
Hujan yang turun begitu deras, tidak membuat Hiro dan Miki memalingkan pandangannya. Mereka masih bertatap satu sama lain tanpa menghiraukan hujan sedikitpun, mata Miki melihat kearah tangan Hiro yang mengenggam sebuah handphone.
Handphone tersebut masih ada gantungan sewaktu mereka membeli bersama, dan Miki mengeluarkan handphonenya yang berada di saku jaketnya. Gantungan yang sama, dan tidak hilang sedikitpun.
Lampu sudah menunjukkan warna untuk jalan, Miki menutup kepalanya dengan tudung jaket dan menundukkan kepalanya sambil melangkahkan kakinya menyerbangi jalanan. Terdengar dari keramaian suara Hiro yang berjalan di samping Miki. “ Sampai bertemu lagi, Miki. “
Perkataan yang sama dengan perpisahan tahun kemarin, ucapan yang membuat Miki terus mengingatnya tanpa henti. Miki memberhentikan langkah kakinya dan menoleh kepalanya kearah Hiro.
Jarak antara Miki dan Miki sudah jauh, Miki hanya dapat melihat punggung yang semakin lama menghilang dari pandangannya.
Kenangan ini sama seperti perpisahan Hiro yang secara tiba-tiba.
TIN-TIN
Klakson berbunyi di tengah perjalanan, warna lampu sudah menunjukkan para pejalan kaki sudah tidak boleh melewati penyerbangan sedangkan Miki masih berdiri melamun di tengah jalan.
*8 tahun sebelumnya.
New York, 25 Desember*.
Berjam-jam Miki berada di dalam rumah kosong, sepi dan kotor bersama dengan Hiro. Miki takut gelap, karena sewaktu umur 7 tahun ia pernah diculik oleh seorang yang sudah dianggapnya sebagai teman.
Miki menceritakan semua tentang penculikan tersebut kepada Hiro, dan Hiro menceritakan tentang Ayahnya yang kasar kepada Ibu serta dirinya. Dalam berjam-jam itu, semua ketakutan Miki menghilang karena adanya Hiro.
Senyum pertama yang diberikan Hiro kepada Miki membuatnya bersyukur dapat bertemu dengan seorang anak lelaki yang baik kepadanya. Bagi Miki, Hiro adalah pahlawannya saat ia ketakutan Hiro datang, bahkan Hiro membuat ketakutannya menghilang.
“ Aku ingin kita buat janji. “ kata Miki.
“ Apa itu? “ tanya Hiro.
“ Kalau kita bertemu lagi saat dewasa, aku akan menyukaimu. Tidak aku akan mencintaimu sepanjang umur hidupku dan aku akan selalu ada disisimu ketika kamu sedih ataupun bahagia. “
Perkataan Miki yang membuat wajah Hiro memerah seketika, perjanjian anak kecil yang begitu polos.
“ Kalau begitu, janji aku kepada kamu saat dewasa nanti. Aku akan mencintaimu, melindungimu dan tidak akan pergi darimu. “ janji Hiro.
__ADS_1
......
Kenangan yang datang tiba-tiba dari kepalanya membuat Miki senyum kecil, perjanjian sewaktu kecil memang tidak akan pernah bisa ditepati. Tapi, janji Miki sudah ia tepati salah satunya adalah “ Mencintai Hiro “
Bahkan sebelum Miki mengetahui Hiro adalah anak lelaki yang dahulu pernah menolongnya, ia sudah menyukai Hiro.
“ Ini memang takdir. “ gumam Miki yang mulai melangkahkan kakinya kembali.
Musim panas, 2 Juni
Pergantian seragam dari musim dingin ke musim panas, berbagai macam siswa-siswi bersorak bahagia karena 1 bulan lagi akan liburan dan berbagai macam perlombaan akan segera diselenggarakan.
Dimulai dari Inter-High, dan perlombaan antar kelas adalah Sports Day yang akan dilaksanakan lusa nanti, seluruh kelas sudah mempersiapkan baju atau dresscode masing-masing untuk kelas mereka.
Seperti kelas 2-1, mereka menentukan akan menggunakan pakaian putih dengan tulisan di belakang baju yaitu “ Go, go Yoshioka-sensei. “ Ketua kelas sudah membagikan baju tersebut kepada seluruh siswa-siswi kelas 2-1.
“ Menggelikan. “ geli Kenzi yang mendapatkan baju tersebut. “ Ini lucu. “ kata Miki yang melihat baju tersebut dengan lucu dan terpasang foto dari Yoshioka di kaos itu.
