
Sinar matahari yang tidak terlalu bersinar dengan terang dan langit yang tampak biru membuat Miki tersenyum kecil, ia berjalan di belakang dua orang pria dan wanita yang tengah bertengkar.
Wanita itu adalah Rei, dan pria itu Kenzi.
Keduanya tampak sangat cocok dan serasi, ini adalah pilihan terbaik yang sudah dibuat oleh Kenzi.
“ Ohayo Miki. “ sapa Kitaro menghampiri Miki dari belakang, Miki membalasnya “ Ohayo. “
“ Cobanya Kenzi masih mengejar kamu, ini pasti menyenangkan. “ Kitaro melipat kedua tangan di atas perut dengan perasaan kesal, ia kesini untuk bersaing dengan Kenzi tapi nyatanya Kenzi sudah menyerah dan sekarang Kitaro malah harus bersaing dengan seseorang yang sudah menyakiti Miki.
Setelah perjalanan yang tidak jauh, Miki dan Kitaro sudah sampai di sekolah begitu juga dengan Rei serta Kenzi.
“ Oke, aku kerja dulu ya, kamu juga kerja. Dah “ Miki memasuki gedung sekolah sambil melambaikan tangannya.
“ Semangat kerjanya ya!! “ seru Kenzi mengelus puncuk rambut Rei, Rei yang pipinya memerah hanya menundukkan pandangan dan memasuki gedung sekolah bersaman dengan Miki.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel sekolah berbunyi, Miki memulai pelajaran olahraganya di lapangan bersama kelas 2-1, kelas yang bisa dianggap sebagai kelas paling serius dan pintar di dalam sekolah ini.
Dan Miki sedikit merasa tidak nyaman dengan siswa-siswi kelas 2-1.
__ADS_1
“ Miki-sensei, apa yang kita pelajari hari ini? “ ketua kelas dari kelas 2-1 buka suara untuk pertama kalinya.
“ Kalian pemanasan dulu ya, lari mengelilingi lapangan sebanyak 3 kali. “ perintah Miki yang segera dilakukan oleh para siswa-siswi 2-1.
“ Coach Miki!! “ panggil Layla menghampiri Miki di pinggir lapangan.
“ Layla, ada apa? “
“ Ini data tentang pertandingan yang sebentar lagi akan dimulai. “ Layla memberikan dokumen kepada Miki, tetapi Miki sama sekali tidak meyahutkannya dan terus memperhatikan Hiro yang tengah memegangi perutnya sepanjang hari.
“ Dia kenapa? “ gumam Miki mengerutkan alis.
Sementara itu, dari belakang Riyo berjalan perlahan untuk keluar dari gedung sekolah kembali, walaupun sudah menyesal ia tetap harus bolos untuk sekali ini saja.
Ini adalah waktunya untuk kabur, dan secepat kilat Riyo berlari keluar gedung sekolah tanpa Miki ketahui karena ia terus menatap Hiro yang wajahnya pucat.
“ Mi....ki...sen...seiii “ gugup Layla tidak ingin disalahkan. “ Aku harus kembali ke kelas dulu, dah!!! “ larinya terbirit-birit.
“ Layla? “ lamunan Miki buyar, Layla sudah menjauh dan Miki kembali memperhatikan Hiro yang hampir saja terjatuh.
__ADS_1
Tanpa ragu sedikitpun, Miki berjalan mendekati Hiro sambil bertanya dengan khawatir. “ Kenapa? Apa kamu sakit? “
Wajah Hiro yang terlihat pucat, keringat yang mengucuri wajahnya juga. “ Tidak apa-apa. “
“ Heh, wajah seperti itu baik-baik saja? Kamu itu jangan sok kuat! “ kesal Miki yang langsung memapah Hiro menuju ruang kesehatan dan izin sebentar kepada ketua kelas 2-1 untuk memimpin pemanasan sebentar.
Sampainya di ruang kesehatan, Miki menaruh Hiro tepat dikasur. “ Istirahat lah. “
“ Tidak bisa, perutku sakit. “ Hiro menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Tadi pagi kamu makan apa? “ khawatir Miki.
“ Aku tidak makan apa-apa, hanya kemarin malam saja makanan buatan kamu. “ jawab Hiro membuat Miki semakin bersalah.
Miki mengigit bawah bibirnya. “ Sudah kubilang kamu tidak harus menghabiskannya, lihat sekarang kamu sakit perut seperti ini! “
“ Itu makanan buatanmu, bagaimana bisa aku menolaknya! “ tegur Hiro menahan sakitnya.
“ Kalau begitu, aku buatkan kamu teh lebih dulu. “ Miki ingin melangkahkan kaki, tetapi lengannya ditarik oleh Hiro sehingga tubuhnya berada cukup dekat dengan Hiro.
Matanya saling bertemu satu sama lain, mata Hiro yang tampak sayu berkata dengan nada cukup rendah.
__ADS_1
“ Jangan pergi kumohon, jangan pergi! “