Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
14. Permulaan


__ADS_3

Sebuah lagu mulai terdengar, dan karena lagu tersebut Miki membuka matanya perlahan-lahan. Dinding putih, lampu yang terang dan sebuah tirai yang menutupi. “ Ah ruang kesehatan ya. “ duga Miki yang sudah mengetahui.


Ingatan Miki sudah hilang saat perkataan terakhir dari Hiro yang terdengar olehnya, selebih itu ia sama sekali tidak mengingat bagaimana dirinya bisa berakhir di dalam ruang kesehatan.


Saat mencoba untuk beranjak dari ranjang, secarik kertas tertulis dimeja samping dekat ranjang. Pesan tersebut tertulis “ Jaga diri kamu baik-baik, maaf aku tidak bisa menemani ada suatu urusan. – Hiro “


Pesan singkat yang bisa diartikan bahwa Hiro membawa Miki ke ruang kesehatan, Miki melihat bajunya yang masih menggunakan kaos saat pertandingan melawan Mayumi. Ia mencoba mencium bajunya, apakah bau keringat atau tidak.


Jika iya, itu akan memalukan kepada Hiro. Dan untungnya sama sekali tidak. Miki pun mulai mengganti bajunya dengan pakaian olahraga, lalu keluar dari ruang kesehatan.


Tring-tring


Telepon masuk dari Ayahnya terdengar dari handphone Miki, Miki mengeluarkan handphonenya dan menjawab panggilan dari Ayahnya itu.


“ Kamu tidak usah menjemput Riyo, biar Ayah saja. Oke? “


“ Baik. “ Miki menutup teleponnya dan berjalan memasuki toilet perempuan.


Di dalam kamar mandi, Miki mendengar suara dua perempuan yang membicarakannya di luar kamar mandi.


“ Bukankah si Miki itu terlalu ingin masuk club? “


“ Iya, dia mencari perhatian. “


“ Ngomong-ngomong dia dekat dengan Kenzi loh. “


“ Benarkah? “


“ Iya, dia sangat tidak tahu malu ya. “


Pembicaraan yang selesai dan sudah tidak terdengar lagi, Miki keluar dari kamar mandi dan membilas wajahnya di wastafel.


“ Aku tidak tahu malu? “ gumam Miki dengan wajah cemberut.


“ Ah sudah biarkan. “ Miki menepuk kepalanya dan keluar dari toilet.


Sepanjang perjalanan yang bosan dengan menggunakan sepedanya, Miki mencari-cari suatu yang menarik untuknya dan hal yang menarik pun datang yaitu seorang anak kucing yang sendirian di dalam sebuah kardus sambil mengucapkan kata “ Meow, meow “


Karena rasa kasihan, Miki memberhentikan sepedanya dan mulai menggendong kucing berwarna putih dan kuning. “ Kamu lucu sekali. “

__ADS_1



“ Meow, meow “


“ Kamu juga sendirian ya? Kasihan sekali. “ Miki mengambil kardus tersebut dan mulai menaruhnya di atas keranjang sepeda, Ia membawa seekor anak kucing untuk pulang ke rumah bersama dengannya.


7:30 p.m


“ AAAAAA. “ teriak dari Anna memasuki rumahnya yang ternyata ada sebuah kucing.


“ MIKI!! “ panggil Ibunya yang membuat Miki keluar dari kamarnya.


“ Kenapa bu? “ tanya Miki menuruni anak tangga. “ Kenapa ada anak kucing disini? “ Anna kaget.


“ Aku membawanya karena kasihan. “ jawab Miki.


“ Sudah berikan saja kepada orang, lagipula nanti tidak ada yang mengurus. “


“ Aku akan mengurusnya, tenang saja. “


“ Tidak, sudah cepat berikan kepada orang lain saja. “


Berjam-jam Miki mencari orang yang ingin mengambil anak kucing ini, tapi tidak satupun orang yang menginginkan. Dan Miki tidak punya pilihan, selain membawanya ke dalam rumah Kenzi.


Kreak-


“ Siapa itu? “ kaget Kenzi yang sedang menulis sebuah list keinginanya untuk ulang tahun dan keinginan tersebut terdapat nama Miki. Dan orang yang datang ke kamarnya adalah Miki “ Miki, tidak bisakah kamu mengetuk pintu terlebih dahulu, kamu gila ya? “ kesal Kenzi menutup kertas keinginanya agar tidak diketahui oleh Miki.


