
Suasana yang canggung, angin yang berhembus kencang mengenai rambut Miki yang berterbangan. Tubuh Miki yang bergetar ketakutan melihat tatapan dari Nobu yang sangat menakutkan untuk ditatap.
“ Kamu siapa? “ Nobu berdiri dari tubuhnya yang terjatuh. Ia mencoba untuk mendekati Miki tapi dengan sekuat tenaga Hiro berdiri dan menghalau Nobu untuk mendekati Miki.
“ Jangan coba-coba dekati dia atau hidup kamu tidak akan tenang. “ bisik Hiro serius tepat ditelinga Nobu.
Mendengar perkataan Hiro yang sangat serius membuat Nobu memundurkan langkah dan menatap Miki dengan penasaran.
Siapa wanita itu sampai membuat Hiro sangat serius?
Pikir Nobu
“ Ada pengganggu, jadi lebih baik kita sudahi sampai disini. “ Nobu melangkahkan kakinya pergi.
Dan saat Nobu sudah berjalan lumayan jauh, kaki Hiro yang sudah tidak kuat menahan sakit hampir terjatuh, tapi dari arah belakang Miki sudah menahan tangan Hiro sehingga ia tidak jatuh sedikitpun. “ Kamu baik-baik saja? “ tanya Miki khawatir.
“ Terimakasih. “ jawab Hiro dengan nada sangat lemas. Melihat keadaan Hiro yang benar-benar sudah sangat kacau membuat Miki memapahnya sampai ke sebuah kursi dan memperhatikan luka-luka di wajah Hiro.
“ Kamu baik-baik saja? Lebih baik kita obati dulu lukamu. “ Miki khawatir. Hiro mengangguk-anggukan kepalanya yang berarti dia baik-baik saja.
Pertanyaan yang ingin dikeluarkan oleh Miki tapi ia mengurungkan niatnya untuk bertanya yang mungkin dapat menyakiti hati Hiro.
“ Kamu ingin bertanya, apa yang terjadi bukan? “ Hiro yang dapat mengetahui isi pikiran Miki.
“ Iya, tapi sepertinya aku tidak perlu tahu. “
“ Maaf. “ Hiro menundukkan pandangannya. Miki beranjak dari kursi dan menepuk pundak Hiro secara perlahan sambil berkata. “ Aku pergi dulu ya, Ayahku sudah menungguku. “
Namun, Hiro menahan lengan Miki agar tidak pergi dan menarik tubuh Miki sampai di pelukannya. “ Jangan pergi, tunggu sebentar. “ Hiro dengan nada rendah seakan-akan butuh seseorang yang berada di sampingnya saat ini.
Ia terus memeluk Miki dengan sangat erat, Miki yang merasa aneh hanya tersenyum kecil dan menepuk-nepuk punggung Hiro secara perlahan sambil menenangkan. “ Semua akan baik-baik saja. “
Selama 10 menit Hiro terus memeluk Miki dengan menahan air matanya entah alasan apa yang membuatnya ingin menangis dan menutup kesedihannya dalam pelukan.
Tring-tring-tring.
Suara telepon dari handphone Miki berbunyi, Hiro segera melepaskan pelukannya dan menghapus air matanya. “ Jawab teleponmu. “ kata Hiro memalingkan pandangan.
“ Baik. “ Miki menjawab telepon dari Ayahnya tersebut.
__ADS_1
“ MIKI, KAMU DIMANA? KAMU BENAR-BENAR TIDK DATANG? TIDAK TAKUT KALAU AYAH KE SEKOLAH?! “ bentak Lim dari sebrang.
“ Aku udah di rumah sakit Ayah, sebentar lagi aku akan kesana. “ ujar Miki dan Lim langsung menutup teleponnya tanpa berkata apa-apa lagi.
“ Itu.. “ Miki ragu untuk berbicara kepada Hiro.
“ Pergilah, aku tidak apa-apa. “ ucap Hiro dengan senyum kecil.
“ Maaf, terimakasih. “ Miki berjalan pergi meninggalkan Hiro dengan perasaan yang tidak nyaman.
..........
Dalam ruang pemeriksaan oleh Dr. Kenichi, seorang dokter ahli dalam tulang dan bagian dalam manusia.
Sejak Lim masih muda pun, ia selalu memeriksa cederanya kepada Dr. Kenichi.
“ Hallo Miki. “ sapa Kenichi hangat. Miki yang duduk berdampingan bersama Lim merasa sangat takut, pandangannya terus kebawah, pikirannya kacau karena mengkhawatirkan Hiro.
“ Kamu disapa. “ bisik Lim dengan menyikut lengan Miki.
“ Maaf, hallo dokter. “ balas Miki terlambat.
“ Jadi, kakimu kenapa lagi? “ tanya Kenichi yang melihat kaki Miki. Miki tidak menjawab yang menjawab semua pertanyaan dari dokter adalah Lim, ia memberitahu bahwa sepertinya cedera Miki kembali lagi dan Kenichi segera memeriksa kaki Miki.
