Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Berakhirnya Festival Budaya


__ADS_3

Setelah acara panjang dan melelahkan, akhirnya Festival Budaya hari pertama telah selesai. Seluruh siswa-siswi mulai berkemas untuk pulang, langit juga sudah tampak gelap.


Saat Miki tengah mencuci muka di wastafel dekat lapangan, tiba-tiba saja seorang pria menarik tangan Miki ingin membawanya kesuatu tempat.


“ Hei, kalian mau ngapain? “ cegah Kenzi yang melihat Miki di bawa banyak pria, tetapi seketika Kenzi juga dibawa oleh pria –pria tersebut yang bersekolah di SMA Jeja.


Mereka membawa Miki dan Kenzi ke suatu tempat, mulut dan tangan tidak bisa bergerak sedikitpun karena diikat oleh tambang. Miki tidak mengerti apa yang terjadi, kenapa mereka membawanya dan Kenzi?


Perjalanan yang cukup lama, dan akhirnya mereka sampai di SMA Jeja. Miki dan Kenzi tersendiri kaget karena mereka membawa ke SMA Jeja.


Tali tambang dan lackbant yang berada di tangan serta mulut Miki, Kenzi di lepaskan saat sudah sampai di SMA Jeja.


“ Maafkan ketidak sopanan kami. “ katanya menurunkan Miki dan Kenzi dari mobil, keduanya turun dari mobil dan melihat gedung sekolah yang sangat mewah, mata Miki mengelilingi sekitar.


Banyak lapangan tersendiri untuk club olahraga, benar-benar sekolah olahraga.


SMA Jeja sendiri adalah sekolah menengah atas yang memfokuskan seorang siswa-siswi untuk menyalurkan bakatnya dan menjadi atlet.


“ Ikuti kami. “ kata seorang pria bertopi navy, Miki dan Kenzi mengikuti pria tersebut.


Sampai di depan gedung basket, terlihat seorang pria tua yang duduk dikursi.


“ Dia siapa? “ Miki kebinggungan.


“ Dia pelatih kami, dia meminta kami untuk membawa Miki. Katanya dia ingin bertemu denganmu, tapi Coach tidak bisa ikut karena kakinya yang tidak bisa jalan. “ jawab Kapten putra dari SMA Jeja.


Garis senyum Miki terlihat, ia mendekati pria tersebut sambil mengenggam jemarinya. “ Saya Miki, kenapa Anda ingin bertemu dengan saya? “


“ Kamu Miki ya? “ pria tersebut memberikan senyum balik kepada Miki. “ Apa kakimu sudah baik-baik saja? “


“ Iya. “ jawab Miki melihat nametag di baju pria tua tersebut dengan tulisan “ Osaka Tosio. “


Nama legendaris yang Miki ketahui, dia adalah mantan tim basket nasional Jepang yang sagat terkenal. Di juluki sebagai “ Macan putih “ karena permainannya yang sangat luar biasa, tetapi pada tahun ketiganya menjadi atlet ia berhenti karena lututnya yang tidak dapat disembuhkan lagi.


“ Lain kali kalau bermain basket jangan terlalu dipaksakan, mengerti? Cita-citamu bisa hilang, dengarkan Ayahmu dia juga sudah berpengalaman. “ kata Tosio yang tidak ingin ada orang sama dengannya.

__ADS_1


Terlebih lagi Miki mempunyai kemampuan di atas rata-rata dan membuat sejarah tersendiri. Tosio yang kehilangan cita-citanya menyesal karena dulu memaksakan diri sampai tidak mengobati cedera sendiri.


Tekad kuat boleh, ambisi boleh hanya saja perhatikan tubuh juga.


Setelah cerita cukup lama, Miki dan Kenzi kembali ke menuju Tokyo dengan tubuh yang sangat lelah. Sudah seharian penuh bekerja, dan mereka harus ke SMA Jeja.


Teng-


Pesan masuk dari ponsel Miki, ia membaca pesan dari Hiro dan melihat foto tasnya yang hampir dijatuhkan ke sungai dengan tulisan. “ Ambil sendiri jika tidak aku buang. “


“ Ah benar, tasku. “ Miki lupa kalau tasnya tadi tertinggal di sekolah, ia menggigit bawah bibirnya tidak ingin menemui Hiro. Kenzi yang merasa aneh langsung mengambil ponsel Miki dan melihat pesan dari Hiro.


Kenzi mendesah kesal. “ Biar aku saja “ ia melangkahkan kaki menuju tempat tujuan yang tertera dalam ponsel Miki.


Sampainya disana, Kenzi melihat Hiro yang tertidur di bangku dengan tas Miki yang menjadi bantalannya.