Lalu, setelah ketua kelas membagikan kaos. Sekarang adalah waktunya pemilihan dalam anggota dalam pertandingan sepak bola, lari estafet, benteng tali dan lain-lainnya, dan pemilihan anggota penyiapan makanan, minuman serta pendukung sorak yang harus terus mendukung anggota yang sedang dalam pertandingan.
Lari estafet putra-putri : Kenzi, Akira, Miki dan Makoto
Benteng tali : seluruh siswa kelas 2-1
Penyiapan makanan, minuman : seluruh perempuan kelas 2-1, selain Akira dan Miki
Pendukung sorak : 25 siswa-siwi dalam kelas 2-1.
Itulah nama-nama yang akan mengikuti pertandingan, untuk pertandingan lainnya akan diajukan secara acak karena ada pertandingan yang diacak dengan nomer peserta.
TENG-NENG-TENG-NENG
Bel pulang sekolah berbunyi, seluruh siswa-siswi mulai berjalan keluar kelas untuk pulang, latihan dan hal-hal lainnya. Miki dan Rei berjalan bersama untuk memasuki lapangan latihan basket.
Bruk-
__ADS_1
Seseorang lelaki dari arah depan Miki menabrak bahunya sampai terjatuh, lelaki itu adalah Kitaro, lelaki yang pernah dibicarakan Kenzi.
“ Anda tidak apa-apa senpai? “ tanyanya khawatir membangunkan Miki.
“ Kalau jalan hati-hati! “ seru Rei yang juga ikut membangunkan Miki.
“ Saya tidak apa-apa. “ jawab Miki sambil membersihkan debu-debu yang berada dibajunya.
“ Anda yakin? “ Kitaro memegang lengan Miki, tapi dengan cepat Miki tepis tangannya. “ Saya tidak apa-apa, jadi mari ke lapangan saja. “ Miki berjalan memasuki lapangan basket.
Tidak lama kemudian, latihan dimulai. Hal pertama yang harus dilakukan saat latihan adalah pemasan. Setelah itu mengasah teknik dasar dari dribble, shooting dan passing, 1 jam telah melakukan itu semua baru akan berlatih game.
Dan akhirnya latihan selesai dalam 3 jam, seluruh anggota mulai melakukan pendinginan. Dan seperti biasa satu-satunya orang yang masih berlatih adalah Miki, wajahnya yang sudah bercucuran keringat tidak membuatnya berhenti berlatih.
1 bulan lagi, Inter-High akan dimulai dan Miki tidak bisa berdiam diri.
“ Miki, jangan berlatih terlalu keras. 2 Minggu lagi kita akan melakukan latihan musim panas. “ tegur Ai yang sedang meminum air putih.
Anggota tim Seido mengharapkan bahwa Miki dapat memberikan permainan terbaiknya saat pertandingan nanti, karena tim Seido benar-benar membutuhkan Miki untuk memenangkan perlombaan.
Meskipun dahulu Miki dihina, diejek, tapi semua itu Miki bungkam dengan kemenangan beruntun dalam Inter-High tahun kemarin. Tapi, tinggal tersisa satu lagi saja untuk sampai Kejuaraan Nasional.
SMA Seido putri gagal dalam Final, sedangkan tim putra memenangkan kembali Inter-High dan bertanding di Kejuaraan Nasional.
“ Selamat malam semua. “ sapa Yoshioka memasuki lapangan basket.
Seluruh anggota dari putra dan putri mulai berjalan menghampiri Yoshioka, begitu juga dengan Miki yang berhenti bermain basket karena apabila Yoshioka datang berarti ada pengumuman penting yang akan disampaikan.
“ Selamat malam. “ ucap bersamaan anggota club basket.
“ Sensei mau menyampaikan sesuatu. “
“ Sebentar lagi, pertandingan internasional akan diselenggarakan dan pemain u-17 putra-putri sudah terpilih. Dari sekolah kita juga terdapat 3 orang yang terpilih, yaitu untuk tim putri Miki kamu diundang untuk ikut pelatihan nasional. “
Mata Miki terkejut mendengar pengumuman dari Yoshioka. “ Saya sensei? “ Miki masih tidak percaya.
__ADS_1
“ Iya kamu, untuk tim putra adalah Kenzi dan Makoto. Pelatihan akan diselenggarakan 1 Minggu kemudian, jadi persiapkan diri kalian sebisa mungkin dan ambil semua ilmu disana untuk Inter-high nanti. “ jelas Yoshioka yang membuat seluruh anggota bertepuk tangan bahagia.
Pengumuman yang secara mendadak, dan tidak Miki percayai. Apalagi dalam pelatihan tersebut pasti ada satu-satunya rivalnya, Akemi.