Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
17. Perpisahan


__ADS_3

5, Mei


Sejak bolos pertama Miki dengan Hiro, Hiro sudah tidak ada kabar sama sekali. Ia bahkan tidak sekolah selama 1 Minggu. Miki tidak bisa berhenti mengkhawatirkan Hiro, ia juga mencari rumah Hiro untuk mengetahui kabar Hiro tapi rumahnya sudah kosong tidak ada satupun barang.


Yang tersisa dari itu semua adalah foto Hiro bersama dengan kedua orang tuanya. Wali kelas juga tidak tahu alasan Hiro tidak masuk sekolah, ia juga sudah mencoba menghubungi nomornya berapa kali tetap saja tidak dijawab.


Selama berhari-hari wajah Miki selalu murung tidak ada senyum sama sekali, karena Hiro tidak ada dan anggota club basket yang mulai tidak menyukai Miki karena hari pertama masuk club, Miki sudah bolos latihan.


Tetapi, Mayumi memakluminya dan memaafkan Miki. Hanya saja ada beberapa orang yang tidak menyukainya, seperti Ai dan Akira.


“ Dingin. “ ucap Miki karena Kenzi menaruh susu dingin tepat dipipinya yang membuat lamunannya buyar.


“ Lamunin apa? “ tanya Kenzi duduk di sebrang meja Miki.


Miki masih merasa tidak nyaman dengan sikapnya yang tanpa kabar kepada Kenzi saat bolosnya dengan Hiro, saat itu lebih dari 50 panggilan tidak terjawab dari Kenzi. Ia juga menunggu Miki seharian tanpa latihan basket.


“ Tidak, hanya sedang banyak pikiran saja. “ jawab Miki.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel berbunyi tanda istirahat sudah selesai, Kenzi beranjak dari kursi dan mengelus kepala Miki sambil berkata. “ Jangan membuatku khawatir terus! “


Perkataan yang membuat mata Miki melebar terkejut dengan ucapannya, selama 16 tahun ini Kenzi terus menjaganya dan khawatir kepada Miki. Tidak seharusnya ia terlihat sedih di hadapannya, kapan pun itu Miki harus menjadi Miki yang dikenal oleh Kenzi.


7:00 p.m


Setelah selesai latihan basket, Miki dan Kenzi berjalan bersamaan untuk pulang ke rumah dengan berjalan kaki. Kenzi meregangkan tubuhnya yang terasa sangat lelah itu, “ Happy Birthday “ kata Miki sambil mengeluarkan sebuah kado kecil dan memberikannya kepada Kenzi.


“ Kamu ingat? “ Kenzi yang tidak percaya bahwa Miki mengingatnya, ia kira Miki sudah melupakan ulang tahunnya karena kesedihan yang sedang dialami oleh Miki.


“ Tentu saja aku ingat, tidak mungkin aku lupa! “ seru Miki yang sudah kembali seperti semula. Kenzi mengambil hadiah dari Miki dan memberantakkan rambut Miki. “ Terimakasih “ katanya dengan bahagia.


Kenzi mencoba membuka hadiah dari Miki dan Miki memberikan sebuah wristband berwarna biru dongker yang bertulis “ Kenzi&Miki. “ Dari kecil sampai sekarang, apabila Miki memberi hadiah ia selalu menuliskan kata tersebut.

__ADS_1


“ Aahh, hari ulang tahunku tanpa pacar sama sekali tidak terasa menyenangkan. “ teriak Kenzi di tengah perjalanan.


“ Apa harus bersama dengan pacar? Denganku juga sudah menyenangkan bukan? “ pekik Miki.


“ Tidak, membosankan! “


“ Kalau begitu... “ Miki memberhentikan ucapannya. “ Jika aku harus merasa senang saat ulang tahunku bersama dengan pacar. “


“ Aku bisa menjadi pacarmu. Apa yang susah dengan itu? Dan sejujurnya, aku bisa melakukan lebih baik. Bukankah kamu berpikir seperti itu? “ canda Miki yang membuat pipi Kenzi memerah sesaat.


“ Hahaha. “ tawa Kenzi yang terdengar di malam yang penuh kedinginan.


“ Aku tidak ingin berpacaran denganmu karena kamu sangat menyusahkan. “ sindirnya sambil menjitak kepala Miki dan melangkahkan kakinya meninggalkan Miki.


“ Tunggu aku! “ ujar Miki mengikuti langkah kaki Kenzi.


Keesokan harinya.


