tidak bisa.
__ADS_1