
Melihat kedekatan Miki dan Hiro yang semakin dekat membuat Kenzi merasa gelisah, ia takut Hiro mengambil Miki darinya. Tidak, Kenzi tidak ingin.
Tidak boleh ada yang merebut Miki darinya.
“ Ikut aku. “ Kenzi menarik lengan Miki keluar dari kolam renang dan membawanya sampai di depan toilet putri. “ Bersihkan tubuhmu, nanti kamu sakit. “
“ Kenzi, kamu ini kenapa? “ Miki tidak mengerti.
“ Kenapa? Melihat teman sendiri takut sakit apa tidak boleh? Tubuhmu sudah basah. “ kata Kenzi mengeluarkan baju olahraga dari tasnya dan memberikannya kepada Miki untuk segera mengganti pakaiannya.
“ Baik. “ Miki tidak punya pilihan karena jika ia menolak Kenzi akan terus bersikeras.
Tidak lama kemudian, ia keluar dengan baju olahraga milik Kenzi. Kenzi menarik lengan Miki keluar dari gedung sekolah, tapi langkahnya terhenti saat Hiro berada di hadapannya dan menahan untuk tidak keluar.
“ Apa maksudmu tiba-tiba membawanya keluar begitu saja? “ tanya Hiro dengan tatapan serius.
Perasaan Kenzi sudah tidak bisa lagi ditahan, ia tidak bisa menunggu lagi.
“ Bukan urusanmu! “ pekik Kenzi melewati Hiro, tapi lengan Miki tertahan Hiro sehingga ia tidak bisa kemana-mana. “ Lepaskan! “
Tidak dilepaskan sedikitpun oleh Hiro.
“ Lepaskan! “ ulang Kenzi dengan nada tinggi. “ Hiro, lepaskan ya? “ pinta Miki agar tidak terjadi pertengkaran lebih lanjut lagi.
Saat ini Miki harus mengetahui kenapa alasan Kenzi berubah, ia harus berbicara empat mata dengan Kenzi.
“ Duduk! “ perintah Kenzi yang menarik tubuh Miki hingga ia duduk dibangku halte bus. “ Miki, jangan dekat dengan dia!! “
Tangan Miki terkepal, apa maksudnya Kenzi menjauhkan dia dengan Hiro?
Apa Kenzi tidak tahu seberapa sakitnya Miki jika ia menjauh dari Hiro?
Apa Kenzi tidak tahu betapa berharaganya Hiro?
Dulu saat seluruh orang menghina dan tidak percaya, orang yang disinya adalah Hiro. Iya, pahlawan Miki sejak kecil. Bahkan perasaannya kepada Hiro suah tidak dapat diungkapkan lagi, sangat luar biasa menyukai Hiro.
“ Tidak, aku menyukai dia sangat menyukai Hiro. “ jawab Miki beranjak dari kursi.
__ADS_1
Mata Kenzi melebar, ia memberantakkan rambutnya. “ Lalu aku? Apa kamu menyukai aku? “
“ Kamu itu sahabatku Kenzi!! “ seru Miki dan matanya terhenti saat melihat Rei yang sedang berdiri dengan baju polos dan membawa kantung kresek yang isinya minuman untuk club.
Tatapannya kebinggungan, Rei merasa sedang berada di situasi yang seharusnya ia tidak boleh datangi. “ Rei, temani Kenzi. “ ucap Miki melewati Rei dan berjalan untuk pulang.
Sedangkan Rei masih berdiri dengan kaku karena ia tidak tahu harus bagaimana, permasalahannya hawa Kenzi dipenuhi dengan amarah. Mendekat sedikit saja mungkin Rei akan hangus menjadi debu karena darah yang mendidih dari wajah Kenzi.
“ Mari latihan. “ ajak Kenzi yang berjalan dengan menundukkan pandangan dan kembali untuk berlatih lagi dengan perasaan yang jengkel.
Mendengar perkataan bahwa Miki menyukai Hiro, yang berarti Kenzi tidak ada sedikitpun di hati Miki?
Jadi, selama ini Kenzi hanya bertepuk sebelah tangan?
Selama 10 tahun ini, ia tidak berarti apa pun?
Masa kecil yang dipenuhi kenangan itu, apa tidak terdapat sedikitpun hati Miki untuknya? Ironis sekali, Kenzi sudah menyukainya selama 10 tahun tapi hanya di balas dengan seperti ini.
Setelah Kenzi selesai berlatih, ia keluar dengan menggunakan topi hitam. Kenzi duduk di tribun sekolah dan menatap langit yang gelap sambil memikirkan masa kecilnya dengan Miki.
