
Seluruh tribun penonton sudah dipenuhi banyak orang karena ini adalah final terakhir tim putra dan tim putri, tim putra sudah selesai dan tinggal tim putri. SMA yang melanjutkan ke kejuaraan nasional tim putra adalah SMA Seido dengan skor melawan SMA Okawa 100-99, memang sedari dulu keduanya rival.
Dan saat ini, tim putri antara SMA Inuyashi serta SMA Seido yang juga rival.
Kedua tim memasuki lapangan yang diiringi dengan tepuk tangan penonton, keluarga Miki menonton dengan khawatir keadaan Miki begitu juga dengan Hiro yang takut kalau Miki akan terluka.
5 menit sebelum pertandingan dimulai, ketegangan terjadi antara dua tim. Pandangan Miki tidak bisa lepas dari Akemi, sama halnya dengan Akemi.
Pandangan saling menusuk satu sama lain.
Hari ini, Miki akan mengeluarkan semua kekesalannya karena tidak bermain dalam 3 pertandingan. Akan ia keluarkan semua kerja keras Miki selama ini, hidupnya juga dipertaruhi lewat ini.
Memalukan apabila ia kalah lagi, dan Miki tidak ingin melihat kesedihan dari murid kelas 3 yang sudah berjuang keras sampai dititik ini.
Tim Seido : Rei, Miki, Mayumi, Ai dan Gea
Tim Inuyashi : Faya, Akemi, Hana, Ima dan Xiu.
Kedua tim sudah berbaris di tengah lapangan, menyanyikan lagu kebangsaan Jepang dan kembali lagi untuk bersiap-siap sebelum pertandingan dimulai.
Dengan tatapan serius, Miki menggunakan dekker kaki dan mulai melakukan shooting 3 point. Karena orang yang menjaganya pasti adalah Akemi, tidak ada yang lain.
Peluit berbunyi.
Sorakan Tim Seido dan Tim Inuyashi terdengar jelas.
Kedua tim sudah bersiap-siap di posisi masing-masing, pemain paling tinggu sudah berada di tengah-tengah untuk mengambil bola saat Jump Ball.
Prit-
Bola di lemparkan wasit setinggi-tingginya, dan orang yang menangkap duluan adalah Gea. Ia memberikan kepada Rei, dan Rei melemparkan kepada Miki yang sedang berlari menuju ring lawan.
Tetapi dengan cepat Akemi mensteal bolanya, dan mulai melemparkan kepada Faya yang berlari dengan sangat kencang. Tapi Mayumi sudah menjaganya sehingga ia tidak bisa kemana-mana, walau quarter awal ketegangan sudah terlihat dari menit awal.
Dalam 1 menit, kedua tim masih belum bisa mencetak point sekalipun. Jika ada yang bisa, ia akan merubah momentum.
Wajah Miki berubah menjadi berbeda, tatapannya kepada Rei seakan-akan berkata bagi-terus-kepadaku.
“ Tangkap. “ Rei mengumpan kepada Miki, Miki memainkan kepalanya kearah kanan-kiri di hadapan Akemi yang menjaganya tapi Akemi tidak ingin kena tipuan sedikitpun, ia memundurkan langkah kaki dan seketika Miki melemparkan bola dari three-point.
Point pertama di dapatkan dari SMA Seido, sorak tim Seido mulai terdengar jelas.
Banyak penonton yang terkejut karena Akemi malah memundurkan langkah kakinya, sedangkan Akemi sendiri hanya tersenyum kecil melihat permainan licik dari Miki.
Dan lagi, Miki mencetak gol dari three point. Akemi sulit untuk membloknya karena kini Miki langsung melepaskan bola setelah melompat.
__ADS_1
Skor menjadi 6-0, kemenangan SMA Seido.
" Wah,wah,wah. “ kagum Akemi, Miki sudah benar-benar berubah.
Waktu tersisa 30 detik lagi, dan skor masih belum jauh. Di detik-detik terakhir, Miki melompat dan melepaskan bola tetapi itu bukanlah three-point melainkan Alley-up yang dilakukannya seorang diri.
Peluit berbunyi, quarter pertama telah berakhir.
Skor quarter pertama 8-0 yang dimenangkan oleh Tim Seido, kedua tim kembali menju bench untuk beristirahat selama 1 menit dan melakukan analisa berasama Coach serta pembimbing masing-masing.
Setelah 1 menit selesai, peluit kembali berbunyi dan kedua tim kembali ke lapangan. Tetapi dengan cepat, Tim Inuyashi tidak mengandalkan Akemi saja. Seorang point guard yang lengah membuat point guard lainnya gampang masuk, seperti Rei yang lengah dan membiarkan Faya mencetak gol.
Tim Seido memegang bola, Rei membagi ke Mayumi. Mayumi mempas kearah Miki, tim sudah benar-benar dijaga dan strategi offensive ini adalah man-to-man sama dengan strategi dari Tim Seido.
Sulit untuk dilewati.
Miki berhadapan dengan Akemi, ia menaruh bola kekanan-kiri dan melakukan fake sempurna tapi dengan cepat Akemi juga menghalanginya lagi.
Saat Akemi menghalanginya, Miki berbalik arah dan melakukan dunk.
