
Matanya bertemu dengan memberikan pandangan sendu, dan kerinduan yang tidak dapat ditahan lagi. Tapi Miki tidak mengerti, kenapa Hiro harus menjadi guru pengganti di SMA Seido?
“ Miki-sensei!! “ teriak Riyo memasuki ruang guru dan memberikan Miki bekal yang harusnya dibawa. “ Ini kamu lupa. “
Saat Riyo menolehkan kepalanya, mulutnya langsung menganga terkejut karena orang yang dicintai Kakaknya telah kembali.
“ Oh Kakak Hiro!! Akhirnya kamu datang. “ Riyo berlari menghampiri Hiro. “ Kamu tau betapa sulitnya aku menjaga kakak yang selalu menangis seperti anak kecil? “
“ Menangis? “ gumam Hiro dengan tangan terlipat, ia selalu saja membuat Miki menangis.
“ Oh, emang dia siapa Miki-sensei? “ tanya teman dari Riyo.
“ Dia mantan kakakku! “ jawab Riyo membuat seluruh Guru, murid, Kepala sekolah disana terdiam tanpa suara.
Mendengar perkataan yang secara tidak sadar dari Riyo, Miki langsung menutup mulutnya dan menarik keluar dari ruang guru sambil mengancam kepada siswa-siswi di luar. “ Kalian menganggu dia, atau berbicara apapun. Aku akan memberikan tugas yang banyak untuk kalian!! “
“ Baik. “ serentak siswa-siswi takut dengan ancaman akan diberikan tugas, karena jika Miki sudah memberikan tugas ia tidak akan kira-kira.
Dug-
Pintu tertutup rapat dengan wajah yang malu karena ucapan dari Riyo yang sekarang diketahui oleh banyak guru, kepala sekolah dan murid.
“ Dia guru pengganti selama 3 bulan. “ kata Kepala sekolah.
“ Perkenalkan nama saya Takahashi Hiro. “
perkenalannya dengan mata mengarah kearah Miki sedangkan Miki hanya menundukkan pandangan tidak
bisa berkata apa-apa di hadapan Kepala sekolah.
“ Dia Hiro! “ Rei menyikut lengan Miki.
“ Benar, Hiro-san dan Miki-sensei silahkan ke ruang saya terlebih dahulu ya. “ ujar Kepala sekolah memasuki ruangannya. Disaat seperti ini pasti Kepala sekolah ingin bertanya tentang hubungan keduanya yang tadi diucapkan oleh Riyo.
Dengan perasaan canggung, Miki masuk bersama dengan Hiro.
__ADS_1
“ Kalian berdua apa masih memiliki hubungan? “ tanya Kepala sekolah tanpa basa-basi, benar seperti dugaan Miki.
“ Tidak pak. “ jawab Hiro cepat. “ Itu hanya hubungan saat kami masih SMA. “
Tangan Miki terlipat, ia memang keduanya sama sekali tidak punya hubungan saat SMA pun mereka tidak pacaran.
“ Baik, asal kalian tahu. “ Kepala sekolah mendekati Miki dan Hiro. “ Kalau punya hubungan harus secara diam-diam, mengerti? “
“ Sudah kalian boleh keluar. “ kata Kepala sekolah yang langsung diikuti oleh Miki dan Hiro keluar dari ruang kepala sekolah bersamaan.
Dan takdir memang sudah ditentukan, Miki harus duduk bersebelahan dengan Hiro.
“ Hai Miki. “ sapa Hiro dengan senyuman, melihat wajah Hiro yang tersenyum Miki kembali teringat soal muntahnya di punggung Hiro yang mungkin saja bau.
Ia menutup wajah kirinya dengan tangan sambil menjawab dengan gugup. “ Iya. “
“ Apa kamu masih mabuk sembarangan lagi? “ tanyanya yang semakin membuat Miki malu, ia menggebrak meja dan beranjak dari kursinya. “ Tolong jangan terlalu dekat dengan saya, saya tidak nyaman. “ Miki keluar dari ruang guru karena ia masih memiliki jam pelajaran.
