
Langkah kaki terdengar dari kanan Hiro, ia menoleh kepalanya melihat Akemi yang mendekatinya.
Perlahan Hiro menggeser tubuhnya untuk menjaga jarak antara ia dengan Akemi, “ sekarang kamu menjaga jarak denganku? “ tanya Akemi.
“ Sudah dari dulu. “ jawab Hiro dingin.
“ Aku tidak ingin berbicara masa lalu, aku ingin menonton rivalku. “ Akemi menopang dagunya dan memperhatikan baik-baik Miki.
Peluit berbunyi, posisi dari Tim Seido sudah berubah.
Point guard : Rei, shooting guard : Miki, center : Mayumi, power forward : Gea, small forward : Ai.
“ Mari bermain. “ Mayumi melakukan high five dengan Miki diikuti dengan Rei, Gea, dan Ai. Senyum Miki terlihat begitu ceria, dalam waktu 30 menit ia hanya berdiam diri dan kali ini Miki akan membalas semua kekesalannya.
Priittt-
Bola sudah dipegang oleh SMA Inajutsu, para pemain Inajutsu sudah terlihat sangat kelalahan tetapi satu-satunya monster disana masih belum lelah sekalipun.
Tanpa berpikir lama, ia mensteal bola saat Ari mencoba mempassing kearah Dema. Dengan kecepatan penuh, Miki sudah berlari mendekati ring dan melakukan dunk yang sangat memukau.
Pertunjukan pertama Miki dimulai.
Saat itu, Tim Inajutsu tidak ada yang bisa mengikuti kecepatan Miki sekalipun. Mata mereka masih melongo tidak percaya, kekuatan Miki sudah meningkat lebih jauh.
Tertutama kecepatannya.
“ Hahaha. “ tawa Akemi yang menantikan permainan dengan Miki, tahun ini benar-benar akan sangat menyenangkan.
Skor sudah menunjukkan 65-51, kedatangan Miki membuat jarak semakin menjauh dan saat Kiyo ingin melakukan three-point, bolanya tersebut tidak masuk dan memantul yang membuat Mayumi segera melakukan rebound.
“ Dapat, ayo tangkap!!! “ teriak Mayumi melakukan passing kepada Miki yang sudah berlari kearah lapangan lawan.
“ Wah, pass yang luar biasa. “ kagum Lim melihat permainan tim putri yang juga tidak membosankan, tetapi matanya masih melihat kaki Miki yang terlihat baik-baik saja.
Saat Miki menangkap bola tersebut, Ari dari tim Inajutsu juga sudah melompat agar Miki tidak bisa melakukan lay-up tetapi Miki melakukan double clutch ( menukar posisi tangan yang memegang bola saat berada di udara saat melakukan lay-up )
Alhasil, Ari gagal menjaga Miki dan Miki mencetak point lagi.
“ Dia sangat hebat. “ kagum Kenzi melihat permainan Miki yang berbeda, ia terlihat menggunakan otaknya daripada dulu selalu dengan fisik.
“ Hebat sekali. “ senyum Hiro yang diperhatikan oleh Akemi. “ Tch. “ desis Akemi tidak suka dan melangkahkan kaki untuk bersiap-siap karena sebentar lagi ia akan bermain.
__ADS_1
10 menit telah berakhir, skor akhir SMA Seido 78 dan SMA Inajutsu 55, pemenang dari babak penyisihan adalah SMA Seido.
Keduanya berbaris saling berhadapan, menunduk pandangan hormat dan bersalaman.
“ Melawan monster sepertimu dalam 40 menit aku tidak kuat, lebih baik 10 menit saja. “ kata Ari kepada Miki, Miki tersenyum kecil. “ Permainan kalian juga hebat. “
Tidak lama-lama, kedua tim sudah keluar dari lapangan dan tim selanjutnya sudah memasuki lagi. Miki berjalan melewati Akemi sambil berkata. “ Semoga menang. “
Tim Seido melakukan pendingan dan ganti baju, Miki masih belum lelah ia ingin terus bermain lagi. “ Hei, kau masih ingin bermain? “ tegur Okumura memukul kepala Miki menggunakan papan strategi.
“ Anak-anak kalian hebat! “ Yoshioka membuka pintu ruang ganti, ia telat datang karena harus mengurus beberapa siswa-siswi yang mengikuti belajar tambahan.
Tapi saat membuka pintu, semua pemain sudah tertidur di dalam ruang ganti terkecuali Rei dan Miki.
“ Makan, saya lapar. “ kata Miki keluar dari ruang ganti bersama Rei.
“ Kalian mau kemana? “ Okumura penasaran.
“ Mau nonton SMA Inuyashi. “ jawab Rei.
Keduanya berjalan menuju tribun lagi yang disambut oleh tim putra dengan kegembiraan, jika mereka menang terus-menerus tim putra dan tim putri akan bersamaan menuju Kejuaraan Nasional.
