Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bab 48 : Terapi


__ADS_3

Mendengar cerita Miki yang mengatakan bahwa dirinya terkena cedera ACL, atau kepanjangan dari ligamen krusiatum anterior, salah satu ligamen penahan persendirain lutut. Cedera ini adalah momok mengerikan bagi atlet basket, penyembuhannya butuh waktu lama setidaknya 6 bulan.


Kata para ahli, cedera ACL tidak dapat bergenerasi. Artinya, ketika terjadi kerusakan atau cedera, tubuh tak bisa memperbaikinya secara alami. Oleh sebab itu, operasi menjadi satu-satunya jalan untuk mengobati cedera ACL.


Cedera atlet basket berupa ACL bisa putus atau robek yang membuat sendi lutut jadi tak stabil. Pasalnya, ACL pada lutut berperan untuk menjaga kestabilan sendi lutut.


Dan Hiro yang mengetahuinya segera mencari cara dengan menggunakan terapi berenang, ia menulis semua hal yang bisa memungkinkan Miki sembuh tanpa operasi.


Selama berjam-jam, Hiro terus mencari dan tidak sengaja tertidur di atas meja belajarnya.


Drettt-drett-drett


Alarm pukul 8 pagi sudah berbunyi tepat di telinga Hiro, ia terbangun dan melihat jam sudah pukul 8. Hiro harus bersiap-siap ke rumah Miki untuk mengajaknya terapi berenang bersamanya.


Lagipula, 1 bulan ini sudah liburan musim panas dan sebelum Hiro pergi menuju Osaka untuk Kejuaraan Nasional. Ia ingin membantu Miki sebentar, waktunya hanya 1 minggu dan Hiro akan memanfaatkan hal tersebut.


Cuaca panas sudah terasa dikulitnya, ia berlari menaiki bus dan turun di gang rumah Miki. Hiro berlari menuju rumah Miki, tidak perlu lama-lama ia menekan bel rumah.


Seseorang yang keluar adalah Ibu Miki, Anna.


“ Wah Hiro, kamu sedang apa disini pagi-pagi? “ tanya Anna penasaran.


“ Itu, aku mau mengajak Miki untuk terapi. “ jawab Hiro.


“ Kamu sudah makan? “


“ Sudah. “ Perkataan bisa bohong tapi perut tidak, terdengar bunyi perut Hiro yang membuatnya memejamkan mata merasa malu. “ Masuk, kami akan sarapan. “ Anna mempersilahkan Hiro untuk masuk.


Terlihat rumah yang sederhana dengan banyak foto yang terpajang, dimulai dari foto keluarga, Lim memenangkan juara, Anna dan Lim muda, Miki kecil, Miki juara basket, Riyo kecil, dan Riyo juara renang.


“ Duduk. “ kata Anna, Hiro duduk di bangku meja makan dengan tubuh yang kaku.


“ Semuanya sarapan! “ teriak Anna yang membuat seluruh penghuni rumah keluar dari kandangannya, terdapat Lim, Riyo, dan Miki yang mendatangi meja makan.


“ Dia teman Miki? “ Lim duduk di bangku yang menjadikan dia pusat, Riyo duduk berhadapan dengan Hiro. “ Kakak ada disini? “


Tidak lama, Miki menuruni anak tangga dengan memakai sebuah penyangga agar ia bisa berjalan walaupun berat. Melihat Miki yang kesusahan, dengan cepat Hiro membantu Miki menuruni anak tangga.


“ Kenapa kamu ada disini? “ Miki kebinggungan.


“ Biarkan saja, dia anak yang keras kepala. “ cuek Lim yang segera memakan tanpa menunggu kedatangan Miki, Miki hanya menundukkan kepala dan duduk berhadapan dengan Ibunya.


Terdapat rasa kekecewakan dari keluarga ini, bagaimana bisa Miki memaksakan diri dan melukai dirinya sendiri.


Itu bukanlah yang diinginkan dari keluarga Edward.


Sarapan dimulai dengan keadaan canggung, Hiro yang kaku hanya makan dengan pelan-pelan meski perutnya sangat lapar.


