Love Captain Handsome 2

Love Captain Handsome 2
28. Rindu


__ADS_3

Selama 3 hari Miki sakit dan tidak bisa bergerak kemana-mana, akhirnya pada tanggal 10 Juni Miki kembali pulih dan hari ini juga, Kenzi, Makoto dan Mayumi pergi menuju pelatihan nasional.


“ Kenz... “ Miki keluar dari gerbang rumah mengenakan pakaian seragam sekolah. Ia tidak melihat Kenzi berada di depan rumahnya, Miki pun teringat kalau Kenzi hari ini sedang mengikuti pelatihan nasional di SMA Inuyashi.


“ Ah, lupa. “ gumam Miki yang kembali berjalan menuju sekolah tanpa menggunakan sepedanya.


Udara sejuk dan nyaman membuat sebuah lekungan senyum di bibir Miki, selama 3 hari ia tidak keluar rumah dan perasaan penat di dalam rumah yang dirasakan akhirnya terlepas.


Tubuh yang sudah kembali pulih membuat Miki berjalan sambil melompat-lompat kecil karena kegirangan.


“ Laa. Laa. Laa.. “ Miki bernyanyi dalam perjalanan menuju halte bus.


Tidak butuh waktu lama, Miki sudah sampai di halte bus begitu juga dengan bus yang sudah datang bersamaan dengan kedatangan Miki.


Seperti biasa, setiap Miki menaiki bus ia selalu mencari tempat duduk paling ujung yang bersebelahan dengan jendela.


Perjalanan menggunakan bus tidak cukup jauh, Miki keluar dari bus dengan perasaan sedikit aneh. Biasanya, ia selalu bersama dengan Kenzi.


Dan dalam perjalanan pun tiada hari tanpa berbicara, tapi kali ini Kenzi tidak ada dan Miki menyadari bahwa hari begitu membosankan tanpa adanya Kenzi.


“ Bagaimana kabarmu? “ pesan Miki dalam ponselnya kepada Kenzi seraya keluar dari bus.


Teng-


Sebuah pesan jawaban dari Kenzi. “ Kamu rindu denganku? “


“ Cih “ kesal Miki memasuki lobby sekolah.


Namun, saat ia mencoba untuk mengetikan suatu pesan seseorang dari belakang menarik tas Miki sampai ia membalikkan badan dan ponselnya terjatuh di lantai.


“ Hallo Miki. “ sapa Hiro dengan wajah yang sangat dekat dengan wajah Miki.


Deg-deg


Detak jantung Miki berdebar sangat kencang, tubuh mereka hanya memiliki jarak sekitar 5cm. Bibir Miki terkatup dengan mata yang melebar tidak percaya bahwa Hiro berada sangat dekat dengannya.


“ Kamu sudah sembuh? “ tanya Hiro memegang dahi Miki. “ Susudaah. “ gugup Miki menjauhkan tubuhnya.


“ Lain kali jaga tubuh kamu, mengerti? “ Hiro mendekatkan wajahnya kembali.


“ Iya.. “ Miki tidak bisa berbicara apa-apa lagi, jarak antara mereka hanya tinggal 1 cm. Hiro mengelus kepala Miki secara perlahan dengan sebuah senyuman. “ Kalau begitu, aku ke kelas duluan. “ Hiro kembali berjalan memasuki kelas.


Hampir saja jantung Miki lepas karena detakan yang tidak berhenti, untungnya Hiro sudah pergi sehingga jantungnya tidak berdetak kencang lagi.


“ Dia ini, kenapa dateng tiba-tiba! “ Miki mengambil handphonenya yang terjatuh dan mulai melihat apakah ponselnya rusak atau tidak.


Ia juga melihat wajahnya dari camera, pipi merah Miki yang terlihat membuatnya sangat malu dan memberantakkan rambutnya.


Teng-


Pesan kembali masuk dari Kenzi, sebuah foto antara Kenzi, Makoto dan Mayumi. Ia juga melihat foto yang berada di belakang antara mereka, dia adalah Akemi.


Salah satunya rival Miki.


