
Selama seminggu, Miki sudah melakukan terapi bersama Hiro dan hari ini Hiro harus pergi menuju Osaka bersama dengan club basket, serta baseball yang telah memenangi kejuaraan Inter-high prefektur Tokyo.
Sama halnya dengan yang lain, Miki sudah dirawat di rumah sakit untuk menunggu hari operasinya. Dan untungnya karena ia melakukan terapi, resiko operasi yang mengatakan Miki tidak bisa bermain basket lagi berkurang.
Setidaknya, pemulihan hanya dilakukan dalam waktu 6 bulan dan Miki masih bisa bermain basket tapi tidak berlebihan seperti sebelumnya.
Walau seperti itu, Miki masih senang karena bisa melakukan hobby yang disukainya.
Pembukaan Kejuaraan Nasional terdapat di Osaka, banyak stasiun televisi yang sudah mengabari berita hal tersebut dan Miki menonton pembukaan tersebut di televisi kamar rawatnya.
Terdapat banyak prefektur dari cabang-cabang, senyum Miki mengambang kecil. Ia bahagia walau dirinya tidak berada disana.
Akhir dari pembukaan Kejuaraan Nasional, Tim Seido putri melakukan wawancara dengan beberapa reporter. Pertanyaan yang mereka ajukan adalah tentang Miki yang menjadi sejarah Inter-high.
Mereka bertanya dimana dia sekarang, kenapa tidak terlihat.
Tapi Rei menjawab dengan pandangan tertunduk. “ Dia sedang menonton, dan menyemangati kami. Kami akan menang untuk dia, tunggu Miki! “
Pelupuk mata Miki basah, jika ia tidak terluka mungkin saja ia sudah disana bersama timnya. Meski Akira jahat sekalipun kepadanya, tapi kemarin Miki melihat ketulusan dari Akira.
Bagaimana pun juga, tim adalah keluarga.
Jika seorang terluka, seluruhnya akan terluka.
Begitulah Tim.
Tidak lama juga, tim Seido putra melakukan wawancara apakah akan memenangi kejuaraan nasional lagi atau tidak. Biasanya yang menjawab pertanyaan tersebut adalah Kenzi, tapi ia senang tidak nyaman sehingga Kenzi memberikannya kepada Makoto.
“ Maaf Kenzi. “ Miki mengigit bawah bibirnya menahan rasa bersalahnya, benar seperti perkataan Kenzi “ Apa hubungan kita tak ada artinya hingga goyah dengan beberapa kata?! “
Hubungan Miki dan Kenzi goyah saat perkataan Kenzi. “ Kalau aku bilang, aku menyukaimu lebih dari pertemanan bagaimana? “
Sejak itu Miki sudah mulai menjaga jarak walaupun Kenzi sudah berkata bahwa dirinya hanya kebinggungan, tapi tetap saja ucapan itu terus terngiang-ngiang dalam pikiran Miki.
Yang dia takutkan adalah tidak sengaja menyakiti Kenzi.
Wawancara selanjutnya adalah Hiro, para reporter bertanya apakah akan memberikan penampilan yang terbaik lagi.
Hiro berkata. “ Saya akan memberikan penampilan yang terbaik karena ada seseorang yang menunggu saya, dan medali emas kali ini akan saya berikan kepadanya sebagai hadiah selesai operasi. “
Para reporter hanya mengangguk-angguk kepala mengerti, sedangkan Miki yang menonton tertawa melihat Hiro yang sangat kaku.
Kreak-
Pintu terbuka, terlihat Dokter yang sudah mendatangi Miki bersama seorang suster.
“ Kamu akan dicek tubuh ya apa siap untuk operasi atau tidak. “ kata Dokter yang Miki jawab dengan anggukan kepala mengerti, suster segera menyuntikan jarum ke lengannya dan mengambil darah Miki.
“ Terimakasih. “ Dokter dan Suster sudah selesai, keduanya keluar dan menutup pintu rapat-rapat.
6:00 p.m
Anna, Riyo dan Lim memasuki ruang rawat sambil membawa beberapa buah-buahan untuk Miki yang mungkin saja bosan.
__ADS_1
Tidak lama juga, Dokter kembali datang dan berkata bahwa tubuh Miki sudah siap untuk melakukan operasi.
Ia bisa melakukan operasi sekarang atau besok, dan Miki meminta besok pada pukul 9 pagi.
Miki takut nanti ia telat untuk menonton pertandingan dari Hiro, jika sekarang pun perasaannya masih belum siap.
Teng-
Pesan masuk dari Hiro, Miki membacanya. “ Kapan operasinya? “
Dengan cepat Miki menjawab. “ Besok jam 9. “
Teng-
Pesan kembali masuk. “ Semangat jangan takut ya, nanti pas kamu sudah selesai aku sudah memberi emas untuk kamu. “
Senyum Miki terpampang di wajahnya, Anna, Riyo dan Lim menggeleng-gelengkan kepala secara bersamaan.