Tapi cedera yang saat ini Miki alami tidak terlalu parah, ia hanya perlu mengistirahatkan tubuh selama 4 Minggu dan melakukan terapi dengan berenang. Itu adalah cara yang perlu untuk menyembuhkan kakinya, jika tidak kerusakannya akan semakin parah dan bila itu terjadi, Miki tidak punya pilihan selain operasi.
“ Terimakasih penjelasannya. “ ucap Lim dan Miki bersamaan beranjak dari kursi seraya keluar dari ruang pemeriksaan.
“ Kamu dengar kata dokter? Kamu tidak boleh berlatih terlebih dahulu! “ perintah Lim.
“ Tidak, aku tidak bisa. “ tolak Miki.
“ Miki, dengarkan Ayah! “
“ Ayah tahu sebentar lagi akan ada Inter-high, jika aku tidak ikut semua harapan punah dan ini adalah Inter-high terakhirku dengan para senpai! “ seru Miki dengan nada tinggi dan berjalan keluar dari rumah sakit.
Dengan perasaan kesal, Miki terus menendang-nendang kaleng sampah yang berada di pinggir jalan. Perasaan kesalnya masih terus meningkat karena perkataan Lim, yang meminta Miki untuk berhenti berlatih.
Jika Lim meminta Miki untuk berhenti latihan, berarti Lim juga memintanya untuk keluar dari club dan itu bukanlah hal yang diinginkan oleh Miki.
__ADS_1
Miki terus melangkahkan kakinya sampai langkah kaki Miki terhenti saat ia melihat Hiro yang sedang melayani para pembeli di sebuah mini market. Hiro sama sekali tidak mengetahui bahwa Miki sedang memperhatikannya dari jendela luar.
Wajah Hiro yang masih memiliki banyak luka dan belum diobati membuat Miki memasuki sebuah toko obat di sebrang jalan, ia membeli beberapa obat-obatan. Lalu, kembali lagi ke mini market tersebut.
“ Selamat data. “ ucap Hiro yang terhenti ketika melihat Miki memasuki toko. “ Kam... “
“ Hai Hiro. “ sapa Miki mendekati Hiro. “ Kenapa ada disini? “ Hiro kebinggungan.
“ Aku hanya sedang berjalan saja dan tidak sengaja melihat kamu yang sedang bekerja paruh waktu disini. “ jawab Miki sambil menarik lengan Hiro keluar dari toko.
“ Aku sedang kerja! “ Hiro yang terkejut karena lengannya tiba-tiba ditarik oleh Miki.
“ Duduk disini. “ Miki mendorong tubuh Hiro untuk duduk di sebuah kursi yang berada di depan mini market.
“ Kamu mau apa? “ Hiro kebinggungan. Miki mengeluarkan sebuah obat luar dan mencoba mengobati luka di wajah Hiro secara perlahan.
“ Aw. “ ringis Hiro kesakitan. “ Jangan berlebihan! “ kesal Miki.
Muka Miki sangat dekat dengan Hiro, jantung Hiro berdetak kencang karena tubuhnya yang sangat dekat dengan Miki. Miki memakaikan sebuah plaster di bawah bibir Hiro agar lukanya tertutup dan tidak terkena kotoran.
“ Sudah sele. “ Mata Miki melebar terkejut bahwa wajahnya berada sangat dekat dengan wajah Hiro, Hiro bahkan sedang memperhatikan Miki tanpa mengedipkan matanya.
“ Ehem. “ batuk Miki disengaja agar menghilangkan kecanggungan seraya memundurkan tubuhnya. Hiro segera menggeleng-gelengkan kepalanya dan berdiri kembali. “ Sudah selesai kan? “
“ Iya. “ Miki mengangguk-anggukan kepala cepat. “ Kalau begitu, aku masuk. “ Hiro ingin masuk ke dalam mini market karena canggung.
“ Aku sedang ingin sendiri. “ tahan Miki dengan pandangan tertunduk dan membuat langkah kaki Hiro terhenti.
Dari perkataan Miki sudah jelas bahwa dia sedang ingin ditemani, hatinya sedang tidak menentu dan butuh seseorang untuk menghiburkan suasananya lagi.
“ Aku temani kamu. “ Hiro berjalan mendekati Miki.
“ Aku bilang, aku sedang ingin sendiri. “
“ Kalau begitu, aku temani kamu. “
Perkataan Hiro yang membuat Miki tersenyum kecil dan pipi memerah sesaat, Hiro mengetahui keinginan Miki yang ingin ditemani sebentar olehnya.
“ Karena kamu tadi sudah menemaniku, kalau begitu sekarang aku menemanimu. “ Hiro mengelus kepala Miki secara perlahan.
__ADS_1
“ Terimakasih. “ Miki mengangkat kepalanya ke atas dengan mata berkaca-kaca yang membuat Hiro teringat dengan wajah seorang wanita yang selalu menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca.
Tiba-tiba saja, Hiro mengambil lengan Miki dan menariknya ke dalam pelukan sambil berkata. “ Ibu, aku ada disini. Jangan menangis kembali, oke? “