
Terjadi keheningan sesaat, keduanya saling menatap satu sama lain. Jantung Miki berdebar dengan cepat, perkataan spontan dari Hiro membuat mulut Miki menganga tidak percaya.
“ Kamu pikir aku bakal bilang begitu? “ Hiro menghentikan kecanggungan nya, ia mendesah kesal. “ Aku? Khawatir? “
Semua harapan Miki sirna, ia menundukkan pandangan dengan mata berkaca-kaca.
“ Kenapaa aku... “ kata Hiro menatap Miki. “ Kenapa aku harus mengkhawatirkanmu?! “
“ Dasar jahat! “ sindir Miki membalikkan tubuhnya dan ia melihat seorang perempuan dengan seragam sekolah yang berdiri di dekat pohon rindang.
Seragam sekolah bertuliskan Akademi wanita Yayo, sekolah lama dari Kariu.
Perlahan Miki mendekati perempuan tersebut karena penasaran. “ Ada apa ya? “
Perempuan itu terkejut, ia ingin keluar dari SMA Seido tapi lengannya tertahan oleh Miki. “ Mencari Kariu? “
Tangan perempuan tersebut bergetar, ia mengangguk-anggukan kepala dengan mata berkaca-kaca.
Keduanya duduk di tribun sekolah, sedangkan Hiro hanya memperhatikan dari jauh dengan perasaan gelisah.
“ Nama kamu siapa? “ tanya lembut Miki. “ Asuka, Yoana Asuka. “ jawabnya.
“ Jadi Asuka, kamu ini temannya Kariu? “
Tetes air mata menjatuhi pipi Asuka, ia tidak pantas dianggap sebagai teman. “ Tidak, aku bukan temannya. “
“ Lalu? “
“ Tidak, aku ingin pergi. “ Asuka mencoba pergi tapi lagi-lagi lengannya ditahan oleh Miki.
Melihat situasi yang sepertinya terlihat serius, Miki berkata dengan harapan itu akan menyentuh hatinya. “ Jangan melarikan diri lagi, hadapi permasalahanmu. Kata orang-orang seperti itu, tapi pada nyatanya kenyataan jauh lebih menakutkan daripada yang kita kira. “
“ Orang-orang menjauhi tanpa alasan yang jelas, mereka menghina, mereka menjahati kita padahal kita sendiri tidak tahu memiliki kesalahan apa dengan mereka. “
“ Tapi, satu orang. Kita cuman butuh satu orang mempercayai kita, benar kan? “
Tangis Asuka pecah, ia perlahan menceritakan apa yang terjadi kepada Miki karena menurutnya Miki pantas untuk mendengarkan kebenaran ini untuk sebagai jembatan permintaan maaf Asuka kepada Kariu.
Akademi wanita Yayo.
Sebuah sekolah menengah atas yang isinya hanyalah wanita saja, tidak boleh ada lelaki satu pun. Asuka disana hanyalah orang yang selalu diusik, dijahili dan dikasari oleh banyak orang.
Sedangkan Kariu adalah perempuan yang dipuja banyak orang dan guru karena kehebatannya dalam segala hal dari bidang akademik maupun non akademik.
Tidak ada orang yang tidak menyukainya.
__ADS_1
“ Heh, kau ini gendut. Kenapa makan banyak sekali! “ salah seorang wanita bernama Yura meremas rambut Asuka di depan kelas.
Di kelas, tidak ada yang berani untuk menolong atau menghentikan Yura. Karena Yura adalah seorang anak dari pemilik Akademi wanita Yayo, jika ada yang berurusan sedikit saja dengan Yura ia akan dikeluarkan dengan alasan yang sangat menghina.
Dulu ada orang yang dikeluarkan dengan alasan. “ Melakukan tindakan senonoh dengan guru. “
Oleh karena itu, tidak ada yang berani dengannya apalagi Asuka seorang perempuan lemah dan penakut.
Tubuhnya yang gendut menjadi sasaran empuk hinaan dari Yura dan kedua teman lainnya.
“ Jelek, lihat pipimu sangat besar. “ ledek salah satu teman Yura yaitu Satsuki.
“ Ih, cowok-cowok tidak akan ada yang suka denganmu. Mereka akan jijik karena tubuhmu yang sangat besar. “ Fuji teman satu geng Yura.
Lalu, mereka membuka baju Asuka dan mencoba untuk memvideokan nya tapi Kariu yang tidak suka langsung mengambil ponsel Yura sambil berkata dengan tatapan tajam. “ Apa tidak malu memberikan video ini kepada orang-orang? “ Kariu melihat isi galeri yang ternyata banyak orang yang sudah jadi bahan perundung dari Yura.
“ Memalukan sekali. “ Kariu melemparkan ponsel Yura ke jendela dan membuatnya terjatuh.
“ Heh, apa maksudmu? “ Yura berhenti menganggu Asuka dan mulai menghampiri Kariu. “ Tidak perlu ikut wanita pencari perhatian. “
Iya, Kariu dianggap sebagai wanita pencari perhatian.
Bukan karena dia ingin, tapi karena Kariu ingin berteman dengan banyak orang.
