Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Hidup Sesuai Hatimu


__ADS_3

Sejak kejadian dimana Hiro mengungkapkan perasaannya, Miki tidak bisa lagi melihat Hiro. Ia selalu berusaha untuk menjauh karena dirinya sudah menyakiti Hiro.


Tetapi bagaimana pun Miki ingin melupakan perasaan yang tertanam lama ini, entah caranya seperti apa ia akan melupakannya.


Dan mengubur dalam-dalam seluruh perasaannya.


" MIKI!! " teriak Kitaro dari luar pagar yang hampir membuat jantung Miki copot. ( WKWKWK )


" Kamu tidak bisa apa memanggil dengan pelan? " Tegur Miki melihat Kitaro berada di balik pagar dengan topinya dan lengan yang ditaro di pagar dengan senyuman kecil.



" Ada yang ingin aku bicarakan. " Kata Kitaro tanpa basa-basi.


Sebelumnya...


" Maaf, aku tidak bisa. Karena sampai detik ini, aku masih mencintai dia. "


Perkataan yang seketika langsung membuat hati Kitaro terluka, mendengar perkataan itu Kitaro hampir saja ingin memukul wajah dirinya sendiri agar terbangun dari mimpinya.


Mimpi mendapatkan Miki untuk selamanya, nyatanya itu hanyalah sekedar mimpi.


Kenyataannya adalah bahwa Miki tidak menyukainya dan lebih menyukai sosok Hiro di hidupnya. Satu-satunya pria yang dapat meluluhkan hati Miki pertama dan terakhir kalinya.


" Baik, aku mundur. " Gumam Kitaro karena sampai kapanpun ia tidak akan bisa mendapatkan hati Miki.


Kembali...


" Aku sedang kerja, tidak bisa. " Tolak Miki tidak ingin diganggu saat jam pelajaran.


" Kalau begitu sehabis kerja. " Kitaro tetep ingin berbicara dengan Miki, karena ini adalah hari terakhirnya.


Saat Miki baru saja ingin menjawab, tiba-tiba saja Kitaro berteriak memanggil Hiro.

__ADS_1


" HIRO! "


" HIRO!! "


Jantung Miki berdebar, pupilnya bergetar ketakutan, ia akan canggung apabila bersama dengan Hiro.


" Kitaro? " Hiro berjalan mendekati Kitaro dan berdiri tepat di samping Miki. " Kenapa kau disini? "


" Pulang kerja kita makan bersama, oke? " ajak Kitaro yang langsung melangkahkan kaki pergi tanpa berkata apa-apa lagi.


Hiro menolehkan kepalanya menatap Miki yang tengah menundukkan kepala tanpa ingin menatapnya sedikitpun, seharian ini juga ia selalu menghindarinya.


Wajar saja sebab Miki sudah menolaknya dengan perkataan yang kasar, tetapi Hiro memakluminya dan mengetahui kalau sebenarnya rasa sakit Miki lebih besar dibandingkan dirinya.


" Tenang saja, kamu tidak perlu memikirkan perasaanku. Wajahmu itu ketara banget, jadi kembali seperti Miki sebelumnya ya. " ucap Hiro sambil mengelus kepala Miki dan berjalan memasuki gedung sekolah.


Sedangkan Miki masih terpaku, terdiam membeku karena perkataan Hiro. Matanya berkaca-kaca, ia tidak ingin membuat Hiro terluka.


6:30 p.m


Sepulang kerja, seperti perkataan Kitaro. Mereka bertiga yaitu Hiro, Kitaro dan Miki berjalan bersama menuju kedai makan yang populer di kalangan remaja.


Ketiganya memasuki kedai makan itu dan memesan makanan, selesai memesan mereka langsung duduk berdampingan.


Tetapi saat duduk, Hiro dan Kitaro bertengkar terlebih dahulu untuk menentukan siapa yang duduk di samping Miki.


" Aku duluan! " Kitaro tidak ingin kalah.


" Aku, kau duduk saja disana. " sinis Hiro tidak ingin Miki berdampingan dengan Kitaro.


" Oke suit. "


" Baik! "

__ADS_1


Keduanya mulai memainkan jemarinya untuk melakukan gunting, kertas, batu dan pemenang dari permainan itu adalah Kitaro karena ia mengeluarkan gunting sedangkan Hiro mengeluarkan kertas.


" Yes! " Kitaro duduk di samping Miki dan merangkul bahu Miki membuat Hiro tampak panas di depan mereka.


" Jangan menyentuhku! " seru Miki melepaskan tangan Kitaro dibahunya dan membuat Hiro tertawa terbahak-bahak.


Beberapa menit terjadi keheningan sesaat.


" Kitaro, cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan. " kesal Miki karena daritadi hanya diam, perasaan canggungnya di hadapan Hiro masih ada. Ia bahkan tidak pernah menatap sedikitpun kearah Hiro.


" Miki, aku akan pergi ke Italia besok. " ucap Kitaro membuat Miki terkejut, secepat ini Kitaro akan pergi lagi?


" Hei, kenapa cepat sekali! " seru Miki tidak ingin.


" Aku sudah mendapatkan panggilan kerja disana, jadi aku harus kesana. Maaf ya sepertinya pertunangan kita harus dibatalkan. " candanya membuat Miki langsung mendesah kesal.


" Saat seperti ini kamu masih saja bercanda? "


" Tidak, kita memang bertunangan tapi aku yg menganggapnya saja, kamu tidak. "


" Terus? "


" Miki. " Kitaro menghentikan makannya dan menatap mata Miki dengan perasaan terombang-ambing, jadi ini perasaan saat dimana ingin melepaskan sesuatu yang tidak akan bisa dimiliki sampai kapanpun.


Perasaan yang sangat tidak disukai Kitaro.


" Jujur, aku mencintai kamu, aku menyayangi kamu. Tapi aku tahu karena kamu menyukai Hiro, karena itu Miki, jangan membohongi diri kamu lagi. "


" Hiduplah sesuai hati dan kebahagiaan kamu, oke? "


••


TERIMAKASIH ATAS DOA DAN DUKUNGANNYA, MAAF AKU JARANG UPDATE YAA😭😭

__ADS_1


__ADS_2