
Melihat kecanggungan antara Hiro dan Miki, Riyo yang merasa tidak nyaman langsung menaiki dinding seketika tanpa berbasa-basi lagi dan tidak ingin ikut campur.
Miki menghela nafas panjang, dan melangkahkan kakinya melewati Hiro tapi saat Hiro ingin menahan lengannya Miki dengan cepat menepis dengan mata berkaca-kaca.
“ Miki? “ Hiro kebinggungan, Miki menghapus air mata yang menjatuhi pipinya dan berlari menjauhi Hiro.
Ia tidak ingin Hiro mengetahui kalau dirinya masih menginginkan Hiro sepenuhnya, Miki tidak ingin Hiro tahu kalau ia tidak bisa bersikap dingin dan acuh kepadanya.
Karena itu terlalu sulit untuk dilakukannya, apalagi untuk Hiro yang sudah menjadi bagian dalam hidupnya. Tapi seusaha apapun Miki menahan air matanya, ia tetap tidak bisa.
“ Sial. “ umpat Miki memberhentikan langkah kakinya, dan tiba-tiba saja tangannya ditarik oleh seseorang sehingga ia mengenai tubuh orang tersebut.
Wangi yang familiar, dan pelukan yang hangat dari orang itu, iya Hiro.
“ Miki, maafkan aku. “ Hiro mengusap lembut kepala Miki dengan perasaan bersalahnya, ia tidak tahu kalau dirinya membuat Miki terluka sangat parah sampai ia tidak bisa melupakannya sampai detik ini.
Seperti tulisan yang pernah dibaca Miki. “ Kau tahu kau sudah terlalu cinta ketika kau tetap tidak bisa membencinya walau ia sudah mematahkan hatimu berkali-kali. Bahkan terkadang kau masih tetap menanggapinya ketika ia datang lagi dan lagi. “
Apa saat ini Miki sangat mencintai Hiro? Sehingga ketika ia datang Miki bahkan merasa bahagia dan ingin kembali.
Mencoba untuk membenci pun tidak bisa, dan saat ini pelukan Hiro yang hangat bahkan tidak ingin dilepaskan sedikit oleh Miki.
Nyaman, itulah yang dirasakan Miki saat di dekat Hiro.
“ OI, ada yang pacaran HAHAHA!! “ teriak seorang siswa dari kelas yang sama dengan Riyo, mendengar perkataan tersebut Miki langsung mendorong tubuh Hiro menjauh dan memulai kembali ke lapangan untuk mengajar.
__ADS_1
....
“ Miki-sensei. “ panggil seorang siswa kelas 2-2 membawa segelas air yang sebelumnya diperintahkan oleh Miki.
“ Sini. “ Miki masih fokus mengetik komputer, seisi ruangan guru sudah kosong karena para guru yang tengah mengajar. Siswa tersebut bersama dua teman lainnya memasuki ruangan dan menaruh gelas minuman di atas meja kerja Miki.
Tak lama keduanya keluar dan sesaat mereka keluar, Miki langsung meminum air yang rasanya amat sangat berbeda dari yang dimintanya, ini adalah alkohol.
“ Dasar bocah-bocah itu!!! “ kesal Miki dengan kepala yang semakin berat, kadar alkohol yang diberikan oleh siswa tadi sangat tinggi sehingga ia dengan cepat sudah mabuk.
Kreak-
Pintu terbuka, Hiro yang memasuki ruangan dan melihat Miki yang mencoba untuk berdiri tetapi kesulitan.
“ Miki, kamu gapapa? “ khawatir Hiro menahan lengan Miki, tapi bau tubuhnya sudah tercium alkohol. “ Hei Miki, kamu minum alkohol lagi bekerja? “
“ Sudah tahu aku masih belum bisa melupakan kamu, kenapa kamu datang lagi? “ Miki sudah sepenuhnya mabuk, Hiro yang heran hanya menahan punggung Miki agar tidak terjatuh. Matanya mengelilingi sekitar, melihat apakah ada orang yang memperhatikan keduanya atau tidak.
Karena ini adalah sekolahan, bukan tempat untuk kencan atau yang lainnya.
Dan benar saja, ada seorang murid yang memfoto kedekatan mereka. Hiro ingin berlari mengejar siswa tersebut, tetapi keadaan Miki tidak bisa begitu saja ditinggalkan.
“ Sial. “ umpat Hiro.
__ADS_1
“ Kamu Hiro kan? Kenapa kamu semakin tampan, aku makin menyukaimu. “ goda Miki mendekatkan tubuhnya kearah Hiro, membuat pipi Hiro memerah seketika.
Ia menggeleng-gelengkan kepala, dan mendorong tubuh Miki menjauh. “ Miki tolong sadar, kamu masih bekerja! “
“ Aku sangat menyukaimu, Hiro. “
“ Aku mencintaimu, Hiro. “
“ Dan kamu selalu menjadi yang berharga untukku. “
Mata Hiro melebar, ia terkejut dengan ucapan dari Miki yang mengatakan perkataan sesungguhnya tidak ada kebohongan sedikitpun.
Tangan Hiro terkepal, selama ini Miki menderita karena kepergiannya. Jadi untuk membalas semua itu, Hiro rela melakukan apa saja untuk Miki.
“ Miki dengarkan aku, maafka... “ belum saja ucapan Hiro selesai, Miki sudah memegang kepalanya dan mulai kembali sadar.
Dengan refleks, Miki memundurkan langkahnya dan menatap orang yang berada di hadapannya.
Dan orang itu adalah Hiro.
“ Maaf. “ ucap Miki dengan nada rendah seraya membalikan tubuhnya menjauh dari Hiro.
“ Miki. “ panggil Hiro membuat langkah kaki Miki terhenti, ia menundukkan pandangan dan menjawab. “ Ada apa? “
__ADS_1
“ Bisakah kita berbicara nanti? Tolong biarkan aku berbicara. “
“ Maaf, tidak bisa. “ ujar Miki. “ Percuma saja, perkataanmu tidak akan pernah aku dengar. “