
Di mini market yang selalu Miki dan Kenzi, keduanya bertemu disana dan berbicara di kursi yang terlindungi payung besar di luar mini market.
Entah harus dari mana pembicaraan mereka, tapi yang terpenting Miki tidak ingin hubungannya dengan Kenzi semakin canggung.
Keduanya saling bertatap tanpa berbicara sedikitpun, Miki mengetahui bahwa perasaan Kenzi bukan lagi perasaan kepada seorang sahabat melainkan perasaan seorang pria kepada wanita.
“ Kenapa saat itu.. kenapa kamu berpura-pura tidak tahu? “ Kenzi memecahkan keheningan.
Saat Kenzi berkata bahwa perasaannya hanyalah perasaan binggung saja, padahal tidak ia sudah jelas dengan perasaannya sendiri dan Miki tampak berpura-pura tidak mengetahui perasaan Kenzi agar hubungan keduanya masih tetap berjalan.
“ Aku tidak pura-pura. “ jawab Miki lirih, Kenzi mendesah kesal jadi selama ini Miki mengetahui perasaannya tapi tetap mengacuhkan perasaan Kenzi?
“ Jangan seperti ini Miki! “ seru Kenzi menatap Miki.
“ Kenapa kita.. kenapa waktu itu kita tidak saling mengatakan yang sebenarnya? “ tangan Miki terkepal, ia tidak bisa membalas perasaan Kenzi karena baginya Kenzi adalah teman terbaik yang dimiliki Miki. “ Aku ingin menjawab pertanyaanmu padaku kala itu, dan kamu juga tahu mengetahui bagaimana perasaanku padamu. “
Pertanyaan bahwa Kenzi menyukai Miki lebih dari seorang teman.
“ Lalu? “ Kenzi tidak suka dengan perkataan Miki, ia tahu bahwa dirinya tidak pernah ada di dalam hati Miki.
Tapi Miki tidak ingin kehilangan Kenzi karena perasaannya yang berubah, akankah perasaan Kenzi merusak persahabatan yang selama ini ke duanya jalani?
Apa yang harus dipilih? Cinta atau persahabatan?
Cinta dan persahabatan bukanlah sebuah pilihan, kamu bisa memiliki atau bahkan kehilangan keduanya secara bersamaan.
Dalam kutipan dari novel Anna yang pernah Kenzi baca, dan saat ini Kenzi harus memilih cinta atau persahabatan?
Tapi ia tidak bisa memilih, karena Kenzi takut kehilangan keduanya.
“ Mari kita hentikan ini. “ pinta Miki untuk menghentikan perasaan yang dimiliki dari Kenzi agar kedepannya lebih baik, Kenzi mengigit bawah bibirnya. “ Si brengsek itu, dia sudah benar-benar menyukaimu ya? “
Tanpa menjawab apa-apa, Miki hanya menundukkan pandangannya.
Dan bisa diartikan kalau memang Hiro sudah benar-benar menyukai Miki, bukan hanya saat ini tapi sudah dari dulu dia sangat menyukai Miki.
“ Jadi kamu lebih memilih dia dibanding aku? “ lanjut Kenzi. “ Bukan seperti itu. “ kata Miki.
“ Sudah hentikan, maksudku kedepannya berhenti perduli kepadaku. “ ucap Kenzi yang membuat mata Miki melebar seketika, apa maksudnya?
Apa Kenzi ingin menghentikan persahabatan yang sudah mereka jalin bertahun-tahun?
“ Aku mengatakan yang sebenarnya bukan untuk membuatmu jauh dariku!! “ bentak Miki menatap Kenzi. “ Kita ini masih tetap teman!! “
“ Aku tidak tahu. “ balas Kenzi. “ Aku juga tidak tahu! Aku juga kebinggungan!! “
Pelupuk mata Miki basah, apa perasaan memang bisa menghancurkan persahabatan?
__ADS_1
Lalu untuk apa adanya pertemanan lawan jenis? Jika
pada akhirnya, salah satu jatuh cinta dan terluka.
“ Aku pulang. “ Kenzi beranjak dari kursi dan berjalan meninggalkan Miki, sedangkan Miki hanya merintikan air mata tanpa bisa berkata apa-apa.
Apa salah ia tidak bisa membalas perasaan Kenzi?
Saat senyum berubah jadi kagum, saat gelak tawa berubah menjadi sayang, saat persahabatan berubah jadi cinta. Itulah yang dirasakan Kenzi.
...
Keesokan harinya.
Udara yang dingin membuat Miki menggosok kedua tangannya untuk menghangatkan tubuh, ia menunggu keluarnya Kenzi tapi tidak kunjung keluar dari rumah padahal seharusnya jam segini ia sudah keluar.
Sekitar 10 menit kemudian, Kenzi keluar menggunakan sepeda dan Miki juga membawa sepeda. “ Selamat pagi. “ sapa Miki berat hati, ia tahu keadaan masih canggung tetapi Miki tidak ingin terus-menerus berada disituasi tersebut.
Persahabatan Kenzi dan Miki bukanlah persahabatan candaan saja, keduanya sudah saling mengenal sejak kecil. Mereka saling membantu satu sama lain, mengenal lebih jauh, melindungi, mendukung dan segala hal. Tidak mungkin Miki mengakhiri persahabatan yang sudah dipenuhi kenangan indah tersebut.
Tanpa menjawab sapaan dari Miki, Kenzi hanya menaiki sepedanya dan menuju sekolah diikuti oleh Miki yang menggowes sepedanya tepat di belakang Kenzi.