“ Anak-anak dengar, Hiro mulai hari ini sudah pindah dan ia hanya meminta Ibu untuk menyampaikan ini saja. “ Pengumuman secara mendadak dari Yoshioka, Miki yang tidak percaya dengan perkataan Yoshioka menepak mejanya dan berlari keluar kelas.


Perkataan yang tidak masuk akal dari Yoshioka membuat Miki berlari ke tempat-tempat menyenangkannya dengan Hiro. Itu tidak mungkin perpisahan terakhir Miki bersamanya, sejak kedatangan Ibu Akira entah kenapa perilaku Hiro benar-benar berbeda.


Seharusnya Miki mengetahui itu dan bertanya tentang keadaannya, bukan hanya mementingkan perasaannya sendiri karena terlalu bahagia bersama dengan Hiro.


Selama berjam-jam, hampir semua tempat sudah dikunjungi oleh Miki tapi ia tidak juga bertemu dengan Hiro. Nafasnya sudah mulai terengah-engah, keringatnya sudah bercucuran tidak henti, percikan air mata juga sudah menjatuhi pipinya.


Ia tidak mungkin pergi.


Ia tidak mungkin pergi.


Itulah dalam pikiran Miki, pikirannya kacau. Miki sudah tidak bisa berpikir jernih lagi.


Tempat terakhir yang mungkin di datangi oleh Hiro adalah Rainbow Bridge, Miki sudah tidak tahu tempat yang harus dikunjunginya lagi. Miki bahkan sampai ke tempat renang yang biasanya Hiro selalu berlatih.

__ADS_1


Tetap saja tidak ada, dan dengan penuh harapan Miki berharap bahwa Hiro berada di Rainbow Bridge.


Lebih dari 2 jam, Hiro tidak juga kunjung datang. Udara dingin mulai terasa dikulit Miki, tangisannya tidak kunjung berhenti. Semua kenangan manisnya masih terasa di dalam hati dan pikirannya.


Sampai akhirnya, ada seorang lelaki yang berdiri di hadapan Miki yang tengah memeluk lututnya. “ Miki, sedang apa kamu disini? “ suara yang sangat familiar ditelinga Miki, Miki mengangkat kepalanya tidak percaya.


Air matanya berhenti menetes dipipinya, bibirnya terkatup tidak bisa berbicara. Akhirnya, ia bertemu lagi dengan Hiro. Wajah yang selalu membuatnya merasa sangat nyaman, iya dia adalah Hiro.


Tanpa meminta izin terlebih dahulu, Miki memeluk erat tubuh Hiro dan sangat lama. Namun, dalam waktu yang lama itu Hiro mengalungkan sebuah kalung berwarna tembaga yang bertulis sebuah inisial nama yaitu “ H. “


“ Ini apa? “ Miki kebinggungan seraya melepaskan pelukannya.


Di lehernya saat ini terdapat kalung yang diberikan oleh Hiro kepadanya. “ Ini hadiah, kamu ulang tahun kan? Selamat ulang tahun, Miki! “ kata Hiro dengan senyuman hangat.


“ Terimakasih. “ Miki dengan pelupuk mata yang basah.


“ Jangan menangis. “ Hiro memegang bahu Miki.


“ Kamu benar akan pindah? Kemana? Kenapa tidak berbicara kepadaku? “


“ Sepertinya itu tidak perlu kamu ketahui, tapi yang terpenting adalah aku bahagia 8 hari yang lalu bersama kamu. Lain kali, kita seperti itu lagi ya? “ ajaknya.


Dan Hiro langsung memeluk tubuh Miki erat sambil berbisik tepat ditelinga Miki. “ Sampai bertemu lagi Miki. “


Perkataan terakhir, senyuman terakhir dan wajah terakhir yang dilihat hari ini. Hari ulang tahun Miki, ia seharusnya bahagia karena ini adalah ulang tahunnya tapi bukannya bahagia melainkan rasa sakit yang terasa di dadanya.


Meskipun hanya sebentar bersama dengan Hiro, tapi Miki bahagia memiliki perasaan ini dan kebahagiaan yang hanya sementara.


Bagaimana pun, Hiro adalah kenangan yang terbaik baginya.


Dan cinta pertama yang telah pergi.


• STAY SAFE EVERYONE.

__ADS_1


JAGA KONDISI AGAR TIDAK TERTULAR DENGAN VIRUS CORONA, BANYAK BERDOA UNTUK TETAP DIJAGA OLEH ALLAH DAN VIRUS INI MENGHILANG DARI BUMI AGAR TIDAK ADA KESULITAN LAGI. AAMIIN.


__ADS_2