“ Kamu kenapa kesini? “

__ADS_1


Pertanyaan dari Lim yang membuat Hiro tersedak, ia meminum air dan menjawab pertanyaan dari Lim. “ Aku ingin membantu penyembuhan kaki Miki, semalam aku sudah mencari tahu dan itu akan mengurangi resiko saat operasi. “


“ Tidak perlu membantu dia! “ seru Lim. “ Melukai dirinya sendiri, apa itu hal yang bagus untuk dibantu? “


“ Bukan seperti itu Paman, tapi Miki juga tidak ingin melukai dirinya sendiri. Benar kan? “ kata Hiro. “ Saya tahu seberapa usaha kerasnya mencoba untuk menyenangkan orang lain dan membuat orang lain bahagia meski kita sendiri terluka. “


“ Kita terluka juga bukan karena keinginan kita, tapi mungkin memang kecerobohan kita sendiri dan mungkin karena tindakan orang lain yang melukai diri kita. “


“ Jadi, sebisa apapun saya ingin membantu Miki agar mengurangi resiko dari operasi. “ jelas Hiro membuat Anna, Riyo, Lim terdiam terpukau dengan karisma dari Hiro.


Pelupuk mata Miki basah, air matanya menjatuhi pipinya. Lim yang tidak kuat melihat anaknya menangis lagi berkata sambil memasuki kamarnya lagi. “ Ikuti dia, jangan malah main! “


Tawa kecil terdengar dari Anna. “ Dia setuju Miki ikut terapi denganmu. “


“ Aku boleh ikut ya? “ Riyo ikut nimbrung.


“ Iya, lagipula aku melakukannya di kolam renang biasa kamu renang. “


“ Oke. “


Senyum Miki terlihat, ia tidak tahu harus bahagia atau bersedih.


Tidak perlu waktu lama, Hiro, Miki dan Riyo sudah sampai tempat tujuan. Tempat renang ditutup karena Hiro sudah meminta pemiliknya agar tidak membuka hari ini dan membiarkan dia membantu Miki selama seminggu kedepannya.


Setelah Miki, Hiro berganti baju. Mereka mulai melakukan pemanasan kecil sebelum memasuki kolam renang, kedua tangan Miki juga digenggam erat Hiro agar ia tidak terjatuh.


Dengan jail, Riyo memfoto keduanya dan mengirim ke grup keluarnya. Lim yang melihat mulai bertanya kepada Anna. “ Anak ini namanya siapa? “


“ Hah, tidak mungkin. “ desis Lim.


Di kolam renang, langkah pertama adalah melakukan latihan sederhana seperti menggerakan atau mobilitas ke pergelangan kaki dan pinggul. Hiro terus mengarahkan Miki yang mencoba menahan sakitnya.


Langkah kedua, melakukan beberapa latihan lutut yang ringan untuk mengurangi rasa sakit dan kekauan.


Tubuh Hiro dan Miki sangat dekat membuatnya tidak bisa fokus untuk melakukan terapi karena wajah mereka yang memerah.


“ Fokus, fokus! “ teriak Riyo.


Ketiga, latihan fleksibilitas. Miki meraih dinding kolam, dan mulai dengan posisi push-up tangan memegang dinding dan kedua tumit berada di dasar kolam. Ia mengangkat satu kaki, mendekatkan ke dinding kolam dan melakukan gerakan seperti push-up sebanyak 5kali, sehabis itu ubah gerakkan kaki kekanan dan kekiriri 5kali.


Keempat, latihan kekuatan dan keseimbangan. Miki berdiri dengan satu kaki, memegang dinding kolam untuk keseimbangan dan mengayunkan kaki berlawanan dalam rentang gerakan yang sangat kecil. Ia melakukan gerakan depan ke belakang 5kali, dari kanan kekiri 5kali, beputar kekanan-kekiri 5kali.


Kelima, latihan fleksibilitas dan kekuatan. Miki berdiri dengan kaki selebar bahu ia menekan pinggul ke belakang sambil meregangkan kedua tangan di depan. Bayangkan seperti duduk di kursi dan ulangi sebanyak 5kali.


( Terapi ini bisa dilakukan untuk mengurangi nyeri lutut dengan menjaga tubuh bagian bawah agar tetap kuat, silahkan dicoba. )


Keenam, latihan fleksibilitas pinggul. Miki berdiri dengan kaki selebar bahu, ia menekan pinggul ke belakang dan kembali ke depan sebanyak 5kali. Miki juga menggoyangkan pinggul kearah kanan ke kiri, sebanyak 5kali.


Terakhir, latihan kekuatan. Miki mulai dalam posisi duduk dengan kedua kaki di lantai. Hiro menempatkan piring kertas di bawah kaki Miki, dan Miki mulai menggeser kakinya ke lantai. Geser ke depan belakang, kanan-kiri, berputar searah jarum jam, dan berlawanan jarum jam sebanyak 5 kali.

