Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
51. Pengakuan Cinta


__ADS_3

Setelah pertemuan Miki dengan Arlene, kondisi tubuh Arlene tiba-tiba tidak membaik dan Hiro tidak memberitahu Miki sedikitpun. Ia hanya membiarkan Miki cemas di dalam kamarnya sendirian tanpa mengetahui kondisi Arlene.


Teng-


Pesan masuk dari Hiro, Miki membuka pesannya dan membaca. “ Ibuku baik-baik saja tenang, besok aku kembali kesana. “


Setidaknya dengan pesan itu, Miki merasa tenang dan dapat tidur kembali.


8:00 a.m


Mata Miki terbuka perlahan karena sambutan sinar matahari yang menerobos tirai tipis kamarnya, jam sudah menunjukkan pukul 8 pagi waktu untuk berolahraga pagi sudah tidak bisa.


Hari ini juga adalah hari akhir dari liburan musim panas yang begitu panjang dan melelahkan, Miki keluar dari rumahnya untuk meregangkan tubuhnya sedikit dan melihat Kenzi yang sudah selesai berolahraga.


“ Kenzi. “ panggil Miki membuat langkah kaki Kenzi terhenti di depan Miki tanpa menolehkan sedikit kepalanya. “ Bagaimana kabarmu? “


“ Hanya bertanya seperti itu? “ Kenzi mencoba untuk berjalan kembali tetapi langkah kakinya terhenti saat Miki menahan lengannya. “ Dengarkan aku. “


Tanpa membalikkan tubuhnya, Kenzi berdiam untuk mendengarkan perkataan Miki.


“ Maaf waktu itu aku tidak bisa bercerita kepadamu, karena itu sangat menyakitiku. “ Miki mengingat perkataan yang mungkin menyakiti Kenzi. “ Aku juga tidak tahu harus bagaimana lagi. “ Miki mengigit bawah bibirnya menahan tangisnya.


Kenzi membalikkan tubuhnya dan memeluk Miki dengan sangat erat. “ Lain kali jangan menyimpan semuanya seorang diri. “


Air mata Miki menjatuhi pipinya, ia tidak bisa membalas pelukan Kenzi dan menjawab dengan anggukan kepala mengerti.


“ Kamu sudah baik-baik saja? “ Kenzi melepaskan pelukan dan melihat wajah Miki yang terlihat sudah baikkan. “ Aku sudah baikkan, hanya kakiku saja tidak boleh berlari, melompat dan melakukan hal berat lainnya. “ jawab Miki.


“ Kalau begitu, besok setiap berangkat dan pulang sekolah aku akan menemani kamu. “


“ Ah, iya. “ Miki terpaksa tidak bisa apa-apa lagi karena takut menyakiti Kenzi.


...


Jam sudah menunjukkan pukul 8 malam, Miki keluar rumahnya untuk bertemu dengan Hiro sebentar karena ingin melihat kondisi tubuhnya.


Sesampai di tempat pertemuan yaitu Taman Bermain di dekat sekolah, Miki melihat seorang lelaki bertopi hitam sedang berada di ayunan dengan menundukkan pandangan dan kedua tangan yang berada di saku.


“ Hiro! “ Miki mencoba mengangetkan Hiro, tetapi tidak bisa. Hiro hanya menjawab dengan cuek. “ Kenapa? “


Pandangannya seperti ada sesuatu yang terjadi, Miki duduk di ayunan samping Hiro. “ Apa ada sesuatu? “

__ADS_1


“ Tidak, cepat katakan saja apa mau kamu! “ Hiro dengan nada tinggi tidak seperti kemarin-kemarin, kalau sikap Hiro berbeda sudah pasti Ibunya tengah dalam kondidi yang tidak memungkinkan dan membuat moodnya menjadi jelek.


Sebenarnya disatu sisi, Miki ingin mengetahui perasaan Hiro kepadanya. Ia juga ingin tahu hubungan apa yang saat ini keduanya jalan kan.


“ Aku hanya khawatir denganmu. “ bohong Miki.


“ Bicara itu saja? Aku pergi. “ Hiro berdiri tetapi lengannya tertahan oleh Miki. “ Kamu mau kemana? “


“ Pulang. “ datar Hiro tanpa menatap Miki sedikitpun.


“ Kalau begitu dengarkan aku. “ kata Miki membuat Hiro membalikkan tubuhnya.


Miki menatap Hiro dengan lekat. “ Aku menyukai kamu, Ah mungkin kamu sudah tahu. “


Mata Hiro melebar mendengar perkataan yang secara tiba-tiba ke telinganya, ia tidak tahu harus menjawab apa.


Mengatakan bahwa dia mencintainya juga? Tapi Hiro takut akan melarikan diri lagi dan meninggalkan Miki.


Baginya, membuat Miki bahagia lebih dari cukup.


Namun, berbeda dengan Miki yang menginginkan sebuah kepastian yang jelas dari Hiro. Selama ini tindakannya selalu mengartikan bahwa keduanya berpasangan, tapi mereka tidak punya hubungan apapun.


