
Tangan Akira terkepal di dalam ruang rapat tadi, ia berlari keluar dari ruangan dan melihat banyak orang yang sudah melukai Miki.
Tidak, tidak. Jangan seperti ini, pikir Akira.
Dengan kecepatan penuh, ia berlari menuju ruang siaran untuk mengumumkan sesuatu agar tersampaikan di seluruh gedung sekolah. Akira tidak ingin Miki keluar dari sekolah, rasa bersalahnya sudah begitu banyak.
Nafas Akira terengah-engah, ia segera menggunakan menyalakan mic. “ Tes, satu, dua. Ini saya Akira. “
Suara yang terdengar di gedung sekolah, Nobu dan Ayana yang keluar dari ruang rapat langsung terhenti saat mendengar suara anaknya tersebut. Tapi tatapan Nobu terhenti di depan Hiro yang sedang menyelamatkan Miki dari banyak orang.
Suasana menjadi hening seketika, melihat keadaan mulai tenang. Hiro menarik lengan Miki untuk keluar dari gedung sekolah dan mengumpat di ruang club renang.
“ Saya Akira Mado ingin menjelaskan perincian asli dari pencurian Miki! “
Semua orang langsung merasa penasaran, sebenarnya apa yang terjadi.
“ Pencurinya bukanlah Miki, melainkan saya sendiri yang menaruh kalung, gelang dan uang tersebut. Saya minta maaf karena menyembunyikan semua ini. “
Seluruh siswa-siswi, Guru, Kepala sekolah dan orang tua Akira terkejut. Candaan apa yang dilakukan Akira ini?
Sedangkan Kariu, ia berjalan menuju kelas dan membuka lokernya dengan tatapan tertunduk. Disana Kariu menemukan secarik kertas, ia membaca surat tersebut yang bertulis tangan Miki.
“ Hanya tangan seorang teman yang bisa mencabut duri dari dalam hati. “
Kariu mengigit bawah bibirnya, ia menahan tangisnya.
" Kariu, kamu mau menerima uluran tanganku, kan? “
Air mata menjatuhi pipi Kariu, ia berlari menuju ruang siaran menggantikan Akira.
“ Tidak, orang yang menaruh kalung, gelang, uang Akira adalah aku.” Kata Kariu di mic.
Lagi-lagi, candaan apa yang keduanya lakukan membuat seisi sekolah kebinggungan?
“ Hei, jangan seperti itu! “ seru Akira yang terdengar oleh banyak orang.
__ADS_1
“ Jelaskan lebih detail saja kebenarannya! “ balas Kariu.
Akira merapatkan bibirnya dengan mata berkaca-kaca. “ Kebenaran aslinya adalah, awalnya saya hanya ingin menjahili Kariu karena saya tidak menyukainya. Dia selalu menganggu Miki, saya tidak suka melihat Miki terluka lagi. Terlebih apa yang dideritanya saat ini, saya menaruh kalung, gelang dan uang di loker Kariu. Tapi saya tidak menduganya, karena tiba-tiba kalung, gelang dan uang tersebut ada di loker Miki. “ jelas Akira.
“ Dan orang yang menaruh kalung, gelang dan uang di loker Miki adalah saya, awalnya saya terkejut karena kenapa barang-barang tersebut ada di loker saya. Saya tidak ingin orang menyalahkan saya, dan saya menaruh barang tersebut ke dalam loker Miki agar saya sendiri tidak disalahkan. “ sahut Kariu yang membuat seluruh orang menjadi tahu kalau kebenarannya adalah Miki tidak melakukan hal tersebut.
Mendengarkan kebenaran yang terjadi lewat club renang membuat Hiro merasa lega, akhirnya semua terungkap dan Miki tidak perlu merasakan ketidak adilan tersebut lagi.
Tapi Miki masih terdiam tanpa berbicara apapun, mungkin mentalnya masih belum menerima perilaku orang-orang tadi.
“ Miki, dahimu memar sedikit. “ Hiro mendekati Miki dan mencoba untuk mengambil es batu agar memarnya hilang, tetapi lengannya ditahan oleh Miki sehingga ia tidak bisa pergi. “ Jangan kemana-mana, aku mohon. “ harap Miki yang membuat Hiro mengurungkan niatnya dan duduk berdampingan dengan Miki.
