Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
13. Pertandingan


__ADS_3

Seluruh kelas mulai berramai-ramai membicarakan pertandingan antara Miki dan Mayumi, mereka sangat antusias untuk melihat pertandingan tersebut. Saat Kenzi keluar dari kelas, Miki mengikutinya dari belakang.


Sedangkan Hiro hanya berjalan mendekati Akira dan berbisik tepat ditelinga Akira. “ Batalkan, atau hidup kamu tidak akan pernah bahagia. “


“ Hah. “ Akira tidak percaya apa yang dia dengar, Hiro menjauhkan tubuhnya dari Akira dan berjalan keluar kelas.


Di lain sisi, Kenzi terus berjalan cepat dengan pandangan tertunduk. Miki terus memanggilnya tapi


suaranya tidak pernah sampai kepada Kenzi.


Banyaknya siswa-siswi membuatnya tidak bisa mendekati Kenzi, ia sudah terlalu jauh untuk di dekati kembali.


Banyak halangan yang membuat Miki tidak bisa sampai mendekati Kenzi, sampai akhirnya saat bel sudah terdengar dan para siswa-siswi mulai memasuki kelas. Miki berjalan mendekati Kenzi tengah duduk di taman belakang sekolah.


“ Kenzi. “ sapa lembut Miki mendekati Kenzi. “ Kenapa kamu disini? “ tanyanya dalam keadaan yang tidak baik.


“ Kamu berperilaku seperti ini lagi karena kesal lagi kepada diri sendiri ya? “ Miki duduk di samping Kenzi.


“ Dulu sewaktu kecil saat aku diculik dan kamu tidak bisa menjagaiku, kamu juga seperti ini menjauh dari orang-orang tanpa ingin bercerita sedikit pun. Saat SMP juga kamu memarahiku karena aku berlatih keras dan kita bertengkar, kamu juga seperti ini lagi. Dan saat SMA hanya karena sebuah kelompok, kamu kembali lagi? “ lanjut Miki yang ingin menenangkan Kenzi.


“ Aku tidak bisa, mana mungkin aku membiarkan kamu kalah hanya karena ingin sekelompok denganku? Kekanakan sekali. “


“ Itu kamu tahu, dasar kekanakan “ sindir Miki yang mulai membuat senyuman diwajah Kenzi.


Dan pada hari itu, mereka berdua sama sekali tidak memasuki pelajaran dan hanya berbincang tentang masa kecilnya kembali. Sebuah kisah lucu, sedih dan nyaman untuk didengar.


Dari jauh juga, seorang perempuan terus memperhatikan kearah mereka berdua. Seseorang itu adalah Rei, rasa khawatir karena melihat Kenzi yang tiba-tiba keluar.


4:00 p.m


Pertandingan antara Mayumi dan Miki sebentar lagi akan dimulai dalam waktu 10 menit lagi, dan seluruh tribun atas gor basket sudah dipenuhi berbagai macam siswa-siswi dari kelas 1-3. Ada pelatih tim putra juga yang melihat pertandingan Mayumi dan Miki, tim putra basket juga dengan siap siaga untuk melihat kemampuan dari Miki. Yang terpenting juga adalah, Hiro datang menonton.


Rasa gugup mulai terasa di sekujur tubuh Miki, ia tidak pernah bertanding one on one sampai ditonton hampir 70% siswa-siswi. Dalam pertandingan asli pun, ia tidak pernah gugup sekali pun.


Tubuhnya terus bergetar gugup, tangan, dan kaki sudah merasakan getaran di dalam lapangan. Mayumi yang sedang melakukan pemanasan sendirian di luar lapangan dengan tatapan serius membuat wajah Miki mulai ketakutan.


“ Kenapa sih kamu bodoh sekali sampai minta untuk bertanding one on one. “ gumam Miki menepuk-nepuk pipinya.


Ia sama sekali belum melakukan pemanasan, dan pertandingan akan dimulai dalam waktu 5 menit lagi.