“ Putrimu sudah jatuh cinta. “ Anna menyikut lengan Lim.
“ Kaya siapa coba? “ pikir Lim.
Keesokan harinya.
Operasi dimulai, Miki sudah mengganti pakaiannya dan bersiap-siap untuk melakukan operasi dengan perasaan yang harus tenang.
Sebisa apapun, ia harus tenang.
“ Miki? “ panggil Dokter.
“ Hm. “ jawab Miki.
“ Dokter akan suntik kamu. “ Dokter menyuntik yang isinya terdapat anestesi suatu obat pembiusan agar lebih tenang dan tidak merasakan sakit.
Perlahan mata Miki terpejam, dan ia tidak sadarkan diri.
Dalam waktu 3 jam, operasi telah selesai. Miki sudah dikembalikan ke ruang rawat meski belum sadarkan diri.
Tubuhnya sangat membantu dalam melakukan operasinya, sehingga operasi sangat lancar dan tidak ada sedikit keluhan.
Mata Miki terpejam, ia tidak sadar sudah berapa lama tertidur.
Bau karbol yang terasa dan suara teriakan membuat Miki terbangun perlahan.
“ SELAMAT KEPADA TAKAHASHI HIRO YANG KEMBALI MENJUARI KEJUARAAN NASIONAL, DAN MENCETAK REKOR BARU LAGI DENGAN WAKTU 59 DETIK. TAKAHASHI HIRO KEDUA KALINYA MENDAPATKAN MEDALI EMAS. “
Berita yang membuat mata Miki terbuka lebar, ia tidak percaya dengan apa yang Miki dengar. Hiro berhasil menjuari lagi, terlebih medali itu akan menjadi milik Miki.
“ AKU JUARA MIKI, AKU JUARA!!! “
Hiro yang bahagia di depan camera dan menunjukkan medali emasnya, Miki tertegun dan tersenyum lebar.
Selesai Miki operasi, Hiro mendapatkan medali emas.
__ADS_1
Itu adalah kabar yang sangat menggembirakan.
“ Dia hebat sekali. “ kagum Lim yang juga menonton.
“ Iya, tubuhnya bagus. “ Anna ikutan.
“ Kakak Hiro memang terbaik. “ ucap Riyo yang membuat mulut Miki mengaga tidak percaya bahwa keluarganya sedang menonton berita tersebut.
Anna menolehkan kepalanya dan melihat Miki yang sudah terbangun langsung bergegas berlari menuju Dokter.
Tak lama, Dokter datang dan memeriksa kondisi Miki. Miki sudah pulih, tinggal menunggu 1 Minggu aja agar jaitannya mengering tetapi ia tidak bisa berlari atau melompat-lompat terlebih dahulu selama 6 bulan.
Dalam waktu 6 bulan juga, Miki hanya bisa berjalan perlahan-lahan dan terus memeriksa kaki setiap 1 Minggu sekali.
Tring-tring-tring
Panggilan masuk dari ponsel Miki, ia melihat penelepon yang ternyata dari Hiro.
“ *Iya Hiro? “
“ Kamu sudah operasi? Bagaimana operasinya?Lancar? “
“ Iya, gimana dengan pertandinganmu? “
“ Sangat lancar, tapi aku pulang 1 Minggu lagi mengikuti jadwal basket sama baseball.”
“ Hati-hati disana. “
“ Tapi aku ingin bertemu dengan kamu, hehe*. “
Ponsel Miki diambil oleh Lim dan Lim yang menjawab panggilan dari Hiro. “ Aku juga ingin bertemu denganmu. “ Lim menutup panggilan dengan kesal.
“ Berani-beraninya telepon anakku. “ gerutu Lim menaruh ponsel Miki disakunya. “ Ponselmu Ayah sita selama 1 Minggu. “
“ Ayah!! “ keluh Miki.
“ Lim, jangan seperti itu. “ tegur Anna.
“ Biarkan saja, masih kecil sudah jatuh cinta. “ sindir Lim.
“ Wah, memang Ayah dan Ibu bagaimana? Mungkin saja kalian melebihiku, dan sudah berciuman lebih awal daripadaku. Benar kan? “
Perkataan yang membuat ditatap tajam oleh Anna dan Lim. “ Bicara sekali lagi! “
Wajah Miki memucat seketika, ia menutup tubuhnya dengan selimut. “ Aku habis operasi, tolong!! “
1 Minggu sudah berlalu, berita tentang kemenangan Tim Seido putra dan putri sudah menjadi pembahasan Jepang. Tapi banyak bertanya, kemana Miki seorang siswi SMA yang sudah membuat sejarah tersendiri.
Tok-tok-tok
Ketukan pintu yang terdengar dari luar ruang rawat, Miki yang tengah membereskan barangnya hanya menjawab. “ Masuk. “
Pintu terbuka, dan terlihat wajah Hiro dengan senyumannya. “ Aku datang. “
__ADS_1