Dan saat itu tidak ada yang membantunya sama sekali, orang yang dulu Kariu percayai berubah menjadi orang yang berbeda.
Sebelumnya orang-orang berperilaku manis, tapi seketika orang-orang menjadi dingin kepada Kariu karena dia menjadi bahan perundung dari Yura.
Luka di hati Kariu mulai tergores, orang-orang hanya bersikap baik di depan padahal di belakang mereka sangat jahat.
“ Happy Birthday!! “ Yura menjatuhkan wajah Kariu tepat di atas kue ulang tahun yang membuat wajah Kariu berlumuran krim, ia juga menumpahkan beberapa air yang sangat bau.
Kariu tetap sabar dengan tindakan Yura selama ini.
Dan kesabaran Kariu menghasilkan kekosongan.
Terlebih lagi, orang yang dibantunya menyalahkan Yura atas kehilangan uang atau barang yang padahal Kariu sama sekali tidak lakukan.
Asuka diperintahkan oleh Yura untuk membuat Kariu keluar dari sekolah, dan jika ia keluar Yura tidak akan menganggu Asuka lagi.
Dengan tindakan bodohnya, Asuka menaruh uang kepala sekolah tepat di loker Kariu.
Kejadian itu membuat Kariu sangat terpukul, ucapan orang-orang membuatnya tidak bisa lagi disana dan pada akhirnya ia dikeluarkan dari sekolah.
Saat-saat terakhir Asuka berkata kepada Kariu yang menyakiti hatinya paling dalam. “ Aku bukan temanmu lagi. “
__ADS_1
Perasaan bersalah terus menghantui Asuka, padahal Kariu sudah membantunya seharusnya ia bantu balik tapi Asuka malah melakukan hal yang sangat bodoh.
“ Aku harus bagaimana? “ tangis Asuka tidak henti kepada Miki.
“ Tidak apa-apa, kamu menyelamatkan dirimu sendiri itu sudah lebih baik. “ kata Miki.
“ Baik gimana? Kariu bahkan berkata dia benci kepadaku, dan karena aku perilaku dia benar-benar sangat berbeda. Menjadi sangat angkuh dan tidak mempercayai orang. “ jelas Asuka.
“ Tentu saja, kepercayaan itu bagaikan kaca. Jika sudah retak, tidak bisa dikembalikan lagi. Maka dari itu kepercayaan sangat penting. “ Miki mengusap-usap punggung Asuka mencoba menenangkannya. “ Aku akan membantu kamu dengan Kariu, percaya ya? “
....
Selama seharian, Miki terus memikirkan rasa sakit yang diterima Kariu selama ini. Mungkin ia mencari perhatian di sekolah bukan karena memang ingin, hanya saja dia butuh seseorang berada di sampingnya.
Dia hanya tidak ingin orang-orang pergi meninggalkan dia, biarpun hanya kepalsuan tapi itu lebih dari cukup.
Oleh karena itu, Kariu membenci Miki yang selalu dikelilingi orang-orang baik dan tulus. Tidak seperti dirinya yang selalu dikhianati tanpa alasan yang jelas.
Jam sudah menunjukkan pukul 7 malam, klub basket sudah pulang. Miki harus menghampiri Kenzi untuk menjelaskan seluruhnya agar pertemanannya tidak semakin hancur.
Namun, langkah kaki Miki terhenti saat melihat Kariu bersama dengan Hiro yang berada di balkon kelas, keduanya tengah berbicara sesuatu yang serius yang membuat Miki memperhatikan secara diam-diam.
“ Aku menyukai kamu Hiro. “ kata Kariu yang terdengar oleh Miki, Miki menutup mulutnya rapat-rapat, matanya melebar tidak percaya.
“ Aku menyukaimu, kenapa diam saja?! “ kesal Kariu.
“ Kariu. “ ucap Hiro. “ Kamu yang menyebarkan foto itu bukan? Kamu yang membuat berita antara kamu dan aku berpacaran? “
“ Iya, karena aku tidak suka melihatmu diacuhkan Miki. “ jawab Kariu.
“ Tindakanmu salah. “
“ Jelas-jelas waktu itu kamu yang mengajakku untuk ke cafe yang katanya kamu ingin lebih dekat dengan Miki tapi tidak bisa karena selalu banyak orang-orang disekitarnya. Dan aku membantu kamu untuk agar dekat dengan Miki. “
“ Dengar, Miki bukanlah orang yang gampang kamu sakiti. Dia kuat, wanita hebat yang pernah aku temui selama ini! “ jelas Hiro. “ Hubunganku dengan Miki juga tidak perlu kamu ikut campur, masalah ini akan aku selesaikan sendiri. Toh wajar jika aku diacuhkan karena aku sudah bersikap tidak menentu kepada Miki. “
“ Apa maksudmu? “ Kariu tidak mengerti.
“ Kamu ini anak baru, jadi tidak tahu hubungan antara ku dengan Miki. Lebih baik kamu permasalahan soal kamu menaruh perhiasan Akira di loker Miki. “ jawab Hiro.
“ Bagaimana kamu tahu? “ tangan Kariu bergetar ketakutan.
“ Selama ada aku disisi Miki, tidak boleh ada yang mengganggunya sedikitpun! “
__ADS_1