Seharusnya, Miki yang berada disana. Jika saja kakinya tidak cedera, mungkin saja Miki sudah berada disana dan melawan Akemi.


Bagaimana pun juga, Miki ingin menjadi pemain terbaik dari yang lainnya. Harapannya adalah untuk mengangkat piala bersama tim dan mengikuti perlombaan tingkat nasional yang dari seluruh provinsi datang menyatu saling berebut meraih juara 1.


Juara sebagai tim terbaik.

__ADS_1


“ Hari ini, kamu latihan tidak? “ Ai merangkul secara tiba-tiba.


“ Ai-senpai, maaf selama 3 hari saya tidak latihan. “ jawab Miki.


“ Tidak apa-apa, kamu sakit kan? “


“ Iya, maaf senpai. “


“ Tidak perlu meminta maaf, tapi hari ini kamu bisa latihan? “


“ Bisa senpai. “


“ Oke sampai bertemu di lapangan! “ Ai melepaskan rangkulan dan berlari menuju kelasnya.


10:00 a.m


“ PENGUMUMAN, UNTUK SELURUH KELAS 2 BERHARAP KE AULA SEKARANG “ pengumuman yang terdengar seluruh satu kelas membuat para siswa-siswi menuju aula untuk mendengar pemberitahuan tentang camping musim panas.


Tidak butuh waktu lama, seluruh siswa-siswi sudah berkumpul dan guru sudah membagikan tentang tata tertib saat camping serta acara-acara yang akan dilaksanakan. Permainan hantu akan dilaksanakan hari kedua dan api unggun pada hari terakhir, sedangkan hari pertama adalah pembelajaran tentang camping.


Pengumuman terakhir adalah pembagian kelompok camping, sebanyak 150 orang akan dibagi menjadi 10 kelompok yang terisi sebanyak 15 siswa-siswi dalam satu kelompok.


Kelompok pertama sudah diumumkan dan meminta mereka untuk berbaris di depan, kelompok kedua dan seterusnya sampai kelompok 9 diumumkan.


Kelompok 9 terdapat, Ryota, Miki, Hiro, Anne, Bam, Yura, Cha, Yoru, Khun, Sai, Saki, Rak, Hatz, Aya, Emi.


Dalam kelompok 9 terdapat 8 laki-laki dan 7 perempuan yang terbagi dari kelas yang berbeda-beda.


Dan suatu keajaiban bahwa Miki dapat satu kelompok dengan Hiro. Bukannya merasa senang, tapi yang ada Miki akan merasa canggung.


“ Mohon bantuannya! “ Rak dari kelas 2-5 dengan suara tinggi kepada teman satu kelompoknya.


Lalu, tiba-tiba saja Rak mengedipkan satu matanya kearah Miki yang membuat Miki memiringkan kepala merasa aneh.


“ Ha..haa. haa “ tawa Miki kecil.


Setelah selama 1 jam pengumuman dan akhirnya kelas 2 sudah dibolehkan untuk pulang lebih awal karena persiapan untuk camping.


“ Bosan.. “ Miki keluar dengan wajah datar karena baru saja masuk sekolah sudah pulang cepat.


Biasanya, kalau pulang cepat Miki selalu bermain terlebih dahulu bersama Kenzi di tempat bermain tapi kali ini ia harus pulang. Latihan masih 5 jam lagi, sehingga Miki kebinggungan harus melakukan hal apa agar tidak berada di dalam rumah.


“ Bagaimana kalau bermain denganku? “ ajak Hiro dari belakang.


“ Hah? “ kaget Miki membalikkan badan.


Tringg-tringg-tringg


Sebuah telepon memasuki ponsel Miki, ia segera menjawab telepon dari Kenzi tersebut. “ Kenapa? “


“ Bisakah kamu membelikkan aku sepatu basket saat pulang sekolah? Sepatuku sudah rusak, tolong nanti uangnya akan aku ganti. “ suara Kenzi tergesa-gesa dari sebrang.


