Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bab 54 : Berhati-hatilah


__ADS_3

TENG-NENG-TENG-NENG


Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa-siswi mulai kembali ke rumah masing-masing atau melakukan kegiatan club.


Biasanya Miki pulang sekolah pasti akan berlatih basket, tapi kali ini ia harus kembali ke rumah untuk beristirahat. Selama 6 bulan ia tidak boleh bermain basket, hidup Miki akan terasa sangat membosankan.


“ Kamu tidak pulang? “ Kenzi yang sedang melakukan piket kelas bersama Akira, dan Miki masih berdiam diri di kelas dengan menaruh kepalanya di atas meja dan tasnya menjadi bantalan untuk tidur.


“ Tidak ke lapangan saja? “ saran Akira. “ Tidak, disana aku pasti tidak bisa menghentikan nafsu untuk bermain basket. “ jawab Miki dengan cemberut.


“ Aaa. “ keluh Miki dengan mata terpejam.


“ Pulang denganku ya, tungguin aku disini atau dipost satpam. “ kata Kenzi selesai piket dan keluar dari kelas bersama dengan Akira menuju lapangan basket.


Dulu, Miki selalu seperti itu dan sekarang ia benar-benar kesal dengan dirinya sendiri.


Mata Miki sudah mengantuk, ia menguap dan tidur kembali.


Tuk..tukk.tuk..


Suara sepasang sepatu memasuki kelas 2-1, seorang pria dengan senyum kecil duduk di samping Miki dan melihat wajahnya yang sedang tidur terlelap.



Bulu mata yang panjang, rambut berwarna hitam berkilau, kulit lembut seperti bayi. Itulah Miki, tidak ada make up sedikitpun dari wajahnya.


Seharusnya di usianya yang sekarang ini, Miki harus memakai make-up sederhana seperti anak sekolah tapi ia sama sekali tidak, sangat natural.


“ Miki.” panggil lembut pria tersebut, dia adalah Hiro.


Perasaan bersalah Hiro terus menghampirinya, ia harusnya menjawab perkataan Miki dan berkata bahwa dia juga menyukai Miki. Tetapi di hadapan Miki, lagi-lagi Hiro seperti pecundang yang tidak bisa menyampaikan perasaannya sendiri.


Di jendela, Kariu yang memperhatikan keduanya hanya mengepalkan tangan menahan kekesalannya. Kenapa selalu Miki yang mendapat perhatian Hiro?


Sebenarnya seberapa hebat Miki?


“ MIKI! “ teriak Kenzi dari lobby, Kariu yang melihat Kenzi langsung berlari keluar gedung sekolah. Kenzi memasuki kelas dan melihat Hiro yang sedang menatap lekat Miki, dengan cepat ia menarik kerah baju Hiro dengan tatapan tajam. “ Sedang apa kamu? “


Hiro menepis tangan Kenzi dan menatap balik. “ Itu tidak ada urusannya denganmu! “


“ Hah. “ Kenzi mendesah kesal dan membangunkan Miki perlahan, mata Miki terbuka dan melihat Kenzi dengan Hiro di sampingnya. “ Kamu bukannya latihan? “ tanya Miki mengusap matanya.

__ADS_1


“ Aku antar kamu pulang dulu ya, Paman Lim sudah memberi pesan kepadaku katanya kamu disuruh cepat pulang. “ kata Kenzi mengambil tas Miki dan berjalan berdampingan melewati Hiro.


Pandangan Miki hanya tertunduk, ia hanya mengikuti Kenzi dari belakang. Hiro mengepalkan tangannya menahan emosi, tapi kali ini emosinya sudah tidak tertahan ia menendang bangku dan meja di kelas sambil berteriak dengan sangat kencang.


Miki ingin memberhentikan langkah kaki karena suara Hiro yang terdengar sangat jelas, tetapi Kenzi terus menarik lengannya agar tidak menghampiri Hiro.


Namun, Miki tidak punya pilihan lain ia terus berjalan menghiraukan Hiro.


7:00 p.m


Langit malam yang terlihat gelap, angin kencang yang menembus kulit Miki. Ia memandang langit di taman rumah sakit yang sudah sepi, dulu disini ia bertemu dengan Hiro yang sudah babak belur oleh Ayahnya.


“ Kamu disini? “ suara berat yang membuat bulu Miki merinding, ia menolehkan kepalanya dan melihat Nobu di sampingnya dengan jas Dokter. Miki mencoba berdiri tapi lengannya tertahan oleh Nobu sehingga ia duduk kembali.


Cengkraman tangan Nobu sangat kuat, Miki meringis kesakitan.” Apa mau kamu? “


“ Aku sudah bilang, dimana Arlene? “ tatapan menakutkan dari Nobu.


“ Tidak tahu. “ Miki mencoba melepaskan tangan Nobu dari lengannya.