Melihat Miki yang dikerumuni banyak lelaki, membuat Kenzi dan Hiro langsung mendorong lelaki tersebut sambil menarik lengan Miki.
“ Lepaskan! “ tarik Hiro tidak membiarkan Kenzi memegang lengan Miki.
“ Kamu yang lepaskan! “ Kenzi tidak ingin kalah.
Lengan kanan Miki sudah dipegang Kenzi dan lengan kirinya oleh Hiro, tubuhnya sangat lemas sehingga ia pasrah.
“ Miki! Ikut Ayah. “ tegas Lim mendekati Miki yang membuat keduanya langsung melepaskan lengan Miki dan membiarkan Miki mengikuti Ayahnya.
Di Kantin yang kosong, Lim memberantakkan rambutanya merasa sangat kesal dengan anaknya sendiri. Melihat Miki yang memaksakan diri membuatnya terluka, ia tidak ingin Miki terluka.
Apalagi sampai kehilangan cita-citanya.
“ Apa yang ingin Ayah bicarakan? “ Miki menundukkan pandangannya.
“ Bagaimana kalau tadi kamu bermain penuh? Mungkin kakimu sudah rusak! “ seru Lim. “ Lihat bermain 10 menit saja, kakimu sudah bergetar tidak kuat. “
Memang benar, walau Miki tidak merasakan sakit tapi kaki kanannya terus bergetar.
__ADS_1
“ Sekarang lebih baik kamu tidak bermain lagi, timmu sudah bagus. Kamu tidak perlu ikut andil dalam hal ini, dan melakukan terapi. Oke? “ khawatir Lim.
“ Tidak Ayah, ada lawan yang lebih hebat daripada aku.
“ ucap Miki menatap mata Lim. “ Dan aku ingin mengalahkannya tidak perduli apapun itu! “
Di balik dinding, Hiro yang mendengar meski samar-samar mengetahui kalau kaki Miki tidak baik.
Dan Hiro sudah mengetahuinya sejak pulang dari camping, tetapi ia berpikir kalau kakinya mungkin sakit karena sehabis terjatuh waktu itu.
Nyatanya, tidak.
Cederanya sudah ada sejak lama.
Tangan Hiro terkepal, ia berjalan kembali ke tribun dengan perasaan cemas takut kalau Miki tidak bisa bermain basket lagi. Hiro menyukai Miki yang terus bekerja keras, dan senyumnya saat bermain basket.
Jika senyum Miki menghilang, Hiro tidak bisa membayangkannya.
“ Ha..ha.. “ Miki menahan nangisnya saat Lim berjalan keluar dari gedung olahraga, dan tiba-tiba saja seorang pria mendatangi Miki dengan menyeringai. “ Hai, Miki. “
Suara berat tadi siang, dia adalah Ayah Hiro.
“ Hallo. “ Miki menghapus air matanya dan menundukkan kepala sopan, ia tidak ingin berlama-lama dekat dengan Nobu karena Hiro tidak menyukainya. Miki melangkahkan kaki meninggalkan Nobu, “ tunggu “ cegahnya.
Langkah kaki Miki terhenti, dan melirik kearah Nobu dengan sinis. “ Apa? “
“ Kamu dekat dengan anakku bukan? “ tanyanya.
“ Memang dia anakmu? Kamu meninggalkannya. “
“ Anak kecil sepertimu tidak perlu ikut campur. “ dingin Nobu menatap Miki dengan sangat tajam, dan Nobu mencekik leher Miki dengan sangat kencang membuatnya sulit bernafas.
Miki mencoba melepaskan tangan Nobu darinya, tetapi tenaga Nobu lebih kuat daripada dirinya sendiri.
“ Beritahu dimana tempat Arlene! “ seru Nobu.
“ Siapa? Aku bahkan tidak tahu! “
“ Ibu Hiro! “ Nobu mencekiknya lebih kuat lagi yang membuat nafas Miki semakin memendek. “ Aku tidak tahu! “
Mendengar jawaban Miki yang tidak mengetahui tempat dimana Hiro menyembunyikan Ibunya, Nobu melepaskan tangannya dari leher Miki. “ Jika kamu tahu, katakan padaku atau Hiro akan mati! “
__ADS_1
Leher Miki terasa sangat sakit, ia terus batuk tanpa henti sambil menatap Nobu dengan pandangan mematikan. Miki tidak percaya, bahwa Hiro bisa hidup dengan pria gila seperti dia.
Jadi selama ini, Hiro hidup dalam tekanan yang sangat kuat membayangkan saja membuat hati Miki terasa sangat sakit. Masa kecil Hiro yang harusnya dipenuhi kebahagiaan berubah dengan penderitaan karena pria ini.