Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
8. Kolam renang


__ADS_3

Mata Hiro terbuka secara perlahan karena kebisingan yang ia dengar dan sebuah panggilan yang membuatnya terbangun. Hiro terkejut karena melihat Miki duduk di atas dinding dengan wajah lelahnya, mata mereka saling bertemu satu sama lain.


Sampai akhirnya, tatapan itu terhenti saat Kenzi mencoba menaiki dinding dan tidak sengaja mendorong tubuh Miki sampai terjatuh.


“ Aaaaaa. “ teriak Miki.


Ketika Kenzi ingin meraih tangan Miki, Miki sudah terlebih dahulu jatuh. Begitu juga dengan Hiro yang baru saja ingin berlari membantu Miki.


Tubuh Miki tergeletak di tanah, semua tulangnya terasa sangat sakit dan kaku. “ Aw. “ ringis Miki kesakitan dan mencoba untuk duduk normal kembali.


“ Kamu tidak apa-apa? “ tanya Hiro khawatir.


Ini adalah hari pertama Miki dengan kelakuan memalukannya di depan Hiro, ia merasa sangat malu dan kesal pada dirinya sendiri. Bisa-bisanya, ia terlihat sangat bodoh di hadapan Hiro.


Kenzi yang melihat Hiro mencoba membantu Miki dengan cepat ia melompat melewati dinding dan langsung membangunkan tubuh Miki. “ Kamu baik-baik saja? “


Saat Miki sudah berdiri dengan normal, Kenzi mendekati Hiro dan berkata “ Kamu siapa? Apa kamu tidak masuk kelas? “


“ KALIAN SEDANG APA DISINI? KENAPA TIDAK MASUK KELAS! “ Bentak seorang guru yang melihat Kenzi, Hiro dan Miki.


Pada akhirnya karena mereka ketahuan telat dan tidak masuk kelas, mereka bertiga dihukum untuk berdiam diri di tengah lapangan. Seluruh siswa-siswi memperhatikan kearah mereka sambil tertawa terbahak-bahak karena ini adalah hari pertama masuk sekolah dan Kenzi, Hiro serta Miki sudah membuat masalah.


Cahaya matahari yang bersinar membuat Miki kesulitan untuk membuka mata karena sinarnya mengenai wajah Miki. Tapi secara tiba-tiba, Hiro mendekati Miki dan mulai menutup sinar matahari tersebut dengan punggunya.


Mereka saling berdekatan dan bertatapan satu sama lain, mulut Kenzi berbentuk O tidak percaya apa yang dilakukan oleh Hiro kepada Miki. Ia mendorong tubuh Hiro dan menggantikan posisinya menutup sinar matahari dari wajah Miki.


Namun, Miki hanya berkata dengan nada aneh “ Kamu tidak menyukai panas kan? Jadi tidak usah memaksakan dirimu sendiri. “


“ Aku baik-baik saja. “ Kenzi dengan tubuh tegaknya.


“ KALIAN SERIUS, JANGAN ADA YANG BERCANDA!! “ tegur Kepala sekolah yang berada di hadapan mereka bertiga.


Selama satu pelajaran, mereka diharuskan untuk berdiri di tengah lapangan dan akhirnya satu pelajaran telah selesai. Mereka pun sudah dibolehkan untuk masuk kelas masing-masing.


“ Kenapa kamu mengikutiku? “ sinis Kenzi karena dari tadi Hiro mengikutinya dan Miki. “ Memang kenapa? Kamu tidak suka? “ Hiro balik sinis kepada Kenzi.


“ Woi! “ seru Kenzi yang sudah menatap tajam kearah Hiro. Miki mendorong tubuh Kenzi untuk tidak mendekati Hiro sambil berkata “ Cepat kita masuk kelas, kalau tidak kita tertinggal pelajaran lagi. “


“ Kami masuk kelas dulu “ ucap Miki dengan menundukkan kepala dan berjalan memasuki kelas 1-3 yang diikuti oleh Hiro dari belakang. “ Hiro, kenapa kamu mengikuti kami? “ tanya Miki heran.


“ Benar kan dia mengikuti kita. " bisik Kenzi kesal.


“ Sepertinya ada ke salah pahaman disini, aku juga masuk kelas 1-3. “ kata Hiro yang memasuki kelas dan duduk tepat di belakang Miki. Wajah Miki menganga, ia sama sekali tidak percaya bahwa dirinya akan sekelas dengan Hiro.


Dalam satu sisi, ia merasa bahagia tapi satu sisi lagi ia merasa terbebani karena apa jadinya jika perasaan tidak nyatanya ketahuan oleh Hiro.


Sebenarnya, Miki tidak tahu perasaan apa yang dimilikinya sejak pertemuan keduanya ia merasa sangat senang bertemu dengan Hiro.


Apalagi, rasa penasaran dengan siapa sebenarnya Hiro membuatnya terus ingin mengulik tentang Hiro. Karena perasaan itulah, Miki binggung dan menganggap bahwa perasaannya tidak nyata.


