
Suara alarm dari kamar Miki membuatnya terbangun dengan rasa malas, biasanya ia selalu bangun untuk berangkat kerja tapi kali ini tidak.
Teng-
Pesan masuk dari ponsel Miki, ia membaca dengan tubuh masih berbaring di atas kasur. Pesan tersebut berasal dari kepala sekolah “ Silahkan kembali lagi Miki-sensei, saya mengurungkan niat untuk memecat Anda. “
Mata Miki langsung terbuka lebar, tubuhnya dengan sekejap langsung berdiri. “ Ini serius? Benar?! YESSSSS!!! AKU KEMBALI!!! “ heboh Miki keluar dari kamar dan memberitahu Rei dan Riyo, tapi keduanya sudah berangkat untuk menuju sekolah.
Mata Miki yang berbinar langsung bersiap-siap kembali ke sekolah, dengan langkah cepat dan senang ia berjalan menuju sekolah sambil bersiul-siul bahagia ditemani oleh burung-burung yang berterbangan di langit biru.
Sampainya di sekolah, para siswa-siswi sudah berdiri di depan gedung sekolah bersama dengan Hiro seperti menunggu seseorang.
“ Kalian sedang apa? “ binggung Miki.
“ SELAMAT DATANG KEMBALI MIKI-SENSEI!! “ serentak siswa-siswi membuat pipi memerah tersipu dengan sikap muridnya. “ Tapi yang terpenting terimakasih Hiro-sensei, karena Anda kepala sekolah berubah pikiran. “ para siswa-siswi mulai berkerumun di depan Hiro.
Hiro yang merasa tidak enak hanya menggaruk-garuk kepalanya, dan Miki yang memperhatikan bahwa Hiro kurang nyaman langsung berjalan menghampirinya.
“ Hei, hei jangan mengganggunya! “ seru Miki menjauhi siswa-siswi agar tidak mendekati Hiro lagi.
“ Apaan sih Miki-sensei. “ kesal siswa-siswi kembali ke kelasnya dengan wajah datar, sikap mereka kembali menjadi seperti semula.
Menyebalkan.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel berbunyi dengan keras membuat siswa-siswi berjalan ke kelasnya, tapi Riyo masih berdiri di depan Miki dengan pandangan tertunduk.
“ Kenapa tidak masuk? “ tanya Miki penasaran dengan kelakuan adiknya, kemarin juga di rumah Riyo terus diam tanpa berbicara sedikitpun.
“ Aku minta maaf. “ ucap Riyo cepat dan berlari ke kelasnya, senyum Miki melebar melihat kelakuan adiknya yang pemalu itu.
Ketika Hiro ingin melangkah, tiba-tiba saja lengannya ditahan oleh Miki sehingga ia tidak bisa berjalan memasuki gedung sekolah.
__ADS_1
“ Terimakasih sebelumnya. “ ujar Miki “ Tapi bagaimana bisa kamu bisa membuat kepala sekolah mengurungkan niatnya? “
Senyum kecil Hiro tampak dari wajahnya yang tampan, ia mengelus puncuk kepala Miki perlahan sambil menjawab “ Kamu tidak perlu tahu, yang terpenting kamu ada disini. “
Deg-
Jantung Miki berdebar kencang, ia yang merasakan hati yang tidak seperti biasanya lagi langsung memundurkan langkah refleks dan berjalan cepat memasuki gedung sekolah.
“ Tidak tidak Miki, kamu bukan anak kecil. “ gumam Miki menggeleng-gelengkan kepalanya.
.....
Setelah berbincang dengan kepala sekolah sebentar untuk kedatangannya kembali, Miki sudah kembali mengajar di dalam lapangan sekolah lagi dengan kebahagiaan yang tidak terkira.
Ia bahagia bisa dapat mengejar murid-murid yang menyebalkan, baik, dan lain-lainnya.
“ Oke kita mulai!! “ teriak Miki kepada siswa-siswi kelas 2-2, ia mulai menyalakan music dan bersenam sebagai pemanasan.
