Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Surat Cinta


__ADS_3

Perkataan yang dilontarkan Kenzi membuat sepanjang perjalanan Hiro merasa gelisah, bukannya ia harus melepaskan Miki? Tapi kenapa Hiro sama sekali tidak ingin Miki dimiliki oleh siapapun?


Lagi-lagi perasaan egoisnya menghantam Hiro, ia tidak berhak mengatur Miki.


“ Aku pulang. “ Hiro membuka pintu dan melihat Arlene yang tengah menangis di bangku dengan menggenggam foto Nobu, tanpa berganti baju terlebih dahulu Hiro langsung berlari mendekati Arlene dengan cemas. “ Ibu, Ibu kenapa? Ibu baik-baik saja? “


Tangis Arlene pecah, ia memeluk tubuh Hiro dan berkata tepat di telinganya. “ Hiro mari pergi, Ibu tidak bisa.... “ isak tangis Arlene.


“ Tidak bisa apa? “ Hiro menepuk punggung Arlene untuk menenangkannya sesaat.


“ Tadi Ibu melihat Nobu bersama istirnya.... “ Arlene melepaskan pelukannya dari tubuh Hiro. “ Ibu kira Ibu akan bisa nerima, tapi ternyata tidak Ibu tidak bisa!!! “


Bibir Hiro bergetar tidak tahu harus bagaimana sekarang.“ Jadi Ibu mau bagaimana?”


“ Kita pergi ya? Jangan di Jepang, Ibu tidak bisa!! “


Pergi? Jangan di Jepang? Berarti Hiro harus


meninggalkan Miki lagi dan menyakitinya untuk sekian kalinya.


Namun, Hiro tidak punya pilihan. Demi Ibunya, ia akan melakukan segala hal untuk Arlene bahagia kembali seperti dulu.


“ Baik, kita akan pergi tapi tidak sekarang ya? “ Hiro terpaksa, ia tidak punya pilihan lain selain membawa Ibunya pergi ke rumah keluarga Hara yang sudah diberikan Nobu kepadanya.


Mungkin disana, Arlene akan bahagia. Hiro tidak perlu perduli dengan perasaan yang lain atau dirinya sendiri, yang terpenting adalah Ibunya nyaman dan senyum secerah matahari lagi.


“ Sebelum pergi, Ibu tidak boleh pergi kemana-mana ya? “ takut Hiro kejadian sebelumnya terulang yaitu


Arlene yang stress karena kehilangan Nobu dari sisinya, Arlene mengangguk-anggukan kepala mengerti.


Senyum kecil Hiro tampak, ia memeluk tubuh Arlene dengan sangat kuat. “ Jadi Ibu berhenti menangis ya? “


“ Maaf, sekali lagi aku harus menyakitimu Miki. “ batin Hiro.


Sementara itu, Miki yang tidak bisa tertidur karena memikirkan Hiro lagi. Ia harus apa untuk bisa dimaafkan dan semuanya kembali seperti semula?


Seketika sebuah ide masuk ke dalam otak Miki, jika Hiro tidak ingin melihatnya lagi berarti satu-satunya cara adalah membuat surat untuk Hiro.


Benar, mungkin Hiro akan membaca dan memaafkan Miki. Miki beranjak dari kasurnya dan duduk di meja belajar sambil mengambil kertas serta pulpen untuk menuliskan seluruh isi pikiran Miki.


Tapi nyatanya, kata-kata Miki terlalu baku dan merasa aneh. Ia terus meremas kertas yang gagal dan membuangnya sembarangan.


Terus-menerus, sampai jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi.

__ADS_1


Sambutan sinar matahari yang menerobos tirai tipis kamarnya, Miki membuka matanya perlahan dan merasa lehernya terasa sangat sakit karena ia tertidur di atas meja semalaman.


Kantung matanya terlihat besar karena Miki terus membuat surat tidak henti, dan akhirnya surat itu baru selesai pada pukul 6 pagi. Jadi Miki baru saja tertidur selama 2 jam, dan saat ini ia benar-benar sangat mengantuk.


Miki yang beres-beres barang untuk sekolah dengan mata mengantuk, ia berjalan menuruni anak tangga dengan menggunakan seragam sekolahnya. “ Pagi “ sapa Miki malas.


Di meja makan sudah terdapat Riyo, Anna dan Lim yang makan bersama untuk bersiap-siap berangkat kesehariannya.


“ Jelek sekali. “ ledek Lim yang merasa hari ini Putrinya sangat suram. “ Kenapa kantung matamu besar? Kamu tidak tidur semalaman? “ tanya Anna kebinggungan.


“ Dia membuat surat cin... “ belum saja ucapan Riyo selesai, Miki sudah menyumpal mulutnya dengan roti.


“ Tidak apa-apa kok, aku berangkat ya! “ jawab Miki dengan senyum palsu dan mengambil bekal yang telah dibuatkan oleh Anna.


Dengan lambaian tangan, Miki keluar dari rumah sambil berkata. “ Aku pergi. “


Langkah kakinya terhenti melihat Kenzi berada di depan rumahnya dengan melipat kedua tangannya di atas perut. “ Kamu sudah baikkan? “


Benar, kemarin kepala Miki sangat pusing. Ia lupa akan soal itu, “ baik, tenang saja. “


Melihat keadaan Miki yang tampak baik, keduanya berjalan berdampingan menuju sekolah dengan menggunakan sepedanya masing-masing.


Sampainya di gedung sekolah, Miki yang melihat Hiro memasuki gedung sekolah langsung memberhentikan gowesan sepedanya.