“ Ngapain kalian berdua berdiam di depan pintu? “ tanya seorang guru perempuan di belakang Miki dan Kenzi. “ Maaf sensei. “ ujar Miki dan Kenzi secara bersamaan, lalu kembali ke kursinya untuk segera mengikuti pelajaran yang akan dimulai.

__ADS_1


Pelajaran telah dimulai, Miki sebisa mungkin untuk fokus dalam pelajaran dan menghiraukan perasaannya. Sejenak saja, ia ingin melupakan perasaan tidak nyatanya kepada Hiro.


Sedangkan Kenzi, ia sangat kesal karena Hiro duduk tepat di belakang Miki. “ Woi, ganti tempat duduk denganku! “


Hiro yang tengah tertidur dengan kedua tangannya yang berada di atas meja dan menjadi tumpuan untuk kepalanya bersandar merasa terganggu dengan perkataan Kenzi. Kenzi yang kesal karena diacuhkan mendorong kursi Hiro, tapi tetap saja Hiro terus mendiamkan Kenzi sampai Kenzi lelah dengan dirinya sendiri.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel berbunyi istirahat pertama, Hiro, Kenzi dan Miki berjalan bersama-sama memasuki ruangan guru untuk menemui wali kelas mereka. Karena di hari pertama mereka belajar, ketiga orang tersebut sudah terlambat masuk sekolah. Lebih parahnya lagi, dua orang menyelinap masuk dan satu orang tidur menjauhkan dirinya dari pelajaran.


“ Permisi. “ Kenzi, Hiro dan Miki masuk bersamaan.


“ Oh kalian, kesini. “ perintah Yoshioka dengan gerakan tangan.


............


TENG-NENG-TENG-NENG


Waktu istirahat mereka bertiga telah habis karena mendengar perkataan Yoshioka tanpa hentinya, ia berkata secara terus-menerus dan membuat Kenzi, Hiro dan Miki merasa pegal. Dan hal yang terpenting adalah, bahwa ketiganya tidak dapat makan siang atau makan bekalnya.


Perut Miki keroncongan, ia sudah menahan lapar selama 40 menit. Miki kira, Yoshioka ingin memarahinya. Tetapi ternyata tidak, Yoshioka malah berbicara hal-hal yang tidak penting, seperti saat ia masuk sekolah dan cerita yang menurutnya bisa dijadikan sebagai panutan.


Namun, nyatanya tidak. Miki, Hiro dan Kenzi kelelahan mendengar ceritanya selama 40 menit. Bahkan, mereka tidak dapat mendengar ceritanya dengen jelas.


“ Ikat rambutku. “ pinta Miki kepada Kenzi. Kenzi mendorong dahi Miki dengan jari telunjuknya. “ Ikat rambutmu? Sudah tahu rambut pendek, bagaimana bisa mengikatnya? “


Ah, lupa. Batin Miki


“ Kenapa kamu mengikuti dia? “ tanya Kenzi kebinggungan.


Miki terus memperhatikan wajah Hiro, ekspresi wajah yang datar saat melihat seseorang. Iya, itulah Hiro, lelaki tanpa ekspresi.


Keluar Akira Mado yang menghampiri wanita tersebut dengan senyuman kebahagiaan. Seketika, Hiro berjalan mundur dan membalikkan tubuhnya tidak ingin memasuki kelas.


“ Woi, kamu ingin kemana? “ teriak Kenzi kepada Hiro. Hiro sama sekali tidak menjawab, ia hanya berjalan memasukkan tangannya ke dalam saku. Miki hanya memperhatikan dari jauh, punggungnya perlahan-lahan menjauh dari pandangannya.


Ia ingin berlari menghampiri Hiro, tapi lengannya terhenti oleh Kenzi. “ Mari masuk kelas. “ Kenzi menarik lengan Miki.


4:30 p.m


Setelah pulang sekolah, Miki, Kenzi dan Rei berjalan memasuki lapangan basket untuk memberikan formulir kepada club. Mereka akan dinyatakan sebagai anggota apabila :



Mengembalikan formulir.


Mengikuti seleksi.



Dan saat ini mereka bertiga belum menjadi anggota sepenuhnya, kalau kata orang ketiganya adalah “ Pegawai magang “. Tapi nyatanya untuk mengembalikan formulir hanya diberi waktu sehari, jika tidak memberikan formulir dalam sehari mereka akan dinyatakan gagal menjadi anggota club basket.

__ADS_1


Itulah peraturan dalam club basket, karena SMA Seido selalu menjuarai kejuaraan basket dan banyak sekali murid yang ingin masuk ke dalam club basket. Maka dari itu, club basket SMA Seido memberikan peraturan. Sebenarnya, peraturan ini untuk tim putra tapi karena ternyata club basket putri banyak diminati juga.


Dengan alasan, mereka ingin bertemu dengan lelaki tampan di dalam club basket SMA Seido. Oleh karena itu, tim putri juga membuat peraturan yaitu untuk mengembalikan formulir batas waktu 1 hari dan pukul 5:00 sore.