Dengan segera, Miki mulai menghembuskan nafas perlahan-lahan dan mulai menghilangkan rasa gugupnya.


5 menit telah selesai, tangan Miki masih bergetar gugup.

__ADS_1


Para wasit dari tim putra sudah meminta Miki dan Mayumi untuk masuk ke dalam lapangan, sorak nama Mayumi terdengar sangat jelas dan nama Miki sama sekali tidak ada.


Dari pinggir lapangan, Rei tersenyum kearah Miki dan berkata dengan gerakan bibir tanpa suara “ Semangat “


Sekali lagi, Miki menghembuskan nafasnya dan melihat Hiro yang berdiri di ujung pinggir lapangan sambil melipat kedua tangannya di dada. Ia juga melihat kearah Kenzi yang duduk di tribun atas bersama tim basket putra.


Peluit berbunyi tanda pertandingan akan dimulai, bangku cadangan dari Mayumi sudah dipenuhi anggota tim basket sedangkan bangku cadangan Miki hanya terdapat Rei dengan sebuah botol minum.


Mayumi dan Miki diperintahkan oleh wasit untuk memasuki lapangan, keduanya pun masuk dan saling berhadapan satu sama lain. Quarter akan terbagi menjadi dua quarter yang berarti mereka akan bermain selama 20 menit.


Permainan one on one dalam 20 menit akan sulit, dan dalam pertandingan ini juga akan terlihat siapa yang memiliki fisik terkuat.


Miki kah?


Atau Mayumi?


GAME START-


Seperti pertandingan biasa, wasit melemparkan bola sampai titik tertinggi karena tinggi Miki yang kurang. Ia tidak bisa menggapai bola tersebut dan Mayumi mendapatkannya terlebih dahulu, Mayumi juga sudah mencetak 2 point dengan permainan cepatnya.


Seharusnya permainan one on one tidak seperti pertandingan biasa, tetapi karena keinginan dari kedua pemain sehingga pertandingan terasa seperti pertandingan nyata.


“ Mayumi-senpai!!! “ teriak berbagai macam siswa-siswi yang menyatu dalam lapangan.


Tatapan Miki sama seperti saat pertandingan antara Rei, tatapan Miki mengartikan bahwa ia sangat menyukai basket apalagi saat bermain dengan orang-orang yang hebat.


Bola kini sudah berada di tangan Miki, ia perlahan maju sambil mendribble bola atau memantulkan bola. Mata Miki mulai mencari celah, antara kanan atau kiri.


Lalu, tanpa diduga Mayumi sudah menjaganya jauh dari zonanya.


“ Wah, kamu hebat sekali. “ kagum Miki dalam lapangan.


“ Jangan berbicara, kamu akan kalah dengan orang yang sudah berlatih dengan keras. “


“ Yakin? “ Miki meyakinkan dengan menatap tajam Mayumi.


Setelah perbincangan tersebut, Miki ingin mengumpan bola kearah kanan dengan menaruh bolanya di belakang tubuh Miki.


“ Mengumpan? Kamu bodoh? “ Mayumi yang merasa bangga kepada dirinya sendiri.


“ Tidak, kamu yang bodoh. “ gumam Rei karena sewaktu pertandingan antaranya dengan Miki, Miki dengan mudah membodohi Rei dengan permainannya.


Maka dari itu, Rei menganggap bahwa Miki bukanlah lawan yang bisa dianggap mudah. Dan bagi Rei, sampai kapan pun ia tidak akan bisa mengalahkan kemampuan Miki.

__ADS_1


Mayumi terdiam, ia tercengang karena arah bolanya tidak kearah kanan melainkan kearah kiri. Meskipun Miki mencoba untuk merubah arah bola, tetapi bolanya tidak mungkin berubah arah seperti itu.


Begitulah menurut Mayumi.


Tetapi akhirnya Mayumi sadar bahwa Miki menggunakan teknik elbow pass yaitu merubah arah bola dengan siku. Yang membuat Mayumi semakin binggung adalah kenapa Miki mengumpan bukan melewati Mayumi saja?


