
Tatapan Kenzi yang berbeda dari biasanya, tangan Kenzi yang menahan lengan Miki bahkan terasa tidak terlalu sakit seperti biasanya.
“ Kamu bodoh! “ seru Miki melepaskan tangan Kenzi dari lengannya.
“ Jangan putuskan dia sedikit pun, atau kamu terluka. “ ancam Miki yang langsung berjalan menjauh dari Kenzi.
“ Sial. “ Kenzi memukul dinding dengan sangat keras, ia tidak tahu harus bagaimana lagi.
Jika Kenzi meminta semua ini berakhir kepada Rei, itu akan membuatnya terluka lagi dan hidup Kenzi akan kembali tidak tenang. Tapi ia tidak ingin terus seperti ini, hubungan kebohongan.
Semua ini adalah palsu.
Keesokan harinya.
“ HAH? “
“ SERIUS? “
“ MEREKA MAIN DI BELAKANG? “
Lagi dan lagi sebuah berita sekolah yang tidak masuk akal lagi, hanya karena sebuah foto yang beredar.
Entah siapa yang menyebarkan foto tersebut, tetapi alasan itulah yang membuat satu sekolah menjadi heboh karena foto itu.
Foto antara Miki dan Kenzi saat kemarin.
Miki berjalan perlahan memasuki lobby sekolah, ia mencoba untuk menghiraukan semua perkataan yang didengarnya tapi perkataan menyakitkan mereka terus membuat Miki tidak bisa diam.
“ Dasar tidak tahu malu. “
“ Padahal cuman teman. “
“ Kenapa main di belakang dengan teman sendiri. “
Suara-suara kebisingan yang tidak disukai Miki sedikit pun dan tiba-tiba suara tersebut menghilang saat seorang lelaki berdiri di depannya sambil memasangkan sebuah headphone dengan suara lagu yang sangat kencang sehingga suara-suara menakutkan tidak terdengar lagi.
“ Apa sudah tidak terdengar? “ kata Hiro yang berada di hadapan Miki dengan sebuah senyuman hangat.
“ Hiro? “ Miki tidak mendengar suara Hiro sama sekali, Hiro langsung menarik lengan Miki membawa ke tempat sepi yaitu atap sekolah.
Tidak ada seorang pun yang tahu tempat itu, bukan tidak tahu tetapi mereka memang tidak ingin kesana.
“ Kenapa kamu membawaku kesini? “ tanya Miki membuka headphone di telinganya.
“ Disini sunyi kan? Tidak ada suara sedikit pun? “
Dengan sebuah senyum yang mengambang dan perasaan bahagia yang dimiliki Miki saat ini, ia tidak perlu orang-orang.
__ADS_1
Di dunia ini, Miki hanya perlu Hiro berada di sampingnya.
Teng-
Sebuah pesan masuk dari ponsel Miki, pesan dari Kenzi yang bertuliskan “ Kamu dimana? “
Teng-
Pesan lagi masuk dari Rei yang berpesan. “ Miki, kamu dimana? Tidak apa-apa kan? “
“ Dua orang ini emang sudah berjodoh. “ gumam Miki karena mereka berdua bisa mengirim pesan secara bersamaan.
Tring-tringg-tringg
Telepon masuk dari Kenzi yang hanya Miki hiraukan, jika Miki mengangkat sekali saja sudah pasti Kenzi akan memaki-makinya dan terus meminta maaf.
Padahal ini bukanlah salah dia, ini adalah resiko pertemanan lawan jenis.
Sudah sewajarnya seperti ini dan Miki memakluminya.
“ Kenapa tidak diangkat? “ Hiro heran.
“ Aku ingin berdua dengan kamu saja tanpa ada yang ganggu, apa tidak boleh? “
Perkataan Miki yang seketika membuat pipi Hiro memerah, ia binggung kepada Miki kenapa bisa berkata frontal seperti itu seakan-akan itu adalah hal yang wajar.
Kreak-
Suara pintu terbuka, terlihat Kenzi dengan nafas terengah-engah dan keringat yang bercucuran. “ Kamu disini. “
“ Kenzi? “ Miki kebinggungan.