Bodohnya, saat ini Miki lupa membawa formulir. Ia berlari menuju rumahnya yang terbilang lumayan jauh. Waktu yang tersisa tinggal 30 menit, untuk sampai di rumahnya waktu yang diperlukan adalah 20 menit.


Pada akhirnya, Miki telat 5 menit saat mengembalikan formulir. Nafas Miki terengah-engah, keringatnya juga sudah bercucuran. Selama perjalanan, ia sama sekali tidak berjalan atau beristirahat sebentar.


Miki hanya beristirahat dalam bus menuju rumahnya, tapi untungnya saat di tengah perjalanan menuju rumahnya ia melihat sepedanya dan sepeda Kenzi.


Sepeda Miki sudah rusak, sedangkan sepeda Kenzi masih bagus sehingga ia memakai sepeda Kenzi untuk kembali ke sekolah.


Jika ia tidak memakai sepeda Kenzi, mungkin saja ia akan telat lebih dari 5 menit.


“ Telat 5 menit! “ seru seorang kapten dan pendiri club basket putri yaitu Masashi Mayumi. Akira hanya tertawa bersama kedua temannya yaitu, Mai dan Nikki.


Ketika Rei ingin mendekati Miki untuk membantunya, salah satu anggota baru juga yang bernama Yuri menghentikannya agar ia tidak terlibat dan membuat semuanya menjadi lebih susah.


Dari lapangan kedua, Kenzi yang mengepalkan tangannya kesal melihat Miki diperlakukan seperti itu. Tapi dalam satu sisi, Miki juga salah karena ia melupakan sesuatu yang penting.


Mayumi merobek kertas formulir di depan wajah Miki, ekspresi wajah Miki tercengang. Perasaannya benar-benar terluka saat ini, meskipun ia ceroboh karena telah lupa untuk membawa formulir tapi tidak seharusnya Mayumi merobek dengan sebegitu gampangnya.


Sewaktu Miki menerima formulir dan mengisi formulir club basket, ia selalu tersenyum bahagia. Hari-hari yang ditunggu sudah tiba, anggota baru dengan permainan yang berbeda. Namun, Mayumi menghancurkan itu semua.


“ Hari pertama sekolah sudah telat, lalu pertama masuk club tidak membawa formulir. Kamu masuk ke dalam club ini hanya akan membuat masalah. Mengerti? Walaupun kamu hebat, jika sudah melanggar itu terlihat memalukan. “ tegas Mayumi.


“ Meskipun kamu adalah anak dari kapten Lim, tetap saja jika tidak mengikuti peraturan kamu tidak dapat diterima. “ kata Ai. Ai adalah perempuan yang memberikan formulir saat pembukaan pertama di stan club basket, muka datar dengan tatapan tajam masih terlihat dari wajahnya,


“ Anak kapten Lim. “


“ Anak kapten Lim. “ gumam Miki karena tidak ingin kalau dirinya selalu disangkut pautkan oleh Ayahnya.


Miki mengambil robekan kertas di bawah lantai, sedangkan Akira, Mai dan Nikki terus membicarakannya dengan tatapan menjijikan kearah Miki. Rei yang tidak dapat melihat Miki dipermalukan seperti itu membantunya untuk mengambil robekan kertas.


“ Jangan membantunya, atau kamu juga tidak ingin diterima? Kita harus seleksi, waktu kita sudah terbuang karena menunggu perempuan ini. “ ujar dingin Mayumi.


“ Kalau sudah mengambil, silahkan keluar. “ perintah Ai kepada Miki.


Tidak butuh waktu lama, Miki sudah membersihkan kertas robekan dan menaruhnya di dalam tasnya. Kemudian, ia keluar dari lapangan basket dengan kepala tertunduk.


Lalu, Kenzi mencoba untuk berlari mengikuti Miki, kaptennya sudah beteriak untuk segera memasuki seleksi kedua. Ia tidak bisa mengejar Miki, punggung Miki sudah semakin jauh.


Lebih dari 2 jam, Miki terus merintikan air matanya tanpa henti sampai sebuah pesan dari Ibunya menghentikan air matanya.


Pesan tersebut tertulis. “ Kamu dimana? Sudah menjemput adikmu belum? “ Miki sampai lupa bahwa jam sudah menunjukkan pukul 7:30 p.m, ia harus menjemput adiknya. Dan beruntungnya, bus sudah datang yang membuat Miki langsung menaiki bus tersebut menuju gym.


Sampainya disana, ia segera turun dan melihat Riyo bersama dengan seorang lelaki di sampingnya. Wajah lelaki itu tertutup oleh sebuah topi sehingga Miki tidak dapat melihat mukanya.


“ Riyo! “ panggil Miki sambil berjalan mendekati Riyo. Lelaki yang berada di samping Riyo menolehkan kepalanya kearah Miki, lelaki dengan mata sedikit sipit, kulit putih.


Lagi, lagi dia adalah Takahashi Hiro.

__ADS_1


__ADS_2