Punggung Kenzi yang dulu selalu menggendong Miki saat terluka membuat Miki tersenyum kecil.
Sepanjang perjalanan, tidak ada lagi candaan tidak jelas atau pertengkaran lagi. Keduanya hanya saling mengacuhkan satu sama lain dan enggan untuk menatap.
Terlebih lagi kantung mata Miki yang terlihat besar karena kekurangan tidur. “ Apa kamu tidak apa-apa? “ tanya Hiro khawatir mengikuti Miki yang duduk dibangkunya.
Sesaat Hiro menoleh kearah Kenzi dan mengetahui apa yang terjadi diantara keduanya.
“ Jangan begadang. “ Hiro mengusap perlahan puncuk kepala Miki dan kembali duduk dikursinya dengan perasaan resah.
Entah apa lagi tindakan bodoh dari Kenzi yang membuat Miki sampai seperti ini.
TENG-NENG-TENG-NENG
Tidak ada senyuman yang terlihat sepanjang hari dari Miki, ia hanya berwajah datar tanpa berkata apa-apa. “ Miki, hari ini bermain denganku yu? “ ajak Kariu. “ Ah, kamu harus pulang dengan Kenzi ya? “
“ Tidak, ayo hari ini bermain bersama. “ Miki menerima ajakan dari Kariu, keduanya langsung keluar dari gedung sekolah dan mulai untuk menikmati waktu bersama agar Miki melupakan segalanya.
Disamping itu, Hiro masih menunggu Kenzi di depan gedung sekolah. Ia menyandarkan tubuhnya di dinding dengan kedua tangan terlipat, tidak lama Kenzi datang Hiro langsung memanggilnya. “ Kenzi. “
Langkah kaki Kenzi terhenti. “ Apa? “
" Ada apa? Apa bertengkar lagi dengan Miki? " tanya Hiro penasaran.
“ Lupa, selamat karena sudah mendapatkan Miki sepenuhnya. “ ucap Kenzi berjalan menuju ruang club yang membuat Hiro mengerutkan alisnya tidak mengerti.
__ADS_1
Ucapan dari Kenzi, apa berarti ia sudah menyerah dengan Miki?
Teng-
Pesan masuk dari Coach Hiro, ia segera membaca dan langsung pergi menuju tempat untuk sparing lagi.
Bulan ini banyak sekali orang-orang yang meminta untuk sparing bersama Hiro, walau sebenarnya Hiro tidak ingin karena masih memiliki kerja paruh waktu.
Namun, kata Coachnya ia bisa mendapat uang lebih banyak jika menang sparing.
Dan karena itulah, saat ini sparing adalah penghasilan kedua dari Hiro.
8:00 p.m
Langit yang sudah gelap, dan orang-orang yang mulai sepi. Miki sudah selesai bermain dengan Kariu walau hasilnya ia masih memikirkan Kenzi.
Mungkin saja, Miki sudah benar-benar melukai hatinya sampai Kenzi memintanya untuk berhenti memperdulikannya lagi.
“ Hai, Miki. “ suara berat yang membuat tubuh Miki bergetar ketakutan, dia Nobu.
Kenapa Miki sial bertemu dengan Nobu?
Perlahan-lahan, Nobu mendekat kearah Miki dan Miki terus memundurkan langkahnya menjauhi Nobu. “ Anda, kenapa ada disini? “ Miki ketakutan.
Saat ia mencoba untuk berlari, Nobu sudah menyekik saluran pernafasan Miki yang membuat Miki merasa sangat sesak. Nobu mengeluarkan pisau kecil dari sakunya dan menaruh pisau tepat di leher Miki yang membuatnya tidak bisa bergerak. “ Diam, jangan berisik! “ ancamnya karena jika ia bergerak atau berisik sekali saja Nobu akan menggores pisau tepat di lehernya.
Tangan Miki bergetar ketakutan, nafasnya terasa sangat sulit. “ Le.paas.kaan. “
“ Katakan dimana Arlene!! “ geram Nobu yang sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Arlene. “ Akuu..tii..daakk.tahhu. “ jawab Miki kesulitan.
Lalu, pipinya digores pisau oleh Nobu yang membuat darah seketika keluar dari pipi Miki. “ Selanjutnya leher kamu! “
Di satu sisi, sebelum Nobu menemui Miki. Ia memberi pesan kepada Hiro bahwa dirinya akan membunuh Miki, Hiro yang baru selesai dan membaca pesan tersebut langsung berlari untuk menemui Miki.
Ia mencoba telepon tapi tidak diangkat, Hiro berlari mencari Miki kesana-kemari. Sampai akhirnya ia menemukan Miki yang sedang berjongkok dengan nafas tersegal dan darah yang bercucuran dipipinya.
“ Miki!!! “ teriak Hiro khawatir, tubuhnya sudah dingin karena takut Miki kenapa-kenapa. Ia tidak ingin, orang yang dicintainya terluka lagi oleh Nobu
Sama dengan Arlene yang sudah dilukai Nobu.
“ Nobu dimana? “
“ Dia sudah pergi. “ jawab Miki, Hiro yang melihat Miki tidak apa-apa langsung memeluk tubuhnya dengan erat sambil berkata. “ Maaf, maaf aku telat. “
Pelukan hangat yang dipenuhi rasa khawatir membuat Miki merasa nyaman dan terlindungi.
__ADS_1