Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
Bersamamu.


__ADS_3

Mata Miki berkaca-kaca mendengar perkataan yang selalu ingin ia dengar selama ini, ada rasa bahagia yang tak bisa dijelaskan oleh Miki saat ini tapi ada juga perasaan sesak karena luka-luka yang memang belum pulih seutuhnya.


" Hiro. " Miki mendorong tubuh Hiro menjauh darinya dan tersenyum kecil " Aku mau pulang, maaf. "


" Iya. " Hiro menundukkan kepalanya dengan perasaan sesak karena tidak bisa mendapatkan jawaban sedikitpun dari Miki.


Apa Miki sudah tidak menyukainya? Tapi jika benar, itu sangat menakutkan bagi Hiro.


Dengan langkah berat, Miki berjalan keluar dari apartement Hiro. Hatinya sangat sesak melihat mata Hiro yang tampak sendu untuk pertama kalinya, ia tidak ingin menyakiti Hiro tapi Miki harus bagaimana?


Perasaannya bahkan tertahan, bibirnya kaku seakan-akan ada yang menahannya.


••


5:00 p.m


Langit yang mulai menggelap, dan cuaca yang semakin mendingin. Rei duduk di tepi sungai yang berwarna biru ditemani oleh pohon-pohon kecil disekitarnya.


Tangannya membawa record yang tadi diberikan oleh Kenzi kepadanya, sebuah record yang menjelaskan tentang perasaan Kenzi kepada Rei.


Rei menyalakan record tersebut dan terdengar suara berat Kenzi. " Hai Rei. "


" Aku ngebuat rekaman ini karena aku tahu kalau kamu pasti tidak akan mendengarkan perkataanku sedikitpun secara langsung. "


" Oleh karena itu, aku ngebuat ini. Jadi tolong di dengar baik-baik ya. "


" Aku tahu kalau misalnya kamu masih belum percaya dengan perasaanku, karena aku yang masih peduli dengan Miki dan mungkin di hati terdalam aku masih ada Miki. "


" Ya itu benar, tapi aku mencoba untuk melupakan dia dengan cara apapun dan berusaha untuk menyukai kamu. "

__ADS_1


" Dan kenyataan benar, aku tidak pernah berpikir bahwa aku akan tergila-gila kepada seseorang selain Miki. "


" Dia memegang tanganku, dan mengeluarkan aku dari kegelapan. "


Perlahan dari belakang Kenzi mendekati Rei


" Aku menyesal, kumohon maafkan aku. "


" Aku menyesal karena telah mengabaikan perasaan kamu, dan menyakitimu. "


" Kamu ingin tahu siapa orang yang paling aku cintai saat ini? "


Kenzi duduk tepat di samping Rei dan berkata " Kamulah orangnya. "


Rei merintikan air mata mendengar perkataan yang sangat menyentuh dirinya, ia menolehkan kepalanya melihat Kenzi yang berada di sampingnya dengan senyuman kecilnya.


Sebuah senyuman yang bisa membahagiakan Rei.



" Jadi, aku menyukaimu. Aku ingin menjadi pria pertama dan terakhir yang berada di hidup kamu, apa boleh? "


Mata Rei melebar, ia mengangguk-angguk kepalanya bahwa dirinya menerima Rei menjadi pria pertama dan terakhirnya di dalam hidupnya.


Kenzi perlahan memegang wajah Rei dan mengecup bibir Rei singkat dengan senyuman lebarnya.


Keesokan harinya.


“ Maaf, aku harus pergi. “ punggung Hiro semakin lama menjauh dari pandangan Miki.

__ADS_1


Sinar matahari yang memasuki tirai tipis Miki membuatnya membuka mata perlahan dengan air mata yang menjatuhi pipi, ia bermimpi tentang kepergian Hiro saat 7 tahun sebelumnya.


Kepergian yang tidak bisa direlakan Miki sedikitpun, sebuah kepergian tanpa penjelasan.


Miki mulai bersiap-siap untuk kembali mengajar, ia menuju dapur dan melihat Rei yang tampak sangat bahagia.


Ting-nong.


Bel rumah Miki berbunyi, ia ingin membuka pintu tetapi Rei menahannya agar ia saja yang membukanya.


" Selamat pagi! " sapa Kenzi dengan senyuman lebar, di balas oleh Rei juga " Pagi!! "


Melihat keduanya sudah semakin dekat membuat mulut Miki menganga tidak percaya.


" Kalian pacaran? " kaget Miki.


" Tunangan. " ucap keduanya bersamaan dan mengangkat tangannya yang sama-sama menggunakan cincin.


" Wah! Selamat yaaa. " kata Miki bahagia melihat kedua sahabatnya sudah bertunangan, Miki yang melihat kearah jam mulai berlari terburu-buru menuju sekolah. " Maaf aku sudah terlambat, aku pergi kerja dulu! "


Namun, setibanya di depan gerbang sekolah. Yoko berada di depan gerbang dengan buku yang menutupi wajahnya.



Mata Miki dan Yoko bertemu satu sama lain, Miki menghela nafas panjang dan melangkahkan kaki untuk memasuki gedung tanpa ingin menyapa Yoko terlebih dahulu.


" Miki! " panggil Yoko membuat langkah Miki terhenti, Miki menolehkan kepalanya dengan wajah datar.


Yoko berjalan mendekati Miki dan berkata " Saya belum memperkenalkan diri saya dengan benar, dan kemarin Hiro marah dengan saya. "

__ADS_1


" Jadi, saya Mori Yoko, dokter psikiater Hiro. " perkenalan singkat dan membuat mata Miki melebar seketika.


__ADS_2