
Langit yang semakin lama menggelap, sudah 2 jam lebih Miki memperhatikan Hiro yang tengah berenang tanpa henti di dalam kolam renang sekolah. Club renang SMA Seido anggotanya hanya 4 orang, beberapa orang tidak menyukai renang dan menganggap bahwa renang merupakan hal sulit.
Terlebih lagi karena selama club renang didirikan club tersebut tidak pernah mendapatkan juara, yang membuat club ini terus berdiri karena anggota yang terus bertahan. Saat club ini didirikan pun, yang memasuki club ini 4 orang sampai saat ini.
Tetapi, club ini sama sekali tidak memiliki pembina, pelatih dan manajer. Mereka terus berlatih sendiri, seperti saat ini Hiro berlatih bersama 3 orang lainnya. Beberapa orang sudah keluar, dan saat ini hanya tinggal Hiro saja.
“ Hiro, kamu tidak ingin keluar? “ tanya Miki yang duduk di pinggir kolam renang. Hiro tidak menjawab sama sekali, dan dalam 10 menit ia baru keluar dari kolam renang dengan nafas terengah-engah.
Ia sama sekali tidak beristirahat dan terus-menerus berenang. Miki yang khawatir mendekati Hiro dan memberikan botol air putih kepadanya. “ Minum. “
“ Terimakasih. “ Hiro mengambil dan segera meminumnya. Nafasnya sudah mulai normal kembali, Miki terus memperhatikannya. Tubuh Hiro yang begitu bagus dengan perut kotak-kotak yang dimilikinya.
Sesaat Miki berpikir kotor, wajahnya memerah dan mulai menepuk-nepuk pipinya sambil bergumam “ Bodoh, bodoh! “
“ Ngomong-ngomong, tadi kamu bicara apa? Aku tidak mendengar saat berada di dalam air dan aku kira juga kamu sudah pulang. “ kata Hiro menaruh botol minum di sampingnya.
__ADS_1
“ Tidak, aku melihat kamu yang berlatih serius sama dengan adikku. Dan tidak sengaja pertanyaan yang selalu aku keluarkan kepada adikku, keluar saat dengan kamu. “
“ Jadi, kamu terus menemani adik kamu? “
“ Tentu saja, meskipun itu membosankan tapi aku senang melihat seseorang berjuang keras “ sebuah senyuman melengkung dibibir Miki. Miki melihat kearah jam yang sudah menunjukkan pukul 6:30 p.m, ia mulai berdiri “ Maaf, aku harus menjemput adikku. “
“ Tunggu, aku ikut. “ ujar Hiro yang mulai memakai baju kembali dan keluar dari gym secara bersamaan dengan Miki.
Sepanjang perjalanan Miki dan Hiro hanya terdiam tanpa mengucapkan satu kata pun, Miki tidak menyukai keheningan saat ini. Setiap ia berjalan bersama dengan Kenzi pasti selalu berbicara panjang lebar, maka dari itu Miki merasa tidak terbiasa dengan keadaan ini.
“ Siapa? “ Miki kebinggungan. “ Ah.. Kenzi ya “
“ Kalian berdua seperti pacaran dan dia terlihat sangat kasar kepada kamu. “
“ Dia bukan pacarku, aku sudah berteman dengannya sejak lahir. Dia lahir Mei tanggal 4 dan aku lahir tanggal 5, sewaktu kecil kata kedua orang tua kita kalau kami selalu berdampingan. Dan lucunya, setiap aku menangis Kenzi mengikutinya, saat aku berhenti menangis. Dia juga berhenti menangis, seperti itulah kata kedua orang tuaku dan orang tua Kenzi. “
__ADS_1
“ Kenzi sebenarnya bukan orang yang kasar, hanya saja dia selalu memaksa. Aku dan dia sudah sering bertengkar, saat seperti tadi juga sudah sangat sering. “
“ Jadi kamu jangan aneh melihat pertengkaran kami dan aku juga sebagai teman Kenzi ingin meminta maaf karena dia telah berperilaku kasar kepada kamu. “ jelas Miki dengan tatapan sungguh-sungguh.
“ Kalau dia melakukan seperti itu lagi, aku juga akan menolong kamu. “ ucap Hiro yang membuat hati Miki berdetak sangat kencang.
Bus datang, Hiro segera menaikinya tetapi Miki masih melamun di halte sampai lupa ia harus menaiki bus. “ Kenapa melamun? Cepat naik! “ tegur Hiro yang membuat lamunan Miki buyar dan memasuki bus.
Sesampai di depan gym renang, terlihat Riyo bersama dengan Kenzi duduk di depan gym. Mereka belum memperhatikan kearah Miki dan yang membuat aneh adalah kenapa Kenzi berada disini?
“ Terimakasih sudah mengantarku. “ ujar Miki sebelum menghampiri mereka. “ Untuk apa berterimakasih? Aku juga berlatih disini. “ jawab Hiro membuat wajah Miki kebinggungan.
“ Bukannya ini untuk usia 12 tahun kebawah? “
“ Tempat ini dulunya tempatku berlatih, jadi pelatih dan orang yang memiliki ini membiarkan aku berlatih di kolam renang disini. “ papar Hiro yang berjalan memasuki gym.
__ADS_1
Namun, Kenzi menghalang Hiro agar tidak masuk sambil bertanya dengan sinis “ Kenapa kamu bersama dengan dia? “