Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Tolong lah


__ADS_3

Sejak perkataan kemarin Miki kepada Hiro, Hiro sama sekali tidak berbicara lagi kepadanya. Miki merasa aneh, dan senang karena ia tidak harus lagi merasa diganggu oleh sikap Hiro yang kapan saja bisa membuat hatinya tergerak lagi.


“ Miki, Anda di panggil ke ruang kepala sekolah. “ kata wakil kepala sekolah, Miki beranjak dari kursi dan menuju ruangan kepala sekolah karena mengetahui kesalahannya bahwa dirinya meminum alkohol saat tengah bekerja.


Tetapi itu bukan maunya, ini adalah kesalahan dari murid yang ingin menjahili dirinya.


“ Permisi Pak. “ sopan Miki memasuki ruangan kepala sekolah dengan perasaan gugup, takut, dan cemas.


Tangan kepala sekolah sudah terlipat di atas perut, matanya seperti menusuk-nusuk tajam kearah Miki. “ Kenapa kemarin Anda meminum alkohol saat tengah bekerja? “


“ Maafkan saya. “ ucap Miki, ia tidak mungkin menyalahkan murid. Sama saja Miki tidak pantas untuk menjadi guru yang harusnya membimbing anak muridnya, kesalahan ini jelas adalah salah dirinya yang tidak bisa mendidik dengan benar.


“ Anda mengakui bahwa Anda salah? “ tanya kepala sekolah, Miki mengangguk-anggukan kepala. “ Terlebih kemarin Anda juga membiarkan adik Anda kabur, jadi hukuman apa yang harus diberikan kepada Anda? “


Miki menelan ludah, siap untuk menerima hukuman apapun itu.


“ Baiklah Anda dipecat! Anda hanya boleh menjadi pelatih dari tim basket! “ tegas kepala sekolah yang tidak bisa dielakkan sedikitpun oleh Miki.


Dengan langkah berat, Miki keluar dari ruang kepala sekolah menuju ruang guru ini adalah hari terakhirnya untuk mengajar.


Semua kenangan bersama siswa-siswi yang lucu, menyebalkan masih terasa jelas.


“ Miki-sensei!! “ panggil salah seorang murid yang kemarin memberikannya alkohol, wajahnya terlihat suram seakan-akan sesuatu terjadi padanya.


“ Ada apa? “ tanya Miki.


“ Itu, guru baru galak sekali, pacarmu galak!! “ jawab murid itu membuat Miki berlari untuk melihat apa yang dilakukan Hiro kepada muridnya. Miki membuka pintu kelas 2-2, terlihat Hiro yang sepertinya tengah menghukum salah satu murid yang kemarin memberikan alkohol kepadanya, dan Riyo.

__ADS_1


“ Hiro, apa yang kamu lakukan? “ Miki kebinggungan karena keduanya tengah berjongkok di hadapan Hiro.


“ Mereka ini tidak bisa kamu haluskan terus, mereka salah dan harus dihukum! “ seru Hiro. “ Tenang, tidak apa-apa! “ kata Miki membangunkan salah seorang siswa, dan adiknya.


“ Tidak apa-apa? Nyatanya kamu dipecat karena mereka! “


Seluruh siswa-siswi kelas 2-2 langsung terdiam terkejut mendengar ucapan Hiro, terlebih Riyo yang merupakan adiknya sendiri membuat kakanya dipecat dari pekerjaan.


“ Kak, apa itu benar? “ cemas Riyo, Miki mengigit bawah bibir tidak bisa berbicara.


“ Karena kalian memberikan Miki alkohol, dan Adiknya yang terus bolos! “ pekik Hiro melipat kedua tangan di atas dada.


“ Tidak Miki-sensei kita tidak ingin Anda dipecat! “ mohon kedua siswa yang waktu itu memberikannya alkohol.


“ Tenang saja, sensei tetap menjadi pelatih di sekolah ini kok hanya saja sensei tidak bisa menjadi guru lagi. “ jelas Miki dengan pandangan tertunduk.


“ Kami akan berbicara dengan kepala sekolah. “ Riyo merasa tidak enak kepada kakanya sendiri, ia sudah membuat kakaknya dipecat.


“ Tidak perlu, itu akan semakin rumit. “ Miki menggeleng-gelengkan kepalanya tidak menginginkan sesuatu yang akan semakin rumit, ia melangkahkan kaki keluar dari kelas dengan menundukkan pandangan.


Pekerjaan, murid-murid dan segalanya sudah lenyap. Miki berpikir kalau dirinya tidak cocok sebagai guru karena ia sudah gagal membimbing para siswa-siswinya.


“ Miki. “ sapa Kenzi berada di depan gedung sekolah dengan kedua tangan terlipat di atas perut. “ Dipecat? “


“ Bagaimana kamu tahu? “ Miki berjalan berdampingan dengan Kenzi keluar dari gedung sekolah, walaupun ini adalah hari terakhirnya tetapi ia sama sekali tidak mengajar banyak untuk hari ini.


“ Mau bermain? “ ajak Kenzi dengan senyuman lebar. “ Sekalian ada yang ingin aku bicarakan. “

__ADS_1


“ Apa itu? “ Miki memberhentikan langkah kakinya.


“ Udah ayo pergi aja. “ tanpa berlama-lama Kenzi menarik lengan Miki untuk pergi menuju sebuah taman bermain saat keduanya masih kecil.


Tempat yang selalu mereka datangi.


“ Kamu ingin mengenang masa kecil? “ tanya Miki duduk dengan memperhatikan bunga-bunga yang gugur di atas sungai.


“ Kamu tahu aku tidak suka basa-basi, benar kan? “ Kenzi menundukkan pandangannya. “ Sepertinya aku akan berhenti menyukaimu “


Mata Miki melebar, untuk pertama kalinya Kenzi berbicara seperti itu. Biasanya ia selalu berkata bahwa dirinya akan terus berjuang sampai ia mendapatkan hati Miki.


“ Aku sudah menyukaimu sejak kecil, kamu berani, tangguh, dan selalu ceria apapun itu. Tapi aku tidak pernah menolongmu, atau menjadi pahlawanmu. “


“ Dan aku tidak akan pernah menjadi orang yang kamu cintai balik, karena dihati kamu hanya ada Hiro saja. Dari dulu, orang yang kamu cintai adalah Hiro. Cinta pertamamu, sedangkan aku, cinta pertamaku adalah kamu. “


“ Tidak mudah untuk melupakan begitu saja, butuh bertahun-tahun sampai dititik ini aku benar-benar lelah. Mungkin saat ini aku harus melihat ke belakang, melihat seseorang yang akan benar-benar mencintaiku balik. “


“ Aku terlalu fokus melihat ke depan sampai tidak tahu kalau sebenarnya ada orang yang selalu memperhatikanku dari belakang juga. “ jelas Kenzi menundukkan pandangannya “ Aku bodoh “


“ Kamu tahu kalau kamu bodoh? “ ejek Miki dengan senyuman hangat, ia bahagia kalau Kenzi mengetahui ada orang yang selalu mengejarnya.


Bukan Miki, tapi dia adalah Rei.


“ Jadi... “ Kenzi mengangkat kepalanya lagi, menatap kearah Miki dengan mata merah dan senyuman paksa.


Walaupun terlihat senyum, tapi dalam lubuk hatinya ia sangat terluka bahwa cinta pertamanya akan terasa sakit dan tidak terbalaskan.

__ADS_1


“ Selamat tinggal cinta pertamaku yang paling kucintai, selamat tinggal cinta pertama yang tidak bisa terbalaskan. “


__ADS_2