“ Haha, kenapa kamu bersikap seolah ini pertama kalinya? “ Miki heran dan menurunkan kucing dari gendongan tangannya di dalam kamar Kenzi.


Ketika Miki mencoba mendekati Kenzi, Kenzi dengan segera menaruh kertasnya ke dalam loker. “ Sedang apa kamu? “ Miki penasaran.


“ Jangan! “


“ Untuk apa kertas itu? “ Miki yang mencoba mengambil kertas di dalam loker Kenzi.


“ Woi Miki, untuk apa kamu kesini? Ada apa? Kenapa? “ Kenzi mencoba mengalihkan pembicaraan.


“ Aku hanya ingin memberikan ini. “ Miki mengeluarkan sebuah mie cup dari saku switernya kepada Kenzi. “ Buatkan untukku. “ kata Miki sambil mengusap kepala Kenzi dan Kenzi mencoba menangkisnya.

__ADS_1


Rasa takut dan gugupnya menghantui Kenzi, bagaimana jika Miki tahu apa yang ditulisnya dan itu akan sangat memalukan baginya.


Lalu, saat Kenzi mencoba membuatkan mie cup untuk Miki. Ia beteriak melengking seperti seorang perempuan karena terkejut melihat seorang anak kucing di dalam kamarnya.


“ Ah iya, aku juga bawa dia. “ Miki memalingkan pandangannya agar Kenzi tidak memarahinya dan berura-pura bersiul meskipun tidak bisa.


10 menit Kenzi telah membuat mie cup untuk Miki, ia memberikan mie cup tersebut kepada Miki yang sedang menonton pertandingan basket Lim saat berada di tim New York Knicks.


“ Kenapa kamu membawa kucing kesini? Bagaimana kalau kamu sampai ketahuan oleh Ibuku kamu ada disini? “ Kenzi penasaran karena Miki tiba-tiba datang.


“ Aku dimarahi oleh Ibuku karena membawa seekor kucing dan aku mencari kesana-kemari untuk mencari pemilik. Tapi tidak ada yang menginginkannya. “ jawab Miki sambil memakan mie cup yang sudah dibuatkan Kenzi.


“ Jadi, kamu meminta aku untuk menjadi pemiliknya? “


“ Yup, benar sekali. Sudah kuduga teman baikku. “


“ Tidak, tidak bisa! Ibuku juga akan memarahiku. ‘


“ Kamu kan bisa diam-diam menaruhnya. “


“ Terus kenapa tidak kamu saja? Lagipula, apa kamu akan bertanggung jawab kalau dia pup di kasurku? “


“ Ehemmm. “ Miki berpura-pura batuk. “ Kamu tidak dibolehin untuk merawat kucing karena kamu tidak bisa mengurusnya bukan? “ Kenzi yang sudah menduganya.


“ Kalau kamu tidak mau, tidak apa-apa. Aku akan keluar. “ Miki memberi sebuah cup mie kosong kepada Kenzi dan kembali menggendong Haru ( nama kucing ) untuk mencari siapapun yang ingin menjadi pemilik dari Haru.


Tubuh Miki yang sudah pegal karena berjalan kesana-kemari tidak henti, langit juga sudah menggelap. Ini adalah waktunya untuk tidur, bukan mencari pemilik untuk Haru.


“ Ah, lelahnya. “ keluh Miki duduk di halte bus. “ Kenapa tidak ada yang mau dengan kamu? Padahal kamu lucu. “


Sebuah bus datang, keluarlah seorang lelaki dengan seragam sekolah dari bus. Satu-satunya orang yang tersisa di dalam bus hanyalah lelaki tersebut, lelaki itu mendekati Miki sambil berkata “ Sedang apa kamu disini? “


Kepala Miki terangkat, ia mendengar suara yang familiar ditelinganya.


Dan dia adalah Hiro.


“ Kucing siapa ini? “ Hiro mengusap-usap lembut kepala Haru. “ Apa kamu ingin menjadi pemiliknya? Ibuku tidak membolehkan aku untuk mengurus Haru. “ kata Miki.


“ Nama kucing ini Haru? Haru, Hiro. Aku boleh menjadi pemilik kucing ini? “

__ADS_1


__ADS_2