Perlahan tapi pasti, Hiro akan mengembalikan sikapnya seperti semula dan menjadikan Miki satu-satunya wanita di hidupnya tanpa ada orang lain.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel masuk sudah berbunyi, Miki sudah duduk di tribun menunggu murid-murid dari kelasan 2-4. Ia tidak bisa menunggu di ruang guru karena perasaannya masih tidak bisa menerima kalau Hiro kembali lagi.
Apalagi kali ini, ia berada sangat dekat dengan Miki.
Kedua tangan Miki dipertemukan, ia menundukkan pandangan dengan banyak pertanyaan-pertanyaan yang masuk ke dalam otaknya seperti, untuk apa dia kembali lagi? Kenapa dia bisa berada disini?
Semua pertanyaan yang membinggungkan menjadi satu.
Tapi pikirannya itu menghilang saat melihat Riyo tengah berdiam-diam ingin kembali keluar dari sekolah melalui taman belakang. Dengan secepat kilat, Miki berlari menuju taman belakang sambil menarik tasnya hingga terjatuh dan robek.
“ Mau kemana lagi kamu? “ sinis Miki bertolak pinggang, Riyo yang membereskan semua barang-barangnya menjawab. “ Aku ada latihan “
__ADS_1
“ Jangan bohong!! “ seru Miki karena Riyo selalu saja kabur dari pelajaran sekolah dan yang menjadi amukan Guru, Kepala sekolah adalah dirinya.
“ Benar kok. “ mood Riyo buruk sebab Kakaknya selalu mengetahui dirinya.
“ Terus kenapa tidak memberikan surat izin saja? Daripada harus secara diam-diam keluar? “
“ Itu karena..... “ gugup Riyo ketahuan oleh Miki. “ Lihat-lihat? Kamu memang ingin kabur untuk main kan!! Kalau Ayah dan Ibu tahu, bagaimana? “
“ Tolong jangan bilang dengan mereka!! “ mohon Riyo berlutut di hadapan Miki.
“ Katakan kamu kabur untuk apa? “
“ Aku ingin menonton pertandingan renang di Kyoto karena sebentar lagi akan ada perlombaan musim gugur, aku tidak ingin kalah lagi. “ Riyo menundukkan pandangan.
“ Jangan bohong!! “ tegur Miki tidak main-main.
“ Aku benar kok, serius! “ ujar Riyo melakukan peace.
“ Ada apa? “ suara familiar yang terdengar membuat tubuh Miki kaku, kenapa dia ada disini lagi?
“ Riyo, kamu ingin kabur? “ Hiro kebinggungan, Riyo yang ingin mencari perhatian dari Hiro berlari kearahnya dan berkata. “ Tidak Kak Hiro, aku ingin melihat pertandingan di Kyoto, ituloh renang antara SMA. Tapi Kak Miki tidak percaya dengan aku, coba kakak beritahu dia. “
“ Seharusnya kamu tidak kabur, ingat kalau mau menonton meminta izin dari awal saja. “ tegur Hiro yang seketika membuat Riyo mengangguk-anggukan kepala mengerti.
“ Miki. biarkan dia sekali ini saja. “ pinta Hiro dengan sungguh-sungguh, Miki mendesah kesal dan menatap tajam Hiro. “ Anda tidak seharusnya ikut campur urusan keluarga orang lain, memang Anda siapa? “
Perkataan dingin yang membuat mata Hiro melebar, ini pertama kalinya Miki mengucapkan kata yang sangat formal dan terdengar sangat dingin.
Apa memang Miki sudah jauh darinya?
Apa memang kini Hiro tidak bisa lagi mengenggam Miki?
Tapi tidak perduli apapun, ia tidak akan membuat Miki terluka lagi.
__ADS_1