
Tatapan serius dari Hiro membuat Miki mendesah kesal, masa lalu tidak usah dikaitkan lagi. Itu akan membuat Miki teringat dengan tatapan dingin dari Hiro yang menyakitinya. “ Tidak perlu ada penjelasan lagi, semua sudah jelas. “ Miki mencoba untuk melepaskan tangan Hiro dari lengannya tetapi Hiro semakin menahannya dengan kuat. “ Tapi aku belum menjawab, benar kan? “ balas Hiro
“ Jadi jawab sekarang! “ seru Miki menatap tajam Hiro, mulut Hiro tertutup rapat-rapat ia tidak bisa menjawab lagi. “ Lihat? Tidak bisa berbicara. “ Miki melepaskan tangan Hiro dai lengannya dengan kuat dan melangkahkan kaki meninggalkan gedung sekolah.
Pelupuk matanya kembali basah, ia tidak tahu harus berbuat apa di hadapan Hiro saat ini. Perasaannya campur aduk, kepalanya terasa berat karena mencoba mengetahui isi pikiran Hiro yang tidak bisa Miki baca sekalipun.
“ Miki! “ panggil Kenzi dari depan gerbang yang sudah menunggunya sedaritadi, seharusnya ia menunggu Miki di kelas tapi karena ada urusan club sebentar Kenzi harus menuju ruang club basket.
Mata Miki terlihat merah, Kenzi merasa khawatir dan bertanya. “ Kamu tidak apa-apa? “
Di balik dinding, seorang perempuan yang tengah memperhatikan Miki dan Kenzi bergumam secara diam-diam. “ Dasar ******! “
Keesokan harinya.
Sekolah sudah mengumumkan bahwa Festival Budaya akan dilaksanakan 1 Minggu yang akan datang dan tiap kelas sudah mempersiapkan diri untuk menampilkan pentas seni di aula atau membuat stand karena akan banyak orang-orang yang datang.
Kelas yang paling banyak pengunjungnya datang atau menampilkan pentas seni yang bagus, ia akan diberi sebuah hadiah uang untuk makan tiap kelasnya.
Kelas 2-1, kelas Miki sudah menentukan apa yang diinginkan dari kelasnya yaitu menampilkan drama dan membuka toko kopi yang pelayannya adalah pria-pria tampan dari kelas 2-1.
Seperti Kenzi, Makoto, Hiro. Biarpun mereka tidak ingin, tapi tetap harus karena untuk mendapat hadiah dan kesenangan tersendiri dari kelas.
“ Hehe. “ Miki terkekeh membayangkan pria-pria disini memakai sebuah baju pelayan dan mendatangkan banyak perempuan. “ Pasti nanti banyak yang menggodamu. “ kata Miki kepada Kenzi.
“ Diam! Aku tidak ingin. “ kesal Kenzi. “ Lagipula kamu ikut drama menjadi apa? “
“ Lelaki. “ datar Miki karena memiliki rambut yang pendek.
“ HAHAHAHA, JADI LELAKI. KASIAN! “ Makoto ikut-ikutan tertawa, Miki mencoba ingin meninjunya tapi ia mengurungkan niatnya lagi.
“ Terus siapa yang jadi wanitanya? “ tanya Kenzi. “ Kariu “ jawab cepat Miki.
“ Kalo kelas kita ada Rei pasti dia yang jadi wanitanya, karena dia paling cantik. “ Makoto memejamkan matanya. “ Ngomong-ngomong, di kelas dia jadi apa? “
“ Katanya dia jadi nenek sihir, teman kelasnya banyak yang ingin menjadi putrinya. “ Miki menggeleng-gelengkan kepala.
__ADS_1
“ Padahal aku ingin kamu jadi pangerannya. “ ujar Kariu kepada Hiro, Hiro hanya terdiam dan tidak mendengarkan perkataan Kariu sama sekali.
Tapi kelakuan Kariu langsung ditatap sinis Akira, ia benar-benar sudah kesal dengan sikap Kariu.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel istirahat berbunyi, banyak siswa-siswi yang sudah menuju Kantin dan ada juga yang makan bersama di dalam kelas seperti Miki, Kenzi dan Rei yang seperti biasanya.
“ Miki. “ panggil Rei memasuki kelas dan membawa bekal untuk makan siang bersama.
“ Rei cepat sini. “ Miki membawakan tempat duduk tepat di sebelah Kenzi, ia juga mengeluarkan bekal untuk Kenzi dan dirinya. “ Ini makan. “
Tatapan Kenzi kepada Miki seperti mengatakan ini-maksudnya-apa. Miki hanya tersenyum setengah dan membuka bekalnya. “ Mari makan siang. “
“ Iya, selamat makan. “ suara Hiro yang tiba-tiba di samping Miki membuatnya tersedak karena kaget, Hiro mengambil botol minumnya dan memberikan kepada Miki. Miki juga tidak punya pilihan selain meminum air putih tersebut karena merasa sesak.