Tapi selama senam, Miki tidak bisa berpaling dari wajah Hiro yang berada di sebrang bersamaan dengan Rei.
“ Sepertinya iya. “ jawab Hiro
“ Hah? Sepertinya?! “ kesal Rei. “ Kau menyakitinya lagi, aku tidak akan pernah me-maafkanmu. “
“ Tidak, aku tidak akan menyakitinya lagi! “ tegas Hiro.
“ Lagipula bagaimana dengan kau dan Kenzi, selama Kenzi masih menyukai Miki aku tidak akan pernah bisa mendapatkan dia. “
Pandangan Rei menurun, ia mengepalkan tangannya. “ Kau tetap bisa mendapatkan Miki meskipun Kenzi menyukainya. “
“ Tidak, karena dia akan terus bersikeras. “ Hiro tidak ingin kalah, Rei tidak menjawab sama sekali dan hanya melangkahkan kaki dengan perasaan campur aduk.
Namun, langkahnya terhenti saat seorang lelaki berdiri di depannya dengan senyuman yang membuat siapapun akan jatuh cinta dengannya.
__ADS_1
Dia adalah Kenzi.
“ Hai, Rei. “ sapa Kenzi, Rei menjawab dengan gugup “ Ha-ii. “
“ Malam ini ada waktu? “ pertanyaan yang seketika membuat Rei langsung mendongakkan kepalanya menatap Kenzi.
“ Mau apa? “ Rei tidak mengerti.
“ Mau mengejar kamu. “ kata Kenzi dengan senyuman mematikan, tapi Rei sama sekali tidak menjawab dan hanya terdiam. “ Diam berarti jawabannya iya, oke pulang kerja aku akan menunggu kamu. “
“ Kalau begitu, dadah. “ lanjutnya melambaikan tangan seraya keluar dari gedung sekolah, dan pipi Rei memerah karena mendengar bahwa Kenzi mengajaknya untuk keluar.
“ Dia mengejarmu. “ bisik Miki tepat ditelinga Rei secara tiba-tiba.
“ Tapi dia masih menyukaimu. “ ujar Rei, Miki mendesah kesal dan merangkul bahu Rei “ Tidak, dia sudah menyerah untukku. Dia bodoh tidak menyadari kamu, jadi silahkan kamu dan dia bersama lagi. “
“ Tidak, bagaimana pun aku harus terlihat cuek dan tidak akan gampang untuk di dapatkan karena dia sudah banyak menyakiti juga. “ Rei tidak ingin ia gampang untuk di dapatkan karena bagaimana pun lukanya sudah terlalu banyak.
“ Baik itu terserah kamu, aku hanya mendukung saja. “ Miki menepuk pundak Rei untuk kembali mengajar lagi, tapi pandangan Hiro tidak berhenti memperhatikannya membuat Miki merasa resah.
7:00 p.m
Sepulang kerja dan latihan, Miki keluar dari gedung sekolah sambil meregangkan tubuhnya tapi ia terkejut melihat Hiro berada di depan gedung dengan menyandarkan tubuhnya di dinding.
“ Kamu masih belum pulang? “ tanya Miki khawatir.
“ Aku ingin mengantarmu pulang, apa boleh? “ pinta Hiro dengan tatapan serius.
Bibir Miki kaku, ia tidak bisa berkata tidak karena dia sudah membantunya.“ Baiklah. “
Keduanya mulai berjalan berdampingan bersama menuju rumah Miki seperti masa SMA lagi, tetapi kali ini hanya ada kecanggungan antara keduanya.
Rasa sakit, rindu, dan seluruhnya tidak bisa diucapkan oleh keduanya.
Tapi langkah kaki Miki terhenti yang diikuti oleh Hiro, matanya melebar melihat seorang pria dengan tinggi 180 cm, kulit putih, senyuman manis, berdiri di hadapannya.
__ADS_1
“ Hai Miki. “