“ Hah? Aku tidak punya uang untuk membelikkanmu sepatu. “


“ Miki, aku tahu bahwa kamu memiliki uang banyak. Jangan berbohong kepadaku! “


“ Baik-baik! Aku belikan sekarang. “


“ Kamu sudah pulang? “

__ADS_1


“ Sudah! Ukuran sepatumu berapa? “


“ Kamu sudah berteman lama denganku, tidak tahu ukuranku?! “


“ Tidak. “


“ Aku tutup. “ Kenzi menutup telepon seenak jidat. “ Aish, dia ini! “ kesal Miki.


“ Apa bermainnya ditunda dulu? Apa kamu mau mengantarku ke toko sepatu? aku juga perlu seseorang untuk dijadikan ukuran. Tinggimu dan tinggi Kenzi tidak beda jauh, pasti ukuran sepatunya juga tidak jauh. “ mohon Miki kepada Hiro.


“ Iya. “ Hiro mengangguk-anggukan kepalanya.


Mereka pergi bersama mencari toko sepatu dengan ukuran yang kemungkinan sama dengan Hiro, tapi toko sepatu tidak ada yang satupun memiliki ukuran Hiro.


Lebih dari 2 jam, keduanya terus berjalan kesana-kemari.


“ Masa tidak ada. “ keluh Miki duduk di bangku halte bus.


“ Minum. “ Hiro memberikan minum dingin kepada Miki dan Miki segera mengambil minum tersebut. “ Sebenarnya ada toko sepatu yang memiliki ukuran sama denganku. “


“ Kenapa tidak bilang?! “


“ Karena aku ingin berjalan bersamamu. “ jawab Hiro memalingkan pandangannya membuat Miki yang sedang minum tersebut tersedak mendengar perkataan Hiro.


“ Kamu tidak apa-apa? “ khawatir Hiro.


“ Tidak, lebih baik kita ke toko sepatu itu. “


Dan ternyata, toko sepatu tersebut berada di depan minimarket kerja part-time Hiro.


“ Serius? “ Miki tidak percaya selama ini berjalan jauh, dan akhirnya menemukan tempat yang ternyata jaraknya lumayan dekat dari sekolah.


Tidak berlama-lama, mereka memasuki toko bersamaan dan benar ukuran yang sama dengan Hiro ada.


Tringg-tringg-tringg


Telepon dari Kenzi kembali masuk, Miki segera menjawab. “ Sebentar! “ begitu menjawab ia langsung menutup lagi karena kesal selama 2 jam ini Kenzi selalu meneleponnya lebih dari 10 kali.


Setelah membeli sepatu tersebut, Miki dan Hiro berjalan menuju SMA Inuyashi. Tepat di gerbang SMA Inuyashi sudah terdapat Kenzi yang matanya mencari kearah kanan-kiri menunggu Miki.


“ Kenzi. “ teriak Miki mendekati Kenzi.


“ Kenapa kamu bersama dia? “ sinis Kenzi pertama kali.


“ Dia menemaniku. “


“ Menemani? “ Kenzi menarik kerah baju Hiro. “ Jangan dekati Mi.. “ belum saja Kenzi menyelesaikan pembicaraannya Miki langsung melepaskan tangan Kenzi dari kerah baju Hiro.


“ Kamu sedang berlatih, ingin bertengkar lagi? “


Perkataan Miki membuat Kenzi mengurungkan niatnya untuk bertengkar dengan Hiro, ia mengambil box sepatu dari tangan Miki dan segera memakai sepatiunya.


Ukuran yang pas dan terasa nyaman, itulah pilihan Miki.


“ Terimakasih. “ Kenzi ingin mengelus kepala Miki tapi Hiro segera menepis tangan Kenzi sambil berkata “ Jangan sentuh dia. “


“ Apa?! “ emosi Kenzi menyulut.


“ Hiro? “ panggil seseorang yang membuat Miki, Hiro dan Kenzi menolehkan kepala melihat seseorang yang memanggil Hiro.

__ADS_1


Seorang perempuan dengan tubuh sekitar 164 cm, kulit putih dan rambut sebahu.


Dia Akemi.


__ADS_2