Tanpa berbasa-basi, Kenzi langsung mengambil tas Miki dan membuat kepala Hiro terbentur bangku. “ Aish! “ kagetnya.


Matanya yang masih linglung memperhatikan kearah kanan-kiri dan melihat Kenzi yang berada di hadapannya, ia berdiri dan mencari-cari Miki. “ Apa ini? “


Tangan Kenzi terkepal, ia tidak suka melihat Miki dengan orang lain. Keduanya saling bertatap sinis satu sama lain tidak ingin kalah, Kenzi tersenyum setengah sambil menepuk bahu Hiro. “ Sampai bertemu besok. “ ia melangkahkan kaki meninggalkan Hiro.


....


Festival Budaya sudah selesai, siswa-siswi mulai kembali bersekolah dan belajar seperti biasa.


TENG-NENG-TENG-NENG


Bel pergantian pelajaran berbunyi, hari ini murid kelas 2-1 mendapatkan pelajaran olahraga dan membuat siswa-siswi langsung berganti pakaian menjadi seragam olahraga.


Banyak siswa-siswi kelas 2-1 yang sudah berkumpul di lapangan, tapi Miki masih belum bisa berolahraga ia hanya duduk di tribun sambil memperhatikan orang-orang yang berolahraga.


Ketika seluruh siswa-siswi kelas 2-1 fokus untuk olahraga, Akira berjalan masuk ke kelas sendirian dan memasukkan kalung, gelang, uang ke dalam loker Kariu.


Tidak lama kemudian, ia kembali ke lapangan lagi dengan senyuman licik.

__ADS_1


Tapi sialnya, Kariu yang masih belum ke lapangan dan melihat isi lokernya hal yang tidak ia lakukan sama sekali. Kariu menaruh kalung, gelang, uang milik Akira ke dalam loker Miki.


Kariu ingin Miki merasakan malu yang amat sangat dalam.


Popularitas berkurang, teman-teman yang tidak percaya. Kariu ingin Miki merasakan kesengsaraannya sebelum pindah ke SMA Seido.


Ketika Kariu keluar kelas, ia tidak sengaja bertemu dengan Miki yang memasuki kelas. Untung saja, Kariu sudah lebih cepat memasukkan perhiasan tersebut.


“ Tidak olahraga? “ tanya Kariu berpura-pura.


“ Tidak. “ jawab datar Miki memasuki kelas dan duduk di bangkunya tanpa sadar bahwa seseorang memasukkan sesuatu ke dalam lokernya.


2 jam kemudian, siswa-siswi kelas 2-1 kembali ke kelas untuk berganti pakaian dan dengan heboh Akira berteriak. “ KALUNG, GELANG, UANG AKU HILANG! “


Seluruh siswa-siswi terdiam, Miki yang tertidur langsung bangun dan melihat orang-orang yang terkejut.


Tidak lama Yoshioka datang karena ada laporan dari Nikki bahwa Akira kehilangan seluruh kalung, gelang dan uangnya.


“ Sensei, saya ingin pemeriksaan menyeluruh saya takut ada yang mencuri kalung, gelang dan uangku. “ kata Akira menatap kearah Kariu.


“ Apa maksudmu ada yang mencuri di kelas kita? “ Yoshioka tidak percaya.


“ Iya, bisa jadi kan. “ ucap Mai.


“ Kalau begitu, perlihatkan tas dan loker kalian. “ Yoshioka menghela nafas panjang merasa di kelasnya tidak mungkin ada pencuri.


Siswa-siswi mulai membuka tasnya dan perlahan-lahan Yoshioka mencari di tas dan loker, sampai akhirnya mata Yoshioka terhenti saat gelang, kalung, dan uang milik Akira berada di loker Miki.


Mata Miki melebar tidak percaya, seluruh murid kelas 2-1 juga mengaga terkejut. Sama halnya dengan Akira, ia tidak tahu kenapa gelang, kalung dan uangnya berada di loker Miki. Akira menoleh kearah Kariu yang tersenyum setengah.


“ Ini apa Miki? “


“ Ikut Sensei. “


Tangan Miki bergetar ketakutan, pupilnya bergetar sedari tadi ia tidur dan tidak melakukan apa-pun. Kenzi juga hanya terdiam tidak percaya kepada Miki.

__ADS_1


“ Miki? “ ucap Kenzi, Miki menggeleng-gelengkan kepalanya dengan mata berkaca-kaca. Saat tangannya ingin ditarik oleh Yoshioka, dengan cepat Hiro menarik lengan Miki membawanya keluar dari kelas.


__ADS_2