Orang yang pertama berjanji seperti itu adalah Kenzi, ia berjanji kepada Miki bahwa selamanya mereka akan bersahabat. Tapi Kenzi yang membuat perjanjian, ia sendiri yang mengingkarinya dengan mengubah perasaannya menjadi rasa ingin memiliki Miki.
Tangannya terkepal menahan sedih, ia tidak percaya bahwa akan merasakan sedih seperti ini karena Miki. Seorang wanita tak sopan, kasar dan tidak tahu terimakasih.
“ Sial. “ umpat Kenzi mengigit bawah bibirnya menahan tangisnya, kepalanya tertunduk dan seseorang datang membawa minuman hangat kepadanya. “ Minum. “ suara familiar dari telinga Kenzi, dia Rei.
“ Terimakasih. “ Kenzi mengambilnya dan meminum.
“ Ada masalah dengan Miki? “ Rei mengetahui gerak-gerik Kenzi.
“ Ya seperti itu. “ jawab Kenzi simpel.
Terjadi keheningan sesaat.
“ Seperti katamu, aku hanya memikirkan perasaanku sendiri dan hubungan antara aku dengan Miki terhenti oleh persahabatan kami. “ ucap Kenzi menundukkan pandangan dan meremas botol. “ Sedari awal aku sendiri yang jatuh hati. “
__ADS_1
“ Apa salahnya jatuh cinta kepada sahabat sendiri? “
Rei menaruh botol minumnya di samping dan membuat Kenzi menoleh kearahnya. “ Orang yang mengetahui diri kamu lebih dari siapapun adalah sahabat, jadi wajar kalau kamu jatuh cinta kepadanya karena merasa dia sangat cocok. Terlebih, kamu tidak perlu mencari orang lain dan berdekatan lagi karena sahabat sudah mengetahui semua tentang kamu. “
“ Kamu tidak perlu berlaga menjadi orang yang berbeda, di hadapan sahabat sama saja. Jadi wajar kalau kamu jatuh cinta dengan sahabat, salahnya darimana? “ lanjut Rei.
“ Tapi aku mengingkari perjanjian. “
“ Banyak orang yang mengingkari perjanjian, tidak kamu saja. Memang di dunia ini hanya kamu saja yang mengingkari perjanjian kepada sahabat sendiri, di luar banyak dan mungkin lebih parah dibanding kamu. “ kata Rei mengepalkan tangan, ia tidak seharusnya membuat kepercayaan diri Kenzi meningkat.
Padahal ini waktunya untuk mendapatkan hati Kenzi, tapi kenapa Rei malah melakukan sebaliknya?
“ Aku tidak bisa menahan perasaanku, aku tidak ingin lagi menunggu. “ ucap Kenzi.
Yang seketika otak Rei langsung berkata sambil berdiri. “ Tidak! Kamu harus menahannya. “
“ Apa maksudmu? “ Kenzi tidak mengerti dan mengikuti Rei berdiri, selama ini ia terus menyembunyikan perasaannya kepada Miki dan Kenzi tidak ingin terus bersembunyi lagi rasanya sangat sesak.
“ Jangan, nanti Miki akan menjauhi-mu. Dia akan marah denganmu, apa itu mau kamu? Tidak kan? Kamu ini dengannya bersahabat, jadi simpan saja. “ tanpa sadar Rei malah emosi kepada Kenzi.
Perkataan yang seketika membuat Kenzi terdiam, dan memberikan ekspresi yang tidak disukai oleh Rei.
Eskpresi saat pertama kali Rei menyatakan sukanya kepada Kenzi, dan Kenzi menolaknya dengan tatapan yang sangat tajam, dingin dan tidak berhati.
“ Terus, apa aku harus menunggu lagi seperti orang bodoh? Katamu aku tidak boleh menunggu!! “ bentak Kenzi. “ Katanya tidak apa-apa kalau menyukai sahabat sendiri, kenapa kamu tidak jelas seperti ini? “
“ Jadi kamu mau aku apa? “ Kenzi menatap Rei. Satu tetes air mata menjatuhi pipi Rei, tangannya mengepal dengan kuat. Lagi-lagi, ia menangis di hadapan Kenzi.
“ Kenapa kamu menangis? “ tanya Kenzi kebinggungan, ia memberantakkan rambutnya sambil berteriak kesal.
Teng-
Pesan masuk dari ponsel Kenzi, ia membaca pesan dari Miki yang bertuliskan. “ Mari bertemu. “
Pada akhirnya, Kenzi meninggalkan Rei lagi.
Pada Rei yang ingin menjadi tempat Kenzi bersandar.
__ADS_1
Padanya yang ingin menjadi orang paling istimewa untuk Kenzi.
Kenzi membalikkan punggungnya dan meninggalkan Rei.