__ADS_1


Terapi telah selesai, terapi ini sangat terasa di kaki Miki. Kakinya juga tidak terlalu sakit dan kaku lagi, ia keluar dari kolam yang dibantu oleh Hiro.


“ Terimakasih. “ kata Miki, Hiro mengangguk-anggukan kepala. “ Sekarang pendinginan.”


Pendinginan tidak cukup lama, keduanya sudah mandi dan berganti baju. Mereka keluar dengan tubuh yang sudah segar.


“ Bagaimana kakinya? “ Hiro melihat kaki Miki yang terlihat tidak begitu kaku lagi.


“ Cukup baik. “ Miki mendekati Riyo yang tertidur, ia segera menutup hidung Riyo untuk membangunkan. “ Bangun, bangun! “


Nafas Riyo terasa habis, ia bangun dan memukul punggung Miki pelan.“ Aku bisa mati! “


“ Kita pulang. “ ucap Miki ingin mengambil tasnya dan berjalan keluar dengan dibantu oleh Hiro.


Sesampainya di rumah, sudah terdapat banyak tim putri Seido yang mengumpul dirumahnya. Miki kebinggungan, tapi tatapan tim tertunduk melihat Miki yang cedera.


“ Maafkan kami. “ ucap serentak begitu juga dengan Rei, Mayumi, Gea, Ai dan Akira.


Mata Miki melebar melihat timnya ada disini. “ Tidak apa-apa. “


Tim putri Seido menangis, karena kekurangan mereka dalam melawan tim Inuyashi membuat Miki membebani semuanya.


“ Ngomong-ngomong. “ Lim keluar dari kamarnya. “ Miki tidak bisa mengikuti pertandingan kejuaraan nasional di Osaka, jadi kalian berlatih lebih lagi karena tidak ada Ace bukan? Jangan bergantung dengan Ace terus! Kalian harus bisa membuat Miki bahagia dengan membawa piala kejuaraan nasional di hadapannya! “ tegur Lim kembali memasuki kamar.


Tangan Miki terkepal, ia memasuki kamarnya diikuti oleh Kenzi yang mendengar perkataan Lim. Kenzi berlari membuka pintu kamar Miki. “ Apa maksud dari Ayahmu? “


“ Tidak benar kan? Kamu ikut kejuaraan nasional! “ Kenzi memegang lengan Miki tapi segera ia tangkis, melihat tatapan Kenzi yang terlihat kecewa.


Miki menundukkan pandangan menahan tangisnya. “ Maaf, aku tidak bermaksud seperti itu. “


“ Ada yang salah, benar kan? “ Kenzi menatap mata Miki. “ Sudah kubilang, kalau ada sesuatu cari aku dulu. “


“ Tolong... jangan tanya. “ Miki mengangkat kepalanya menatap balik Kenzi.


“ Edward Miki! “


“ Kenzi Ken! “ balas Miki. “ Ada hal yang tidak bisa kukatakan padamu, dan tidak ingin kukatakan padamu! Ada hal yang tidak ingin aku ungkapkan pada kamu!! “


“ Jadi tolong, jangan tanya apapun padaku! “ lanjut Miki dengan pelupuk mata basah.


Kenzi menyeringai. “ Aku... apa aku tak ada artinya bagimu? “


Mata Miki melebar menatap Kenzi yang matanya sudah berkaca-kaca. “ Apa yang tak bisa kamu katakan padaku? Dan kamu bisa mengatakannya kepada Hiro? “


“ Apa yang kamu sembunyikan dariku? Apa hubungan kita tak ada artinya hingga goyah dengan beberapa kata?! “ bentak Kenzi, mulut Miki tertutup rapat-rapat.


“ Kalau kamu cedera katakan saja padaku, apa sulitnya? “ tangan Kenzi terkepal dan melangkahkan kaki keluar dari kamar Miki.


Miki yang ingin berbicara tapi tidak bisa karena Kenzi sudah pergi, ia bukan ingin seperti itu tapi untuk bercerita saja Miki sulit. Kalau dari awal Miki memberitahu kepada Kenzi, ia cedera nantinya Kenzi akan terus menghalangi Miki untuk tidak mengikuti Inter-high.

__ADS_1


“ Maaf, maaf Kenzi. “ ucap Miki dengan nada rendah.


__ADS_2