Ia tidak perduli dengan hubungan jelas ini, tetapi ada yang satu diinginkan dari Miki. Mendengar bahwa Hiro juga mencintainya, itu lebih dari cukup.


“ Memang apa hubungan kita? “ Hiro mengangkat kepalanya dan menatap mata Miki yang sudah berkaca-kaca mendengar perkataan yang sangat menyakitkan bagi Miki.


Ternyata di mata Hiro memang tidak ada, pikir Miki.


“ Ha. “ Miki mendesah kesal, ia menahan air matanya agar tidak terjatuh di hadapan Hiro.


Ini seperti penolakan yang sangat menyakitinya.


“ Kamu tidak menyukaiku, benar? “ tanya Miki yang membuat Hiro terdiam tidak bisa menjawab. “ Hahaha, kamu memag selalu seperti itu. “ tawa Miki.


“ Padahal aku hanya perlu menerima kenyataan bahwa kamu tidak menyukaiku, tapi ini sangat sulit bagiku. “ lanjut Miki sambil matanya mengelilingi sekitar agar tidak menatap mata Hiro.


Sekali lagi, Hiro tidak ada jawaban.


“ Kalau begitu, aku menarik perkataanku lagi tentang aku menyukaimu. Kamu saja tidak menyukaiku? Jadi untuk apa aku menyukaimu lagi. “ ucap Miki. “ Hubungan kita tetap menjadi teman, dan aku tidak akan melewati batas lagi. “ Miki melangkahkan kaki meninggalkan Hiro dengan rintik air mata yang menjatuhi pipinya.


Berapa kali Hiro menyakitinya? Tapi tetap saja perasaannya masih ditempat yang sama.

__ADS_1


Dan Hiro kembali menyakiti Miki tanpa bisa


menahannya lagi, selalu seperti ini.


Dasar pecundang, batin Hiro.


Keesokan harinya.


Hari kesibukkan kembali datang, Miki keluar dari rumahnya dengan seragamnya lagi dan melihat Kenzi yang berdiri di depan gerbang tanpa membawa sepeda.


Keduanya berjalan berdampingan menuju sekolah seperti biasa, bercanda kembali dan berbicara tentang hal-hal yang bodoh sekalipun. Mereka menaiki bus dan mata Miki terhenti saat seorang lelaki duduk di bangku belakang dengan menggunakan headphone.


Dia Hiro.


“ Ah panas. “ Miki berpura-pura duduk di dekat kursi supir tidak ingin berdekatan dengan Hiro, Kenzi yang melirik sesaat kearah Hiro hanya mengikuti Miki.


“ Miki, katanya ada siswi baru. “ ucap Kenzi memberikan pemberitahuan tentang grup kelas kepada Miki, ia tidak duduk dan hanya ingin berdiri untuk saling berbicara tatap-menatap dengan Miki. “ Benarkah? Kalau dia cantik, kamu ambil saja. “ Miki mengibas-ibas tangannya merasa hawa sangat panas padahal bukan panas hanya tidak ingin melihat Hiro saja.


Bus sudah sampai, Miki langsung berjalan terburu-buru menuju kelasnya yang diikuti oleh Kenzi. “ Miki, tunggu! “


Rei yang melihat kedekatan Miki dan Kenzi mulai kembali menoleh kearah Hiro yang kembali pada dirinya awal, tidak memperdulikan apapun.


Bisa dipikirkan kalau keduanya saling menjauh lagi.


“ Dasar labil. “ gumam Rei berlari memasuki kelasnya.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel sudah masuk, duduk sudah diubah tidak seperti dulu lagi. Dan kini Miki duduk di bangku ketiga dari tengah, di belakangnya ada Kenzi, di kanannya ada Hiro.


“ Takdir sialan. “ gumam Miki tidak menyukai ini.


“ Anak-anakku tersayang, kembali lagi belajar. “ Yoshioka memasuki kelas dengan senyum kecilnya.


“ Pagi Sensei. “ ucap serentak kelas 2-1.


“ Ada siswi baru nih. “ Yoshioka menepuk tangan yang tandanya siswi tersebut harus memasuki kelas, siswi baru tersebut melangkahkan kaki memasuki kelas 2-1 yang diiringi dengan hentakkan tangan merasa gembira dengan kedatangan siswi.


Terlihat rambut pirang lurus panjang, kulit putih, tinggi sekitar 160 cm. Senyum manis yang membuat siswa-siswa kelas 2-1 terpana.


“ Dia cantik, rambutnya panjang. “ bisik Kenzi kepada Miki. “ Mau kurobek mulutmu? “ kesal Miki bukan karena Kenzi memuji kecantikan dari siswi baru tersebut melainkan rambut dari siswi itu yang seperti menghina Miki yang rambutnya pendek.

__ADS_1


“ Perkenalkan dirimu. “ kata Yoshioka. “ Namaku Sasaki Kariu. “ perkenalan singkat.


__ADS_2