Ia tidak akan bertanya atau berkata apa-apa lagi, Hiro akan menunggu Miki tenang dengan sendirinya. Karena jika ia menganggunya, itu akan semakin membuat batin Miki terluka lagi.
Mengetahui kebenaran yang terjadi, Kepala sekolah, guru-guru meminta Akira dan Kariu mendatangi ruang rapat lagi untuk menyatakan pernyataan sebenarnya.
Seluruh penjelasan sudah diberikan Akira dan Kariu, keduanya dihukum dengan melakukan kerja bakti-sosial di sekolah selama 1 bulan. Dan Miki tidak jadi untuk dikeluarkan.
Disatu sisi, Kenzi terus mencari Miki kesana-kemari. Ia sangat khawatir dengan Miki, sampai akhirnya langkah kakinya terhenti di hadapan Rei yang melipat kedua tangannya di atas perut dengan menatap sinis. “ Mencari Miki? “
“ Tidak, tapi.. “ Rei mendekatkan wajahnya kearah wajah Kenzi. “ Kamu masih punya muka untuk berhadapan dengan Miki? “
“ Apa maksudnya? “
“ Hah. “ Rei mendesah kesal. “ Jelas-jelas sahabatnya sendiri tidak mempercayainya, bagaimana kamu bisa dianggap sahabat lagi oleh Miki? “
“ Kamu sendiri yang membuat jarak dengannya, karena kepercayaanmu hilang kepada Miki, persahabatanmu juga hilang. Percaya aku! “ lanjut Rei meninggalkan Kenzi.
Wajah Kenzi memucat seketika, apa benar? Apa ia salah lagi?
Lalu, Kenzi harus bagaimana? Memang dirinya bodoh sampai tidak mempercayai Miki.
....
TENG-NENG-TENG-NENG
__ADS_1
Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa-siswi sudah meminta maaf kepada Miki karen telah salah menilainya selama ini.
Namun, karena kejadian ini Miki mengetahui siapa sebenarnya “ Teman. “ dan “ Orang berharga. “ sejatinya.
Sambil menunggu Miki keluar mengganti baju, Hiro berjongkok di depan meja Miki dengan pipi merah.
Karena hari ini, ia harus memberi penjelasan semuanya kepada Miki agar tidak terjadi kesalahpahaman lagi.
Hiro juga tidak ingin jaraknya dengan Miki semakin jauh, rasanya sakit menjadi orang asing di hadapan Miki.
“ Sedang apa? “ tanya Miki berdiri di depan pintu kelas 2-1, Hiro menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal dan berdiri sambil menjawab. “ Tidak, ayo pulang. “
Keduanya pulang bersama, tapi sepanjang perjalanan tidak ada pembicaraan sama sekali pun, Hiro masih gugup untuk berkata kepada Miki. “ Terimakasih sudah mengantarku. “ ucap Miki.
“ Miki! “ panggil Hiro membuat langkah kaki Miki terhenti. “ Aku ingin menjelaskan sesuatu. “
“ Tidak perlu ada yang dijelaskan lagi. “
“ Tidak, ini sangat penting! “
Miki menghela nafas panjang, ia membalikkan tubuhnya dan menatap Hiro.” Apa yang ingin kamu bicarakan? “
“ Aku... “ gugup Hiro menundukkan pandangan. “ Aku tak mau kita semakin menjauh. “ Miki mendengarkan baik-baik.
“ Sebab. “ Hiro menelan ludah, dan mengangkat kepalanya menatap Miki. “ Aku. “
“ Sebab aku menyukaimu, itu jawabanku. “
Bibir Miki bergetar terkejut, jantungnya berdegup dengan cepat ia tidak tahu harus berkata apa-apa di hadapan Hiro.
Apa ini pengakuan Hiro atas jawaban waktu itu?
“ Maaf waktu itu aku tidak bisa menjawabmu langsung. “ ucap Hiro merasa semua beban di pundaknya terlepas seketika, Hiro menarik Miki ke dalam pelukannya “ Aku menyukaimu, kamu dengarkan? Itu jawabanku, kamu menjauhiku padahal belum mendengar jawabanku. “
__ADS_1
“ Jadi aku sudah menjawabnya, jangan menjauhiku lagi, kamu itu sangat penting. “