
Deg-deg
Terjadi keheningan antara Miki dan Hiro. “ Ehem.. “ Hiro berpura-pura batuk dan menjauhkan tubuhnya dari Miki. Jantungnya terus berdetak membuatnya tidak bisa menghentikan detak-an tersebut, begitu juga dengan Miki dengan wajah yang sangat merah karena bahagia bahwa Hiro tidak melupakan masa kecil mereka.
“ Jadi Hiro, kamu ingat sewaktu kecil saat kita berada di New York? “ tanya Miki.
“ Tentu saja aku ingat, kamu teman pertamaku saat itu. “ jawab Hiro.
“ Terus kenapa saat kita bertemu kamu berpura-pura tidak ingat? “
“ Ada sesuatu yang tidak bisa aku ceritakan, tapi aku janji aku bakal cerita semuanya kalau sudah waktunya. Kamu bisa menunggu? “ Hiro menatap mata lekat Miki.
Pertama kalinya, Hiro meminta Miki untuk menunggunya. “ Baik. “ Miki melengkungkan sebuah senyuman.
“ Miki. “ Hiro mendekatkan wajahnya lagi kearah wajah Miki. “ Jangan mau diganggu terus, kamu itu bodoh atau bagaimana? “ sindir Hiro sambil menaruh cotton but di hidung Miki.
“ Iya aku mengerti, aku juga bukan perempuan yang bodoh. “
“ Bagus. “ Hiro mengelus kepala Miki perlahan.
“ PERHATIAN SELURUH SISWA-SISWI DI HARAPKAN BERKUMPUL! “ teriak Kepala sekolah menggunakan speaker yang terdengar sampai di ruang kesehatan.
“ Mari pergi. “ ajak Miki mulai beranjak dari kursinya tapi lengannya digenggam oleh Hiro yang menyuruhnya tidak boleh kemana-mana.
“ Diam disini, istirahat! “ seru Hiro berdiri dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang kesehatan.
“ Cowok datar itu! “ gumam Miki kesal.
....
Keesokan harinya, malam terakhir camping.
Seluruh siswa-siswi kelas 2 sudah mulai duduk di depan api unggun yang menyala, kelas 2-1 sampai 2-5 sudah menyiapkan pentas masing-masing dan kelas 2-1 akan bernyanyi.
__ADS_1
Sebelum mulai pentas, Yoshioka selaku guru penanggung jawab berbicara sedikit. Tapi bukan berbicara sedikit, ia berbicara begitu lama sehingga siswa-siswi sudah mulai mengantuk.
“ Miki. “ panggil Anne, Yura, Cha, dan Aya kepada Miki.
“ Kalian mau apa?! “ sinis Rei yang berada di samping Miki.
Semenjak Rei mengetahui bahwa penyebab Miki terjatuh adalah mereka, itu membuat Rei sedikit kesal dan mulai terus menyindir keempatnya tanpa pandang bulu.
“ Ada yang mau kami bicarakan. “ ujar Yura.
“ Baik. “ Miki mulai berdiri. “ Kamu serius mau bicara dengan mereka? “ emosi Rei takut Miki terluka lagi.
“ Aku tidak apa-apa, tenang saja. “ Miki menangkan Rei dan mulai mengikuti Anne, Yura, Cha, dan Aya.
Di belakang bus dan melihat sekeliling sudah tidak ada siapa-siapa, mereka berempat menundukkan kepala meminta maaf karena sudah bersalah apalagi hampir saja Miki kehilangan nyawa karena mereka.
“ Maafkan kami Miki! “ ucap Anne, Yura, Cha, dan Aya bersamaan.
“ Tenang, tidak apa-apa. Aku juga salah karena ceroboh. “ Miki tidak menyukai situasi saat ini. “ Angkat kepala kalian. “
“ Iya, jadi lebih baik lupakan segalanya, oke? “ Miki menunjukkan senyum hangat kepada mereka berempat.
“ Maafkan kami. “ keempatnya menangis kencang karena merasa bersalah.
“ Tidak apa-apa, tapi aku ingin kalian berjanji untuk kedepannya tidak seperti ini. “ pinta Miki yang membuat mereka mengangguk-anggukan kepalanya dan berjalan meninggalkan Miki.
“ Seperti ini membuat jantungku tidak baik. “ Miki menghela nafas panjang karena tidak bisa berperilaku seenaknya meski sebenarnya Miki sudah memikirkan perkataan yang akan ia katakan saat Anne, Yura, Aya dan Cha mencoba meminta maaf.
“ Aku tidak bisa jahat, hah kesal! “ kesal Miki berjongkok di depan bus.
Tiba-tiba saja kenangan saat Hiro mengelus kepalanya perlahan datang membuat wajah Miki memerah sesaat malu memikirkan hal tersebut, ia juga bahagia bahwa selama ini Hiro mengingat kenangan masa kecil mereka.
Dan yang lebih membahagiakannya lagi, Hiro mengingat janji antara keduanya.
“ Bahagia sekali. “ gumam Miki senyum sendiri.
__ADS_1
“ Kamu gila? “ ledek suara seseorang yang sangat familiar yaitu Kenzi. “ Sedang apa disini sendirian? “ Kenzi mendekati Miki.
“ Kamu kenapa bisa ada disini? “ Miki kaget melihat Kenzi tiba-tiba ada di depannya.
“ Aku datang saja. “
“ Datang saja? “
Kenzi tidak bisa berkata bahwa ia khawatir dengan Miki, mendengar kabar bahwa Miki terjatuh ke membuat pelatihannya kacau dan juga tidak bisa berhenti memikikran Miki. Maka dari itu, untuk menghilangkan kekhawatirkan Kenzi menghampiri Miki.
Tapi Kenzi tidak bisa bilang kepada Miki kalau ia khawatir, nanti yang ada Miki akan tertawa dan menganggapnya anak kecil.
“ Iya, aku datang saja. “ jawab Kenzi lama.
“ Cih, apa kamu bawa makanan aku lapar. “ kata Miki.
“ Tidak. “ Kenzi menatap lama Miki melihat pipi Miki yang diplaster karena luka. “ Kenapa kamu ada disini, kamu tidak ikut api unggun? “
“ Terlalu ramai, untung saja ada yang bawa aku kesini jadi aku bisa menjauh sesaat. “
“ Siapa yang bawa kamu? “
“ Dari tadi kamu banyak nanya. “ kesal Miki memasukkan kedua tangannya ke dalam saku.
Dan perlahan-lahan, Kenzi mendekatkan tubuhnya kearah Miki.
“ Eh, kamu kenapa? “ Miki kebinggungan.
Dengan cepat Kenzi memeluk tubuh kecil Miki dan mengusap kepala Miki, ia lega bahwa Miki tidak apa-apa.
Setidaknya rasa khawatirnya akan menghilang, jika ia memeluk Miki.
•MAAF ATAS KETERLAMBATAN UPDATE CERITA YA.
•SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA BAGI YANG MENJALANKAN NYA
__ADS_1