Nafas Akemi terengah-engah, ia sangat kagum ada seseorang yang bisa membuatnya kesulitan.
Iya benar, siapa kalau bukan Miki. Dan jika tidak seperti ini, pertandingan akan membosankan.
Dan dalam quarter kedua ini, kedua tim terus melakukan penyerangan tanpa bisa bertahan. Defense telah berusaha sebaik mungkin yang mereka bisa, tapi offense kedua tim terlalu kuat.
Persaingan yang sangat ketat.
Peluit berbunyi, quarter kedua berakhir.
Pergantian tempat duduk dan istirahat selama 5 menit.
Mata Lim yang berada di tribun terus memperhatikan Miki, ia takut terjadi kenapa-kenapa dengan Miki. Tangannya terkepal berdoa agar tidak terjadi apa-pun karena pertandingan ini begitu melelahkan dan menakutkan.
Senyum Miki terlihat sangat senang, ini baru pertandingan. Ia meminum air sambil mengatur nafasnya kembali, sangat menyenangkan.
Hatinya tegang, menyenangkan sekali. Pikir Miki
Skor terakhir dari quarter kedua adalah 40-32, Tim Seido masih menang.
Di lain sisi, Hiro juga gelisah melihat tubuh Miki yang sepertinya tidak bisa berlama-lama lagi. Kakinya terlihat sangat jelas bergetar menahan rasa sakit, mungkin sakitnya lebih daripada minggu kemarin.
Quarter ketiga dimulai.
Kedua tim sudah bersiap-siap lagi walaupun nafasnya belum kembali seperti semula, peluit berbunyi.
__ADS_1
Permainan dimulai.
Tim Seido tidak ingin menurunkan tempo, mereka terus melakukan penyerangan tanpa henti dan di menit awal dalam kecepatan yang tinggi Miki melakukan fade-away ( Shoot yang dilakukan sambil melompat ke belakang )
Sorakan penonton semakin meriah, Tim Inuyashi masih belum bisa mengejar ketinggalannya terlebih lagi Akemi tidak bisa menyeimbangkan kecepatan dirinya dengan Miki.
Monster, begitulah panggilan Miki saat ini.
Jika dalam 3 pertandingan Miki terus bermain, mungkin namanya akan lebih berada di atas daripada Akemi. Karena pada nyatanya seperti itu, Miki sudah berada di atas Akemi jauh.
Tapi Akemi tidak ingin kalah, ia terus menjaga Akemi sehingga timnya sendiri tidak bisa mempassing kearahnya.
Sama halnya dengan Akemi, Miki menjaga Akemi agar teman setimnya tidak bisa membagi dirinya.
Tidak perduli bagaimana pun, monster yang ada di hadapannya tidak boleh lewat. Begitulah menurut keduanya, yang berpikiran sama bahwa orang yang di hadapannya adalah monster.
Time-out
Bunyi time-out yang dikeluarkan dari Tim Inuyashi, Coach dari Tim Inuyashi sudah merasa sangat gelisah karena Akemi tidak bisa mencetak angka karena Miki.
Quarter ketiga tinggal 3 menit lagi, Miki mengistirahatkan tubuhnya. Semakin lama kakinya sudah tidak bisa ditahan lagi, rasa sakitnya mulai menjalar ke tubuhnya.
“ Ganti pola bertahan dari man-to-man, ke zona defense. Jaga agar pertahanan tetap kokoh dibagian dalam dan bantu jaga apabila Akemi menyerang. “ kata Okumura melihat kaki Miki yang sepertinya tidak sanggup lagi.
Peluit berbunyi.
Pertandingan dimulai, dan strategi membosankan membuat Akemi tertawa karena semakin lama ia tidak bisa bergerak. Padahal perintah dari Coachnya adalah mencari celah dari Miki, tapi ini malah tidak ada celah sedikitpun karena dibantu oleh pemain lainnya.
“ Ah membosankan! “ Akemi mempassing kearah Hana, dan Hana melakukan shoot three-point.
Game terus berlanjut, nafas Miki semakin terasa melemah.
Waktu tersisa 10 detik, dan dalam quarter ketiga terakhir Miki melakukan dunk lagi.
Prit-
Quarter kertiga berakhir, skor akhir 70-64 masih dimenangkan oleh Tim Seido.
Namun, tangan Miki yang memegang ring terasa sangat lemas dan ia mendarat dengan posisi yang salah. Miki terjatuh, lututnya terasa sangat sakit sehingga ia tidak bisa menggerakan sedikitpun.
Seluruh penonton mulai memperhatikan kearah Miki, begitu juga dengan Tim dan keluarga Miki yang tampak sangat khawatir.
Mata Miki melebar, ia tidak bisa menggerakan kakinya. Miki terus mencoba tapi ia malah terjatuh lagi yang membuat pelupuk mata Miki basah.
“ Miki? “ Kenzi kaget melihat kondisi tubuh Miki yang terlihat sudah kelelahan.
__ADS_1
Tapi berbeda dengan Lim, yang wajahnya sudah dipenuhi kekhawatiran dan berteriak bersamaan dengan Hiro. “ MIKI!!!! “
Tangan Hiro terkepal, ia tidak bisa melihat Miki terluka.