“ Katakan! “


“ Miki? “ Lim mendatangi Miki dan seketika Nobu melepaskan tangannya. “ Siapa Dokter ini? “


“ Teman Miki? “


“ Iya, saya Ayah Hiro. “


“ Oh, Ayah Hiro! “ Lim penasaran dengan Ayah Hiro karena ia bisa membuat Hiro sangat hebat. “ Pantas anak Anda juga hebat, ternyata Ayahnya seorang Dokter. “


“ Hehe. “ Nobu terkekeh, wajahnya tampak seperti orang biasa tapi 1 menit sebelumnya ia terlihat sangat mengerikan.


“ Ayah, ayo pulang. Aku lelah. “ ucap Miki.


“ Iya, ayo. “ Lim berjalan bersama Miki dan berpamitan.


“ Sampai berjumpa lagi Ayah Hiro. “


Nobu memberikan senyuman kecil, tapi saat Lim sudah menjauh senyumannya hilang yang terlihat kini hanyalah kebencian.


Keesokan harinya.

__ADS_1


Berita sekolah mulai ramai, Kariu menjadi trending topic nomer 1 di sekolah. Terdapat fotonya dengan seorang lelaki yang sedang makan bersama di sebuah cafe kemarin malam dan lelaki itu adalah Hiro.


Seluruh siswa-siswi mulai membicarakan Kariu, dan tim basket putri merasa sangat kesal dengan kelakuan Kariu. Terutama Akira, wajahnya sudah sangat emosi melihat Kariu yang tampak seperti manusia manis tapi memiliki kebusukan tersendiri.


Dari awal Akira sudah tahu bahwa Kariu adalah wanita pencari perhatian, firasatnya juga mengatakan kalau dia akan membuat permasalahan yang mungkin akan menyakiti Miki.


Dan benar, berita ini saja sudah menyakiti Miki walau Miki tidak tahu karena Tim basket putra-putri mengancam siapapun yang memberikan berita ini kepada Miki.


“ Selamat pagi. “ sapa Miki dengan senyum cerah memasuki kelas 2-1 bersama Kenzi, kelas yang biasanya rusuh menjadi canggung saat Miki datang dan di belakangnya Kenzi sudah memberikan tanda untuk terlihat biasa saja.


“ Selamat pagi, Miki!! “ serentak siswa-siswi kelas 2-1.


“ Tumben kalian jawab sapaan aku. “ Miki duduk di kursinya dan melihat Hiro yang belum datang.


Lalu, tak lama kemudian Hiro dan Kariu datang bersama memasuki kelas. Wajah Kariu terlihat sangat senang, tidak seperti Hiro yang memberikan tampang datar. Hiro sendiri belum tahu tentang berita yang sudah tersebar luas di sekolah, ia hanya bersikap seperti biasanya.


Tidak lama kemudian, guru sudah datang dan memberi pengumuman untuk menyiapkan kembali acara Festival Budaya.


Siswa-siswi kelas langsung senang dan mulai menyiapkan, bahan-bahan yang sudah diperintahkan oleh Ketua Kelas sudah dibawa oleh setiap orang masing-masing. Miki juga sudah membawa bahan untuk pakaian pangeran yang akan ia gunakan nanti, tapi permasalahannya adalah dia tidak bisa menjait sedikitpun.


Yang Miki bisa hanyalah bermain basket, dan itu membuatnya seperti orang bodoh.


“ Kamu tidak bisa menjahit? Biar aku saja. “ Hiro mengambil jarum dan benangnya dengan cepat Miki menolak. “ Tidak, biar aku saja. “ Harga diri Miki mau dikemanakan kalau seorang lelaki yang menjahit.


Saat Miki mencoba mengambil kembali dari Hiro, tidak sengaja jarinya terkena jarum dan berdarah. Hiro yang khawatir langsung mengusap jari telunjuk Miki dengan tissu dan menutupnya dengan plaster.


Seluruh murid di kelas melamun memperhatikan sikap perhatian Hiro kepada Miki, disatu sisi Kariu hanya memberikan wajah jengkel dan Kenzi terus bertahan.


Tapi sampai kapan ia harus bertahan? Rasanya menyakitkan.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel istirahat berbunyi, seluruh siswa-siswi mulai memberhentikan pekerjaannya untuk menyiapkan Festival Budaya yang akan dilaksanakan dalam hitungan hari lagi. Tetapi Miki bukannya beristirahat malah masih menyiapkan beberapa kertas untuk ditempel di papan tulis sebagai sebuah doa.


“ Kenapa tidak istirahat? “ tanya Hiro berjongkok di hadapan Miki, mata mereka bertemu dan Miki menjawab. “ Sebentar lagi. “



Kemudian, Miki tidak sengaja mendengar suara yang sangat besar dari luar kelas.


“ Hei, Hiro pacaran dengan anak baru itu ya? “

__ADS_1


“ Iya fotonya sudah tersebar. “


Satu tetes air mata menjatuhi pipi Miki, ia tidak percaya apa yang di dengarnya.


__ADS_2