“ Kenapa ada disini? “ kaget Miki.
“ Ingin makan bersama, apa tidak boleh? “ Miki menghela nafas panjang. “ Baik, silahkan makan. “
Plak!
Terdengar suara sumpit yang keras di meja, Kenzi sudah kelas dengan keberadaan Hiro dan Kariu yang menganggu makan siangnya. “ Bisa kalian pergi? “
“ Kamu kenapa? Aku hanya ikutan makan. “ Kariu gelisah dengan tatapan Kenzi, sedangkan Hiro hanya diam dan terus makan tanpa perduli dengan ucapan Kenzi.
“ Karena wajahmu mengangguku makan! “ seru Kenzi yang membuat Akira, Mai, dan Nikki tertawa terbahak-bahak.
“ Katanya kamu ini penganggu. “ Akira tertawa dan menatap tajam Kariu.
Saat Kariu mencoba pergi, lengannya tertahan oleh Hiro yang membuat mata Miki melebar tidak percaya.
“ Sudah disini saja, tidak usah mendengarkan perkataan mereka. “ cegah Hiro yang seketika Miki langsung beranjak dan membawa bekalnya menuju atap sekolah.
Melihat Miki yang keluar dari kelas, Akira, Mai, Nikki dan Rei segera mengikutinya sambil berkata kepada Hiro bersamaan. “ Dasar tidak peka. “
__ADS_1
Ketika Kenzi mencoba pergi, Hiro juga menahannya. “ Biarkan dia dulu. “
“ Ha. “ Kenzi mendesah kesal. “ Biarkan? “ Kenzi melangkahkan kakinya mengikuti perempuan-perempuan tadi.
Seluruh tim basket sudah tahu kedekatakan antara Miki dan Hiro apalagi waktu pertandingan Inter-high, karena hal itu Akira tidak ingin ada orang yang mengambil Hiro dari Miki.
Wajah Miki yang tampak sangat sedih sudah pernah ia lihatkan ketika kakinya terluka dan itu membuat Akira tampak kecewa, Akira mengetahui selama ini ia hanya bermain-main saja berbeda dengan Miki yang sudah bekerja begitu keras.
Oleh karena itu, Akira tidak ingin melihat Miki terluka lagi dengan siapapun.
“ Miki, gapapa? “ Rei duduk berdampingan dengan Miki. Akira melipat kedua tangannya di atas perut. “ Sudah kubilang untuk hati-hati, dia memiliki wajah dua. “
“ Kalian pergi saja. “ Miki tidak mood untuk berbicara, Akira, Mai dan Nikki hanya berdesis sambil berjalan keluar dari atap.
“ Miki jangan cuek dengan mereka, walaupun sifat Akira dingin sama kamu tapi dia khawatir banget kamu loh. “ ucap Rei.
“ Aku tahu. “ Miki menusuk-nusukkan makanannya, perasannya terlalu campur aduk. “ Ngomong-ngomong, gimana kamu dengan Kenzi? “
Rei menghela nafas panjang dan bersandar di pagar. “ Seperti itu. “
“ Seperti apa? Kamu selalu mengkhawatirkanku, tapi sekarang coba ceritakan semuanya.” Miki menatap Rei yang pandangannya tertunduk seperti tidak tahu harus berkata apa-apa.
“ Aku mencoba sebisa mungkin untuk melupakan dia, meski sebenarnya aku ingin berada dekatnya tapi aku menahan diri. “ Rei mempertemukan kedua tangannya. “ Kalau aku berusaha dekat dengannya, dan ingin lebih tahu lebih banyak tentangnya takutnya malah semakin menjauh. “
“ Dia sudah berada jauh didalam hatiku, dan lebih baik aku melupakannya. Lagipula, dia tidak menyukaiku juga kan? “ Rei menatap langit-langit biru.
“ Kalo memang ini yang terbaik buat kamu, aku harus bagaimana lagi? “ Miki berjalan mendekati Rei.
Dibalik pintu, Kenzi yang ingin masuk tertahan saat mendengar percakapan mereka. Ia tidak tahu harus bagaimana lagi dengan perasaannya, masalahnya Kenzi amat sangat menyukai Miki.
Perasaannya sama dengan Rei, tidak gampang untuk dilupakan.
Terlebih Miki adalah orang yang paling berharga untuk Kenzi seumur hidupnya.
Jadi Kenzi tidak tahu harus bagaimana dengan dirinya sendiri.
__ADS_1