“ Kenapa? “ Kenzi kebinggungan, Miki menggeleng-gelengkan kepala dan menggowes sepedanya kembali memasuki gedung sekolah.


Dengan langkah gugup, Miki memasuki lobby dan mencoba untuk membuka sepatunya sambil melirik sesaat kearah loker sepatu Hiro. Ia berjalan mendekati loker Hiro, tapi Miki mengurungkan niatnya karena Rei yang tiba-tiba datang “ Pagi Miki! “


Hampir saja jantung Miki copot karena kejutan Rei, ia menaruh kembali suratnya di saku dan berjalan memasuki kelas bersamaan dengan Rei serta Kenzi.


Walaupun rasanya, sedang berada di tengah-tengah keadaan yang canggung.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel pelajaran sudah dimulai, Miki yang tidak bisa fokus karena pelajaran selalu tertidur saat guru tengah menyampaikan sesuatu. Matanya terlalu berat untuk tetap fokus pelajaran.


Semalaman sudah tidak tertidur dan kini harus memperhatikan pelajaran, tidak bisa Miki tidak bisa.


Namun, guru selalu saja memarahinya agar tetap terbangun biarpun Miki terus tertidur tanpa mendengarkan ucapan dari guru yang tengah menjelaskan pelajaran.


Dan pada akhirnya, saat bel istirahat Miki harus menemui guru masing-masing pelajaran karena ia sudah tertidur di dalam kelas.


“ Bagaimana? Lagipula kenapa kamu tidur di kelas! “ ejek Kariu yang melihat Miki keluar dari ruang guru.

__ADS_1


“ Aku mengantuk sekali. “ jawab Miki meregangkan tubuhnya.


“ Apa semalaman tidak tidur? “ tanya Kariu berjalan berdampingan dengan Miki. “ Tidak. “


Mendengar ucapan dari Kariu, ini adalah waktu yang pas untuk memberikan surat di loker Hiro dan Miki membisikkan tentang rencananya kepada Kariu. “ Serius?! “ kaget Kariu dengan nada tinggi.


“ Stt!! “ Miki menutup mulut Kariu agar tidak terdengar siapapun, Kariu hanya mengangguk-anggukan kepala mengerti dan membantu Miki untuk menaruh suratnya di loker sepatu Hiro.


Dengan gaya bak seorang pencuri, Miki memasukkan suratnya ke dalam loker Hiro, sedangkan Kariu memperhatikan sekitar takut ada orang yang melihatnya.


Dan misi berhasil, tapi saat Miki ingin memutar tubuhnya ia tidak sengaja menabrak tubuh seseorang hingga terjatuh.


“ Aw. “ ringis Miki kesakitan.


“ Hei Miki, kamu baik-baik saja? “ khawatir Kariu mendekati Miki dan membantunya berdiri.


Orang yang berada di hadapan Miki saat ini adalah Hiro dengan tatapan yang menakutkan membuat Kariu dan Miki ketakutan.


Keduanya langsung berlari memasuki kelas dengan terburu-buru takut Hiro mengetahuinya.


Namun, karena insting Hiro kuat. Ia membuka lokernya dan melihat sebuah surat di atas sepatunya yang tertulis “ Dariku Miki. “


“ Baca atau tidak? “ gumam Hiro dan akhirnya ia membacanya sambil menyandarkan tubuhnya di loker.



“ *Dengan hormat, dengan sangat gembira dan sangat serius. Saya memberitahukan kepada Anda bahwa saya telah jatuh cinta kepada Anda, terhitung dari tanggal saya sendiri tidak tahu pasti, karena cinta yang saya rasakan datangnya tiba-tiba dan tanpa saya undang. Dia datang sendiri kok, jadi wajar saja jika saya tidak tahu kapan dia datang. “


“ Ah benar, kalau dipikir-pikir saya jatuh cinta dengan Anda pertama kali saat berada di New York, benar kan? Wah sudah lama juga ya, rasanya juga terus berkembang bagai sebuah bunga. Iya, kalau tidak disiram atau diberi cahaya akan layu loh. “


“ Tapi entah kenapa, rasanya bunga itu tidak pernah layu. Bahkan sepertinya terus tumbuh tanpa saya inginkan, Anda berada di dekat saya saja seperti bunganya terus bermekaran tanpa henti. “


“ Hehe, maafkan perasaan saya yang tidak bisa ditahan lagi. Maafkan jika Anda berpikir saya mudah menyatakan perasaannya, tidak tidak mudah saya harus beberapa kali mempersiapkan diri takut nantinya Anda tidak suka. “


“ Saya....saya ingin minta maaf sebelumnya karena berperilaku sesukanya tanpa memikirkan perasaan Anda terlebih dahulu. Saya tahu kok rasanya sakit sekali, dan kepercayaan itu memudar seketika. “


“ Tapi sekali lagi, saya punya alasan untuk melakukan itu semua. Saya tidak ingin Anda menghilang seperti 1 tahun sebelumnya, saya tidak ingin Anda tiba-tiba pergi karena saya tidak tahu harus bagaimana nantinya dengan kepergian Anda. “


“ Saya takut Anda terluka, saya takut Anda meninggalkan saya dan saya takut Anda tidak kembali lagi. Saya terlalu khawatir dengan segala hal, dan malah membuatnya menjadi bumerang bagi saya sendiri. “


“ Iya, karena itu Anda menjauh dari saya. “


“ Mungkin suratnya hanya seperti ini saja, semoga Anda memaafkan saya dan saya ingin berbicara sekali lagi. “

__ADS_1


“ Kalau saya mencintai Anda*. “


__ADS_2