“ Kamu tidak apa-apa? “ khawatir Kenzi mendekati Miki.
“ Jangan berlebihan. “ jawab Miki.
“ Kenapa kamu dengan dia?! “ seru Kenzi yang baru sadar bahwa di samping Miki terdapat Hiro.
“ Jangan bertengkar, kamu tidak harusnya berada disini Kenzi. Kalau orang melihat lagi.. “ Perkataan Miki terhenti saat Kenzi berteriak. “ Aku tidak perduli!! “
“ Apa maksudmu? “ tanya Miki tidak mengerti. Kenzi memegang bahu Miki dan menatap dengan lekat sambil berkata “ Aku ingin berhenti ini, aku tidak bisa berbohong lagi. “
“ Berbohong soal apa? “
Mendengar perkataan Kenzi, Hiro yang tadinya ingin menghiraukan mulai tertarik untuk mendengar ucapan Kenzi.
Ia takut bahwa Kenzi akan berkata sesuatu yang tidak masuk akal kepada Miki.
__ADS_1
“ Hubungan aku dengan Rei itu palsu, kami tidak pacaran! “
Seketika Miki langsung menampar wajah Kenzi dengan keras. “ Dengar, tidak ada hubungan yang palsu! “
Suasana hati Miki sedang tidak baik, ia berjalan meninggalkan Kenzi.
“ Hei, jangan berkecil hati. “ Hiro menepuk pundak Kenzi seraya melangkahkan kaki.
“ Kamu bahagia bukan? “ ucap Kenzi yang merasa kalau Hiro mungkin saja bahagia karena Miki yang menjauhinya.
“ Apa maksudmu? “ Hiro memberhentikan langkah kaki tidak mengerti. “ Kamu bahagia karena Miki menjauhiku, benar bukan? “ Kenzi berjalan mendekati Hiro.
“ Tidak. “ jawab Hiro.
“ Hah? Aku sama sekali tidak percaya. “
“ Aku tidak bahagia Miki menjauhimu, karena pertarungan antara kita tidak akan menyenangkan apabila Miki menjauhimu. “ Hiro berjalan keluar dari atap, sedangkan Kenzi hanya memberantakkan rambutnya tersebut merasa sangat frustasi dengan keadaan saat ini.
Tidak lama kemudian, Rei datang berlari tergesa-gesa ke atap dan melihat Kenzi yang sendirian sambil berdiri menatap lapangan bawah.
“ Dimana Miki? “ Rei kebinggungan.
“ Sudah pergi. “ jawab Kenzi yang rambutnya diterpa oleh angin.
Perasaan campur aduk yang ia rasakan kini sangat menyiksanya, Kenzi tidak bisa seperti ini dengan Miki. Bagaimana pun seluruh kehidupannya sudah dipenuhi Miki, tidak ada hari tanpa Miki.
Tatapan Kenzi yang kosong membuat Rei menghela nafas berat, lagi-lagi ia harus mengikhlaskan perasaannya demi seseorang.
Tapi seusaha apapun Rei, Kenzi tidak akan pernah membuka hatinya untuk dirinya.
Perasaannya tidak bisa ia kontrol, ingin melupakan Kenzi tidak bisa dan malah melakukan hal konyol yang membuat Kenzi tersakiti.
Iya, egois memang. Tetapi sebentar saja Rei ingin merasakan ini lebih lama lagi.
“ Selesai ulangan, mari berkencan sebentar. Selesai itu kamu ada Inter-high bukan? “ ajak Rei yang disambut dengan tatapan sinis Kenzi.
Namun, Kenzi juga tidak punya pilihan lain. Ia juga sudah menyakiti Rei begitu dalam, kalau Kenzi menyakiti Rei lagi.
Kemungkinan Miki akan membencinya.
“ Mari berkencan. “ terima Kenzi. “ Tempatnya terserah kamu. “
“ Baiklah, aku akan memberimu pesan nanti. “ senyum Rei kecil dan melangkahkan kakinya keluar dari atap dengan berat hati.
Walau sebentar saja, ia ingin berada dekat dengan Kenzi.
Dan membuatnya jatuh cinta, meski sebentar.
__ADS_1