Dan karena elbow pass Miki, Miki sudah dapat menyamakan skor. Seluruh siswa-siswi mulai membicarakan teknik Miki tadi, Kenzi berdiri dari kursinya dan mulai bertepuk tangan bahagia.


“ Kamu benar-benar hebat. “ kagum Hiro dengan sebuah senyuman.


Skor 2-2, dan kali ini Mayumi memegang bola kembali. Miki mengikuti alur permainan Mayumi, ia bergerak maju sebelum zona defense.


Pertahanan Miki yang sangat kuat membuat Mayumi tidak bisa begerak maju, dan dengan nekat ia mencoba melewati Miki dengan tipuan. Tapi sekali lagi, Miki tidak berpengaruh dengan trik tipuan rendahan.


Ia mensteal atau merebut bola dari Mayumi, dan mulai mencetak skor three-points. 20 menit berjalan sudah, permainan diakhiri dengan lemparan dunk dari Miki.


Tubuhnya yang tidak terlalu tinggi, tapi saat melakukan dunk ia memperlihatkan kepada seluruh anggota tim basket putri level antaranya dengan anggota lainnya.


Peluit berbunyi pertandingan berakhir, skor dalam dua quarter adalah 50-20. Mayumi kalah telak oleh Miki, ia kalah dari fisik dan teknik dalam permainan basket.


“ Hosh. Hosh.... “ Mayumi membungkukkan tubuhnya dan mengatur nafasnya yang hampir habis karena permainan mengerikan antaranya dengan Miki.


Lebih mengerikannya lagi adalah, Miki masih dapat berdiri dengan tegak tanpa kehabisan nafas sedikitpun.


“ KARENA SAYA MEMENANGKAN PERTANDINGAN INI BERARTI SAYA MASUK DALAM TIM BASKET PUTRI SMA SEIDO, APA ADA YANG TIDAK MENYUKAI KEPUTUSAN INI? “ teriak Miki dalam tengah lapangan.


Seluruh wajah dari tim putri sudah terlihat ketakutan, jika Mayumi saja kalah telak dari Miki. Bagaimana dengan anggota lainnya?


Kenzi yang ingin berlari untuk menghampiri Miki terhenti oleh pelatih yang tidak mengizinkannya untuk mendekati Miki.


Pelatih berbisik kepada Kenzi. “ Dia monster sama seperti Ayahnya, bagaimana bisa ia tetap berdiri dengan permainan yang mengerikan tadi? Bahkan, teknik dia sudah berada di lever teratas dari tim putri saat ini. “


“ Tidak ada yang menjawab? Kalau begitu, kapten jawab! “ seru Miki berani menghadapi Mayumi.


“ Woi! “ Ai tidak suka melihat Miki yang tidak sopan kepada kakak kelas.


“ Iya. “ jawab Mayumi dengan terpaksa. Sebenarnya, Miki tidak ingin berperilaku seperti ini tetapi ia tidak punya pilihan lain selain menantang salah satu ace atau pemain terbaik mereka.


Jika saja kemampuannya bisa diakui, mungkin saja Miki akan dapat masuk tim. Miki berjalan mendekati Mayumi dan berbisik “ Maafkan saya senpai, saya ingin memberitahu selama 10 tahun ini saya juga berlatih keras. “


Setelah berbicara seperti itu, Miki keluar dari lapangan basket dan mulai berjalan menjauhi gor agar tidak ada satupun yang mengetahui bahwa sebenarnya Miki tidak bisa berperilaku seperti itu.


Kakinya yang lemas hampir saja terjatuh di depan gerbang sekolah. Namun, lengannya tertahan oleh Hiro yang menahan agar Miki tidak terjatuh.

__ADS_1


“ Jangan berlaga kuat, kamu tidak cocok. “ katanya dengan sebuah senyuman. Mata Miki semakin buyar karena rasa lelahnya itu. “ Hiro, kamu senyum. “ ucap Miki tanpa sadar dan mulai kehilangan kesadaran dalam pelukan Hiro.


__ADS_2